Bagaimana Menanggapi Penganiayaan
Published by Stanley Pouw in 2016 · 6 March 2016
Kisah Para Rasul 4:13-32
Kita sedang membicarakan bagaimana caranya menanggapi penganiayaan dan ini adalah kesimpulan pelajaran ayat-ayat itu. Buku KPR mencatat kehidupan gereja mula-mula dari saat pendiriannya sampai tahun-tahun pertama pertumbuhannya dan bagaimana itu menyebar ke seluruh dunia. Jadi bersama dengan kelahiran gereja kita juga menantikan reaksi dunia itu.
Di Yohanes 15:18, Yesus telah memperingati orang dengan mengatakan, “Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa Aku sudah lebih dahulu dibenci oleh dunia.” Yohanes 16:2 mengatakan, “Dan akan datang waktunya bahwa orang yang membunuh kalian akan menyangka ia mengabdi kepada Allah.” Jadi penganiayaan datang di KPR 4 di waktu gereja mula-mula. Karena khotbah-khotbah yang indah dari Petrus yang dipenuhi Roh Kudus, gereja itu bertumbuh dan pada waktu itu sudah ada paling sedikit 20,000 orang.
Dan oposisi akan datang secara politik dan dari pihak agama. Nah kejadian yang mulai penganiayaan itu tercatat di Kisah Para Rasul 3. Petrus dan Yohanes berdiri di serambi Salomo dan orang yang disembuhkan itu berdiri ditengah mereka ketika Petrus memberitakan khotbah yang indah itu tentang Kristus. Dia mengumumkan bahwa Yesus dari Nazaret adalah Mesias mereka dan mereka telah menolak Mesias mereka sendiri dan membunuh-Nya. Dan mereka dituntut oleh karena itu. Kemudian mereka ditawarkan keselamatan melalui anugerah Allah.
Ada kebencian besar dari pihak pemimpin-pemimpin Israel sebagai tanggapan khotbah itu dan pertumbuhan iman baru kepada Yesus ini. Dan di Kisah 4 hal itu meledak dan menjadi lebih parah semakin kita meneruskan kisah Para Rasul itu, sama seperti apa yang terjadi terhadap Yesus. Nah penganiayaan di KPR adalah kekerasan fisik, meskipun Iblis tahu bahwa kita sering jatuh korban godaan dan penganiayaan di bidang egoisme, reputasi dan kesombongan.
Paulus tahu akan ada penganiayaan dan di Filipi 1:29 dia mengatakan, “Sebab Allah sudah memberi anugerah kepadamu bukan hanya untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga untuk menderita bagi Kristus.” Itulah tanggapan orang Kristen yang benar-benar menunjukkan Kekristenannya di dunia. Dan dia mengatakan di ayat 30, “yang kalian pernah lihat saya perjuangkan dahulu, dan yang masih saya tetap perjuangkan sampai sekarang, seperti yang kalian sekarang telah dengar.” Paulus mengatakan Anda akan menerima apa yang saya sudah terima ketika saya melakukan itu.
KPR 4:5-31 memberikan kita prinsip-prinsip untuk menanggapi penganiayaan. Dan itulah yang kita mulai pelajari minggu lalu. Namun sebelumnya marilah kita melihat Yakobus 1:2 sebentar, “Saudara-saudara! Kalau kalian mengalami bermacam-macam cobaan, hendaklah kalian merasa beruntung.” Mengapa? Ayat 3, “Sebab kalian tahu, bahwa ujian iman itu menghasilkan ketabahan.” Allah ada rencana, Dia ingin menjadikan Anda bersabar. Ayat 4, “Jagalah supaya ketabahan hatimu itu terus berkembang sampai kalian menjadi sungguh-sungguh sempurna serta tidak berkekurangan dalam hal apa pun.” Allah sedang mendewasakan Anda.
Rencana Allah adalah supaya Anda disempurnakan dan menjadi dewasa. Dan memang hanya ada dua hal yang membawa orang kepada kedewasaan, Nomor satu adalah Firman Allah, 1 Petrus 2:2, “selalu haus akan susu rohani yang murni. Dengan demikian kalian akan tumbuh dan diselamatkan.” Namun nomor dua, percobaan, penganiayaan, penderitaan dan masalah. Kedua hal ini akan membawa Anda kepada pertumbuhan rohani dan kedewasaan.
Yakobus 1:12, “Berbahagialah orang yang tabah pada waktu ia mengalami cobaan. Sebab sesudah ia berhasil bertahan dalam cobaan itu, ia akan menerima upahnya, yaitu kehidupan yang telah dijanjikan Allah kepada orang-orang yang mengasihi Allah.” Penganiayaan membawa kedewasaan dan juga upah. Di 1 Petrus 2:20 dia mengatakan, “Sebab apakah istimewanya kalau kalian sabar menderita hukuman yang seharusnya kalian tanggung karena bersalah? Tetapi kalau kalian dengan sabar menanggung penderitaan yang menimpamu karena berbuat yang benar, maka Allah akan memberkatimu.” Berbuat benar disini berarti memberitakan Kristus.
Kemuliaan ada hubungan dengan penganiayaan. 1 Petrus 5:10 mengatakan, “Tetapi sesudah kalian menderita sebentar, Allah sendiri akan memulihkan, menegakkan dan menguatkan kalian serta mengokohkan kalian. Sebab Ia adalah Allah yang penuh anugerah, yang sudah memanggilmu untuk turut merasakan keagungan-Nya yang abadi melalui Kristus.” Inilah bagian dari pertumbuhan menjadi dewasa. Inilah pengertian bahwa Anda berada dimana Allah inginkan Anda berada, dengan memperlihatkan Kristus melalui cara hidup dan cara berbicara Anda yang mendatangkan reaksi di dunia oleh Iblis.
Apakah terjadi jika kita berada disitu dan Allah meninggalkan kita? Roma 8:35-36 mengatakan, “Apakah ada yang dapat mencegah Kristus mengasihi kita? Dapatkah kesusahan mencegahnya, atau kesukaran, atau penganiayaan, atau kelaparan, atau kemiskinan, atau bahaya, ataupun kematian? 36 Dalam Alkitab tertulis begini, "Sepanjang hari kami hidup di dalam bahaya maut karena Engkau. Kami diperlakukan seperti domba yang mau disembelih.” 2 Korintus 12:10, “Jadi saya gembira dengan kelemahan-kelemahan saya. Saya juga gembira kalau oleh karena Kristus saya difitnah, saya mengalami kesulitan, dikejar-kejar dan saya mengalami kesukaran. Sebab kalau saya lemah, maka pada waktu itulah justru saya kuat.”
Di Filipi 2:17-18 Paulus mengatakan, “Bahkan jika darahku menjadi seperti korban curahan di atas apa yang kalian persembahkan kepada Allah sebagai tanda iman kalian, saya bersyukur atas hal itu dan turut bergembira dengan kalian. 18 Begitu juga hendaknya kalian pun merasa senang dan turut bergembira dengan saya.” Paulus menganggap penganiayaan itu suatu berkat, karena dia dianiaya supaya orang lain dapat mendengar tentang Yesus. Kita harus melihat peng-aniayaan itu sebagai kesempatan untuk menderita demi keselamatan orang lain.
Ada cara lain Paulus melihat penderitaannya di Kolose 1:24, “Sekarang saya senang menderita untuk kepentinganmu. Sebab dengan penderitaan jasmani saya, saya melengkapi apa yang masih harus diderita oleh Kristus untuk jemaat-Nya, yaitu tubuh-Nya.” Paulus mengatakan di Roma 14:8, “Kalau kita hidup, kita hidup untuk Tuhan. Dan kalau kita mati, kita pun mati untuk Tuhan. Jadi, hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.” Jadi ini semua adalah demi kalian.
Nah Paulus mengatakan dua hal disini. Nomor satu, saya menderita demi kalian. Namun kedua, saya diberi kesempatan baik untuk melengkapi dengan penderitaan daging saya apa yang dimaksud untuk Kristus. Dunia masih membenci Yesus. Jadi ketika kita dianiaya sebenarnya itu penganiayaan untuk Yesus Kristus. Dan ketika orang Kristen berdiri atas nama Yesus Kristus dan dianiaya, dia sebenaranya menerima apa yang ditujukan kepada Kristus. Itulah yang dimaksud Paulus.
Nah itu menunjukkan betapa besar kasih Paulus terhadap Yesus. Dia mengatakan, saya akan menerima semua ini demi Yesus. Supaya Dia berada diatas untuk menerima segala kemuliaan yang patut Dia terima, saya akan tinggal disini dan saya akan bertahan. Saya akan memenuhi dalam tubuh saya semua penderitaan yang ditujukan kepada Yesus. Di 2 Korintus 1:5 Paulus mengatakan ini, “Penderitaan-penderitaan yang dialami oleh Kristus sudah banyak kami alami juga. Dan melalui Kristus pula, batin kami sangat dikuatkan.” Dan di Filipi 3:10, “Satu-satunya yang saya inginkan ialah supaya saya mengenal Kristus, dan mengalami kuasa yang menghidupkan Dia dari kematian. Saya ingin turut menderita dengan Dia dan menjadi sama seperti Dia dalam hal kematian-Nya.”
Ada tujuh prinsip disini untuk menanggapi penganiayaan. Minggu terakhir kita melihat tiga yang mula-mula. Prinsip nomor satu adalah untuk tunduk. Petrus dan Yohanes dengan suka rela menyerahkan diri. Allah pasti ada alasan tertentu. Prinsip kedua yang kita lihat minggu lalu adalah untuk dipenuhi Roh. Ayat 8, “Petrus, yang dikuasai oleh Roh Allah.” Mereka tidak mencoba untuk menangani semua itu dengan kekuatan mereka sendiri dan mengembangkan strategi mereka sendiri. Mereka hanya menyerah kepada Roh Kudus.
Prinsip ketiga, mereka dengan berani memakai kesempatan itu untuk menyampaikan Kristus. Yesus telah memerintahkan mereka untuk pergi ke seluruh dunia untuk mengabarkan Injil kepada semua orang. Dan sekarang mereka diberi kesempatan di Mahkamah Agung. Jadi Petrus di ayat 8-13 berkhotbah tentang Yesus. Dan dia bahkan menuntut mereka karena mereka menyalibkan-Nya. Kemudian di ayat 12 dia mengatakan, “Sebab di seluruh dunia di antara manusia tidak ada seorang lain pun yang mendapat kekuasaan dari Allah untuk menyelamatkan kita.”
Jadi apakah hasilnya? Ayat 13, “Anggota-anggota Sidang Pengadilan itu heran melihat keberanian Petrus dan Yohanes, apalagi mereka tahu bahwa kedua rasul itu adalah orang-orang biasa yang tidak berpendidikan. Lalu mereka sadar bahwa kedua rasul itu adalah orang-orang yang ikut dengan Yesus.” Mereka terkejut. Bagaimana mungkin dua orang biasa yang tidak berpendidikan menangani perselisihan dengan Mahkamah Agung orang Yahudi dan dapat menang? Kedua orang ini memiliki kepercayaan diri dan jaminan yang sangat luar biasa dalam menghadapi kemungkinan mati.
Dan mereka terus mengingat bahwa kedua orang ini telah mengikuti Yesus dan yang mengingatkan hal itu adalah bahwa mereka melakukan hal yang sama yang dilakukan Yesus. Yang mengejutkan orang Yahudi tentang Yesus adalah bahwa Dia mengajar sesuai dengan orang yang berotoritas. Dan Petrus juga mengajar dengan cara yang sama.
Bukan itu saja, Petrus dan Yohanes telah melakukan mujizat yang sama seperti Yesus. Satu hal lain yang dilakukan Petrus dan Yohanes dengan baik terdapat di ayat 11, yaitu menangani Perjanjian Lama. Yesus adalah ahli dalam menggunakan Perjanjian Lama dan mengapplikasikannya. Dan mereka melakukan hal yang sama sama seperti keahlian Yesus, karena mereka melakukan itu dibawah inspirasi Roh Kudus. Jadi orang Yahudi itu mengatakan, sudah jelas mereka itu telah mengikuti Yesus.
Ini membawa kita kepada prinsip keempat dalam menanggapi penganiayaan, taatilah Allah sebanyak mungkin. Ayat 14, “Tetapi mereka tidak bisa berkata apa-apa, sebab orang yang sudah disembuhkan itu ada berdiri di situ di depan mereka bersama-sama dengan Petrus dan Yohanes.” Kakinya berfungsi sangat baik, dia sudah berdiri paling sedikit tiga jam. Namun yang mengherankan adalah bahwa meskipun mereka tidak dapat menyangkal mujizat itu, mereka tidak bisa menerima bahwa itu datang dari Allah. Inilah dosa yang membutakan.
Ayat 15-16, “Maka mereka menyuruh kedua rasul itu keluar dari ruang sidang, kemudian mereka berunding. 16 Mereka berkata, "Kita harus berbuat apa terhadap orang-orang ini? Semua orang yang tinggal di Yerusalem sudah tahu bahwa keajaiban yang luar biasa ini, dilakukan oleh mereka berdua. Kita tidak dapat menyangkal itu.” Jadi mereka tidak bisa menyingkirkan hal itu, namun mereka tetap menolaknya dan ingin menghilangkan orang-orang ini. Itu adalah ketidakpercayaan yang paling keras.
Disini kita melihat keputusan mereka, ayat 17, “Tetapi supaya hal ini jangan tersebar lebih luas lagi di antara orang-orang, mari kita mengancam mereka berdua bahwa mereka sama sekali tidak boleh lagi berbicara kepada seorang pun dengan memakai nama Yesus.” Jadi mereka membawa mereka masuk lagi, ayat 18, “Maka mereka memanggil kedua rasul itu masuk kembali, dan memberitahukan bahwa mereka sekali-kali tidak boleh lagi menyebut atau mengajar dengan nama Yesus.” Waduh, gereja mula-mula diperintahkan untuk berdiam dan gereja sekarang diperintahkan untuk mengabarkan Injil.
Namun itu tidak bisa diterima, mereka berani sekali. Ayat 19-20, “Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab, "Pikirlah sendiri apa yang benar di hadapan Allah: menuruti perintah Tuan-tuan atau menuruti perintah Allah. 20 Sebab kami tidak bisa berhenti berbicara mengenai apa yang sudah kami lihat dan dengar sendiri.” Mereka tidak gemetar ketakutan. Mereka hanya mengatakan kita memiliki otoritas yang lebih tinggi. Pada suatu saat hanya Allah harus ditaati. Dan itulah saatnya dimana kita menaati Kristus dan melawan pemerintah.
Ayat 21-22, “Anggota-anggota sidang itu tidak bisa mendapat satu alasan pun untuk menghukum Petrus dan Yohanes. Jadi mereka mengancam kedua rasul itu, lalu melepaskan kedua-duanya, sebab semua orang memuji-muji Allah karena kejadian itu. 22 Orang yang mengalami kesembuhan yang ajaib itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.” Jadi mereka takut akan orang-orang. Penganiayaan terjadi, namun itu mematahkan semangat mereka. Mereka tetap taat ditengah semuanya itu.
Nomor lima, jadilah terikat lebih erat. Ayat 23, “Sesudah Petrus dan Yohanes dibebaskan, mereka kembali kepada kawan-kawan mereka dan menceritakan semua yang dikatakan oleh imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin Yahudi itu kepada mereka.” Percobaan berat mengikat kita bersama karena kasih satu sama lain dan keamanan tubuh jemaat. Jika kita benar-benar menghadapi dunia, maka terbangunlah komunitas.
Yang keenam adalah memuji Tuhan. Inilah reaksi terhadap penganiayaan, ayat 24-26, “Setelah kawan-kawan mereka itu mendengar itu, mereka bersama-sama berdoa dengan sehati kepada Allah. Mereka berkata, "Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi dan laut dengan segala isinya. 25 Dengan Roh-Mu Engkau pernah berbicara melalui nenek moyang kami, Daud, yaitu hamba-Mu; Engkau berkata, 'Mengapa orang-orang, yang tidak mengenal Tuhan, marah; mengapa bangsa-bangsa membuat rencana yang tidak berguna? 26 Raja-raja dunia bersiap-siap untuk berperang, dan para pemimpin bersatu melawan Tuhan dan Raja Penyelamat.'”
Ayat 27-28, “Sebab memang Herodes dan Pontius Pilatus telah mengadakan pertemuan dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan dan dengan orang-orang Israel di kota ini. 28 Mereka bersatu untuk melakukan segala sesuatu, yang Engkau sudah tentukan terlebih dahulu bahwa itu akan terjadi.”Banyak sekali hal terjadi sekarang di seluruh dunia yang melawan orang-orang percaya, nemaun disini kita melihat iman kepada Allah yang kita harus miliki juga, karena Dia telah merencanakan semuanya dan Dia tahu apa yang akan terjadi.
Ayat 29-30, “Sekarang, Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami. Dan izinkanlah kami, hamba-hamba-Mu ini, menyiarkan berita-Mu dengan segala keberanian. 30 Berikanlah pertolongan-Mu supaya orang sakit disembuhkan dan keajaiban-keajaiban serta hal-hal luar biasa terjadi melalui kekuasaan dan kekuatan dari nama Yesus, Hamba-Mu yang suci itu.” Mereka meminta segala keberanian. Mereka tidak berdoa supaya Tuhan menghancurkan musuh-musuh mereka. Mereka tidak mencari jalan keluar, mereka hanya minta kekuatan.
Sudah berapa kali kita ketakutan untuk berbicara dan bersaksi bagi Kristus? Janganlah kita takut akan pendapat dan gossip orang-orang, satu-satunya hal yang kita perlu kuatirkan adalah apakah pendapat Allah tentang kita, benar? Jadi mintalah Roh Kudus untuk keberanian di dalam setiap situasi, karena Dialah yang akan memberikan Anda apa yang Anda harus lakukan dan katakan bagi kemuliaan-Nya. Kita hanya suatu alat dalam tangan Allah.
Jadi Allah melakukan hal itu di ayat 31, “Sesudah mereka selesai berdoa, tempat mereka berkumpul itu goyang. Mereka semuanya dikuasai oleh Roh Allah, dan mulai berbicara dengan berani sekali tentang berita dari Allah.” Allah mengabulkan doa-doa mereka. Dan hasil dari penganiayaan itu berlawanan dengan kehendak Iblis. Ayat 32 mengatakan, “Semua orang yang percaya itu hidup sehati dan sejiwa. Tidak seorang pun dari mereka menganggap bahwa apa yang dimilikinya adalah kepunyaannya sendiri. Segala sesuatu yang ada pada mereka, mereka pakai bersama-sama.”
Nah ada beberapa diantara kalian yang belum pernah mengalami ini, karena Anda tidak pernah hidup saleh. Ada beberapa diantara kalian yang hidup saleh, dan kalian akan menderita penganiayaan, dan jika kalian menyerahkan diri, dan dipenuhi Roh, dan dengan keberanian memakai hal itu sebagai kesempatan, dan taat walaupun biayanya besar, Tuhan akan memberkati kalian dan Allah akan memberikan kalian keberanian yang lebih besar lagi dan kemenangan, dan kemuliaan dan upah dan sukacita yang akan menyertai itu semua. Marilah kita berdoa.