Joseph: Meant for Good

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Joseph: Meant for Good

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Olwin Gosal in 2026 · 5 July 2026
(Joseph: Meant for Good)
Bad to Worse


Pernahkah kita mengalami dan bertanya, mengapa hal-hal buruk terjadi dalam hidup ketika saya berusaha melakukan kebenaran? Sehingga mungkin terkadang memilih untuk tidak melakukan kebenaran. Hari ini mari kita lanjutkan perenungan kita, dalam Kejadian 39:1-20.

1. Hidup dalam penyertaan Tuhan (1-6)

Dalam ayat 1, “Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Sebelumnya Yusuf hidup sebagai seorang yang merdeka di rumah bapanya, namun dalam bagian awal dimana Yusuf menjadi seorang budak, artinya bahwa hidupnya ada dibawa kekuasaan dan kontrol orang lain dalam hal ini adalah Potifar, yang bukan orang sembarang, ia pasti punya kuasa karena ia adalah seorang kepala pengawal raja.

Penyertaan Tuhan di Tempat Terendah. Ayat 2, “Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.” Kalimat Tuhan menyertai Yusuf diulang sebanyak 4 kali dalam pasal ini, artinya Tuhan ada bersama dengan dia, mengontrol, menuntun dan memelihara hidupnya. Menarinya, Tuhan menyertai Yusuf bukan ketika dia menjadi penguasa, tetapi ketika dia menjadi seorang budak. Sehingga dikatakan bahwa ia selalu berhasil dalam pekerjaannya. Artinya keberhasilan Yusuf bukan karena kekuatannya, kehebatannya tapi karena penyertaan Tuhan dalam hidupnya. Penyertaan Tuhan tidak bergantung pada kondisi kita atau status kita. Meskipun dia seorang budak namun Tuhan menyertai dia, itulah hal terpenting dalan terutama dalam hidupnya.

Saudaraku, kita sering menilai kesuksesan seperti paham dunia ini, sukses berarti kita memiliki banyak kekayaan, selalu naik jabatan, menjadi seorang yang selalu dihormati. Namun ternyata dalam bagian ini mengingatkan kepada kita bahwa apapun kondisi dan status kita maka hal yang yang paling terpenting dalam hidup adalah peryertaan dan kehadiran Allah.

Bukti Nyata Penyertaan Tuhan. Dalam ayat 3, Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai Tuhan dan bahwa Tuhan membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya,”. Peryertaan Tuhan dalam hidup Yusuf dapat dilihat oleh tuannya, meskipun dia seorang yang tidak percaya kepada Allah. Sehingga Yusuf dikasihi tuannya, diberikan kuasa untuk rumahnya dan segala miliknya. Menjadi Saluran Berkat. Dalam ayat 5 dikatakan, “Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.” Kehadiran Yusuf sungguh mendatangan berkat yang besar bagi tuanya, dan itu karena penyertaan dan berkat dari Allah. Saudaraku, apakah orang lain melihat penyertaan Tuhan dalam hidup kita? apakah kehadiran kita membuat orang lain semakin diberkati oleh Tuhan?

2. Ketaatan diuji melalui pencobaan (7-12)

Dalam ayat 6b-7, Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. 7 Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: ”Marilah tidur dengan aku.” Ini adalah tawaran dan godaan yang sangat menggiurkan, bahkan banyak kejatuhan manusia berkaitan dengan dosa seksual. Bahkan godaan ini bukan terjadi sekali saja, tapi berulang setiap hari. Dalam ayat10 dikatakan, “Walaupun dari hari ke hari perempuan itu membujuk Yusuf, Yusuf tidak mendengarkan bujukannya itu untuk tidur di sisinya dan bersetubuh dengan dia.” Bagaimana Yusuf menghadapi godaan? Dalam ayat 8-9, Yusuf karena dia sangat menghargai orang yang telah menunjukkan kepercayaan kepadanya, dia tidak mau menjadi seorang penghianat, bahkan Yusuf tidak mau merusak kehidupan keluarga tuannya. Namun diatas semuanya itu Yusuf menolak bukan karena takut kepada tuannya, melainkan karena ia tidak mau berdosa terhadap Allah. Dikatakan dalam ayat 9b, “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Yusuf banyak mengalami hal yang pahit dalam hidupnya, namun kesetiaan dan ketaatannya kepada Allah tidak pudar. Ada banyak kesempatan untuk dia menikmati kesenangan seksual yang sementara dia terus memilih untuk menolak dan lari. Tetap memilih untuk setia meskipun tidak ada yang melihat. Dalam ayat 11-12, “Pada suatu hari masuklah Yusuf ke dalam rumah untuk melakukan pekerjaannya, sedang dari seisi rumah itu seorang pun tidak ada di rumah. Lalu perempuan itu memegang baju Yusuf sambil berkata: ”Marilah tidur dengan aku.” Tetapi Yusuf meninggalkan bajunya di tangan perempuan itu dan lari ke luar.” Kadang kemenangan rohani dialami seseorang bukan dengan melawan, tapi dengan meninggalkan godaan. Kita hidup ditengah dunia yang penuh dengan godaan, sehingga orang yang ingin hidup dalam kekudusan harus berani berkata tidak dan menghindar dengan segera.

Harga Sebuah Ketaatan. Yusuf menunjukkan Intergritas dan ketaatannya kepada Allah dengan melakukan apa yang benar, namun ternyata ada harga yang harus dia bayar. Dalam ayat 13-20, Yusuf difitnah, melakukan pelecehan seksual padahal dia tidak melakukannya, tuannya sangat marah dan memasukkan Yusuf ke dalam penjara. Yusuf melakukan kebenaran namun seakan hidupnya semakin buruk, dia harus tinggal dalam penjara padahal ia tidak melakukan kesalahan apapun, malah dia menunjukkan kesetiaan dan sikap hormat kepada Potifar bahkan terlebih kepada Allah. Taatlah kepada Allah meskipun ada harga yang harus dibayar.

Saudaraku, apa yang tampak sebagai kegagalan ternyata sedang dipakai Allah untuk mempersiapkan Yusuf menuju rencana Allah yang besar. Percayalah bahwa Tuhan bekerja meskipun tampaknya hidup semakin memburuk. Yusuf kehilang banyak hal dalam hidupnya, namun ia tidak kehilangan penyertaan Tuhan, tidak kehilangan imannya, tidak kehilangan ketaatannya kepada Allah. Lebih baik kehilangan jabatan daripada kehilangan karakter yang benar, lebih baik kehilangan kesempatan daripada kehilangan kekudusan, lebih baik kehilangan kenyamanan daripada kehilangan kehadiran Tuhan. Kesetiaan kepada Tuhan tidak menjamin hidup tanpa masalah, tapi menjamin penyertaan Tuhan di setiap masalah.



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content