Revival and Repentance
Published by Olwin Gosal in 2026 · 7 June 2026
Revival & Repentance
Saudaraku, pernahkah kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah ada kebangunan rohani dalam diri saya? Apakah kerohanian saya semakin meningkat hari lepas hari? Ini adalah pertanyaan sangat penting yang harus terus menjadi pergumulan kudus selama kita hidup dalam dunia. Mari kita membuka Alkitan dalam Nehemia 8:1-13.
Bangsa Israel telah berhasil membangun tembok Yerusalem dan ada banyak orang yang sudah kembali dari pembuangan (pasal 6 & &). Pemulihan kota sudah terjadi dalam kemurahan Allah bagi mereka. Selanjutnya dalam pasal 8 ini berbicara mengenai kebangunan rohani dan pertobatan. Dari mana kita mengetahuinya?
1. Kesehatian dan kerinduan bersama terhadap firman Allah.
Ada kesehatian untuk berkumpul dan meminta Ezra untuk membawa kitab Taurat Musa, menunjukkan bahwa tidak ada paksaan bagi mereka. Kitab itu dibacakan dan mereka mendengar dengan penuh perhatian, artinya mereka benar-benar serius untuk mau memperlajari kitab Taurat, ditunjukkan juga dengan mereka mau memberikan waktu dari sampai tengah hari. Hal ini menunjukkan ada satu pemulihan dan kebangkitan dalam hati orang-orang Israel, ada satu kesadaran untuk mau berbalik kepada Allah. Ada satu kehausan akan fiman Allah dan kesediaan untuk kembali mengikuti perintah-Nya.
Dalam ayat 6 dan 7, “pada waktu ia (Ezra) membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri”, Lalu Ezra memuji Tuhan, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan: ”Amin, amin!”. Hal ini menunjukkan keikutsetaan dan persetujuan mereka terhadap semua pujian dan doa yang disampaikan oleh Ezra, ”sambil mengangkat tangan”, menunjukkan kerinduan yang dalam kepada Allah. “Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah.” Mereka menunjukkan suatu penghormatan dan sikap tunduk kepada-Nya. Demikianlah seharusnya seorang datang memuja Allah dan membawa diri kepada-Nya. Jadi saudara mengekspresikan penghormatan, kerinduan, dan ketundukan kepada Allah itu hal yang Alkitabiah. Jangan ragu, sungkan, ataupun malu, yang penting sungguh-sungguh kita ekspresikan untuk Tuhan bukan untuk dilihat dan dipuji manusia.
2. Bertobat dengan hati yang lembut.
Selanjutnya ayat 10, ”Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu.” Hukum Taurat perisi peringtatan-peringatan Allah yang membukakan dosa-dosa mereka, penderitaan serta bahaya yang mengancam mereka karena dosa. Ketika mereka mendengarnya mereka menangis. Itu merupakan suatu pertanda baik bahwa mereka sadar betapa mereka telah menyakiti hati Allah dan bersalah dihadapanNya. Artinya mereka memiliki kelembutan hati untuk menerima firman-Nya, sehingga mereka diingat dan diubahkan oleh-Nya.
3. Bersukacita dalam Tuhan
Selanjutnya Nehemia dan Ezra mengajar mereka untuk tidak tinggal dalam dukacita, ayat 10, ”Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”. Ayat 11, “Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!”. Meratapi keberdosaan adalah hal yang penting namun mereka tidak boleh terus menurus meratapinya, mereka harus bangkit dan bersukacita karena Tuhan, bersukacita karena Anugerah dan pengampunan, bersukacita karena kebaikan dari Tuhan, bersukacita karena Allah berkenan menerima mereka meskipun telah menyakiti hatiNya. Sukacita yang kudus karena Tuhan adalah senjata yang kuat untuk melindungi terhadap semua musuh rohani. Dan sukacita itu akan menolong mereka semakin setia beribadah kepada Tuhan.
Pada akhirnya dalam ayat 13 dikatakan, “Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.” Mereka bersukacita dalam Tuhan, mereka saling berbagi satu dengan yang lain, karena mereka telah mengerti segala yang firman yang disampaikan. Kebangunan rohani dalam hidup orang Israel terjadi karena mereka mengerti firman Tuhan. Kebangunan rohani tercermin dari kemurahan hati untuk berbagi kepada sesama yang membutuhkan.
Saudaraku, Kebangunan rohani dalam kehidupan suatu umat atau seorang pribadi dapat dinilai dari:
- Rindukah dan penghormatan kita akan firman Allah?
- Pertobatan = Masihkah hati kita lembut mendengar peringatan dan teguran firman Tuhan?
Dukacita akan dosa tidak boleh menghalangi kita datang kepada Allah, tetapi justru seharusnya memimpin kita kepadanya dan menyiapkan kita untuk hidup bagi Dia.
- Sukacita = Apakah ketika membaca, mendengar dan merenungkan apakah hati kita sungguh dipenuhi dengan sukacita dan itu terpancar dalam perjalanan hidup kita setiap hari?
Jadi, Jika selama ini kita bertanya, apakah kerohanian saya meningkat atau tidak? Silahkan kita mengevaluasi diri kita sendiri berdasarkan firman dan pasti kita menemukan bagaimana kondisi kerohanian kita hari ini. Doa saya, Roh Kudus bekerja dalam hati kita sehingga melalui firman Tuhan ini kita akan sungguh-sungguh mengalami kebangkitan rohani dari Allah.