THE DREAM DOESN’T DIE IN THE PIT

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

THE DREAM DOESN’T DIE IN THE PIT

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Olwin Gosal in 2026 · 28 June 2026
THE DREAM DOESN’T DIE IN THE PIT


Apa yang harus dilakukan ketika kita dilukai oleh orang-orang terdekat? Dan bagaimana kita memandang perbuatan jahat mereka? Apakah kejahatan orang-orang terdekat adalah sebuah hukuman? Apakah itu bukti bahwa Allah tidak bersama-sama dengan kita? Atau sebenarnya menderita karena kejahatan orang terdekat adalah persiapan dari Allah untuk sebuah tujuan yang besar? Mari kita buka Alkitab, Kejadian 37:1-36.

1. Hubungan yang retak bisa menjadi latar bagi luka batin yang mendalam.

Dalam bagian ini menjelaskan bagaimana adanya hubungan yang tidak sehat dalam hidup keluarga Yakub. Dalam ayat 2 dikatakan, “dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya.” Alkitab tidak menceritakan secara detail kejahatan apa yang dialami oleh Yusuf, namun ketika ia berani menyampaikannya kepada ayahnya maka itu adalah sesuatu yang menimbulkan luka dalam hatinya. Ini bukti adanya keretakan dalam keluarga Yakub, adanya hubungan yang tidak harmonis. Namun tidak ada keterangan Alkitab yang menjelaskan apa tindakan Yakub selanjutnya, artinya Yakub tidak menyelesaikan masalah yang terjadi dalam keluarganya

Dalam ayat 3 Yakub malah membuat masalah yang baru dalam keluarganya, “Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain… dan ia menyuruh membuatkan jubah yang maha indah bagi dia”. Perasaan dikasihi dan diterima adalah kebutuhan semua orang, apalagi seorang anak. Sikap pilih kasih dari Yakub memicu ketegangan dan membuat Yusuf semakin dibenci oleh saudara-saudaranya. Yusuf mengalami luka batin karena kejahatan saudara-saudaranya, dan saudara-saudaranya mengalami luka karena mereka tidak mendapat kasih yang mereka harapkan dari seorang ayah. Dari orangtua seharusnya mereka menerima kasih yang adil dan itulah yang mereka teladani untuk menjadi bekal hidup mereka, namun apa yang ditunjukkan Yakub malah sebaliknya pilih kasih yang pada akhirnya memupuk kebencian dalam kehidupan anak-anaknya. Apa yang dilakukan oleh Yakub, adalah apa yang dilihat dan dialaminya dalam keluarganya, dalam Kejadian 25:28 "Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub."  

Saudaraku, banyak orang yang mengalami luka batin dan itu dimulai dari kehidupan dalam keluarga. Semua yang orangtua lakukan, bicarakan, putuskan itu akan menjadi satu memori yang sangat berpengaruh dalam kehidupan masa depan anak-anaknya. Jika kita menunjukkan teladan yang baik, maka itu yang akan diingat dan akan diteladani oleh anak-anak. Sebaliknya ketika kita menunjukkan contoh yang buruk itu juga yang akan mereka ingat dan lakukan. Karena itu kita harus terus bergumul untuk mendidik anak-anak kita tanpa menyakiti mereka. Dalam Kolose 3:21, “Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.”

2. Tujuan Allah tidak menghilangkan rasa sakit.

Dalam ayat 6-11, berbicara mengenai Yusuf yang menceritakan mimpinya. Ayat 7, “Tampak kita sedang di ladang mengikat berkas-berkas gandum, lalu bangkitlah berkasku dan tegak berdiri; kemudian datanglah berkas-berkas kamu sekalian mengelilingi dan sujud menyembah kepada berkasku itu.” Ayat 9, ”Aku bermimpi pula: Tampak matahari, bulan dan sebelas bintang sujud menyembah kepadaku.” Ketika Yusuf menceritakan kedua mimpinya maka tidak ada seorangpun yang percaya kepadanya, malah sebalinya Yusuf semakin dibenci dan saudara-saudaranya semakin iri hati kepadanya. Jika kita melihat kisah kehidupan Yusuf maka mimpi ini adalah satu tujuan dan rencana Allah yang besar dalam kehidupan Yusuf. Alkitab tidak menulis bahwa Yusuf menceritakan mimpinya dengan kesombongan, dan keinginan untuk menjadi yang paling utama diantara saudara-saudaranya. Mimpi ini harus diceritakan supaya kelak ketika hal itu benar-benar terjadi, maka Yusuf dan semua keluarganya sadar bahwa itu benar-benar rencana dari Allah, itu bukan cerita yang dibuat-buat oleh Yusuf, hal ini menunjukkan bahwa Allah punya banyak cara untuk membukakan rencana-Nya.

Allah mau mengerjakan tujuan yang besar melalui kehidupan Yusuf, namun semuanya itu tidak lepas dari rasa sakit atau penderitaan. Yusuf dibenci, mereka iri hati kepadanya, ayahnya menganggap mimpinya adalah sesuatu yang tidak masuk akal, karena mimpi itu juga dia harus dilemparkan ke sumur, dan Yusuf dijual, artinya ia menjadi seorang budak. Penderitaan yang tidak mudah yang harus dialami oleh Yusuf, dan itu dilakukan oleh orang-orang terdekatnya.

Kita mungkin berpikir jika Tuhan mau memakai seseorang untuk tujuanNya yang besar, maka perjalanan hidupnya akan tenang-tenang saja, segala hal akan mudah. Kita mungkin berkata: kalau Tuhan yang menyertai, apa yang sulit? Kalau apa yang dikerjakan sungguh-sungguh adalah tujuan Allah, tidak mungkin anda menderita! Namun ternyata tidak demikian, Yusuf benar-benar mengalami penderitaan yang nyata secara fisik dan mental. Hal ini menunjukkan bahwa masuk dalam rencana Allah, hidup dalam penyertaan Allah tidak akan meniadakan tantangan dan penderitaan. Tidak ada satu tokoh Alkitab manapun yang dipakai oleh Allah tapi lepas dari penderitaan dan tantangan. Karena dalam penderitaan mereka melihat bahwa Allah hadir dan menyertai, dan bahwa Allah yang berkuasa memampukan mereka lepas dari setiap penderitaan.

Saudaraku, ada dua hal yang kita renungkan hari ini:

Pertama bekaitan dengan hidup dalam keluaga. Coba kita bertanya, Adakah hal dalam keluarga kita yang perlu dievaluasi, diselesaikan dan ditanggalkan supaya tidak menjadi luka yang terus dibawa oleh anak-anak kita?

Hal yang kedua: jangan pernah berhenti bermimpi untuk melakukan sesuatu yang sesuai dengan tujuan Allah. Jangan pernah takut untuk melakukan perkara yang besar, jika itu sungguh sungguh dari Allah. Penderitaan dan tantangan akan datang, namun itu akan mendewasakan dan mempersiapkan kita untuk melakukan perkara yang lebih besar yang Tuhan rencanakan untuk kita lakukan bagi Dia.



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content