Pelayanan Pribadi Efektif II

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Pelayanan Pribadi Efektif II

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Stanley Pouw in 2016 · 24 July 2016
Kisah Para Rasul 9:36-43

Bukalah KPR 9 dan kita akan teruskan dimana kita berhenti minggu lalu. Kita baru mulai belajar ayat 32-35, dan disini kita melihat dua mujizat yang dilakukan Petrus dalam kekuatan Kristus. Yang satu adalah pemulihan orang yang lumpuh selama delapan tahun. Dan yang lain adalah kebangkitan Dorkas dari antara orang mati. Nah ini adalah pelayanan pribadinya dan ini penting karena ada prinsip-prinsip yang bisa diapplikasikan kepada pelayanan pribadi kita.

Petrus setelah Pentakosta, setelah diberi kekuatan dari Roh Allah menjadi sukses besar. Dan dia menjadi pemimpin keduabelas itu dan pengkhotbah kepada orang banyak penuh kekuatan. Petrus adalah pembuka Injil kepada orang Samaria dan kepada bangsa-bangsa lain. Dialah yang memiliki kunci Kerajaan di Matius 16. Dia juga adalah titik kontak untuk kedatangan Roh Allah. Paulus adalah seorang teolog dan kita melihat di Petrus ada banyak tindakan. Dari pada memberitakan-nya kepada kita, Petrus menunjukkan kita prinsip-prinsip itu.

Nah di KPR 9, Petrus ada prinsip-prinsip lain yang perlu diajarkan kepada kita dan itu kelihatan dari apa yang dia perbuat. Dia adalah guru yang baik melalui teladannya, dia terlibat dengan orang-orang satu per satu. Dan disini kita melihat dua kisah kecil yang sederhana dari hidup Petrus yang menunjukkan beberapa hal yang membuat pelayanan pribadinya lebih efektif.

Minggu lalu kita sebut enam hal yang adalah tanda pelayanan pribadi yang efektif. No 1. Petrus itu terlibat, no 2, dia meninggikan Kristus, no.3 dia selalu tersedia, no. 4 dia selalu berdoa, no 5 dia berbuah, dan nomor 6 dia tidak berprasangka. Ini semua adalah hal-hal yang kita harus belajar dan harus diaplikasikan di dalam hidup kita masing-masing supaya kita mendapatkan pelayanan efektif yang melipatgandakan. Allah ingin supaya kita bekerja dengan orang satu per satu.

Marilah kita melihat kembali sebentar apa yang kita belajar minggu lalu. Kami hanya membicarakan dua hal pertama. Nomor 1, Petrus itu terlibat. Dia selalu bepergian. Ketika dia dipenuhi Roh Kudus itu benar-benar cocok dengan tabiatnya. Ayat 32 mulai dengan, “Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana.” Allah selalu memilih mereka yang sudah aktif dalam arus utama pelayanan-Nya untuk tugas-Nya yang terbesar.

Ayat 32 teruskan, “Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida,” khusus di perjalanan ke Yope. Ayat 33, “Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.” Karena Petrus terlibat, Allah menuntunnya ke tempat ini, dan karena dia tersedia Allah menggunakannya untuk menyembuhkan orang ini. Akibatnya ayat 35 mengatakan, “Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.”

Kemudian Petrus meninggikan Kristus. Ayat 34 mengatakan, “Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu.” Dia benar-benar menyangkal berulang kali mengenai kemampuannya dan kekuatannya sendiri. Dia mengatakan, “Yesus Kristus menyembuhkan engkau.” Petrus hanya ingin satu hal saja, yaitu meninggikan Yesus Kristus.

Kemudian di KPR 10, Kornelius mulai menyembah dia. Tetapi Petrus menegak-kan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja." Petrus menolak penyembahan apapun. Jangan sekali-kali mengkreditkan diri untuk kemenangan. Jangan sekali-kali mengangkat dirimu dalam percakapan, dalam kebijaksanaan-mu, dalam kemampuan Anda untuk mengajar Alkitab, dan kemampuanmu untuk menangani masalah-masalah mereka, tinggikanlah selalu Kristus. Pentingkanlah hal itu dalam kehidupan Anda.

Sekarang ketiga, Petrus juga selalu tersedia. Yang dapat kita katakan adalah, “Allah, aku tersedia,” kemudian apapun juga yang Dia lakukan melalui saya adalah besar. Seringkali yang diutamakan dalam hidup kita begitu keliru sehingga kita melakukan segala sesuatu yang lain kecuali tersedia untuk Allah. Ayat 36, “Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.”

Jadi ini terjadi untuk memperkenalkan kami kepada suatu mujizat. Allah melakukan semua mujizat itu melalui para rasul-Nya dan Petrus adalah rasul yang paling dekat Yope, jadi Allah akan menggunakan dia. Para rasul itu sungguh memiliki kekuatan, 2 Korintus 12:12 mengatakan, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.”

Perempuan Dorkas ini penuh dengan karya baik. Dia hidup untuk memberikan hadiah amal kepada orang lain. Khususnya dia bikin pakaian bagi mereka. Dialah yang melakukan banyak hal bagi orang miskin dan bagi yang memerlu- kan dukungan. Dia adalah segalanya yang harus dilakukan seorang murid, karena dia benar memenuhi apa yang Allah ingin bagi dia. Dia adalah perempuan Amsal 31:20, “Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.”

Jadi kami diperkenalkan kepada Dorkas. Kemudian ayat 37, “Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.” Nah, kebiasaan orang Yahudi pada saat seseorang mati adalah untuk langsung tubuhnya dimakamkan, karena mereka tidak melakukan pembalseman apapun. Namun di kasus ini, mereka tidak menguburkannya, yang adalah sesuatu yang aneh, karena mayat di Israel bagi orang Yahudi adalah sesuatu yang najis sekali.

Ayat 38, “Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: "Segeralah datang ke tempat kami.” Mereka tahu bahwa Petrus diberikan kuasa untuk membangkitkan orang mati. Ayat 39 mengatakan, “Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.”

Petrus tidak mengatakan, “Lihatlah dia meninggal. Puji Tuhan, dia sekarang ada bersama Tuhan.” Tidak. Petrus terus bangun dan meninggalkan semua yang lain. Ketika Allah mengatakan, “Pergilah” itulah waktunya untuk pergi. Mengertilah prioritas Anda. Mereka sedang menangis karena Dorkas meninggal, dan mereka benar mengasihinya karena dia bikin semua pakaian mereka. Lihatlah apa yang dilakukan Petrus di ayat 40, “Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: "Tabita, bangkitlah!" Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.”

Saya ingin menyebut bahwa pelayanan para wanita di dalam gereja kami adalah luar biasa. Ada diaken dan perempuan lain yang keluar untuk melayani dan mengunjungi orang sakit dan bekerja dengan wanita yang ada keperluan dan masalah-masalah lain. Allah telah menentukan kedudukan wanita yang sama dengan kedudukan pria. Galatia 3:28 mengatakan, “tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”

Disini di KPR 9 kita melihat suatu pelayanan bagi janda-janda oleh kaum wanita, Tahukah Anda bahwa gereja itu memiliki kewajiban, menurut 1 Timotius 5, untuk memelihara janda-janda. Janda-janda itu adalah kelompok yang paling rentan dalam sejarah. Jika ada janda di dalam keluargamu, peliharalah dia. Dan jika dia tidak ada keluarga untuk merawatnya, gereja itu harus memelihara dia. Itulah rencana Allah bagi gereja.

Petrus selalu terlibat, meninggikan Kristus dan tersedia. Marilah lihat persyaratan keempat, dia selalu berdoa. Di ayat 40 Petrus berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling dan berkata: "Tabita, bangkitlah!” Ini mengingatkan kami pada waktu Yesus mengatakan kepada anak Yairus di Lukas 8:54, “"Hai anak bangunlah!" Disini Petrus mengatakan, “Tabita, bangunlah.” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.”

Wah mujizat hebat, dia sudah mati diantara 36 sampai 48 jam. Namun ketika Petrus mengatakan, “Bangunlah,” semuanya di dalam tubuhnya dibalikkan, semua pembusukan yang sudah mulai dibalikkan, dan dia keluar segar, bersih dan lengkap seperti orang baru. Allah melakukan suatu mujizat dan itu terjadi karena Petrus tersedia dan selalu berdoa. Dia mengakui bahwa hanya Allah adalah sumber kekuatan.

Ada godaan bagi setiap orang Kristen, ketika ada sukses kecil untuk memikirkan bahwa Anda yang melakukan itu. Ingatlah, apapun yang terjadi, Allah melakukan itu semua. Di Efesus 3:7 Paulus mengatakan, “aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.” Efesus 3:20, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Ini semua oleh karena kuasa-Nya.

Di masa lalu lima orang Kristen pada suatu waktu ada di London, dan mereka ingin pergi ke gereja Spurgeon untuk mendengar khotbahnya. Jadi mereka tiba sebelum waktunya supaya dapat tempat duduk dan pintunya masih tertutup. Pada waktu mereka menunggu di tangga ada seorang pria yang mendekati mereka dan memperkenalkan diri dengan pernyataan ini, “Apakah kalian ingin melihat apparat pemanasan gereja ini?

Mereka memikir, “siapa mau lihat hal itu?” Namun mereka tidak mau bersikap kasar, jadi mereka mengatakan, “OK jika Anda ingin memperlihatkan hal itu, ajo.” Jadi dia membawa mereka masuk ke pintu dan melalui lorong panjang yang kelihatannya seperti jalan buntu. Kemudian orang ini membuka pintu dan disitu ada ruangan besar penuh dengan 700 orang yang sedang berlutut dalam doa. Pada saat itu, dia mengatakan, “Ya, disinilah apparat pemanasan gereja ini.”

Mereka setelah itu menemukan bahwa panduan yang mereka tidak kenal itu adalah Charles Spurgeon sendiri. Lihatlah, dia menyadari bahwa kekuatan itu bukan milik dia, kekuatan itu milik Allah, dan itu dilepaskan dalam doa. Tahukah Anda apakah doa itu? Doa pada titik itu adalah suatu pengakuan bahwa aku tidak mampu, namun Allah sanggup. Dan itulah melepaskan kekuatan. Yesus melakukan itu. Dia ke kayu salib, namun sebelumnya Dia sampai ke Calvary, Dia pergi ke Getsemane dulu untuk berdoa. Di dalam hidupmu utamakanlah doa.

Iya, Dorkas itu bangun. Ayat 41, “Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.” Waduh, bayangkan sukacita disitu. Dan ini bukan untuk kepentingan Dorkas saja. Teman-temannya sangat bersuka cita karena kekasih mereka sudah kembali, Namun Allah mementingkan sesuatu yang lain. Ayat 42, “Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.”

Tahukah Anda mengapa Allah melakukan ini? Ini dilakukan untuk alasan yang sama semua mujizat lain dilakukan, yaitu sebagai tanda penegasan bagi seluruh dunia bahwa Injil Yesus Kristus itu benar. Allah mementingkan penginjilan. Inilah proses Allah dalam melipatgandakan orang percaya. Disini Petrus meninggalkan semuanya dan pergi untuk memelihara beberapa janda yang menangis, dan apa yang terjadi? Di kota itu ada kebangkitan rohani besar.

Kita tidak bisa menentukan betapa besar efeknya suatu pelayanan. Mungkin saja Allah inginkan suatu perbanyakan yang tak terbayangkan. Kekuatan Injil itu tidak bergantung kepada kefasihan berbicara sang pendeta. Itu tidak bergantung kepada hikmat manusia. Spurgeon mengatakan, “Kita dapat berkhotbah sampai lidah kami busuk, sampai paru-paru kami dihabiskan dan kita mati dan tidak akan ada satu jiwa diselamatkan kecuali ada kekuatan dari Allah.”

Ayat 42 memberikan kami titik kelima, Petrus itu berbuah, “Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.” Dia lakukan mujizat itu melalui kuasa Allah. Buah itu datang secara tidak langsung, namun buah itu datang. Semua orang percaya diselamatkan untuk berbuah. Di Yohanes 15:8 Yesus mengatakan, “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Nah, mungkin saja Anda tidak akan menyaksikan buah ini di dalam hidupmu sendiri. William Carey di India yang melayani 35 tahun disitu hanya melihat bebepara orang saja diselamatkan. Dia berada di surga sekarang, namun sampai sekarang dia masih berbuah di tahun 2016 hari ini. Orang Kristen pasti akan berbuah jika mereka mengikuti pola Firman Allah.

Apakah maksudnya dengan buah orang Kristen? Maksud kita adalah menjadi serupa dengan Kristus, lihatlah Galatia 5:22 dan Efesus 5:9. Ibrani 13:15 mengatakan, “buah bibirku memuliakan nama-Nya.” Roma 15:28, memberikan kepada mereka yang membutuhkan adalah buah. 1 Korintus 14:15, memuji juga dengan akal budiku, itu buah. Kolose 1:10, hidupmu layak di hadapan-Nya adalah buah. Namun yang paling penting adalah orang-orang yang datang ke Kristus yang adalah buah. Setiap orang Kristen harus membawa orang lain kepada Kristus.

Jadi pelayanan Petrus itu berbuah banyak, bukan karena itu langsung berhubungan dengan mujizat itu, melainkan karena Allah memberkati pekerjaannya. Jika kita mengasihi Yesus, semua yang kita sentuh di dalam pelayanan kita dapat menghasilkan buah. Berusahalah setia dalam pelayanan. Ada kalanya bekerja dengan satu orang dapat menghasilkan jauh lebih banyak buah dari pada berbicara kepada suatu kumpulan orang yang besar tentang Kristus.

Terakhir, ayat terakhir itu penting. Petrus memiliki pelayanan pribadi yang efektif karena dia tidak berprasangka. Ayat 43, “Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.” Salah satu perdagangan yang paling hina bagi orang Yahudi adalah penyamak kulit, karena orang itu berurusan dengan kulit binatang-binatang mati untuk membikin kulit. Bahkan di Misnah dikatakan bahwa seorang isteri diizinkan untuk menceraikan suaminya jika dia menjadi penyamak kulit. Seorang penyamak kulit itu tidak dihargai, dan itu najis.

Petrus sebagai orang Yahudi telah diajarkan dan dibesarkan dengan semua prasangka dari sikap Perjanjian Lama dan prasangka itu sulit menghilang. Ini ajaran-ajaran yang sukar bagi Petrus. Pertama dia harus memberitakan injil kepada orang-orang Samaria, dan hatinya telah terbuka dan dia menerima orang Samaria ke dalam tubuh itu. Kemudian di KPR 10, ia diharuskan untuk menerima orang-orang yang bukan Yahudi. Bukan saja itu, dia diberi visi untuk makan apa yang dulunya najis. Dan sekarang dia hidup bersama dengan orang yang menyamak kulit.

Yang melumpuhkan Kekristenan diseluruh dunia, dan itu memang terjadi dibawah banyak samaran yang berbeda-beda, adalah prasangka. Itu adalah ketidakmampuan untuk menerima orang seadanya, dan itu memang benar diantara banyak kelompok orang Kristen. Jika Anda tidak seperti mereka, mereka tidak tertarik akan Anda. Anda tidak dapat melayani secara efektif bagi Yesus Kristus selama Anda melihat seseorang dengan prasangka. Di dalam pelayanan apapun juga, jika Anda berprasangka Anda adalah halangan dalam pelayanan.

Dikatakan, “Petrus tinggal beberapa hari.” Frase yang sama digunakan untuk membicarakan waktu Paulus tinggal di Arabia selama tiga tahun. Jadi mungkin Petrus tinggal disitu beberapa tahun. Kita harus belajar mengasihi orang dan menerima mereka seadanya. Itu dilakukan Yesus. Nah, Dia tidak suka dosa-dosa mereka, namun Dia benar mengasihi mereka. Prasangka itu harus mati jika Anda ingin memiliki pelayanan pribadi yang efektif. Jadi terlibatlah, tinggikan Kristus, tersedialah, berdoalah, berbuahlah dan jangan ada prasangka. Marilah kita berdoa.



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017-2026 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (303) 961-3175
Email Address: Click here
Back to content