Kristus yang Bangkit

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Kristus yang Bangkit

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Stanley Pouw in 2016 · 27 March 2016
Yohanes 20:19-23

“Pada hari Minggu itu juga, ketika sudah malam, pengikut-pengikut Yesus berkumpul di sebuah rumah dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagimu." 20 Sesudah berkata begitu, Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya. Pada waktu melihat Tuhan, mereka gembira sekali. 21 Lalu Yesus berkata kepada mereka sekali lagi, "Damai sejahtera bagimu. Seperti Bapa mengutus Aku, begitu juga Aku mengutus kalian." 22 Lalu Ia meniupkan napas-Nya kepada mereka dan berkata, "Terimalah Roh Allah. 23 Kalau kalian mengampuni dosa seseorang, Allah juga mengampuninya. Kalau kalian tidak mengampuni dosa seseorang, Allah juga tidak mengampuninya.”

Alkitab terdiri dari dua bagian: Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Perjanjian Baru memiliki 27 buku: ada empat Injil yang menceritakan hidup Yesus, ada 21 surat yang menjelaskan makna Yesus bagi kehidupan kita, satu buku sejarah gereja mula-mula, dan satu buku nubuatan. Semua 27 buku itu membicarakan Yesus sebagai yang hidup yang bangkit dari antara orang mati dan yang menjadi realitas hidup central di dalam alam semesta sekarang, dimana Dia sendiri adalah benar-benar Allah dan manusia.

Dan yang saya ingin melakukan dalam pesan ini adalah melihat bersama Anda kepada kedatangan Yesus untuk pertama kalinya kepada murid-murid-Nya yang takut setelah kebangkitan itu. Dan apa yang saya ingin Anda melihat adalah: Bagaimana sikapnya dan tindakan Yesus yang telah bangkit itu? Dan apakah perkataan Yesus yang bangkit itu? Penampilan pertama kepada murid-murid itu terjadi di Yohanes 20:19-23. Marilah kita melihat bagian pertama ayat 19 itu untuk melihat bagaimana kelakuan Yesus. “Pada hari Minggu itu juga, ketika sudah malam, pengikut-pengikut Yesus berkumpul di sebuah rumah dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka.”

Tiga Fakta dan Bagaimana Yesus Berhubungan Dengan Kita. Jadi ini waktu malam hari Minggu dimana Dia bangkit dari antara orang mati. Pagi itu Yesus memperlihatkan diri-Nya kepada Maria Magdalena (Yoh. 20:1-18). Namun sekarang Dia menampilkan diri-Nya kepada semua murid-murid (kesebelas rasul) sekaligus. Perhatikanlah tiga hal: pintu-pintu semua terkunci; murid-murid itu takut; dan Yesus datang dan berdiri ditengah-tengah mereka. Ketiga fakta itu memberitahukan kita tiga hal yang kita dapat tahu tentang bagaimana Kristus yang bangkit itu berhubungan dengan kita di masa kini.

1. Pintu-pintu semua terkunci. Yesus tidak perlu mengetok. Bahkan Dia tidak perlu untuk membuka pintu. Dia bisa berada disitu langsung. Dan Dia bukan hantu. Lihatlah ayat 20, “Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya.” Ditempat lain Dia mengatakan, “Lihat tangan-Ku dan lihat kaki-Ku. Ketahuilah, bahwa Aku sendirilah ini! Rabalah dan perhatikanlah, karena hantu tidak mempunyai daging atau tulang, seperti yang kalian lihat pada-Ku" (Lukas 24:39). Jadi Dia memiliki tubuh fisik. Namun tidak sama seperti kita: sama namun berbeda. Dia berada disitu meskipun semua pintu terkunci.

Ini berarti pada masa kini di dalam hidup Anda, Yesus dapat masuk ketempat yang tidak dapat ditembus siapapun. Dia dapat pergi ketempat dimana seorang konselor tidak dapat pergi. Dia dapat pergi dimana tidak ada dokter yang dapat pergi. Dia dapat pergi dimana kekasih tidak dapat pergi. Dia sanggup menjangkau Anda dan menyelam kedalam hati Anda, dimanapun juga Anda berada dan dalam waktu apapun juga. Tempat manapun dan kepribadian yang sedalam apapun juga dapat ditembus oleh Yesus.

Kebangkitan Yesus dari antara orang mati menyebabkan Dia dapat melakukan apa yang tidak dapat dilakukan orang lain. Tidak ada mahluk apapun yang seperti Dia di seluruh alam semesta. Dia hidup dan Dia adalah satu-satunya Allah-Manusia. Anda tidak dapat membayangkan kemampuan-Nya. Dan itu adalah suatu keajaiban untuk merenungkan bahwa semua lapisan kompleks kehidupan Anda, yang tidak dapat dimengerti Anda atau siapapun juga, bagi Dia adalah wilayah lazim.

2. Mereka takut. Ayat 19, “semua pintu terkunci sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi.” Pemimpin mereka baru disalibkan sebagai ancaman terhadap Kaisar. Ketakutan mereka benar-benar dapat dimengerti. Dan Yesus datang kedalam ketakutan itu. Saya ingin supaya Anda memperhatikan hal ini karena beginilah caranya saya merasakan saya butuh Yesus yang hidup dan bangkit paling sering. Yaitu melalui ketakutan.

Saya takut persiapanku kurang dalam apa yang diharapkan saya lakukan. Saya takut gereja ini tidak akan maju, atau tidak ada yang hadir di kelas di STT itu, atau kelas pemahaman Alkitab tidak menolong orang. Saya takut bahwa anak-anak saya tidak akan percaya Kristus. Saya takut saya kurang berusaha di perjalanan misi kita. Saya takut saya mungkin terpengaruh keduniawian dan menjadi tidak berguna.

Dan Yesus mengatakan di dalam tindakan ini: Saya akan datang kepada umat-Ku pada saat mereka takut. Saya tidak tunggu sampai mereka dapat menyelesaikan masalah mereka. Saya tidak tunggu sampai iman mereka bertumbuh sampai dapat mengalahkan ketakutan mereka. Saya datang untuk menolong mereka supaya iman mereka menjadi cukup besar untuk mengatasi ketakutan itu. Dan kesaksian saya setelah saya menjadi orang Kristen selama duapuluh tahun, bahwa itu masih benar. Yesus yang hidup yang bangkit masih melakukan itu selalu.

3. Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka. Ayat 19, “dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka.” Intinya disini bahwa Dia datang sampai ditengah-tengah pertemuan mereka. Dia tidak datang dekat ke tembok luar dan memanggil mereka dari luar dan berhubungan dengan mereka sebagai Allah yang jauh. Iman mereka tidak dipermainkan. Dia ingin supaya mereka dapat melihat-Nya dan mengenal-Nya dan percaya kepada-Nya dan mengasihi-Nya.

Itulah yang Dia inginkan bagi Anda hari ini. Dan itulah yang saya inginkan bagi Anda hari ini juga. Saya ingin supaya Anda mengalami Yesus yang hidup. Supaya Anda mengenal Dia. Supaya Dia mendekat kedalam kehidupan Anda dimana tidak ada sesuatu yang lain yang dapat masuk. Supaya Dia dapat menolong Anda dalam ketakutan Anda dimana tidak ada sesuatu yang lain yang dapat menolong Anda. Dan supaya Dia mendekat kepada Anda dan tidak memanggil Anda dari jauh namun datang kepadamu dimana Anda berada. Itulah yang saya doakan terjadi dalam kebaktian ini.

Ada tiga hadiah dalam perkataan Yesus. Jadi begitulah kelakuan-Nya sebagai Kristus yang telah bangkit dan hidup. Nah sekarang apakah perkataan Dia? Dan dalam penampilan-Nya yang pertama kepada murid-murid Dia mengatakan tiga hal. Dan ketiga hal ini adalah tiga hadiah bagi Anda: hadiah damai, hadiah kekuatan dan hadiah tujuan. Dan kebalikan dari damai adalah konflik. Kebalikan kekuatan adalah kelemahan. Dan kebalikan tujuan adalah hidup tanpa tujuan.

Banyak sekali kehidupan hancur karena konflik, kelemahan dan hidup tanpa tujuan. Yesus datang ke dunia dan mati dan bangkit bukan untuk menghancurkan hidup Anda, namun untuk menyelamatkannya. Dan yang kita akan lihat adalah bahwa Dia menyelamatkan hidup kita dengan menjadikan diri-Nya damai kita dan kekuatan kita dan tujuan kita. Saya berdoa supaya Allah akan melakukan itu bagi Anda: Buatlah Yesus menjadi perdamaian Anda, kekuatan Anda dan tujuan hidup Anda.

Jadi apakah perkataan-Nya? Dua kali Dia mengatakan, “Damai sejahtera bagimu.” Pada hari Minggu itu juga, ketika sudah malam, pengikut-pengikut Yesus berkumpul di sebuah rumah dengan pintu-pintu yang terkunci, sebab mereka takut kepada para penguasa Yahudi. Tiba-tiba Yesus datang dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, "Damai sejahtera bagimu." 20 Sesudah berkata begitu, Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya. Pada waktu melihat Tuhan, mereka gembira sekali. 21 Lalu Yesus berkata kepada mereka sekali lagi, "Damai sejahtera bagimu.”

Sebelum Yesus mengatakan sesuatu tentang kekuatan atau tujuan hidup Dia ingin membangun perdamaian. Urutannya sangat penting disini. Damai sejahtera yang diberikan Yesus terjadi sebelum ada tindakan yang penuh kekuatan atau penuh tujuan. Kita dengan tindakan kita tidak akan memperoleh damai sejahtera itu dengan Yesus. Dialah yang memulai proses perdamaian itu dengan kita. Rasul Paulus menjelaskannya seperti ini di Efesus 2:14-16, “Sebab Kristus sendiri adalah pendamai kita. Ia mempersatukan orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi menjadi satu bangsa. 16 Oleh kematian-Nya disalib, Kristus mendamaikan mereka dengan Allah, sehingga lenyaplah permusuhan itu.”

Yesus mengatakan, jika Anda percaya Aku permusuhan itu tidak akan diperhitungkan kepada Anda lagi. Murka Allah sudah dialihkan. Itulah maksudnya Paulus ketika dia mengatakan di Efesus 2:16, “Oleh kematian-Nya disalib, Kristus mempersatukan dua bangsa itu, dan mendamaikan mereka dengan Allah, sehingga lenyaplah permusuhan itu.” Segala permusuhan diantara Allah dengan kita telah dihilangkan di kayu salib. Lihatlah tangan-Ku dan lambung-Ku, Aku telah memakai itu untuk memperoleh kedamaian. Keadilan dipuaskan dengan perbuatan ini. Damai sejahtera diantara Anda dan Allah (dan Aku) telah tercapai dengan apa yang terjadi.

Damai sejahtera telah tercapai. Damai yang disediakan Yesus kepada para murid adalah damai yang Dia selesaikan ketika Dia mati di kayu salib bagi mereka. Karena itu di ayat 20 dikatakan, “Sesudah berkata begitu, Ia menunjukkan kepada mereka tangan dan lambung-Nya.” Aku adalah yang meninggal. Aku adalah yang kalian tinggalkan. Dan Aku adalah yang menurut Yesaya 53:5, “dilukai karena dosa-dosa kita, dan didera karena kejahatan kita.” Dan alasannya Aku dapat menawarkan damai sejahtera itu adalah karena oleh karena darah-Ku Aku telah menutupi segala dosa-dosamu.

Dimana Damai datang kedalam Hidupmu. Jadi ada empat hubungan dimana Kristus yang bangkit membawa damai ke dalam hidupmu. 1. Damai antara kita dan Allah. Itulah arti pertama: Dia berdiri ditengah-tengah mereka sebagai teman dan penolong, bukan sebagai hakim. Karena itulah Allah mengirim Dia, supaya keadilan dan murka Allah dapat ditanggung dengan cara lain selain hukuman kekal. Allah mendamaikan kami dengan menggantikan penderitaan Anak-Nya untuk hukuman kami. dan sekarang Dia datang sebagai Bapa yang penuh kasih.

2. Damai diantara kita dan orang lain yang percaya Kristus. Artinya kita dipulihkan Allah adalah kita harus memulihkan diri dengan semua orang lain yang telah dipulihkan Allah. Tidak ada permusuhan secara vertikal atau horizontal. Tidak ada rasisme. Tidak ada etnosentrisme atau seksisme. Galatia 3:28 mengatakan, “Dalam hal ini tidak lagi diadakan perbedaan antara orang Yahudi dan orang bukan Yahudi, antara hamba dan orang bebas, antara laki-laki dan perempuan. Saudara semuanya satu karena Kristus Yesus.”

3. Ada damai diantara kita dan jiwa kita. Damai dengan diri kita tidak berarti bahwa kita melihat dosa-dosa masa lalu sebagai sesuatu yang membahagiakan. Damai tidak berarti kesakitan dosa-dosa masa lalu itu menghilang. Namun itu berarti bahwa dosa-dosa itu tidak lagi dapat melumpuhkan kita. Kesakitan mungkin tidak menghilang begitu saja, namun hukuman dosa kita ditiadakan melalui Kristus. Dan itu menyebabkan kita dapat disembuhkan dan kita dapat hidup penuh pengharapan selama itu.

4. Damai dengan dunia. Iya, ketika Yesus mati Dia melakukan apa yang harus dilakukan (Kolose 1:19-20) supaya pada suatu hari, dalam waktu Allah, semua kejahatan akan dibuang ke dalam kegelapan kekal dan seluruh ciptaan baru akan dipenuhi damai dan kebenaran. Yesaya 9:7 mengatakan, “peningkatan pemerintah-Nya dan damai-Nya tidak akan berakhir dengan kebenaran dari waktu itu sampai selama-lamanya.” Damai dengan dunia adalah pencapaian yang luar biasa.

Bagaimana kita menerima Damai ini? Tidak semua orang memiliki itu. Itu adalah hadiah dari Allah. Kita harus menerima Dia atau menjauhi Dia. Dialah kedamaian kita. Jika kita memiliki Kristus yang hidup sebagai Juruuselamat dan Tuhan, kita dapat damai yang Dia berikan, damai yang adalah Dia. Roma 5:1 mengatakan, “Karena kita sudah dibenarkan oleh iman, kita hidup dalam kedamaian dengan Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus.” Semua hal lain adalah hasil kedamaian itu, bukan penyebab. Itu adalah buahnya, damai adalah akarnya.

Kekuatan olah Roh Kudus. Yesus akan mencurahkan Roh Kudus setelah Dia naik ke surga (Kisah Para Rasul 2:33). Dan itu terjadi kira-kira tujuh minggu setelah kebangkitan-Nya. Kita membaca tentang hal itu di KPR 1. KPR 1:8 mengatakan, “Tetapi kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu.” Pekerjaan Roh Kudus yang diberikan Yesus itu menyebabkan kita sanggup melakukan apa yang kita tidak bisa lakukan dengan kekuatan sendiri. Dialah yang memberikan kita kekuatan.

Jadi disini di Yohanes 20:22 Yesus melakukan perumpamaan itu, “Lalu Ia meniupkan napas-Nya kepada mereka dan berkata, "Terimalah Roh Allah.” Dia sepertinya mengatakan: sadarilah bahwa nafas-Ku, kehidupan-Ku dan firman-Ku ada di dalam Roh Kudus itu. Di Yohanes 14:18 Yesus berkata, “Kalian tak akan Kutinggalkan sendirian sebagai yatim piatu. Aku akan kembali kepadamu.” Yesus yang bangkit dan hidup telah datang kepada kita. Dia telah mengirim kepada kita Roh Kudus, yaitu Roh-Nya. Dia telah menghembus kepada kami.

Kepribadian ini, kekuatan ini adalah harapan kita satu-satunya untuk menyelesaikan tujuan hidup bagi kami. Dan Dia memberikan tujuan itu di ayat 21b, “Seperti Bapa mengutus Aku, begitu juga Aku mengutus kalian.” Aku ingin kalian hidup di dunia ini sebagai wakil-wakil-Ku, sebagai utusan-Ku. Aku ingin supaya kalian ambil damai-Ku dam kekuatan-Ku dan memuliakan Bapa-Ku seperti Aku telah melakukan itu (Yoh 12:27-28).

Tujuan Utama untuk Keberadaan Kita. Yesus datang kepada kita dan memberikan kita kedamaian-Nya dengan Allah. Kemudian Dia memberikan kita kekuatan untuk melakukan bermacam hal yang kita sebagai manusia biasa tidak sanggup melakukan, seperti mengalahkan egoisme kita dan mengasihi orang lain dan menghargai Kristus diatas segalanya. Dan kemudian dengan damai sejahtera dan kekuatan itu Dia memberikan kepada kita tujuan utama untuk keberadaan kita, ayat 21b, “Seperti Bapa mengutus Aku, begitu juga Aku mengutus kalian.”

Aku mengutus kalian untuk menyampaikan damai-Ku dan terang-Ku dan kebenaran-Ku dan kehidupan-Ku kedalam dunia, namun Aku memberikan kalian Roh-Ku. Akulah yang menjadi kekuatan di dalam kalian. Jadi pergilah dan muliakanlah Aku di dalam dunia ini. Itulah tujuan kita yang besar, dalam kedamaian Allah, dengan kekuatan Allah kita melakukan kehendak Allah untuk kemuliaan Allah dan untuk kebaikan bagi orang lain.

Jika Anda rada bingung menterjemahkan ayat 23, inilah artinya. Ini cara baik untuk mengakhiri bagian Firman ini. Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, “Kalau kalian mengampuni dosa seseorang, Allah juga mengampuninya. Kalau kalian tidak mengampuni dosa seseorang, Allah juga tidak mengampuninya.” Tujuan Yesus adalah seperti ini: Ketika kalian memberitakan kepada orang-orang apa yang Aku telah lakukan, membicarakan apa yang Aku katakan tentang pekerjaan-Ku dengan kuasa Roh Kudus, Akulah yang berbicara melalui kalian, sehingga jika diantara mereka ada orang yang percaya perkataanmu, Aku mengampuni dosa-dosa mereka. Dan jika ada orang yang tidak percaya perkataanmu, Aku tidak akan mengampuni mereka. Dan karena kalian adalah suara-Ku dan kebenaran-Ku, Aku mengatakan kalian mengampuni mereka dan kalian tidak mengampuni mereka.

Yang sekarang hanya berarti: bagaimana Anda menerima pesan dari utusan manusia yang berdosa dan tidak sempurna ini akan menentukan apakah Anda diampuni atau tidak. Sebagai utusan Kristus, saya mendorong Anda untuk percaya kepada Yesus dan karena itu Anda dipulihkan Allah dan menerima sebagai hadiah bebas damai-Nya, kekuatan-Nya, tujuan-Nya di dalam nama Yesus yang hidup sekarang juga. Ini benar-benar adalah keputusan terpenting bagi Anda di dalam hidup ini, Amin?



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content