Hati Seorang Hamba - Persekutuan Indonesia Riverside

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content
Pemahaman Alkitab 2026
Hati Seorang Hamba
Sesi 2: Hati Seorang Hamba


Siapa yang siap mengikut Yesus? Menjadi pengikut Yesus sesungguhnya bukan tentang mengikutNya dengan kaki, namun mengikut-Nya dengan hati. Dengan hati yang bagaimana seharusnya kita mengikuti Yesus?

1. Hati Yang Bersedia

Ayat 23, Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Menyangkal diri adalah hal yang utama dalam hidup seorang murid, karena itu syarat ini disampaikan pertama oleh Tuhan Yesus dalam bagian ini. Menyangkal diri artinya memiliki hati yang mau berkata “ya” kepada Yesus dan kehendakNya. Bukan lagi berbicara mengenai apa yang saya mau? Apa yang membuat saya nyaman? Bukan apa kesenangan saya? Namun apa yang Yesus mau untuk saya lakukan dan hidupi. Mengapa kita harus menyangkal diri? Karena pada dasarnya waktu kita baru lahir dalam dunia natur kita adalah berdosa, segala keinginan dalam diri orang berdosa hanya berbicara mengenai kepuasan daging. Selanjutnya ketika kita menjalani hidup dalam dunia banyak hal-hal duniawi yang masuk dan mempengaruhi hati dan pikiran kita, sehingga kita hanya mau hidup untuk kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan Tuhan dan kehendak-Nya. kita seperti bejana yang sudah cacat dan hancur yang tidak berguna lagi untuk tujuan pemiliknya, namun pemilik masih mau membentuk dan memperbaiki kembali.

Paulus katakan dalam Galatia 2:20, “Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Kesediaan menjadi seorang murid, ada kesediaan untuk berkata bahwa hidupku bukan milikku lagi namun milik Kristus. Sehingga menyangkal diri adalah pengakuan dan keputusan bahwa aku tidak berhak sedikitpun atas hidupku. Arah dan tujuan hidupku ada didalam kedaulatan dan kuasa Tuhan Yesus.

Karena itu ayat tema kita Yohanes 12:24, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Mati itu sama dengan menyangkal diri. ketika seorang menyangkal diri atau berkata tidak kepada semua keinginan hati yang bertentangan dengan kehendak Allah maka pada saat itulah seorang akan dipakai oleh Allah untuk menghasilkan buah bagi kemuliaan Allah. Ketika seorang sudah belajar menyangkal diri maka akan siap untuk meninggalkan kuk yang lama untuk memikul kuk salib Kristus.

Sudahkah kita hidup dalam penyangkalan diri? Dalam bagian apa hati saya belum siap untuk menyangkal diri?

2. Hati yang berserah

Memikul salib berarti bersedia membayar harga untuk mengikuti Yesus. Bersedia menderita demi kehendak Allah. Mungkin kita berpikir saya sudah banyak menderita, berarti saya sudah memikul salib. Saudaraku, dengan jujur saya mau katakan bahwa belum tentu semua penderitaan adalah bukti kita sudah memikul salib. Kita banyak mengalami menderitaan karena memperjuangan kepentingan sendiri, kita banyak mengalami penderitaan karena mengejar reputasi dan kenyamanan diri sendiri, kita banyak menderita karena kesalahan kita sendiri. Hati yang berserah dan diserahkan kepada Kristus, siap menghadapi penderitaan demi kepentingan Kristus. Ayat 24, “Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.

Memikul salib yang sesungguhnya yang dimaksud oleh Alkitab artinya seorang rela memberikan hidup dan segala yang dia miliki untuk perluasan kerajaan Allah, untuk kepentingan Kristus. Sering sekali seorang memilih lebih baik tinggal dalam kenyamanan dan ketenangan hidup, dibanding harus menderita karena menjadi saksi Kristus kepada orang lain. Artinya menderita bagi Kristus adalah jalan yang utama, daripada hidup hanya untuk kenyamanan, kesenangan dan kepentingan diri sendiri. Ayat 25, Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? 26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.

Memikul salib bukan hal yang mudah, memikul salib membutuhkan disiplin. Karena itu dikatakan “memukul salibnya setiap hari”, bukan hanya diwaktu-waktu tertentu. Artinya melakukan kehendak Allah dan siap untuk membayar harga untuk itu setiap waktu. Kita harus pikul salib setiap waktu, sebagai bukti penyerahan diri kita kepada Allah.

3. Hati yang berkomitmen

Ayat 23, Kata-Nya kepada mereka semua: ”Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.

"Dan mengikut Aku”, kalimat ini berbicara mengenai komitmen kesetiaan seorang murid. Bukan hanya sampai pada kesediaan hati untuk menyangkal diri, kesedian untuk hati untuk berserah, namun ada satu komitmen untuk terus menerus mengikuti Yesus dan ajarannya. Mata kita hanya tertuju kepada-Nya, arah langkah kita menuju pada apa yang Yesus mau. Artinya bahwa Tuhan Yesus menjadi pemimpin dalam hidup dan perjalanan kita, sebagai gembala agung yang kita ikuti setiap waktu karena kita adalah domba-domba-Nya.


1. Menurut saya apa arti menyangkal dari dalam kehidupan sehari-hari?
2. Apa yang paling saya utamakan dalam hidup: diri sendiri atau Yesus?
3. Apa yang paling sulit bagi saya untuk menyerahkan seluruh hidup kepada Yesus?
4. Apa yang paling saya kejar saat ini?
5. Menurut saya, apa perbedaan antar sukses menurut dunia dan sukses menurut Tuhan?
6. Pernahkah saya takut menunjukkan bahwa saya adalah orang Kristen?
7. Bagaimana saya bisa tetap mengikut Yesus ketika teman-teman saya memilih jalan yang berbeda?
8. Apa satu hal yang Tuhan ingin saya lakukan setelah pertemuan ini?
JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017-2026 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (303) 961-3175
Email Address: Click here
Back to content