Mujizat untuk menegaskan Firman
Published by Stanley Pouw in 2016 · 24 January 2016
Kisah Para Rasul 3:1-10
Kita sekarang membicarakan kelahiran gereja. Tuhan kita telah mengirim Roh Kudus untuk memperlengkapkan gereja untuk melakukan pekerjaan yang telah dimulai-Nya. Yesus memberikan mereka semuanya yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya yang masih belum selesai. Pada hari Pentakosta ketika Roh Kudus datang di Kisah Para Rasul 2 itu semua bahan menjadi satu di dalam gereja itu dan memang benar berkuasa gereja itu. Pada hari pertama 3000 orang ditambahkan kepada 120 yang mula-mula dan sekarang masih saja terus bertumbuh di tahun 2016.
Dan sejak hari pertama itu Roh Allah memberi karunia kepada anggota-anggota gereja itu supaya mereka dapat membangun tubuh itu. Ada karunia anugerah tertentu, dan karunia-karunia roh dimana mereka dapat melayani satu sama lain untuk membangun tubuh. Ditambah itu, kepada gereja mula-mula Allah juga memberi karunia tanda-tanda. Hadiah-hadiah itu tujuannya bukan untuk membangun jemaat namun untuk menjadi tanda bagi mereka yang masih belum percaya supaya mereka percaya pemberitaan Injil.
Yesus mengatakan ini bukan saja soal kata-kata yang Saya ucapkan, namun Anda harus percaya karena melihat pekerjaan-Ku. Dengan kata lain, mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya menngaskan perkataan yang Dia ucapkan. Nikodemus mengerti hal itu. Dia mengatakan di Yohanes 3:1, “"Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya."
Jadi Kristus sendiri mengesahkan pelayanan-Nya dengan mujizat-mujizat tertentu. Di gereja mula-mula, Dia memberikan kemampuan yang sama kepada para rasul supaya perkataan mereka dapat ditegaskan oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan perbuatan perkasa. Pengesahan pelayanan orang sekarang tidak perlu lagi seperti itu, itu kelihatan jika perkataannya sesuai dengan Firman Allah. Inilah standar sekarang karena Perjanjian Baru adalah wahyu Allah terakhir. 2 Korintus 12:12 mengatakan, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.”
Nah kita telah belajar bahwa karunia-karunia roh itu adalah mujizat-mujizat, penyembuhan, bahasa-bahasa lain dan penterjemahan bahasa lain. Itu adalah tanda-tanda bukan saja kepada orang-orang Yahudi yang tidak percaya, tetapi kepada semua orang yang masih belum percaya bahwa injil itu benar. Nah, salah satu karunia adalah karunia penyembuhan. Allah memberikan kemampuan itu kepada mereka untuk membuktikan bahwa mereka adalah utusan-utusan ilahi. Dan ketika mereka berkhotbah, selalu ada mujizat yang adalah bukti kepada orang-orang bahwa Allah sedang berbicara.
Setelah mujizat bahasa itu di KPR 2, 3000 orang percaya. Setelah mujizat orang lumpuh, pada waktu kita tiba di KPR 4:4, sudah ada 5000 orang laki-laki, perempuan dan anak-anak.yang percaya. Dan mungkin ada sebanyak 15,000 orang yang bertobat dalam minggu pertama kelahiran gereja itu. Jadi bukan saja khotbah yang menyebabkan itu, itu terjadi karena ada juga mujizat yang menegaskannya bersama dengan pesan khotbah.
Jadi pada hari pertama gereja itu, pelayanan penyembuhan yang menegaskan itu mulai. Lihatlah KPR 2:43, “Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.” Kemudian waktu KPR 3, Roh Kudus hanya memilih satu diantara mujizat-mujizat itu sebagai ilustrasi. Dan mujizat itu terjadi di ayat 1-11 kemudian Petrus berkhotbah di ayat 12-26. Lihatlah mujizat itu mengumpulkan orang-orang dan membuktikan bahwa kesaksian yang Petrus berikan itu berasal dari Allah.
Jadi KPR 3 adalah suatu ilustrasi hidup dari KPR 2:43. Ada beberapa fakta alkitabiah yang perlu Anda ketahui mengenai seluruh masalah penyembuhan, karena sekarang ada banyak kebingungan tentang hal itu. Dan firman Allah memberikan kita hal-hal khusus mengenai itu. Ada beberapa orang tertentu yang mengklaim mereka memiliki karunia penyembuhan itu. Dan ada juga penyembuh-penyembuh yang melakukan penyembuhan setan yang katanya datang dari Allah.
Pertama, karunia penyembuhan di 1 Korintus 12 adalah salah satu karunia rasul. Itu bisa dibuktikan sepanjang Kisah Para Rasul. Kata Paulus itu adalah fondasi. Seorang rasul adalah orang yang telah melihat Yesus sendiri, kecuali Paulus yang adalah rasul khusus. Jadi penyembuhan sekarang bukanlah karunia penyembuhan rasuli itu. Kedua, Setan dan roh-roh jahat juga sanggup menyembuhkan, Dan bukan itu saja, mereka dapat melakukan itu di dalam nama Yesus Kristus. Jadi karena seorang penyembuh menamakan nama Kristus, tidak menjamin bahwa Allah terlibat.
Tuhan kita menubuatkan hal itu di Markus 13:22, “Sebab mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.” Juga Matius 7:22-23 bahkan menunjukkan bahwa beberapa penyembuhan dilakukan di dalam nama Tuhan, “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Dan bahaya khayalan di dalam bidang ini diperparah di zaman ini selagi kita mendekati kedatangan Kristus, karena Alkitab mengajarkan kita jelas sekali di 2 Tesalonika 2 bahwa di zaman akhir mendekati waktu tribulasi, akan ada peningkatan besar dalam pekerjaan Iblis melalui khayalan-khayalan ini. Ayat 9 mengatakan, “Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu.”
Pada waktu tribulasi, hal ini mencapai puncaknya. Ayat 7 mengatakan, “Karena misteri kedurhakaan telah mulai bekerja, tetapi sekarang masih ada yang menahan. Sampai yang menahannya itu telah disingkirkan.” Jadi kita perlu menyadari bahwa Allah belum tentu terlibat dalam segala sesuatu yang datang di dalam nama-Nya. Nama Yesus Kristus digunakan dalam berbagai macam hal yang tidak berhubungan dengan Dia sama sekali. Iblis biasanya menyamar di gereja, dan mengklaim dia adalah pendeta Allah, namun sebenarnya dia dikontrol oleh Iblis sendiri.
Ini adalah kebalikan kepercayaan mutlak dan ketaatan. Gerakan penyembuhan khas hari ini didasarkan suatu salah terjemahan Yesaya 53:5 yang mengatakan, “oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Dan penyembuh-penyembuh di dalam sejarah telah menterjemahkan bahwa dalam penebusan semua orang akan disembuhkan secara fisik. Ini adalah salahpengertian besar karena ini tidak berhubungan dengan penyembuhan fisik. Kristus tidak mati untuk penyakit-penyakit tubuh, Dia mati untuk dosa-dosa jiwa kita.
Banyak penyembuhan masa kini di dalam nama Kristus termasuk beberapa kategori, seperti penipuan, seperti kasus orang yang diekspos di televisi. Ada juga masalah hypnosis massal dimana kepercayaan orang terhadap seorang tokoh otoritas begitu kuat sehingga mereka melepaskan emosi mereka sampai mereka dibawah mantra itu dan mereka dapatkan apa yang dinamakan kompensasi emosional. Penyakit mereka dikalahkan oleh emosi mereka untuk sembuh dan berdasarkan itu mereka menggantikan penyakit itu dengan kesadaran sembuh. Namun ini hanya bekerja sementara.
Namun marilah sekarang kita melihat firman Allah. Apakah dikatakan tentang penyembuhan fisik? Di Perjanjian Baru tidak ada indikasi bahwa karunia penyembuhan rasuli pernah dilakukan untuk menolong orang-orang percaya. Di Kisah Para Rasul karunia penyembuhan tidak pernah dipakai untuk menguntungkan jemaat gereja yang sudah didirikan. Itu hanya tanda bagi orang-orang yang belum percaya. Ada juga keselamatan, namun tidak pernah rasul Paulus kembali kepada gereja-gereja yang sudah didirikan dan menyembuhkan orang-orang sakit disitu.
Dan Allah menghukum tukang jampi Yahudi dan menyebabkan hati mereka ketakutan, sampai banyak orang bertobat. Lihatlah di KPR 19:18-20, “Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku di muka umum, bahwa mereka pernah turut melakukan perbuatan-perbuata seperti itu. 19 Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak. 20 Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.”
Pelayanan penyembuhan masa kini selalu melibatkan orang-orang Kristen. Apakah Anda mengatakan Allah tidak menyembuhkan? Tidak, Allah menyembuhkan dan Allah menjawab doa-doa. Namun ketika kita berdoa janganlah kita memerintah untuk disembuhkan, kita harus berdoa untuk disembuhkan jika itu keinginan Allah. Kita tidak ada hak untuk memerintah. Penyembuhan dari Allah adalah dalam menanggapi doa dan kehendak-Nya. Dan ajaran rasul Paulus adalah untuk berdoa untuk semua orang kudus.
Apakah Anda tahu bahwa pada saat orang-orang Kristen tertentu menjadi sakit, itu adalah karena Allah sedang menguji mereka dan menyempurnakan mereka dan memperlengkapkan mereka untuk menjadi apa yang mereka tidak mungkin bisa jadi jika tidak. Allah tidak memilih untuk menghilangkan duri di dalam daging Paulus, benar? Dan di Yakobus 5:15 ketika dibicarakan orang sakit, itu mengacu kepada orang yang rohaninya lemah.
Tidak ada perkataan di Alkitab yang mengatakan untuk mengurapi orang sakit dengan minyak dengan janji tanpa syarat bahwa doa iman itu akan pasti menyembuhkannya. Namun Allah tetap bisa saja memakai mujizat-mujizat penyembuhan di tempat-tempat di dunia dimana belum ada Alkitab dan pengetahuan tentang Kristus untuk membuktikan kebenaran pemberitaan misionaris.
Marilah kita kembali kepada KPR 3:1, “Pada suatu hari Petrus dan Yohanes pergi ke Rumah Tuhan pada pukul tiga sore, yaitu pada waktu untuk berdoa.” Inilah waktunya untuk berdoa malam dan korban petang. Ayat 2, “Di sana di pintu gerbang yang disebut "Pintu Indah", ada seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir. Setiap hari orang itu dibawa ke sana untuk mengemis kepada orang-orang yang masuk ke Rumah Tuhan.”
Dikatakan kemudian dia umurnya sudah 40 tahun. Josefus mengatakan bahwa semua pintu gerbang dari lapangan terdalam itu dilapis emas dan perak. Namun gerbang ini lebih besar daripada yang lain. Tingginya 25 meter dan lebarnya 20 meter dan untuk menutupinya diperlukan tenaga 20 orang. Ayat 3-5, “Ketika orang itu melihat Petrus dan Yohanes sedang masuk ke Rumah Tuhan, ia minta mereka memberikan sesuatu kepadanya. 4 Maka mereka menatap dia, kemudian Petrus berkata, "Pandanglah kami!" 5 Lalu orang itu memperhatikan mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.”
Ayat 6, “Tetapi Petrus berkata kepadanya, "Saya tidak punya uang sama sekali. Tetapi apa yang ada pada saya, itu akan saya berikan kepadamu: Dengan kuasa Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah!” Itu pernyataan yang menarik. Jika saya lumpuh dan duduk digerbang itu selama 20 tahun lebih, dan ada orang yang lewat dan mengatakan kepadaku: Saya tidak bisa memberikan Anda uang, namun di dalam nama Yesus bangunlah dan jalan, saya mungkin pikir ini orang mengejek saya, benar? Paling-paling yang dia tahu tentang Yesus Kristus adalah bahwa dia telah dihukum sebagai penghujat dan dieksekusi.
Namun entah bagaimana Allah oleh keselamatan berdaulat mulai bergerak di dalam hatinya. Dia tidak ada alasan untuk percaya Petrus dan Yohanes selain dari mungkin dia pernah mendengar sedikit kebenaran, namun dia tidak menolak mereka. Dia mendengar apa yang mereka katakan dan dia merasa kuasa Allah bergerak dalam hidupnya. Yesus tidak pernah menjanjikan seseorang kekayaan materi. Petrus dan Yohanes adalah bukti hidup hal itu. Mereka tidak memiliki apa-apa. Mereka miskin tetapi juga ada kuasa. Dan Petrus mengatakan apa yang aku miliki aku akan berikan kepadamu. Itu tidak terduga.
Orang mungkin saja hidup menurut cara sendiri dan memikir apa yang dia butuhkan di dalam hidup ini hanyalah uang dan sedikit kenyamanan. Kemudian Allah memegang hatinya dan menebusnya dan suatu mujizat terjadi yang tak pernah dibayangkan, Bukankah begitu caranya saat Anda bertemu dengan Kristus? Sesuatu terjadi yang jauh melebihi apa yang Anda pernah bayangkan. Hidup tiba-tiba lebih penuh dan begitu banyak hal menggantikan apa yang biasa saja. Jadi begitulah caranya Allah mulai suatu pekerjaan berdaulat.
Dan mujizat itu terjadi atas nama Yesus Kristus dari Nazaret. Itu seperti Petrus mengatakan ini terjadi karena siapakah Kristus itu, karena keberadaan-Nya, berdasarkan karakter-Nya, otoritas-Nya dan kuasa-Nya. Jadi Petrus mengatakan berdirilah dan jalanlah atas nama Kristus, inilah yang Dia inginkan. Mereka begitu sensitif terhadap apa yang Roh Allah mengatakan kepada mereka sehingga mereka bertindak atas nama Yesus Kristus.
Dan itulah yang dilakukan setiap orang Kristen yang dipenuhi Roh. Kemudian lihatlah apa yang terjadi, bukan saja mujizat dalam nama Yesus Kristus itu tak terduga, namun itu seketika itu juga. Ayat 7-8, “Lalu Petrus memegang tangan kanan orang lumpuh itu dan menolong dia bangun. Langsung kaki orang itu dan mata kakinya menjadi kuat. 8 Lalu ia melompat berdiri, dan mulai berjalan ke sana kemari. Kemudian ia masuk ke Rumah Tuhan bersama-sama Petrus dan Yohanes, sambil berjalan dan melompat-lompat dan memuji Allah.”
Begitulah caranya Allah menyembuhkan dengan menciptakan kaki baru pada saat itu juga. Dengan penuh kasih Petrus bersedia untuk digunakan Kristus. Dan dia mengulurkan tangannya dan mengangkatnya. Wah ada kebesaran besar dalam hal itu. Lihatlah, kuasa itu datang dari Kristus namun tangan itu adalah tangan Petrus. Itu persis apa yang Allah ingin lakukan di dalam kita. Semua pelayanan yang Allah lakukan, Dia ingin melakukan itu melalui tersedianya kita.
Masih ingat kita membicarakan tanggung jawab persekutuan itu? Begitu banyak pelayanan yang harus dilakukan satu sama lain jika kita tersedia. Apakah Anda tahu bahwa yang kita inginkan terutama bukanlah kehadiran Anda dan uang Anda? Yang kita inginkan adalah supaya Anda melayani, memedulikan, mengasihi dan untuk peka terhadap kebutuhan kita masing-masing. Itulah keinginan Allah dan keinginan kita. Jadi Petrus memegang tangannya dan mengangkatnya sambil Allah melakukan mujizat itu.
Nah saya percaya Allah menyembuhkan melalui obat dan dokter-dokter. Dan saya percaya bahwa Allah telah memberikan kita kebijaksanaan dan pengetahuan untuk menemukan dan memakai alat-alat indah ini di masa kini untuk menyembuhkan. Namun ketika Allah memutuskan untuk melakukan mujizat supranatural, selalu ada sifat-sifat tertentu ini. Mujizat itu berdaulat, mereka supranatural, mereka terjadi tiba-tiba, mereka menyembuhkan secara total dan tujuannya adalah untuk menegaskan berita itu.
Orang itu penuh sukacita. Bayangkan empat puluh tahun mengemis dan sekarang dia bisa berdiri dan berlompat kesana kemari. Dan seluruh Rumah Tuhan menggema kegebiraannya. Paulus mengatakan, “bergembiralah selalu dan sekali lagi saya berkata bergembiralah.” Inilah bagian dari penyembahan. Dan lihatlah, penyembahan sejati satu-satunya yang ada disitu hanyalah orang itu. Semua penyembahan lain adalah hanya upacara kosong.
Ayat 9, “Semua orang melihat dia berjalan dan memuji-muji Allah.” Jadi ada dua hasil, orang itu gembira dan memuji Allah dan ada kesaksian kepada orang-orang. Ayat 10, “Lalu mereka menyadari bahwa dialah pengemis yang biasanya duduk di "Pintu Indah" di Rumah Tuhan. Mereka heran sekali dan kagum melihat apa yang terjadi kepadanya.” Ini adalah tanda, dengarkanlah Yesaya 35:6, “Orang lumpuh melompat-lompat seperti rusa di hari Mesias.”
Allah menggunakan tanda ini untuk mengumpulkan orang-orang yang masih terkejut tentang mujizat itu kemudian Petrus mulai berkhotbah. Apakah yang dia katakan? Datanglah lagi minggu berikut ini dan Anda akan tahu. Marilah kita berdoa.