Lima Hal Esensial untuk Penginjilan
Published by Stanley Pouw in 2016 · 3 April 2016
Kisah Para Rasul 5:17-42
Kita telah melihat pembangunan fondasi gereja. Kita ingat bagaimana berita injil diakhiri dengan perintah untuk mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Tuhan mengatakan kepada pengikut-pengikut-Nya bahwa Roh Tuhan itu akan datang dan ketika Roh itu datang Dia akan memberi kemampuan kepada umat-Nya untuk memberitakan injil ke ujung-ujung dunia. Dan pemberitaan ini akan berlangsung sepanjang sejarah manusia sampai saatnya Tuhan Yesus kembali untuk mendirikan Kerajaan-Nya yang mulia.
Gereja berada di dunia supaya dapat mengembangkan dirinya sendiri. Gereja itu digunakan oleh Tuhan untuk membangun kerajaan itu. Allah memakai orang-orang percaya untuk mendatangkan keselamatan kepada orang-orang lain yang percaya. Inilah peringatan Paulus kepada kita waktu dia mengatakan di Roma 10:14-15, “bagaimanakah mereka dapat mendengar tentang Tuhan, kalau tidak ada yang memberitakan? 15 Dan bagaimanakah orang dapat membawa berita itu kalau mereka tidak diutus?” Inilah kewajiban gereja untuk mengutus orang-orang untuk memberitakan injil untuk mengumpulkan sisa umat Allah.
Gereja sudah mulai berkembang melalui pemberitaan injil. KPR 2:41 mengatakan bahwa pada hari gereja dilahirkan ada 3000 jiwa yang menjadi sungguh percaya kepada Kristus. Kemudian KPR 2:47 mengatakan kepada kita bahwa setiap hari Tuhan menambahkan kepada gereja orang-orang yang diselamatkan. Dan ketika kita tiba di KPR 4:4 dikatakan, “Tetapi orang-orang yang sudah mendengar ajaran rasul-rasul itu, banyak yang percaya. Maka jumlah mereka bertambah sampai menjadi kira-kira lima ribu orang.” Dan dengan ibu-ibu dan anak-anak itu semua jumlah mereka kira-kira 20.000 orang.
KPR 6:7 mengatakan, “Demikianlah berita dari Allah semakin tersebar dan pengikut-pengikut Yesus di Yerusalem pun makin bertambah banyak. Dan banyak pula imam-imam yang percaya kepada Yesus.” Di KPR 8:6 itu terus terjadi, “Ketika orang-orang mendengar Filipus berbicara dan mereka melihat keajaiban-keajaiban yang dibuatnya, banyak dari mereka yang memperhatikan apa yang dikatakan oleh Filipus.” Dan di KPR 9:31 gereja sekarang telah berkembang mulai dari Yerusalem masuk ke Yudea dan Galilea dan Samaria, seperti apa yang dinubuatkan Tuhan.
Pemberitaan Injil itu adalah inti dari apa yang kita lakukan. Itu adalah tujuan dan alasan mengapa kita ada disini di dunia ini. Itulah alasannya Tuhan membiarkan kita disini, namun itu juga merupakan hasil sampingan pertumbuhan rohani kita. Pengabaran injil adalah misi kita, namun itu terjadi tidak efektif. Itu hanya terjadi secara spiritual dan supranatural oleh usaha Roh Kudus di dalam orang-orang percaya yang serupa Kristus. Mereka adalah orang-orang yang mereproduksi diri.
KPR 5:17-42 ini sebenarnya satu cerita dan yang kami dapatkan disini adalah lima hal yang esensial untuk penginjilan. Gereja itu bertumbuh dan mereka pergi kemana-mana memberitakan kebenaran. Lihatlah KPR 4:29-31, “Sekarang, Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami. Dan izinkanlah kami, hamba-hamba-Mu ini, menyiarkan berita-Mu dengan tidak takut. 30 Berikanlah pertolongan-Mu supaya orang sakit disembuhkan dan keajaiban-keajaiban serta hal-hal luar biasa terjadi melalui kekuasaan dan kekuatan dari nama Yesus, Hamba-Mu yang suci itu." 31 Sesudah mereka selesai berdoa, tempat mereka berkumpul itu goyang.”
Pada permulaan KPR 5, kita melihat dosa yang menghancurkan dari Ananias dan isterinya Safira. Dosa adalah seperti kanker di dalam persekutuan dan itu mengancam kekuatan mereka dan menghilangkan pengaruh mereka di dunia; jadi ini langsung dihakimi Allah dengan tegas. Kedua-duanya langsung mati pada waktu ada kebaktian di gereja pada hari Tuhan. Allah sendiri yang mendisiplin mereka. Dan setelah gereja itu dimurnikan, gereja itu mulai lagi pelayanan mereka dalam penginjilan.
Jadi esensial pertama adalah kemurnian. Ini vital untuk integritas gereja. Yesus Kristus telah datang untuk menghilangkan dosa-dosa kita, menghilangkan perasaan bersalah kami dan untuk memberikan kami kebenaran untuk menjadikan kita orang-orang kudus yang mengutamakan perbuatan baik. Dan kalau memang itu injil kita, seharusnya itu kelihatan di gereja. Karena itu pendeta yang korup atau kepemimpinan yang korup dan orang-orang yang korup yang mengatakan diri mereka adalah gereja akan menghancurkan penginjilan.
Dunia ini selalu mencari alasan apa saja untuk menolak injil. Ada orang yang mengatakan, “Iya saya tahu banyak orang yang pergi ke gereja, dan mereka semua orang munafik.” Ini menghancurkan klaim kita. Kita mengklaim bahwa ada kekuatan yang dapat mentransformasikan orang melalui Yesus Kristus. Tuhan sanggup merubahkan orang yang berdosa menjadi orang kudus. Hidup suci memberikan bukti bahwa ada transformasi injil, jadi gereja itu harus menjadi kudus untuk berhasil dalam penginjilan.
Nomor dua adalah kekuatan. Kembalilah ke KPR 5:12, “Karena pelayanan rasul-rasul maka banyak keajaiban dan hal-hal luar biasa terjadi di antara masyarakat.” Banyak sekali tanda-tanda dan mujizat-mujizat terjadi bukan saja di daerah itu, namun juga di Yerusalem dan daerah lain. Orang-orang dibawa kesana dan semua orang disembuhkan dan semua dilepaskan dari kerasukan roh jahat. Nah semua itu terjadi meskipun para rasul itu dilarang otoritas untuk melakukan itu.
Perhatikanlah bahwa banyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat terjadi karena pelayanan rasul-rasul. Tahukah Anda bahwa ini bukan gereja yang melakukan mujizat. Ini adalah gereja yang memiliki rasul yang bermujizat. Ini perbedaan besar. dan Alkitab yang membedakan hal itu. Ada tanda-tanda khusus yang memperkenalkan seorang rasul. Tanda-tanda, mujizat-mujizat dan hal-hal luar biasa adalah tanda-tanda seorang rasul, menurut Paulus dalam suratnya kepada orang Korintus.
Nah mungkin Anda berkata, “Bagaimana ini berhubungan dengan kita sekarang ini?” Ini mempengaruhi kita karena kita memiliki catatan dari kuasa itu di dalam Alkitab. Kita tidak memiliki rasul-rasul yang dapat melakukan mujizat. Kita memiliki banyak rasul palsu yang melakukan mujizat palsu, namun kita memiliki catatan lengkap yang diilhamkan Allah dari semua mujizat para rasul di Perjanjian Baru.
Dan kita memiliki kuasa Roh Kudus yang melakukan pekerjaan konversi yang hebat itu. “Jadi bagaimana seandainya orang tidak percaya Alkitab?” Ah, saya tidak mengharapkan orang-orang itu akan percaya. Karena dikatakan di 1 Korintus 2:14, “Orang yang tidak mempunyai Roh Allah, tidak dapat menerima apa yang dinyatakan oleh Roh itu. Sebab bagi orang itu hal-hal tersebut seperti suatu kebodohan saja. Orang itu tidak dapat mengertinya, sebab hal-hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.” Mereka tidak akan percaya kecuali Allah melakukan mujizat dan membuka mata hati mereka.
Esensial ketiga bagi penginjilan adalah penganiayaan. Penganiayaan itu pasti akan terjadi. Anda tidak mungkin dapat menjadi efektif dalam penginjilan kecuali Anda mempersiapkan diri untuk penganiayaan itu. Dunia ini tidak dapat menerima gereja yang murni dan penganiayaan di masa kini tentu akan terjadi sekarang lebih daripada di masa lalu. Ini mengancam orang penakut, namun itu tidak akan menakutkan umat Allah, gereja sejati dan mereka yang berani dalam Kristus, benar?
Marilah kita melihat contoh di KPR 5:17-18, “Akhirnya imam agung dan semua pengikut-pengikutnya, yaitu golongan orang-orang Saduki, mulai bertindak, karena mereka iri hati. 18 Rasul-rasul itu ditangkap, lalu dimasukkan ke dalam penjara umum.” Yesus mengatakan di Yohanes 7:7, “Tetapi Aku memang dibenci oleh dunia, sebab Aku selalu mengatakan kepada dunia bahwa perbuatannya jahat.” Gereja mula-mula yakin untuk mengabaikan penganiayaan dan dengan berani mengabarkan injil, dan memang itulah yang mereka lakukan.
Jadi disinilah muncul suatu gelombang penganiayaan lagi. Kali ini datangnya dari Imam besar bersama dengan orang Saduki. Siapakah mereka? Orang Saduki itu adalah para pemimpin pekerjaan rumah Tuhan. Mereka adalah orang-orang fundamentalis yang hanya menerima lima buku pertama dari Perjanjian Lama, yaitu buku-buku Musa. Mereka sangat marah karena ajaran Yesus membukakan mereka sebagai orang bidah. Dan mereka iri sekali dengan Kekristenan.
Ayat 19-21, “Tetapi malamnya, seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara, lalu membawa rasul-rasul itu ke luar. Malaikat itu berkata kepada rasul-rasul itu, 20 "Pergilah berdiri di Rumah Tuhan dan beritahukanlah kepada orang-orang tentang hidup yang baru ini." 21 Maka rasul-rasul itu pun menuruti pesan malaikat itu. Pagi-pagi sekali mereka pergi ke Rumah Tuhan dan mulai mengajar di situ.” Orang Saduki itu tidak percaya ada kebangkitan dan para rasul ini berkhotbah bahwa Kristus sudah bangkit. Mereka tidak percaya ada malaikat, jadi Allah mengirim salah satu mahluk itu yang mereka menyangkal untuk mengeluarkan rasil-rasul-Nya dari penjara.
Malaikat-malaikat berkali-kali digunakan sebagai utusan-utusan di Kisah Para Rasul. Jadi malaikat itu membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka keluar. Mereka diselamatkan dan apakah diperintahkan kepada mereka? Malaikat itu mengatakan, “Pergilah dan beritahukanlah kepada orang-orang tentang hidup yang baru ini,” yaitu ditempat orang Saduki itu. Allah ingin kita menjadi berani pada waktu ada penganiayaan.
Allah ingin ada ketaatan dengan biaya apapun dan pemberitaan injil dengan biaya apapun juga. Kekristenan adalah hidup berkelimpahan dan hidup kekal dalam Anak-Nya. Jadi mereka tiba di pagi hari itu dan mereka mulai memberitakan injil lagi. Allah menempatkan mereka justru di tempat dimana mereka adalah ancaman terbesar bagi orang-orang yang menempatkan mereka kedalam penjara pada mulanya.
Di pertengahan ayat 21, “Sementara itu imam agung dan para pengikutnya datang, lalu mengadakan sidang mahkamah dengan para pemimpin Yahudi. Kemudian mereka menyuruh orang pergi mengambil rasul-rasul itu dari penjara untuk dibawa menghadap mereka.” Mahkamah itu adalah perkumpulan orang-orang Israel yang dinamakan Sanhedrin. Mereka adalah penatua orang Israel. Dan mereka pengaruh-nya besar. Mereka adalah Mahkamah Agung Israel. Jadi mereka memerintah penjara supaya orang Kristen itu dikeluarkan. Mereka ingin menghukum mereka.
Ayat 22-23, “Tetapi ketika orang-orang yang disuruh itu tiba di penjara, mereka tidak mendapati rasul-rasul itu di sana. Jadi mereka kembali, lalu melaporkan hal itu kepada mahkamah. 23 "Pada waktu kami sampai di penjara," kata mereka kepada mahkamah, "kami dapati pintu penjara itu terkunci baik-baik, dan pengawal-pengawal sedang berjaga di pintu. Tetapi pada waktu kami membuka pintu itu, kami tidak mendapati seorang pun di dalamnya." Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Inilah suatu kejadian yang misterius dan ajaib, suatu petunjuk lain dari kenyataan-kenyataan supranatural yang terjadi di gereja mula-mula untuk mendemonstrasikan karakter ilahinya, karena hanya Allah sanggup melakukan hal-hal seperti ini.
Ayat 24-25, “Ketika perwira pengawal Rumah Tuhan dan imam-imam kepala mendengar laporan itu, mereka bingung mengenai rasul-rasul itu dan takut akan apa yang bisa terjadi. 25 Kemudian datang seorang laki-laki membawa berita ini, "Dengarkan! Orang-orang yang Tuan-tuan tahan di penjara itu sekarang sedang mengajar orang banyak di Rumah Tuhan!" Mereka mungkin berpikir bahwa mereka sedang bersembunyi di suatu tempat. Tidak. Mereka kembali lagi berkhotbah dengan kekuatan yang lebih lagi karena sekarang mereka berada disitu karena ada mujizat yang tidak ada yang bisa menyangkal.
Ayat 26, “Maka perwira pengawal Rumah Tuhan itu bersama pengawal-pengawalnya pergi mengambil rasul-rasul itu kembali. Tetapi mereka tidak memakai kekerasan, sebab mereka takut kepada orang banyak; jangan-jangan orang banyak itu nanti melempari mereka dengan batu.” Mengapa orang-orang mau membunuh mereka dengan batu? Mereka memenuhi kota dengan orang-orang sakit dan yang kerasukan setan dan mereka tahu bahwa orang-orang itu semua dapat disembuhkan dan dilepaskan dari pengaruh roh jahat. Jika mereka memperlakukan para rasul dengan tidak baik, pastilah akan ada kerusuhan. Bisa-bisa mereka dibunuh.
Ayat 27-28, “Rasul-rasul itu dibawa masuk menghadap mahkamah. Lalu imam agung memeriksa mereka. 28 Ia berkata, "Kami sudah melarang kalian dengan keras supaya jangan mengajar tentang Orang itu. Tetapi sekarang coba lihat apa yang kalian lakukan! Kalian sebarkan pengajaranmu itu di seluruh Yerusalem, dan kalian malah mau menuduh bahwa kamilah yang menyebabkan kematian Orang itu." Malah mereka tidak mau memakai nama Yesus. Tuduhan kedua adalah bahwa mereka bertanggung jawab atas kematian orang ini. Masih ingat Matius 27:25, “Seluruh orang banyak itu menjawab, "Ya, biarlah kami dan anak-anak kami menanggung hukuman atas kematian-Nya!"
Hal keempat yang esensial dalam penginjilan adalah ketekunan. Apakah penangkapan dan semua pelecehan ini menakut-nakuti mereka? Tidak. Dan mulai dengan ayat 29, kita melihat ketekunan Petrus dan para rasul ketika mereka menjawab, “Kami harus menuruti Allah dan bukan menuruti manusia.” Inilah kenyataan sederhana. Kami diperintahkan untuk pergi ke seluruh dunia dan untuk mengabarkan Injl kepada semua orang. Kami telah diberi kekuatan dari Roh Kudus untuk menjadi saksi-saksi di Yerusalem, Yudea, Samaria dan ke ujung-ujung dunia.
Ayat 30-31, “Yesus, yang kalian salibkan, sudah dihidupkan kembali dari kematian oleh Allah nenek moyang kita. 31 Dan Allah sudah memberikan kepada-Nya kedudukan dan kekuasaan yang tertinggi sebagai Pemimpin dan Penyelamat; supaya bangsa Israel diberi kesempatan untuk bertobat dari dosa-dosanya dan mendapat pengampunan.” Inilah keberanian. Petrus mengatakan bukan kami yang membuat-buat hal ini. Ayat 32, “Kamilah saksi-saksi mengenai semuanya itu, dan demikianpun Roh Allah yang diberikan Allah kepada orang-orang yang menuruti perintah-Nya."
Esensial terakhir adalah kuasa pemeliharaan itu. Kuasa pemeliharaan adalah Allah yang mengontrol segala keadaan. Pada akhirnya hasil penginjilan kami adalah di dalam tangan Allah. Lihatlah apa yang terjadi ketika semua pemimpin mahkamah Agung Israel itu hadir secara sah. Ayat 33, “Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar itu, mereka marah sekali, dan mereka sepakat untuk membunuh rasul-rasul itu.” Mengapa mereka tidak langsung membunuh mereka?
Suatu hal yang aneh terjadi. Ayat 34, “Tetapi di antara anggota-anggota mahkamah itu ada seorang Farisi bernama Gamaliel. Ia guru agama yang sangat dihormati oleh semua orang. Ia berdiri lalu menyuruh orang membawa ke luar rasul-rasul itu sebentar.” Orang-orang Saduki dominan di Sanhedrin, namun juga ada beberapa orang Farisi. Dan mereka adalah guru masyarakat dan mereka pengaruhnya besar. Orang Saduki ingin membunuh mereka langsung, namun disini ada orang yang mewakili penduduk. Dan dia adalah guru besar yang dihormati semua orang.
Ayat 35-37, “Kemudian ia berkata kepada Mahkamah Agama itu, "Saudara-saudara orang-orang Israel! Pikirlah baik-baik mengenai apa yang akan Saudara-saudara lakukan terhadap orang-orang ini. 36 Sebab dahulu pernah muncul Teudas, yang menganggap diri orang besar, sehingga kira-kira empat ratus orang mengikuti dia. Tetapi ia dibunuh dan semua pengikutnya tercerai-berai, serta gerakannya pun lenyap. 37 Sesudah itu, pada waktu ada sensus, muncul pula Yudas, orang dari Galilea. Karena pengaruhnya, banyak juga orang yang mengikuti dia. Tetapi ia juga terbunuh, dan semua pengikut-pengikutnya cerai-berai.”
Berhati-hatilah, jika kalian membunuh mereka mungkin saja ada pemberontakan besar. Hal-hal seperti ini seringkali menyelesaikan diri. Ayat 38-39, “Jadi sekarang dengan peristiwa ini, nasihat saya ialah: janganlah berbuat apa-apa terhadap orang-orang ini, biarkan saja mereka. Sebab kalau ajaran dan gerakan mereka ini adalah dari manusia, maka ajaran dan gerakan itu akan lenyap. 39 Tetapi kalau itu datang dari Allah, maka Saudara-saudara tidak akan dapat mengalahkan mereka. Malah mungkin akan ternyata bahwa Saudara-saudara melawan Allah." Nasihat Gamaliel itu diterima oleh mahkamah.”
Ayat 40, “Maka rasul-rasul itu dipanggil, lalu dicambuk, kemudian dilarang mengajar lagi tentang Yesus. Sesudah itu, baru mereka dilepaskan.” Disini Allah memakai orang ini untuk meneruskan pemberitaan Injil. Ayat 41-42, “Rasul-rasul itu meninggalkan Mahkamah Agama itu dengan gembira sebab Allah sudah menganggap mereka patut untuk mendapat hinaan karena Yesus. 42 Dan setiap hari di Rumah Tuhan dan di rumah-rumah orang, mereka terus mengajar dan memberitakan Kabar Baik tentang Yesus bahwa Dialah Raja Penyelamat yang dijanjikan itu.”
Inilah kuasa pemeliharaan Allah. Allah ada tujuan di setiap zaman, di setiap negara, di setiap waktu dan setiap tempat dan itu itu masih terjadi sekarang juga. Semuanya adalah di dalam tangan Tuhan. Marilah kita berdoa.