Hidup Sebagai Murid - Persekutuan Indonesia Riverside

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content
Pemahaman Alkitab 2026
Hidup Sebagai Murid
Sesi  3: Hidup Sebagai Murid


Saudaraku kita hidup ditengah dunia yang sangat menggagungkan kesibukkan dan pencapaian. Banyak orang sangat bangga ketika dapat mencapai sesuatu yang lebih dari pada orang lain. dan sering sekali kita mengganggap bahwa nilai diri kita bertambah karena segala pencapaian dan segala yang kita miliki.

Banyak orang pada akhirnya mengalami stress karena terus menerus membandingkan dirinya dengan orang lain dan sering mengalami kelelahan karena berusaha membuktikan bahwa kita berharga. Pertanyaannya, bagaimana hidup kita sebagai murid Kristus? Apakah Kristus menilai kita seperti penilaian dari dunia? Menjadi murid Kristus yang utama bukan mengenai apa yang kita capai, bukan tentang pemikiran bahwa saya bekerja lebih keras untuk Tuhan daripada orang lain sehingga kita bisa berbangga diri, melainkan mengenai bagaimana kita berjalan bersama Kristus.

Bagaimana sebenarnya cara hidup murid sejati yang dirindukan Yesus untuk kita hidupi hari ini?

1. Datanglah kepada Yesus (28)

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Bagian ini merupakan suatu undangan Tuhan Yesus untuk masuk dalam persekutuan dengan Dia. Menunjukkan bahwa langkah pertama dari hidup sebagai seorang murid adalah keintiman, bukan aktivitas. Yesus memanggil orang-orang untuk mengikut Dia supaya mereka dapat hidup dekat dengan Dia. Dan hanya dalam keintiman dengan Yesus maka seorang dapat mengalami kelegaan, ketenangan dan hati yang damai. Artinya bahwa setiap orang yang sungguh-sungguh memprioritaskan hubungan yang dekat dengan Tuhan akan terus menerus diperbaharui dan dipulihkan meskipun ada masa-masa dimana mereka akan mengalami letih lesu dan berbeban berat.

Dalam Yesaya 40:28, “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. 29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. 30Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, 31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Menantikan Tuhan artinya mereka sungguh membangun hubungan dengan Tuhan dan menaruh pengharapan mereka hanya kepada Tuhan.

Jika Yesus melihat agenda harian kita, adakah Ia menemukan waktu dimana saya duduk diam di dekat-Nya, atau Ia hanya melihat kesibukkan pelayanan, pekerjaan, liburan yang melelahkan? Sedalam apa kita merindukan hadirat-Nya? sejauh mana kita merindukan pegenalan akan Dia. Dalam Filipi 3:10-11, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, 11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.” Inilah kerinduan utama Paulus mengenal Dia dan seluruh karya-Nya. Karena itupun dalam Yohanes dikatakan “tinggallah di dalam Aku dan Aku dalam kamu.”

2. Belajar dari Yesus

Matius 11: 29, Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” Kuk adalah kayu lengkung yang dipasang di leher dua ekor lembu agar mereka bisa menarik beban bersama. “Memikul kuk yang kupasang” berarti tunduk pada ajaran dan cara Kristus. Yesus memberikan janji kelegaan namun kenapa Dia meminta kita untuk memikul kuk yang berarti dapat membebani. Artinya bahwa kebebasan sejati dalam hidup seorang murid bukan berarti tanpa adanya aturan, bukan berarti bebas semaunya sendiri, tapi tetap dalam ketundukan kepada Kristus yang adalah Tuhan atau Tuan. Aturan yang Yesus tawarkan bukanlah seperti aturan-aturan dunia yang dapat melelahkan dan menghancurkan, namun beban itu bernilai kasih, anugerah dan pengampunan. Karena itu untuk menjalani semuanya itu dikatakan belajarlah dari padaku.

Menjadi murid Kristus adalah menjadi seorang yang mengikut Yesus dan terus belajar dari cara hidup-Nya. Dan untuk belajar dari Yesus, harus dimulai dengan membangun keintiman dengan Dia. Karena itu menjadi serupa dengan Kristus adalah tujuan utama dan akhir dari seorang murid.

a. Lemah lembut dan rendah hati

Lemah lembut adalah teladan yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Dia mengajar setiap orang dengan penuh belas kasihan. Ia menuntun dengan sabar, bukan dengan kemarahan. Yesus tahu bagaimana caranya menuntun orang untuk mengerti kebenaran dalam kelemah lembutan. Dan itu dapat dilihat dari bagaimana Ia mengajar, memperlengkapi dua belas murid yang datang dari latar belakang berbeda-beda dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Bahkan Yesus menenunjukkan kelemah lembutan ketika Ia benar-benar tunduk dan taat kepada kehendak Bapa untuk mengerjakan karya keselamatan.

Lemah lembut tidak hanya berarti berkata-kata lembut, bertindak dengan lembut. Lebih jauh kelemahlembutan berbicara mengenai hati seseorang yang tidak menyimpan atau merencanakan kejahatan kepada orang lain. Seorang yang lemah lembut sangat peka terhadap perasaan orang lain. Tidak merendahkan dan meremehkan orang yang jatuh ke dalam dosa, artinya tidak menggangap bahwa dirinya lebih baik.

Selanjutnya Tuhan Yesus memberikan teladan kerendahan hati bagi umat-Nya, dalam Filipi 2:6, “yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!”

Alkitab jelas mengatakan bahwa sebelum menjadi manusia Yesus adalah Firman, dan Firman itu adalah Allah. Dia Allah yang maha kuasa yang berkarya dalam penciptaan, Ia Allah yang maha besar yang dapat melakukan segala sesuatu. Namun Firman yang adalah Allah rela menjadi manusia, menjadi hamba, sama dengan manusia, menderita bahkan sampai rela mati terhina di salib. Inilah teladan yang Yesus lakukan, sehingga dikatakan belajarlah dari padaKu. Kita sama sekali tidak layak dibandingkan dengan Dia yang maha besar, pada dasarnya memang kita manusia yang berdosa, lemah, yang harus menyadari bahwa kita bukan siapa-siapa. Sehingga ketika kita diajarkan untuk rendah hati, memang sudah seharusnya demikian karena tidak ada satupun dalam diri kita yang layak untuk kita sombongkan.

Kerendahan hati artinya mengakui dan tunduk kepada kebesaran Allah. dan menyadari bahwa kita bukan siapa-siapa dihadapan Dia, kita ini manusia yang terbatas. Orang yang rendah hati adalah seorang yang siap diajar untuk memandang kepada kebesaran Allah, orang yang siapa dalam cara hidup Kristus dan orang yang mengakui bahwa ia tidak lebih baik, hebat, mampu dari manusia yang lain. dalam 1 Petrus 2:21, “Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.”


1. Jika Yesus melihat agenda harian kita seminggu terakhir, apakah Dia menemukan waktu di mana kita benar-benar menikmati hadirat-Nya, atau hanya melihat kesibukan kita? Apa hambatan terbesar kita untuk "duduk diam" bersama-Nya?
2. Dalam hal apa Tuhan mengajarkan kita untuk lebih lemah lembut dan rendah hati?
3. Bagaimana Yesus menunjukkan teladan lemah lembut dan rendah hati dalam Alkitab?
4. Apa akibatnya apabila seorang murid tidak memiliki kelemahlembutan dan kerendahan hati?
5. Apakah arti Yesus memasang “kuk” kepada mereka yang datang kepada-Nya?
JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017-2026 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (303) 961-3175
Email Address: Click here
Back to content