Dipanggil Menjadi Murid - Persekutuan Indonesia Riverside

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content
Pemahaman Alkitab 2026
Dipanggil Menjadi Murid
Sesi 1: Dipanggil Menjadi Murid


Saudaraku, siapa diantara kita yang yakin sepenuhnya bahwa kita adalah murid Kristus? Menurut saudara, apa arti murid? Dalam lima tahun kedepan kita mau menjadi jemaat seperti apa? Dan apa yang saudara harapkan gereja lakukan untuk saudara?

1. Dipanggil Untuk Mendengar

Dalam ayat 4-5, “Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: ”Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”  5 Simon menjawab: ”Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Sebelum Tuhan Yesus memanggil Simon menjadi murid-Nya, Ia terlebih dahulu berbicara dan memberikan perintah kepada Simon. Simon dan teman-temannya pada saat itu sedang mengalami kekecewaan karena mereka sudah bekerja sepanjang malam, mereka berusaha dengan keras, melakukan segala sesuatu yang mereka tahu untuk mencari ikan namun tidak mendapatkan hasil apa-apa.

Bayangkan bagaimana perasaan Simon ketika mendengar Yesus berkata: “bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu”. Simon adalah seorang nelayan. Ia sangat mengerti mengenai lautan dan ia tahu bahwa jam itu bukanlah waktu yang tepat untuk menangkap ikan. Perintah Yesus tidak sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman Simon. Dan disinilah Yesus sedang mengujinya apa dia mau mendengarkan atau tidak. Panggilan utama seorang murid adalah panggilan untuk mendengarkan gurunya. Simon harus mendengarkan apa yang Yesus katakan meskipun itu tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan pengalamannya.

Saudaraku, sering kali Tuhan meminta kita melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan logika kita. Ini adalah satu ujian penting bagi seorang murid, apakah mau mengikuti logika atau mau mengikuti perkataan Tuhan? Sebagai seorang yang meyakini bahwa kita adalah murid Kristus kita perlu bertanya selama ini kita berjalan dengan kemampuan logika dan pengalaman kita apa berdasarkan suara Tuhan? Mungkin Tuhan meminta kita untuk melangkah didepan ada yang ia sediakan? Mungkin Tuhan meminta kita untuk mengorbankan sesuatu? Untuk memberi bagi pekerjaan Tuhan? untuk mengampuni orang yang menyakiti kita? apa kita siap melakukannya?

2. Dipanggil Untuk Percaya

Dalam ayat 5b-8, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: ”Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”

Pernyataan Simon menunjukkan bahwa ia sudah mulai beriman kepada Tuhan Yesus. Memang sebelum kisah ini Simon sudah menyaksikan mujizat-mujizat yang Yesus lakukan (Luke 4:38-41). Dengan menaati apa yang Yesus katakan, cukup memberikan keterangan bagi kita bahwa ini adalah buah dari iman. Iman yang sejati bukan selalu berkata: saya mengerti maka saya melakukan. Melainkan saya melakukan walaupun saya tidak mengerti. Mendengar meskipun tidak paham apa yang Ia mau lakukan.

Iman sejati yang ditaruh oleh Allah dalam hati menghasilkan kesadaran dan pengakuan akan keberdosaan. “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa”. Dari pernyataan Petrus kita mengerti bahwa seharusnya perbuatan Allah yang ajaib menyadarkan manusia tentang siap sesungguhnya Yesus dan siapa manusia (Petrus). Yesus adalah Tuhan yang kudus dan mulia, dan manusia pendosa yang tidak layak sebenarnya dihadapan-Nya. Perbuatan Yesus mengarahkan Petrus pertobatan yang sejati. Panggilan menjadi murid adalah panggilan untuk percaya dan diubahkan oleh Yesus. Dan dengan iman kepada Yesus seorang melihat mujizat-mujizat yang Allah kerjakan.

3. Dipanggil Untuk Suatu Tujuan

Sebelumnya Simon hanya berpikir bagaimana supaya menghasilkan banyak ikan. Bagaimana supaya ia mendapatkan makanan untuk dirinya dan keluarga. Namun dalam bagian ini Yesus memberikan tujuan yang baru dalam hidupnya. Tujuan Allah yang mulia dan besar yaitu untuk menjala manusia. Ini berbicara mengenai perluasa kerajaan Allah, dimana seorang dapat mengenal Kristus dan meyakini keselamatan dalam Dia.

Mungkin kita berkata, ini bukan panggilan saya. Ini hanyalah panggilan untuk para pendeta, penginjil. Sebaliknya saya mau tanya apakah hanya para pendeta, para penginjil yang diselamatkan dari dosa? apakah hanya mereka yang diampuni dan menerima keselamatan? Apakah hanya mereka yang harus melakukan tujuan utama yang diberikan Allah? Lantas apa tujuan utama hidup kita? Hanya yang penting hidup, bekerja, membiayai keluarga, bergereja, aktif dan selesai. Allah memanggil pendeta, penginjil, pengajar dll bukan untuk meniadakan atau menghapus tujuan utama Allah bagi jemaat atau murid lain. Namun mereka dipanggil untuk mengarahkan supaya setiap orang menjadi bagian dalam tujuan utama untuk menjadi penjala-penjala manusia.

Bukan berarti semua harus menjadi pendeta, penginjil sepenuh waktu dalam sebuah organisasi gerejawi. Namun dimanapun saudara bekerja, harus terus bergumul berikan saya hati untuk menjangkau jiwa dan berikan saya hikmat bagaimana supaya saya menjadi penjangkau jiwa dimana saya pergi dan berada? Berikan saya hikmat dan keberanian supaya saya dapat menceritakan Kristus yang saya Imani.

4. Dipanggil Untuk Berserah (Meninggalkan Semuanya Untuk Mengikut Yesus)

Dalam ayat 11, Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.” Meninggalkan segala sesuatu artinya mereka meninggal perahu, jala dan meninggalkan semua pekerjaan mereka. Padahal dari pekerjaan mereka sebagai nelayan mereka menghidupi diri dan keluarga. Tindakan meninggalkan segala sesuatu memiliki arti yang mendalam bahwa mereka sungguh-sungguh berserah kepada Tuhan Yesus. Dan sangat menarik karena dalam ayat sebelumnya mereka melihat mujizat Tuhan Yesus, dengan perintahNya mereka memperoleh banyak ikan.

Perbuatan Yesus tersebut menjadi satu peneguhan bagi mereka bahwa mereka berserah kepada Pribadi yang dapat melakukan hal-hal yang besar diluar pemikiran dan pengalaman manusia. Tidak ada jaminan kekayaan, rumah, uang dll di depan mata hanya ada jaminan bahwa mereka mengikuti Yesus yang adalah Allah yang dapat melakukan segala sesuatu.

Panggilan menjadi murid Kristus adalah panggilan untuk menyerahkan hidup, perjalanan, kebutuhan dan segala sesuatu kepada Yesus.


1. Mohon ceritakan kapan saudara berjumpa dan percaya kepada Kristus secara pribadi?
2. Apakah saya lebih sering mendengar suara Tuhan atau suara perasaan berdasarkan pengalaman?
3. Apa yang sering membuat saya sulit mendengarkan Tuhan? (kesibukkan, kekhawatiran, ketakutan, atau pengalaman hidup)
4. Pernahkah Tuhan meminta saya melakukan sesuatu yang sulit saya mengerti? Bagaimana respon saya?
5. Dalam hal apa saya mengalami kesulitan untuk percaya kepada Tuhan?
6. Apa langkah iman yang Tuhan sedang minta saya lakukan meskipun saya belum melihat?
7. Apa tujuan Tuhan bagi hidup saya?
8. Apakah saya sedang hidup untuk tujuan Tuhan atau lebih banyak untuk kenyamanan dan keinginan saya sendiri?
9. Apa yang paling sulit saya serahkan kepada Tuhan?
JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017-2026 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (303) 961-3175
Email Address: Click here
Back to content