Building Under Pressure
Published by Olwin Gosal in 2026 · 10 May 2026
Building Under Pressure
Ada orang-orang yang berpikir bahwa ketika mereka melakukan visi atau kehendak Allah maka perjalanan hidupnya akan selalu mudah, karena itu hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan Nehemia 4:1-23, bagian ini menggambarkan betapa beratnya tantangan Nehemia dan orang-orang Yahudi ketika mereka membangun Yerusalem. Semakin mereka setia dan bertekun, justru ada banyak berlawanan yang muncul.
Dalam ayat 1-3, saat orang-orang Yerusalem sedang mengadakan pembangunan mereka kembali berhadapan dengan tantangan. Ayat 1, “Ketika Sanbalat mendengar, bahwa kami sedang membangun kembali tembok, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati. Ia mengolok-olokkan orang Yahudi”. Pada masa pemerintahan raja Persia, Sanbalat adalah seorang gubernur di wilayah Samaria. Sanbalat adalah musuh utama yang terus berusaha menghambat pembangunan tembok Yerusalem. Ia merasa terancam karena kebangkitan Yerusalem akan berpengaruh pada kekuasaannya. Sehingga ia sangat benci, marah dan sakit hati kepada Nehemia dan orang Yerusalem yang sedang membangun. Sanbalat mengolok-olok atau menghina orang Yahudi, mengatakan bahwa mereka orang-orang yang lemah, mengganggap mereka orang-orang yang tidak punya harapan untuk bangkit. Selanjutnya dalam ayat 3, “Lalu berkatalah Tobia, orang Amon itu, yang ada di dekatnya: ”Sekalipun mereka membangun kembali, kalau seekor anjing hutan meloncat dan menyentuhnya, robohlah tembok batu mereka.” Sanbalat tidak sendiri, namun selalu ada Tobia, ia seorang yang menikah dengan perempuan Yahudi dan memiliki hubungan yang dekat dengan para bangsawan Yahudi. Pernyataannya diatas adalah sebuah ejekan bahwa pekerjaan orang Yahudi adalah sesuatu yang sia-sia, rapuh dan tidak mungkin bertahan.
Setelah seakan olok-olokan tidak berhasil mempengaruhi Nehemia dan orang-orang Yahudi, ayat 7-8 katakan, “Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka. 8 Mereka semua mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana.” Semakin banyak orang yang bergabung dengan Sanbatal dan Tobia untuk memerangi dan mengacaukan pembangunan tembok Yerusalem.
Apa makna penting yang kita pelajari dari bagian ini? Menjalankan visi Allah pasti akan menghadapi tantangan. Ketika ada penentang-penentang yang muncul ketika anda melakukan visi Allah itu hal yang wajar, itu bukan berarti bahwa kita berjalan di jalur yang salah. Namun sebaliknya sering kali tentangan dan hambatan membukakan bagi kita bahwa kita ada di jalur yang benar. Artinya ketika mengikut Tuhan dan hidup dalam visi-Nya kita harus siap menghadapi tekanan. Akan ada orang-orang yang tidak setuju dengan apa yang kita lakukan, ada yang menghina, ada yang meremehkan pekerjaan kita namun jangan pernah berhenti apalagi menyerah karena panggilan kita dari Tuhan, kepada Dia kita akan mempertanggung jawabkan semuanya dan percaya Dia yang akan menyelesaikan sampai akhir. Dalam 1 Korintus 15:58 katakan, “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”
Tuhan Yesus sudah mengalami itu ketika Dia menjalani jalan salib, dihina, diejek, diludahi namun itu tidak membalas, Dia tidak banyak berkata-kata namun Dia tetap fokus pada rencana Bapa. Dari bagian ini kita mengerti bahwa menjalankan visi Allah akan membentuk hati kita menjadi serupa dengan Kristus.
- Apa respon nehemia dan orang-orang Yahudi.
Ayat 4-5, “Ya, Allah kami, dengarlah bagaimana kami dihina. Balikkanlah cercaan mereka menimpa kepala mereka sendiri dan serahkanlah mereka menjadi jarahan di tanah tempat tawanan. 5Jangan Kaututupi kesalahan mereka, dan dosa mereka jangan Kauhapus dari hadapan-Mu, karena mereka menyakiti hati-Mu dengan sikap mereka terhadap orang-orang yang sedang membangun.” Dalam doa ini kita melihat bahwa memang Nehemia adalah seorang manusia biasa juga seperti kita. Dalam doanya kepada Allah, seakan ia menunjukkan kemarahannya kepada orang-orang yang memusuhi mereka. Namun hal ini menunjukkan keterbukaannya dihadapan Allah yang adalah hakim yang adil. Nehemia sama sekali tidak membalas dengan mengolok-olok mereka. Respon Nehemia adalah berdoa, berseru kepada Allah dan terus melakukan pembangunan bersama orang-orang Yahudi. Saudaraku, seorang yang dipanggil untuk melakukan visi Allah, dia harus fokus pada penyelesaian visi tersebut dengan bergantung kepada Allah, dalam ayat 6 dikatakan, “Tetapi kami terus membangun tembok sampai setengah tinggi dan sampai ujung-ujungnya bertemu, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.” Akan ada hinaan, ejekan bahkan orang meremehkan pekerjaan kita, sampaikan semua dalam doa kepada Allah. Karena ketika ada yang menghina dan menghambat orang-orang yang melakukan kehendak Allah, artinya menghina Allah dan rencana-Nya maka Allah yang akan bertindak terhadap mereka.
Ayat 9, “Tetapi kami berdoa kepada Allah kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam karena sikap mereka.” Nehemia dipakai Allah untuk kembali mengarahkan orang-orang di Yerusalem supaya beriman dan bergantung hanya kepada Allah dalam menghadapi setiap musuh yang ada disekitar mereka. Ayat 14, “Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: ”Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu.” Ditengah ketakutan Nehemia berusaha menguatkan mereka, ia mengingatkan mereka bahwa mereka punya Allah yang maha besar, dasyat dan Dia yang akan berperang bagi umat-Nya (ay.19).
Selain mengarahkan orang-orang kepada Allah, maka dengan hikmat Allah juga Nehemia mempersiapkan mereka untuk berjaga-jaga terhadap serangan musuh, sambil mereka terus melakukan pembangunan. Dalam ayat 13, “maka aku tempatkan rakyat menurut kaum keluarganya dengan pedang, tombak dan panah di bagian-bagian yang paling rendah dari tempat itu, di belakang tembok, di tempat-tempat yang terbuka.” Ayat 16-17, “Sejak hari itu sebagian dari pada anak buahku melakukan pekerjaan, dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju zirah, sedang para pemimpin berdiri di belakang segenap kaum Yehuda”. yang membangun di tembok. Orang-orang yang memikul dan mengangkut melakukan pekerjaannya dengan satu tangan dan dengan tangan yang lain mereka memegang senjata. Ayat 23c, “Setiap orang memegang senjata dengan tangan kanan.”
Apa makna rohani yang dapat kita pelajari dari bagian ini:
1. Menjalankan visi Allah dengan iman dan fokus penuh kepada Allah.
Nehemia memulai visi Allah dengan berdoa, dengan kayakinan bahwa Allah yang akan bekerja, sehingga dalam pasal ini ketika menghadapi tantangan yang berat maka Nehemia juga tetap menunjukkan imannya kepada Allah. Iman disini bukan sekedar percaya secara pikiran tetapi kebergantungan total kepada Allah di tengah ketidakmampuan dan dalam setiap langkah kehidupan. Bahkan saat orang-orang Yehuda berkata “Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini”, Nehemia berusaha menguatkan dan mengarahkan padangan mereka kepada Allah yang maha besar, yang akan memberikan mereka kekuatan menyelesaikan visi-Nya. Melalui bagian ini kita belajar bahwa iman yang sejati kepada Allah tidak akan pernah pudar meski di tengah tantangan dan ancaman.
2. Menjalankan visi Allah dengan hikmat dari Allah.
Nehemia tidak hanya berdoa kepada Allah setelah itu berdiam diri dari ancaman serangan musuh, tapi dengan hikmat Allah dia memikirkan bagaimana supaya orang-orang di Yerusalem berjaga-jaga siang dan malam. Hikmat rohani adalah kemampuan melihat situasi sesuai sudut padang Allah, lalu bertindak dengan tepat dalam pimpinan Tuhan. Nehemia berdoa dan memikirkan strategi, beriman dan memikirkan tindakan yang tepat, menunjukkan bahwa tindakan rohani tidak dapat dilepaskan dari tindakan praktis. Berdoalah saudaraku, supaya kita mengerti visi Allah, dan dalam pimpinan-Nya kita diberikan kebijaksanaan dalam setiap langkah. Dalam Yakobus 1:5 dikatakan "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, — yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit — maka hal itu akan diberikan kepadanya."