Organisasi Spiritual

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Organisasi Spiritual

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Stanley Pouw in 2016 · 10 April 2016
Kisah Para Rasul 6:1-7

KPR 6 adalah penting sebagai dasar untuk mengerti organisasi yang tepat di dalam gereja. Banyak orang sudah berdebat lama bagaimana seharusnya organisasi gereja itu di zaman ini. Memang gereja harus ada organisasi yang baik dengan pemimpin-pemimpin yang baik yang berfungsi efisien, namun disisi lain mereka juga harus berurusan dengan pemahaman Alkitab di rumah-rumah dan pemeliharaan kehidupan tubuh Kristus.

Setiap dimensi dunia Allah diatur dengan baik. Jika Anda membaca Perjanjian Lama Anda akan menemukan bahwa Allah menciptakan Perjanjian Lama itu dan itu merupakan suatu sistem dari permulaan sampai akhir. Ada beberapa orang yang percaya bahwa gereja harus berjalan seperti usaha duniawi, harus ada bagan organisasi dengan komite dan subkomite. Dan semua orang harus ikut dalam semua program yang ditahbiskan oleh komite ekskutif gereja itu.

Tetapi gereja Perjanjian Baru adalah sebenarnya suatu organisme. Dan kehidupan tubuh ini bergantung kepada hubungannya dengan Kristus. Namun di dalam gereja itu harus ada organisasi yang baik. Dan kita harus berada disitu di waktu-waktu tertentu karena kalau tidak, kita tidak dapat berfungsi baik dalam kerangka tubuh itu karena itulah waktunya kita mengajar dan diajar. Ada hal-hal tertentu yang harus terjadi dalam organisasi itu.

Nah gereja mula-mula itu terurus yang hanya berarti bahwa gereja itu berfungsi secara teratur. Rasul Paulus mengatakan di 1 Korintus 14:40, “Tetapi semuanya harus dilakukan dengan baik dan teratur.” Nah di KPR 6 gereja mula-mula itu harus diatur lebih baik lagi. Mereka telah banyak mempengaruhi komunitas orang Yahudi di Yerusalem.

Mereka telah mengagumkan orang-orang dengan mujizat-mujizat dan keajaiban dan tanda-tanda yang telah dilakukan. Banyak sekali orang telah datang kepada Yesus Kristus. Ada kasih yang benar disitu. Komunitas orang percaya berbagi dalam segala hal. Dan ada banyak hubungan indah dimana-mana. Tetapi tahukah Anda? Roh Allah itu tahu bahwa perlu ada organisasi yang lebih baik dan di KPR 6 kita mulai melihat ada permulaan organisasi itu.

Organisasi gereja Alkitabiah menampung apa yang sedang dilakukan Roh Kudus. Di dalam Kitab Suci kita dapat melihat bagaimana gereja itu berkembang. Gereja itu mulai hidup dan bernafas dan bergerak dan membangun pelayanan kemudian Roh itu mulai masuk dan gereja mendirikan suatu kerangka supaya itu semua dapat berfungsi dengan baik. Kita ini perlu melihat apa yang dilakukan jemaat dan kemudian menolong mereka supaya mereka dapat melakukan itu lebih efektif.

Nah gereja mula-mula itu benar-benar bergerak dalam pengabaran injil. Banyak hal yang menarik mulai terjadi namun tibalah saatnya dimana mereka perlu merubah cara mereka supaya penginjilan itu lebih efektif. Mereka perlu menampung Roh Allah supaya apa yang ingin dilakukan jemaat dalam kuasa Roh dapat dilakukan dengan baik dan dengan manfaat terbaik. Itu merupakan organisasi yang tepat.

Marilah kita pelajari bagaimana mereka terorganisir. Beberapa kali disebutkan berapa banyak orang percaya ada disitu. Pada mulanya ada tiga ribu orang kemudian ada lima ribu lelaki, yang berarti ada orang yang menghitung mereka. Dan yang juga penting adalah bahwa mereka memiliki tempat tertentu dan waktu tertentu untuk bertemu untuk kebaktian, berdoa dan pemahaman Alkitab. Semua itu adalah dasar-dasar organisasi.

Nah gereja mula-mula ini menampung Roh Kudus. Mereka bertemu setiap hari pertama dari minggu itu yaitu pada hari Minggu. Terus dikatakan di KPR 2, mereka makan bersama dan itu dilakukan dari rumah ke rumah. Pasti ada suatu cara tertentu untuk mengatur hal ini di rumah-rumah orang dan untuk memberitahu orang lain dimana itu dilakukan dan jam berapa. Uang dan barang-barang dikumpulkan dan dibagi-bagi. Kebutuhan semua orang dipuaskan dan semua itu diatur dengan baik.

Organisasi gereja secara alkitabiah janganlah sekali-kali membataskan pekerjaan Roh Kudus. Karena itu tugas pendeta bukanlah untuk mendirikan program-program dan skema-skema dan kemudian mencari orang untuk melakukannya. Komitmen saya adalah untuk terus mengajar Firman dan ketika ada orang-orang yang ingin melakukan sesuatu, berikanlah mereka kesempatan untuk melakukan hal itu. Organisasi tidak pernah menjadi tujuan akhir tersendiri, melainkan itu harus memberi kesempatan untuk pertumbuhan rohani.

Nah di gereja mula-mula para rasul mengajar dan mereka memerintah dan semua orang lain melakukan apa yang mereka tugaskan. Namun saat gereja itu terus bertumbuh ada masalah-masalah secara organisasi. Dan kita melihat sekarang sekali lagi bahwa keharusan itu adalah ibu penemuan. Marilah kita melihat hal itu di KPR 6:1-7 pada waktu Roh Kudus memberikan kita waktu malam ini untuk mempertimbangkan empat hal yang muncul di pertemuan pertama organisasi rohani ini.

Jadi pertama, apakah alasannya perlu ada organisasi? Kedua, apakah persyaratannya bagi orang-orang? Hal ketiga adalah daftar orang-orang. Siapakah orang-orang yang tepat yang sanggup melakukannya? Keempat, apakah hasilnya pada saat gereja ini mulai diatur supaya dapat menampung pekerjaan Roh Kudus? Apakah semua itu menolong?

Jadi marilah kita pertama-tama melihat alasannya. KPR 6:1, “Pengikut-pengikut Yesus makin lama makin bertambah banyak. Pada waktu itu orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, menjadi tidak senang terhadap orang-orang Yahudi asli. Yang berbahasa Yunani itu berkata, "Wanita-wanita kami yang sudah janda tidak kebagian bantuan biaya sehari-hari yang dibagi-bagikan kepada orang-orang.” Paling sedikit sudah ada 30.000 anggota pada waktu itu. Bayangkan mengurus jemaat yang begitu besar, bukan saja dalam kebutuhan rohani mereka namun juga dalam kebutuhan fisik mereka dan memelihara orang-orang miskin dan janda-janda dan semua orang lain.

Jadi disini ada dua belas rasul untuk semua orang itu. Gereja itu bertumbuh begitu cepat sehingga tidak ada waktu untuk menyesuaikan diri dengan semua itu. Disini mereka berada hanya setelah beberapa bulan saja sudah ada 30.000 orang dan sekarang mereka menghadapi masalah besar. Terlalu banyak orang di gereja yang masih bertumbuh terus menerus.

Dan memelihara orang-orang percaya saja sudah masalah besar, dalam memastikan bahwa orang-orang miskin mendapat makanan, dan memastikan ada orang yang mengumpulkan makanan itu, dan untuk menyediakan semua yang diperlukan untuk Perjamuan Kudus, dan orang lain yang menentukan berapa banyak orang yang akan datang supaya semua itu cukup dan tersedia.

Ditambah itu mereka telah mencapai tujuan utama yang diberikan Kristus kepada mereka ketika Dia berkata, “Jadilah saksi-saksi bagi-Ku di Yerusalem, Yudea, Samaria dan seluruh dunia.” Mereka sudah memenuhi Yerusalem dengan ajaran mereka di KPR 5:28, benar? Sekarang mereka sudah siap untuk pergi ke Yudea, Samaria dan ke dunia. Mereka berada di ambang penginjilan orang-orang non-Yahudi.

Mereka harus menyelesaikan apa yang Allah inginkan mereka lakukan secara teratur. Namun mereka berada di ambang ledakan penginjilan, bahkan di KPR 6 kita diperkenalkan dengan Stevanus dan Paulus mulai menginjili orang-orang non-Yahudi di KPR 7. Namun begitu kita berada di ambang suatu hal besar, Iblis mulai bekerja untuk mengacaukan hal-hal itu. Marilah kita melihat tiga tipu muslihat yang digunakan Iblis sejak permulaan gereja.

Nomor satu adalah penganiayaan. Entah itu penganiayaan emosional karena dikucilkan dari masyarakat Anda, atau apakah itu penganiayaan mental atau kekerasan fisik, Iblis selalu mencoba untuk menakutkan orang Kristen itu supaya tidak berani bertempur. Dan Iblis mencoba hal itu di gereja mula-mula dan itu tidak berhasil. Dia menganiaya gereja mula-mula dan justru pemberitaan itu tersebar lebih cepat lagi dan itu memberi kesempatan bagi Allah untuk melakukan lebih banyak mujizat-mujizat untuk membuktikan dengan berkelimpahan bahwa Yesus adalah Mesias.

Dan pendekatan kedua adalah dosa di jemaat. Dan Iblis mencoba hal itu dengan Ananias dan Safira namun Allah bergerak dan membunuh mereka di depan seluruh jemaat. Dan tahukah Anda apakah akibatnya terhadap gereja? Itu menyebabkan gereja itu langsung murni. Dan itu memastikan bahwa mereka yang ditambahkan ke gereja juga murni karena sudah ketahuan apa yang terjadi. Jika Anda masuk sebagai orang munafik ada kemungkinan Anda akan mati. Jadi usaha Iblis gagal. Semakin murni gereja itu semakin cepat penginjilan juga.

Iblis memiliki strategi ketiga, pertengkaran. Jika gereja bertengkar dengan dirinya maka pesannya hilang dalam kemunafikan dan kekuatannya dihamburkan oleh karena perjuangan internal. Telah berapa banyak gereja Anda kenal yang selalu bertengkar karena masalah-masalah kebanggaan kecil, perasaan tidak puas, gossip dan perebutan kekuasaan? Energi semua orang digunakan untuk mencoba mendamaikan hal-hal itu, sehingga tidak ada sisa kekuatan untuk memenuhi komisi Tuhan kita.

Marilah kita lihat lagi KPR 6:1, “Pengikut-pengikut Yesus makin lama makin bertambah banyak. Pada waktu itu orang-orang Yahudi Yunani, menjadi tidak senang terhadap orang-orang Ibrani. Yang berbahasa Yunani itu berkata, "Wanita-wanita kami yang sudah janda tidak kebagian bantuan biaya sehari-hari yang dibagi-bagikan kepada orang-orang.” Ada orang Yahudi yang lahir di Palestina yang dipanggil orang Ibrani dan ada orang Yahudi Yunani yang hidup di Asia Kecil, Afrika Utara dan di daerah-daerah itu, namun mereka memper-tahankan warisan Yahudi dan selalu kembali ke Yerusalem pada hari Pelewatan dan Pentakosta dan perayaan-perayaan lain.

Jadi mereka berbicara dalam dua bahasa berbeda, Yunani dan Aram; dan karena itu mereka terpisah dalam kelompok-kelompok bahasa dimana mereka dapat berkomunikasi. Bukan itu saja, orang Yahudi asli memandang rendah orang Yahudi Yunani karena mereka merasa yang lain itu sudah tercemar budaya asing dan mereka bukan orang Yahudi asli yang setia. Alasannya mereka tidak senang adalah karena janda-janda mereka tidak kebagian bantuan biaya sehari-hari.

Pemeliharaan janda-janda dan pemeliharaan orang miskin selalu adalah bagian dari kebiasaan orang Yahudi. Setiap hari Jumaat pagi ada dua kolektor yang bercampur di pasar dan mereka pergi ke rumah-rumah orang untuk mengambil koleksi. Persembahan itu dibagikan kepada janda-janda dan orang miskin di sore hari itu. Jika ada orang yang miskin sementara mereka diberikan cukup untuk bertahan sementara, namun jika ada orang yang selalu miskin mereka menerima cukup untuk 14 kali makan selama tujuh hari. Hari Jumat berikut mereka harus kembali lagi. Dan itu masih kewajiban gereja sekarang untuk memenuhi kebutuhan orang-orang janda dan orang miskin di masa kini.

Janda-janda ini entah kenapa tidak menerima bantuan jadi mereka mulai mengeluh. Tidak ada salahnya. Jika ada keluhan sebaiknya pergilah kepada mereka yang sanggup menolong dengan hal itu. Jadi mereka pergi ke para rasul. Mereka tidak menyangkal hal itu karena itu memang terjadi. Ayat 2, “Oleh sebab itu, kedua belas rasul-rasul itu mengumpulkan semua murid-murid dan berkata kepada mereka, "Tidak baik kalau kami berhenti memberitakan perkataan Allah, karena harus mengurus soal-soal makanan.” Mereka tahu panggilan mereka adalah untuk memberitakan Injil Allah dan mereka tidak mau meninggalkan itu.

Sekarang lihatlah ayat 4, “sebab kami mau berdoa dan memberitakan perkataan Allah saja.” Kita harus memusatkan pikiran kita kepada dualitas pelayanan kami, berdoa dan berkhotbah. Berkhotbah itu memerlukan doa terus menerus bagi mereka yang dikhotbahkan supaya Allah menjadikan kita alat yang benar. Dan setiap minggu kita ada daftar doa dimana kita membagikan semua kebutuhan jemaat yang berbeda-beda.

Para rasul telah memberikan kami pola yang kami harus ikuti. Ini adalah suatu komitmen. Namun kita harus menyadari bahwa komitmen macam ini memerlukan banyak disiplin diri. Galatia 6:6 mengatakan, “Orang yang menerima pengajaran Kristus, hendaknya membagi dengan gurunya semua yang baik yang ada padanya.” Jadi saya memohon supaya Anda berdoa untuk saya semoga Allah memberkati saya dengan kebijaksanaan dalam hal menyeimbangkan waktu bersama kalian dan waktu bersama isteri.

Apakah persyaratannya bagi orang-orang yang dapat mengambil alih beberapa pelayanan ini? Ayat 3, “Jadi, baiklah Saudara-saudara memilih dari antaramu tujuh orang yang mempunyai nama baik dan dikuasai Roh Allah serta bijaksana, yang dapat kami tugaskan mengurus soal-soal ini.” Persyaratan pertama adalah bahwa mereka berasal dari jemaat ini. Allah ingin supaya kepemimpinan kami itu datang dari dalam jemaat sendiri. Kedua, mereka harus jujur. Kemudian ketiga, dipenuhi Roh Kudus.

Di masa depan Paulus membagikan itu dan mendefinisikan dua kategori yang berbeda: penatua dan diaken laki-laki / diaken perempuan. Mengapa harus ada tujuh orang? Karena di dalam Mishna dikatakan bahwa di dalam kota-kota Yahudi setiap orang berbisnis harus memiliki tujuh lelaki dan karena itu diminta tujuh orang supaya mereka dapat melakukan bisnis gereja di dalam kota-kota Yahudi. Inilah macam kepemimpinan yang dibutuhkan gereja.

Siapakah yang dipilih? Ayat 5, “Semua orang itu setuju dengan saran dari rasul-rasul itu. Lalu mereka memilih Stefanus, seorang yang percaya sekali kepada Yesus dan dikuasai oleh Roh Allah. Juga terpilih: Filipus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas, dan Nikolaus dari Antiokhia; ia bukan orang Yahudi tetapi telah masuk agama Yahudi.” Lihatlah apa yang dikatakan. Mereka memilih. Karena itu kita selalu minta apakah ada usul dari jemaat siapakah diaken pria/wanita terbaik untuk melayani di gereja.

Siapakah mereka? Stefanus penuh iman dan Roh Kudus, kita akan melihat lebih banyak tentang dia. Filipus, kita juga akan belajar banyak tentang dia. Kemudian kelima orang berikutnya tidak pernah kita dengar sebelumnya dan tidak akan disebut lagi, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus dari Antiokhia. Ketujuh nama itu adalah nama-nama Yunani. Gereja itu bersatu dan memilih dengan suara bulat tujuh orang Yahudi Yunani untuk memimpin mereka. Itu membuktikan ada persatuan kasih di gereja itu.

Dan apakah hasilnya? Ayat 6, “Ketujuh orang itu diusulkan kepada rasul-rasul, lalu rasul-rasul itu berdoa dan memintakan berkat Tuhan untuk mereka.” Ini adalah upacara komisi mereka. Gereja mulai terorganisir dan tahukah apa yang akan terjadi ketika gereja terorganisir secara rohani seperti yang dipimpin Roh Kudus, akibatnya fantastis. Ayat 7, “Demikianlah berita dari Allah semakin tersebar dan pengikut-pengikut Yesus di Yerusalem pun makin bertambah banyak. Dan banyak pula imam-imam yang percaya kepada Yesus.”

Makin banyak orang diselamatkan lebih cepat. Dan bukan itu saja, lihatlah pernyataan yang mengherankan ini, “Dan banyak pula imam-imam yang percaya kepada Yesus.” Itu adalah imam-imam biasa yang mencari Mesias. Dan mereka menemukan-Nya di dalam Yesus Kristus dan terjadilah kebangkitan rohani diantara imam-imam itu.

Gereja itu harus menampung apapun juga yang dilakukan Roh Allah dengan membangun cukup struktur disekitarnya supaya efektif dan itulah yang dilakukan dan lihatlah apa yang terjadi. Allah memberkati mereka. Marilah kita berdoa kepada Allah supaya kita menjadi apa yang kita harus menjadi dan biarkanlah Roh Kudus melakukan keinginan-Nya diantara jemaat kami. Marilah kita berdoa.



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content