Bertobat dan Dikonversi

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Bertobat dan Dikonversi

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Stanley Pouw in 2016 · 14 February 2016
Kisah Para Rasul 3:19-26

Mulai di ayat 19, Petrus meneruskan khotbahnya, “Oleh sebab itu Saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah, supaya Ia menghapuskan dosa-dosamu. 20 Tuhan akan datang kepadamu dan kalian akan mengalami kesegaran rohani. Dan Tuhan akan menyuruh Yesus datang kepadamu, karena Ia sudah ditentukan oleh Allah menjadi Raja Penyelamat untukmu. 21 Ia harus tinggal di surga sampai Allah menjadikan semuanya baru seperti yang dikatakan oleh Allah melalui nabi-nabi-Nya pada zaman dahulu. 22 Musa pernah berkata, 'Allah Tuhanmu akan mengutus kepadamu seorang nabi dari bangsamu sendiri, seperti Ia mengutus aku. Kamu harus mendengar semua yang dikatakan oleh nabi itu kepadamu.”

“23 Orang yang tidak memperhatikan apa yang dikatakan oleh nabi itu, orang itu akan disingkirkan dari umat Allah dan dibinasakan.' 24 Nabi-nabi yang pernah menyampaikan berita dari Allah, mulai dari Nabi Samuel dan nabi-nabi lainnya yang datang kemudian, semuanya memberitakan tentang zaman ini. 25 Janji-janji dari Allah yang disampaikan oleh nabi-nabi adalah untuk Saudara-saudara. Dalam perjanjian yang Allah buat dengan nenek moyangmu, Allah berkata kepada Abraham begini, 'Dari keturunanmu Aku akan memberkati segala bangsa di bumi.' Perjanjian itu adalah untuk kalian juga. 26 Itu sebabnya Allah memilih Hamba-Nya, lalu menyuruh Dia datang kepada kalian terlebih dahulu, supaya Ia memberkati kalian. Caranya Ia memberkati ialah dengan membuat Saudara-saudara sekalian bertobat dari cara hidupmu yang jahat.”

Ini kesimpulan khotbah kedua dari Petrus. Dan pekerjaan Tuhan yang masih belum selesai adalah pemberitaan Injil yang Dia mulai, dan bukan pekerjaan penebusan yang telah diselesaikan-Nya. Jadi gereja diperlengkapkan untuk berkhotbah dan mengajar dan untuk pergi dari tempat Kristus pergi. Di tahun mula-mula mereka semua diutus untuk memberitakan injil dan semua melakukan itu. Namun Petrus khususnya diutus untuk menjadi rasul orang Yahudi.

Dia telah berkhotbah khotbah yang indah pada hari Pentakosta dan sekarang di Kisah 3, Petrus berkhotbah lagi dan kali ini sekali lagi tema-nya Yesus Kristus dimuliakan dan Israel disalahkan. Dan setiap orang yang tidak merespon terhadap Kristus dihukum dalam khotbah ini. Nah Roh Kudus telah melakukan mujizat untuk mengumpulkan orang-orang lagi. Disinilah mujizat penyembuhan orang lumpuh itu menegaskan Firman supaya orang-orang percaya berita itu.

Dan pada waktu Petrus mulai berkhotbah di Serambi Salomo, Yohanes ada disisi lain dan ditengah ada orang itu yang dulunya lumpuh dan sekarang sudah sembuh. Tema Petrus di ayat 13-18 adalah sama tema-nya dengan semua khotbah rasuli, jaitu meninggikan Kristus dan menuduh mereka yang menolak-Nya. Dan waktu Kristus dimuliakan dia memperkenalkan Kristus dengan enam nama yang berbeda. Setiap nama adalah nama yang dalam pikiran orang Yahudi berhubungan dengan nubuatan Mesias dan Petrus mengatakan, inilah Mesiasmu.

Petrus mengatakan kalian menolak-Nya, menyerahkan-Nya, dan tidak menginginkan-Nya dan menghancurkan-Nya. Jadi hanya dalam bagian singkat ini, dia dengan kekuatan besar memperkenalkan Kristus dalam keagungan-Nya sebagai Mesias dan menghukum Israel untuk apa yang mereka lakukan terhadap Dia. Dan inilah contoh klasik dari applikasi injil rasuli yang benar dibanding kebutuhan manusia.

Namun Petrus tidak berhenti disitu, dengan lemah lembut dia mengatakan di ayat 17, “saya tahu bahwa apa yang kalian dan pemimpin-pemimpinmu lakukan adalah karena kalian tidak tahu apa yang kalian lakukan.” Mereka tahu bahwa mereka menyalibkan Kristus, memang itu dilakukan secara terbuka namun mereka tidak tahu bahwa Yesus adalah Mesias mereka. Dan selama mereka memberontak kepada Allah mereka tidak akan mengerti bahwa Kristus adalah Mesias mereka. Dan karena mereka bodoh, Allah hanya menyalahkan mereka atas pembunuhan tidak sengaja ini, bukan pembunuhan yang disengaja dan Dia menawarkan mereka anugerah.

Kemudian Petrus langsung memberi kesimpulannya di ayat 19, “Oleh sebab itu Saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah.” Bertobat berdasarkan apa? Pertama, berdasarkan kalian membunuh Mesiasmu, kalian harus bertobat. Kedua, berdasarkan kemurahan hati Allah, terimalah itu. Jadi pertobatan itu berdasarkan dua hal: perbuatan dan sikap mereka terhadap Kristus dan sikap Allah terhadap mereka dalam menawarkan pengampunan dosa.

Dan ini membawa kita kepada dua doktrin alkitabiah yang penting: doktrin pertobatan dan doktrin konversi. Jadi pertama, apakah artinya pertobatan itu? Kata Yunani itu berarti merubah pikiranmu. Ini berarti berbalik, memutar seratus delapan puluh derajat, berbalik seluruhnya ke arah berlawanan. Jadi bertobat itu artinya berubah pikiran.

Marilah kita melihat ilustrasi di Matius 21:28-31, “Adalah seorang ayah yang mempunyai dua anak laki-laki, ia datang kepada anaknya yang pertama dan berkata, 'Nak, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini.' 29 Anak itu menjawab, 'Baik, Ayah!' Tetapi ia tidak pergi. 30 Lalu ayah itu datang kepada anaknya yang kedua dan mengatakan hal yang sama. Anak itu menjawab, 'Saya tidak mau,' tetapi kemudian berubah pikiran lalu pergi juga. 31 Dari antara kedua anak itu, yang manakah yang melakukan kehendak ayahnya?" "Yang kedua," jawab mereka itu.

Nah sekarang tariklah kata bertobat keluar dari ayat 30 dan Anda mendapat pengertian dari pertobatan, “Anak itu menjawab, 'Saya tidak mau,' tetapi kemudian berubah pikiran lalu pergi juga.” Itulah pertobatan. Petrus mengatakan kepada Israel, rubahlah pendapatmu tentang Yesus Kristus karena kalian salah dan kami memiliki semua bukti untuk membuktikan hal itu.

Nah banyak hal diperlukan untuk merubah pikiran mereka. Bangsa Israel telah menentukan bahwa kehendak Allah bagi mereka adalah kebenaran yang mereka sendiri menghasilkan. Mereka berusaha untuk hidup sebaik mungkin untuk menyenangkan Allah. Dan seluruh sistem legalisme di permainkan dan di pelihara oleh orang Farisi. Dan orang Yahudi itu aman dan benar jika dia mengikuti 365 perintah negatif dan 250 perintah positif. Itulah yang mereka pikir adalah kehendak Allah.

Terus para rasul datang dan mengatakan, kalian harus merubahkan sikap kalian mengenai apa yang Allah inginkan, karena bukan itu yang dikehendaki Allah. Yesus mengatakan di Khotbah di Bukit, jika Anda menginginkan suatu dosa di dalam hati, Anda telah berdosa. Tidak mungkin orang dapat memenuhi hukum Allah. Roma 3:20 mengatakan, “Sebab tidak seorang pun (dimungkinkan berbaik dengan Allah) dapat dibenarkan oleh karena orang itu (melakukan hal-hal yang terdapat dalam) mengikuti hukum agama.”

Dan Paulus memberitakan kepada mereka untuk bertobat dan menerima kebenaran gratis melalui iman kepada Yesus. Yang Anda harus lakukan adalah bertobat dari sistem legalisme dan berpaling kepada Yesus Kristus, menerima-Nya dengan iman dan Allah akan memperhitungkan kebenaran-Nya kepadamu. Itulah Kisah Para Rasul 20:21.

Dan kita memberitakan pesan Injil yang sama kepada semua orang hari ini. Apapun yang Anda lakukan di dalam hidup Anda untuk menyenangkan Allah jika itu tidak berhubungan dengan iman kepada Yesus Kristus, berbaliklah karena Anda menuju ke jalan buntu. Nah, rencana Allah bagi manusia adalah supaya mereka bertobat, namun ini bukan hal sederhana. Allah tahu bahwa perlu ada dorongan di perjalanan hidup ini. Dan memang Allah memakai hal-hal tertentu untuk mendorong kita bertobat.

Ada paling sedikit lima hal yang digunakan Allah untuk menyebabkan orang bertobat. Nomor satu adalah pengetahuan. Allah ingin supaya orang berubah pikiran tentang kebenaran diri, dan berubah pikiran tentang Yesus hanya guru yang baik. Allah menuntut kebenaran total dan Allah mengatakan bahwa satu-satunya jalan adalah melalui kepercayaan kepada Yesus Kristus. Allah telah menyatakan hal-hal tertentu yang kalau mereka tahu hal-hal itu, mereka harus merespon.

Misalnya di Matius 11:21 Allah akan menghakimi dua kota di Galilea, Dia mengatakan, “Celaka kamu, Korazim! Dan celaka juga kamu, Betsaida! Seandainya keajaiban-keajaiban yang dibuat di tengah-tengahmu sudah dilakukan di Tirus dan Sidon, pasti orang-orang di sana sudah lama bertobat dari dosa-dosa mereka dan memakai pakaian berkabung serta menaruh abu ke atas kepala.” Allah melakukan hal-hal tertentu ditengah orang-orang yang menyebabkan ada pertobatan.

Allah telah melakukan banyak mujizat-mujizat dan semua itu direncanakan untuk membawa manusia kepada-Nya. Yesus melakukan mujizat untuk membawa orang kepada diri-Nya. Dan para rasul juga melakukan mujizat-mujizat di tahun-tahun gereja mula-mula untuk membawa orang kepada Yesus Kristus. Mujizat itu adalah tanda untuk membawa orang kepada Kristus dan pengetahuan tentang mujizat-mujizat itu menyebabkan orang bertobat.

Hal kedua yang dirancang oleh Allah adalah kesedihan karena dosa. Apakah Anda pernah melakukan suatu dosa dan Anda merasa bersalah? Mengapa Allah selalu ingin kita merasa bersalah? Karena itu adalah sesuatu yang baik untuk mengingat kesalahan-kesalahan kita supaya janganlah kita berbuat itu lagi. Ini adalah peringatan Allah yang lemah lembut. Dosa Anda dan hati nurani Anda menyebabkan Anda merasa bersalah karena dosa.

Janganlah kita menyamakan dukacita dengan pertobatan. Banyak orang merasa bersalah karena dosa. Tahukah Anda bahwa banyak orang memikir selama mereka merasa bersalah untuk dosa, itu adalah pertobatan. Dan ada banyak orang yang merasa bersalah untuk dosa yang belum diselamatkan karena mereka tidak berpaling dari dosa-dosa mereka. Itulah yang penting. Lihatlah 2 Korintus 7:9, “Tetapi saya senang sekarang--bukan karena hatimu menjadi sedih, melainkan karena kesedihanmu itu membuat kelakuanmu berubah. Memang kesedihanmu itu sejalan dengan kehendak Allah.”

Hal ketiga yang dirancang Allah untuk membawa orang kepada pertobatan adalah kebaikan. Roma 2:4 mengatakan, “Atau kalian pandang enteng kemurahan Allah dan kelapangan hati serta kesabaran-Nya yang begitu besar? Pasti kalian tahu bahwa Allah menunjukkan kebaikan hati-Nya karena Ia mau supaya kalian bertobat dari dosa-dosamu.” Allah telah menciptakan dunia dimana manusia dapat mengalami kebaikan namun tetap orang memandang rendah kebaikan Allah. Matius 5:45 mengatakan, “Sebab Allah menerbitkan matahari-Nya untuk orang baik dan untuk orang jahat. Ia menurunkan hujan untuk orang yang berbuat benar dan untuk orang yang berbuat jahat.”

Keempat, Wahyu 3:19 mengatakan, “Orang-orang yang Kukasihi, merekalah yang Kutegur dan Kucambuk. Karena itu hendaklah kalian bersemangat, dan bertobatlah dari dosa-dosamu.” Tahukah Anda mengapa Allah menegur dan menghajar Anda dengan berbagai pencobaan? Dia ingin supaya Anda bertobat. Allah kadang-kadang memberikan kita krisis besar supaya kita mau berubah, Dan itu terjadi didalam hidupku sendiri.

Dan hajaran dan hukuman digunakan Allah di dalam hidupku. Jadi saya selalu ingin mengingatkan orang, jika Anda melihat kebaikan Allah dan Anda memiliki pengetahuan kebenaran dan Anda merasa bersalah tentang dosa Anda, janganlah tunggu sampai Allah menghajar Anda. Jika Allah menginginkan Anda Dia pasti akan memperoleh Anda dan kesakitan itu nyata.

Allah menggunakan hal kelima untuk menyebabkan orang bertobat dan itu adalah hukuman akhir. Kisah 17:30-31 mengatakan, “Masa kebodohan kita itu sudah (dilupakan oleh) diabaikan Allah, tetapi sekarang Ia menyuruh semua orang di seluruh dunia untuk bertobat dari dosa-dosa mereka. 31 Sebab Ia sudah menentukan suatu waktu untuk mengadili seluruh dunia ini dengan adil oleh seorang yang sudah dipilih Allah untuk itu.” Janganlah selalu hanya berbicara tentang hal-hal positif. Pesan penghakiman ada dimana-mana di Firman Allah dan itu harus dikhotbahkan karena hal itu dirancang Allah untuk memimpin orang kepada pertobatan.

Masih ingat bagaimana Israel menanggapi khotbah penghakiman di Matius 21:32, “Karena Yohanes Pembaptis datang, dan menunjukkan kepada kalian cara hidup yang dikehendaki Tuhan, namun kalian tidak mau percaya pada ajarannya; tetapi penagih-penagih pajak dan wanita-wanita pelacur percaya kepadanya. Tetapi meskipun kalian sudah melihat semuanya itu, kalian tidak juga mengubah pikiranmu dan tidak percaya kepada Tuhan.” Jadi Yesus mengatakan di ayat 43, “Jadi ingatlah,” kata Yesus, "semua hak sebagai umat Allah akan dicabut daripadamu dan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menjalankan perintah-perintah Allah.”

Itu berita yang keras. Ayat 45-46 mengatakan, “Pada waktu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus itu, mereka tahu bahwa Yesus berbicara tentang mereka. 46 Jadi mereka berusaha menangkap Dia. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, sebab orang banyak itu menganggap Yesus seorang nabi.” Mereka mencoba membunuh-Nya. Allah melakukan banyak hal namun mereka tidak pernah bertobat.

Doktrin kedua di ayat 19 adalah konversi, yang berarti memutar balik. Dan itu digunakan di Perjanjian Baru untuk menggambarkan pendosa yang berbalik kepada Allah. Nah marilah kita melihat definisi pertobatan berhubungan dengan konversi. Bayangkanlah konversi sebagai lingkaran lengkap dan bagikan lingkaran itu menjadi setengah. Setengah lingkaran itu adalah pertobatan dan setengahnya lagi adalah iman, dan lingkaran lengkap itu adalah konversi. Pertobatan adalah berbalik kepada Allah dan iman adalah menerima Kristus.

Namun perhatikanlah, ini pasif, bertobatlah dan dikonversi. Anda tidak dapat melakukan konversi itu dengan tenaga sendiri. Pernahkah Anda mendengar orang mengatakan, “Iya saya dulu Katolik namun saya konversi.” Anda tidak dapat mengkonversi diri, Anda hanya bisa dikonversi. Itu adalah tindakan Allah. Anda mulai dengan berbalik dari dosa, namun iman kepada Yesus Kristus adalah suatu perbuatan dimana Allah menempatkan iman itu kedalam Anda untuk merubahkan Anda menjadi anak-Nya. Jadi pertobatan dan iman keduanya melengkapkannya menjadi konversi.

Petrus kemudian memberi lima alasan mengapa orang harus bertobat. Lima alasan mengapa Israel harus bertobat. Marilah kita melihat alasan pertama di ayat 19, “Oleh sebab itu Saudara-saudara, bertobatlah dari dosa-dosamu dan kembalilah kepada Allah, supaya Ia menghapuskan dosa-dosamu.” Nah minggu depan kita akan membahas empat alasan lain namun marilah sekarang kita perhatikan ini dulu. Dibawah Perjanjian Lama, dosa itu tidak dihapus, itu hanya ditutupi untuk sementara waktu.

Dan sampai saat Yesus datang dosa-dosa orang itu tidak dihapus, dosa-dosa itu tetap saja ada di daftar dan Allah hanya menutupinya bagi mereka yang percaya Dia, yang memberi persembahan yang menunjukkan iman mereka. Hanya Kristus sanggup menghapuskan dosa-dosa itu. Allah mengatakan di Yesaya 43:25, “Namun Aku Allah yang menghapus dosamu, Aku mengampuni engkau karena begitulah sifat-Ku; Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” Kata kerja ‘menghapus’ itu secara harfiah berarti tinta itu dihapus dari kertas pohon lontar itu.

Allah menyimpan catatan setiap kali seseorang melanggar salah satu hukum Allah. Sepertinya Allah di surga memiliki daftar setiap dosa dari setiap orang. Apakah Anda tahu bahwa orang mati ketika mereka bangkit pada tahta putih besar, mereka akan dihakimi berdasarkan isi buku-buku itu? Bayangkan betapa panjangnya daftar Anda dan saya.

Bagaimana caranya kita melunaskan semua itu? Kematian. Namun tahukah Anda hal yang ajaib tentang daftar itu? Kita tidak perlu mati untuk melunaskan akibat dosa-dosa itu. Siapakah yang melakukan itu bagi kita? Allah menghapuskannya. Bagaimana cara-Nya? Dengan memaku Yesus yang membawa dosa-dosa kita ke kayu salib. Apakah upah dosa itu? Kematian. Dan Yesus meyelesaikan itu semua untuk selama-lamanya.

Ya, kadang-kadang saya masih berdosa. Itu tidak masalah, dosa-dosamu semua dimasa depan ketika Dia mati dan setiap dosa itu sudah ada dan Dia menghapuskannya semua. Masih ingat 1 Yohanes 1:9? “Dia terus menerus membersihkan kita dari semua dosa-dosa itu.” Allah tidak melihat satu dosapun karena Anda berada di dalam kebenaran Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content