Ketika Dosa Masuk Ke Gereja

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Ketika Dosa Masuk Ke Gereja

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Stanley Pouw in 2016 · 13 March 2016
Kisah Para Rasul 4:32-5:11

Bukalah Alkitabmu ke Kisah Para Rasul 4. Bagian ini sebenarnya mencatat kesatuan gereja yang mengasihi dan mengorbankan diri. Itu ada di bagian pertama. Dan ketika kita sampai ke KPR 5, kita diperkenalkan kepada dosa pertama di gereja. Kita tahu gereja baru itu didirikan pada hari Pentakosta. Itulah hari-hari penuh persekutuan. Itulah hari-hari ajaran doktrin yang benar. Itulah hari-hari dimana ada Perjamuan Suci dan makan bersama dari rumah ke rumah dengan sesama orang percaya.

Kesaksian jiwa-jiwa yang telah diselamatkan terdengar keras dan jelas. Hasilnya di dalam minggu-minggu pertama gereja adalah banyak sekali orang menjadi percaya, sampai pada saat itu mungkin lebih dari 20,000 orang percaya kepada Kristus dan telah di baptis selam. Segala sesuatu pada saat itu di gereja penuh sukacita dan bersemangat dan mulia. Dan pada saat penganiayaan mulai, gereja menghadapi tantangan itu langsung. Dan gereja itu menang, bahkan dalam menghadapi penganiayaan itu.

Allah itu nyata. Kristus hidup dan kuasa Roh Kudus itu mengalir melalui mereka. Mereka menghadapi penganiaya mereka dengan keberanian. Tidak pernah dunia mengalami hari-hari seperti itu. Tidak pernah sebelumnya disediakan penebusan dosa. Tidak pernah ada kebangkitan sang Penebus. Tidak pernah ada pengampunan dosa sebelumnya. Tidak pernah sebelum waktu itu Roh Kudus telah mendiami sepenuhnya orang-orang. Belum pernah sebelumnya ada sifat baru yang ditanamkan ke dalam jiwa-jiwa yang telah ditebus.

Itu mulia dan orang-orang benar-benar berkobar-kobar dengan kuasa Roh Kudus dan kekuatan dari kebenaran Injil. Namun Iblis masih aktif. Dan tindakan-tindakan pertama melawan gereja dengan penganiayaan gagal untuk mematikan api yang berkobar itu. Tujuan kekal mulai dikeluarkan, Kuasa kekal mulai digunakan. Dan tekanan dari luar itu sama seperti menuangkan bensin ke atas api. Dari situ Iblis tahu bahwa untuk menghancurkan gereja dia harus masuk ke dalam gereja.

Di dalam bagian ini Iblis menyebabkan ada dosa pertama di depan umum di gereja. Ini permulaannya dan dosa seterusnya ada di gereja sejak itu. Ini adalah realitas bahwa Iblis bekerja di dalam gereja. Yesus mengatakan bahwa Iblis menabur lalang diantara gandum. Ajaran pertama yang diberikan Tuhan kepada gereja adalah jika seseorang berdosa, pergilah ke orang itu. Jika mereka tidak bertobat, bawalah dua atau tiga saksi. Jika mereka tetap tidak mau bertobat, beritahukanlah seluruh gereja, dan itu pada dasarnya tugas pertama yang diberikan kepada gereja.

Dosa moral dan dosa doktrin telah menggoda gereja sejak itu sampai sekarang. Disinilah Iblis menyebabkan ada kerusakan terbesar. Sejarah menunjukkan bahwa penganiayaan dari luar hanya menyebabkan gereja itu semakin murni dan semakin kuat dan semakin efektif. Jadi Setan itu sekarang bekerja terutama di dalam gereja. Dan saya berdoa pada saat Anda mendengar hal ini, Anda tergerak untuk mungkin lebih waspada, lebih hati-hati dan lebih bijaksana tentang keseriusan dosa di dalam gereja.

Bagian firman ini juga menunjukkan kejujuran Alkitab. Mungkin saja dosa yang buruk ini dibiarkan tidak masuk firman. Namun Allah tidak akan memberikan kita sesuatu yang tidak benar, dan apalagi bagi gereja-Nya. Gereja itu tidak sempurna. Itu tidak sempurna pada permulaannya, dan pastilah tidak sempurna sekarang. Ini rumah sakit bagi orang-orang yang menyadari bahwa mereka sakit dan yang juga tahu dimana ada kesembuhan. Selalu ada dosa di dalam gereja karena gereja itu penuh dengan orang-orang berdosa.

Dan Allah membawa gereja itu dengan dosa-dosa itu, bersama orang-orangnya yang berdosa, dan mentransformasikan seluruh dunia. Yang memberikan kita harapan adalah faktanya bahwa Tuhan sejak permulaan itu, terus bekerja dengan orang-orang yang berdosa. Orang-orang sering mengatakan, “Saya tidak mau pergi ke gereja karena disitu hanya ada orang-orang munafik.” Jawabanku selalu, “Memang benar dan masih ada banyak tempat untuk orang munafik tambahan.” Dan kita dapat mengatakan, itu benar-benar karakter kumpulan orang-orang berdosa yang telah ditebus, dan itu juga benar bagi Israel, dan gereja dan juga bagi orang-orang Kristen tulen.

Namun sebelumnya kita membicarakan Kisah Para Rasul 5, marilah kita melihat dosa dalam perspektif di ayat 32-35, “Semua orang yang percaya itu hidup sehati dan sejiwa. Tidak seorang pun dari mereka menganggap bahwa apa yang dimilikinya adalah kepunyaannya sendiri. Segala sesuatu yang ada pada mereka, mereka pakai bersama-sama. 33 Dengan kuasa yang besar, rasul-rasul itu memberi kesaksian bahwa Yesus sudah hidup kembali. Maka Allah sangat memberkati mereka. 34 Dan tidak ada seorang pun dari antara mereka yang kekurangan apa-apa. Sebab mereka yang memiliki tanah atau rumah, menjual tanah atau rumah mereka itu; lalu uang dari penjualan itu mereka bawa 35 dan mereka serahkan kepada rasul-rasul. Kemudian uang itu dibagi-bagikan kepada setiap orang yang memerlukannya.”

Pertemuan gereja semua penuh sukacita, kasih dan bersatu. Disini terlihat ilustrasi yang indah tentang hal itu. Persatuan dan kasih mereka benar-benar berkorban. Sampai dimana Anda akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan orang lain? Apakah Anda bersedia, jika Anda memiliki sebidang tanah, untuk menjual tanah itu dan ambil uang itu dan memberikannya kepada gereja dan mengatakan, “Lalukanlah apa saja dengan uang ini untuk memenuhi kebutuhan orang-orang.” Apakah Anda rela berkorban seperti itu? Gereja itu selalu harus ditandai persatuan penuh kasih.

Ini menjadi sangat praktis. Jemaat gereja itu memiliki tanah sama seperti Barnabas. Mereka memiliki barang. Namun orang-orang memperlakukannya seperti itu milik semua orang yang membutuhkan apa yang mereka dapat memberi. Lihatlah ayat 34, “Dan tidak ada seorang pun dari antara mereka yang kekurangan apa-apa.” Luar biasa. Bagaimana hal itu mungkin? “Sebab mereka yang memiliki tanah atau rumah, menjual tanah atau rumah mereka itu; lalu uang dari penjualan itu mereka bawa.” Wah luar biasa. Apakah akan menyebabkan Anda rela menjual rumahmu untuk kebutuhan orang lain? Inilah anugerah rohani yang benar-benar melingkupi orang-orang itu.

Mengapa mereka lakukan itu? Karena mereka percaya para Rasul untuk membagikannya. Mereka sendiri tidak mau mengambil keputusan itu. Itulah yang Anda lakukan juga ketika Anda memberi kepada gereja setiap hari Minggu, Anda meletakkan uang itu di kaki pendeta dan gembala-gembala yang menentukan cara paling baik uang itu digunakan. Itu tingkat kepercayaan yang menakjubkan. Dan itu semua dilakukan dengan sukarela. Semua orang menjual barang-barang mereka, dan itu semua masuk ke dalam satu tempat dan dari situ itu dibagikan sama rata.

Lihatlah KPR 5:4. Petrus menegur Ananias tentang sebidang tanah. “Tanah itu engkau punya sebelum engkau menjualnya. Dan sesudah tanah itu dijual pun, uangnya masih engkau punya juga.” Mereka tidak langsung menjual semuanya dan membagikan itu kepada orang-orang. Orang-orang tetap memiliki barang mereka sendiri. Namun ketika mereka melihat ada kebutuhan. pengorbanan mereka besar. Ingatlah, ada ribuan orang yang datang kepada perayaan Pentakosta pada saat gereja itu didirikan. Dan mereka tidak mau meninggalkan tempat itu karena di kota-kota mereka tidak ada gereja.

Jadi ada banyak orang tanpa rumah, tanpa pekerjaan yang telah meninggalkan Yudaisme. Mereka dianggap sebagai orang murtad dan mereka dikeluarkan dari tempat ibadah Yahudi. Mereka pada dasarnya adalah orang buangan yang harus dipelihara. Bahkan rasul Paulus setelah kejadian ini, dia mengumpulkan uang waktu dia jalankan misi sepanjang Asia Kecil untuk dibawa kembali kepada orang-orang percaya di Yerusalem yang miskin yang menetap disana. Ada beberapa orang yang menyumbangkan semua milik mereka dan karena itu harus didukung.

Tahukah Anda bahwa ini adalah pandangan orang Kristen terhadap uang? Sebenarnya uang itu bukan milik kita. Allah tidak mengatakan 90 persen itu milikmu dan sepersepuluh itu adalah milik-Ku. Itu semua adalah milik Allah. Allah yang memberikan kita kekuatan untuk menjadi kaya. Semuanya itu adalah pengelolaan sumber daya yang adalah milik Allah. Anda sendiri adalah milik Allah. Anak-anakmu adalah milik Allah. Uang Anda adalah milik Allah. Kemampuan Anda, talenta Anda, sumber daya Anda, semua adalah milik Allah dan semua itu ada untuk digunakan bagi kemuliaan-Nya.

Dan ketika kasih itu begitu menarik, begitu mendorong, orang-orang gampang memberikan harta mereka. Namun ini tidak berlangsung terus, karena lama sesudah itu 1 Yohanes 3:17-18 mengatakan, “Kalau seorang yang berkecukupan melihat saudaranya berkekurangan, tetapi tidak mau menolong saudaranya itu, bagaimana orang itu dapat mengatakan bahwa ia mengasihi Allah? 18 Anak-anakku! Janganlah kita mengasihi hanya di mulut atau hanya dengan perkataan saja. Hendaklah kita mengasihi dengan kasih yang sejati, yang dibuktikan dengan perbuatan kita.” Jadi pada saat akhir abad itu orang-orang Kristen sudah mulai menjadi egois.

Kemudian Lukas dalam menulis sejarah ini memberikan kita sebuah ilustrasi, ayat 36-37, “Begitulah juga dengan Yusuf. Ia pun menjual tanah miliknya, lalu uang penjualan itu ia bawa dan serahkan kepada rasul-rasul. Yusuf ini adalah seorang keturunan Lewi dari Siprus; rasul-rasul menyebut dia juga Barnabas (artinya Penghibur).” Jadi kita sekarang tahu bahwa nama asli Barnabas adalah Yusuf. Barnabas hanya nama panggilan saja. Itu berarti Penghibur atau Penguat. Dia diberi karunia untuk mendampingi dan menguatkan orang-orang.

Dia adalah orang baik, dipenuhi Roh Kudus dan penuh kepercayaan. Dia sebenarnya menjadi pendeta segereja dari gereja di Antiohkia di KPR 13:1. Dia adalah salah satu dari pendeta-pendeta gereja itu. Kita akan belajar lebih banyak tentang dia di KPR 14 dimana dia dinamakan rasul. Barnabas muncul lagi di KPR 15 dimana ada perselisihan tentang apakah Yohanes Markus tetap bekerja sama karena bagi Paulus dia adalah kekecewaan. Jadi Barnabas adalah orang yang dipentingkan.

Sekarang marilah kita kembali di KPR 4. Barnabas adalah ilustrasi hidup dari apa yang terjadi disitu. Dia menjual miliknya dan membawa uang itu dan meletakannya di kaki para rasul. Kita membicarakan uang yang cukup banyak untuk memenuhi keperluan khusus. Kemurahan hati yang luar biasa. Barnabas hanya salah satu dari banyak orang yang melakukan itu. Dia orang Yahudi, orang Lewi yang melayani di tempat ibadah dan dia orang penting. Dan dia memberi karena ada kasih dari hati yang tulus dan dia memberi berkorban, benar-benar teladan dari apa yang dilakukan banyak orang.

Jadi sekarang kita berada di KPR 5:1-2, “Tetapi ada seorang laki-laki bernama Ananias. Ia dengan istrinya bernama Safira, menjual juga sebidang tanah kepunyaan mereka. 2 Uang dari penjualan itu sebagiannya ia tahan untuk diri sendiri dan yang lainnya ia serahkan kepada rasul-rasul. Ia lakukan itu dengan setahu istrinya.” Nama Ananias berarti “Tuhan penuh anugerah.” Nama isterinya Safira sebenarnya dapat diartikan cantik. Mereka telah melihat segalanya yang terjadi dan mereka juga ingin mendapatkan penghargaan seperti itu, jadi mereka menjual sebidang tanah namun ada sebagian yang ditahan.

Dikatakan bahwa Ananias melakukan itu sendiri dengan pengetahuan sepenuhnya dari isterinya. Dan dia membawa sebagian dari uang itu dan meletakkannya di kaki para rasul. Mereka sudah mengaku mereka orang percaya. Bahkan asumsi kita adalah mereka orang percaya tulen. Mereka sebenarnya berkomunikasi dengan Roh Kudus, tetapi juga dipengaruhi banyak oleh Iblis. Dikatakan mereka itu orang percaya benar-benaran karena di ayat 32 dikatakan, “semua orang yang percaya itu.” Jadi bukan saja orang-orang yang belum percaya di gereja berdosa; yang berdosa di gereja adalah orang-orang yang percaya. .

Jadi mereka menjual tanah mereka. Tentu saja mereka mengatakan secara umum bahwa mereka membawa seluruh hasil dari penjualan mereka, namun mereka menahan sebagian, dan mereka meletakkan itu di kaki para rasul. Sama seperti apa yang dilakukan orang lain, mereka mengantre untuk mendapatkan penghargaan bagi diri mereka. Dosa mereka mereka bukanlah bahwa mereka tidak memberi. Dosa mereka bukanlah mereka memberi kurang banyak. Di Perjanjian Baru tidak ditentukan berapa banyak harus dipersembahkan. Dosa mereka adalah berbohong. Allah benci dusta.

Ayat 3, “Maka Petrus berkata kepadanya, "Ananias, mengapa kaubiarkan Iblis menguasai hatimu, sampai kau berdusta kepada Roh Allah, dengan diam-diam menahan untuk dirimu sendiri sebagian dari uang penjualan tanah itu?” Memang benar mereka berbohong kepada Petrus dan Yohanes dan kepada semua rasul lain. Namun mereka terutama berbohong kepada Roh Kudus. Dosa yang tersembunyi di dunia adalah skandal terbuka di surga. Itu merupakan dusta yang maksudnya adalah supaya mereka kelihatan saleh. Mereka pikir mereka akan mendapatkan pujian orang karena pengorbanan mereka. Dan pada saat yang sama mereka dapat mengumpulkan uang untuk disimpan.

Ini adalah kemunafikan, dengan membangun persepsi menipu dari karakter rohani seseorang. Kemunafikan bukan hanya suatu kebohongan, itu merupakan hidup dalam dusta. Mereka adalah orang-orang yang ingin di tinggikan di dalam gereja dan mereka sudah berada disitu sudah lama sekali. Mereka ingin supaya orang-orang berpikir mereka saleh. Mereka hanya memakai kedok. Apakah benar gereja itu penuh orang munafik? Memang itu benar. Tidak ada satu orangpun, kalau kita jujur, yang hidup sesuai dengan caranya kita harus hidup sebenarnya. Tidak ada satu orangpun yang hidup seperti Kristus. Namun janganlah kita berpura-pura hidup saleh.

Coba dosa apa yang Anda pilih untuk menjadi dosa pertama yang didisiplin Tuhan di dalam gereja? Mungkin Anda pilih ketidaksusilaan atau mencuri atau semacam penghujatan. Atau mungkin Anda memilih suatu hubungan keluarga yang ditandai amarah, musuhan dan sifat tidak mau mengampuni. Semua itu bagian kehidupan di dalam gereja. Namun dosa yang ditempatkan Roh Kudus disini untuk meresmikan pemahaman kita tentang dosa di gereja adalah dosa kemunafikan, dimana orang berpura-pura menjadi sesuatu yang sebenarnya tidak.

Ayat 4, “Tanah itu engkau punya sebelum engkau menjualnya. Dan sesudah tanah itu dijual pun, uangnya masih engkau punya juga. Jadi mengapa ada maksud di dalam hatimu untuk berbuat yang seperti itu? Bukan manusia yang engkau dustai tetapi Allah!” Dosa pertama yang dikemukakan di dalam hidup gereja adalah berbohong kepada Allah. Memang permulaannya itu adalah berbohong kepada orang lain. Namun siapakah memikir bahwa berbohong kepada Allah adalah sesuatu yang tidak akan diketahui siapapun. Kita tidak mungkin dapat menipu Dia. Dia tahu isi hati kita. Dia tahu pikiran kita.

Ini memukul gereja pada titik paling dalam. Karena itu 1 Petrus 4:17 mengatakan, “Sudah sampai waktunya Allah mengadili dunia. Dan umat Allah sendirilah yang akan diadili terlebih dahulu. Nah, kalau Allah akan mulai dengan kita, bagaimanakah jadinya nanti dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Kabar Baik dari Allah itu?” Dan hukuman itu mulai dengan integritas rohani gereja. Jika gereja itu akan diekspos, biarlah itu pertama kalinya diekspos karena kemunafikannya. Realitas kemunafikan di gereja yang mematikan adalah semacam ragi yang mempengaruhi seluruh gereja.

Apakah Anda pernah merasa heran mengapa diantara jemaat gereja ada begitu banyak orang Kristen KTP saja yang hanya pura-pura Kristen sejati. Lihatlah apa yang dikatakan Kristus di Matius 13:25-26, “Pada suatu malam, ketika semua orang sedang tidur, musuh petani itu datang menabur benih alang-alang di antara gandum itu, lalu pergi. 26 Ketika tanaman-tanaman itu tumbuh dan mayang-mayangnya mulai muncul, kelihatanlah juga alang-alang itu.” Iya, kita akan melihat konsekuen-konsekuen semua ini pada minggu berikut ketika kita akan membahas akibatnya dan pengaruh kejadian itu. Marilah kita berdoa.



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content