Persekutuan Pertama
Published by Stanley Pouw in 2016 · 17 January 2016
Kisah Para Rasul 2:42-47
Di KPR 2:42-47 kita belajar beberapa sifat gereja yang sangat baik. Sebenarnya ada dua cara utama di Perjanjian Baru dimana diterangkan apakah sebenarnya gereja itu. Yang satu adalah berdasarkan doktrin yang ada di Efesus. Yang lain berdasarkan sejarah dan itu khususnya dari KPR 2. Kita melihat gereja baru lahir itu di perdana ketika memori Yesus masih terang, dan ketika buah Roh masih baru dan ketika ada semangat yang indah dan mulia.
Jadi gereja itu lahir di Yerusalem pada hari pertama itu dan ada tiga ribu orang yang ditambahkan kepada seratus duapuluh murid permulaan itu. Mereka tahu siapakah menjadi anggota gereja itu karena pengakuan iman mereka bersama dengan pembaptisan dan ini benar menjadi preseden untuk hal-hal seperti keanggotaan dalam gereja. Jadi mereka tahu siapakah sudah berkomitmen dirinya kepada Kristus dan kepada siapa mereka bertanggung jawab untuk melayani. Jadi buah bungaran gereja itu mulai dikumpulkan pada hari Pentakosta yang adalah perayaan pesta buah bungaran.
Sekarang pada waktu kita mempelajari buku Kisah Para Rasul, kita akan melihat bagaimana pertumbuhnanya dan bagaimana melipatgandakan dirinya. Dan kita akan melihat caranya gereja itu bertumbuh pada akhir buku KPR. Jadi gereja mula-mula itu seperti apa ya? Dan mungkin pertanyaan yang lebih penting adalah, apakah kita bisa menjadi seperti gereja itu? Setiap gereja yang benar bersifat evangelis telah mencoba menjadi seperti itu berabad-abad sejak itu.
Namun sebelum itu kita harus tahu gereja itu seperti apa. Nah sewaktu kita melihat ayat 42-47 secara umum, kita mulai dengan kelompok kecil dari murid-murid yang rendah hati yang telah tahu pengorbanan yang diperlukan; dan yang dikenal orang karena ada pembaptisan dengan Yesus Kristus di depan umum, dan oleh karena itu telah memisahkan diri dari Yudaisme mereka. Gereja ini adalah dispensasi baru dan orang-orang yang dipenuhi Roh Kudus dan yang memiliki kekuatan yang dijanjikan Kristus mulai melakukan apa yang Kristus tidak dapat selesaikan.
Nah Anda akan melihat ada banyak alasan mengapa gereja ini ideal. Nomor satu, gereja ini memiliki isi atau nilai baik. Nomor dua, karakternya baik. Dan nomor tiga, mereka mendapat hasil yang tepat. Untuk menjadi gereja yang bertumbuh kita harus kembali kepada permulaan gereja itu dan mulai dengan siapakah anggota-anggotanya. Di dalam Efesus 4:11-12 dikatakan ada rasul-rasul baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus.”
Pertama, marilah kita melihat apa yang menunjukkan bahwa gereja ini nilainya baik, Ya, ini jemaat orang-orang yang sudah diselamatkan; dan di ayat 42 dikatakan “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul.” Dengan kata lain, bertekun dalam Kristus adalah bukti keselamatan yang sungguh-sungguh. Orang-orang selalu mengatakan, bagaimana dengan si Anu? Mereka percaya sebentar kemudian menghilang begitu saja. 1 Yohanes 2:19 mengatakan, “Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.” Bertekun adalah tanda keselamatan sejati.
Perhatikanlah hal kedua, gereja itu harus memiliki karakter yang tepat. Bukan saja mereka gereja orang selamat, mereka juga mempelajari doktrin-doktrin. Ayat 42, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul.” Mereka memberi diri untuk diajarkan dan mereka mengajar orang lain. Paulus mengatakan di 2 Timotius 2:2, “Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
Siklus reproduksi pengajaran adalah pola yang tepat bagi gereja. Ini tidak pernah dimaksudkan untuk menjadi pusat penghiburan. Dan Anda tidak dapat mengajar jika Anda sendiri tidak belajar. Pola perkembangan gereja diberitakan di 1 Petrus 2:2 yang mengatakan, “Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh.” Pertumbuhan terjadi jika Anda mengajar. Mengajar, belajar, isi dan doktrin adalah dasar gereja. Bukan doktrin berdasarkan emosi.
1 Timotius 4:6, “engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.” Ayat 16, “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau.” Kemudian di 2 Timotius 4:2 dikatakan, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Jadi mereka itu selamat dan selalu belajar.
Ketiga mereka adalah gereja yang bersekutu. Dikatakan di ayat 42, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” Persekutuan itu berarti keberadaan bersama secara rohani. Persekutuan tubuh adalah interaksi diantara orang-orang percaya dalam pelayanan dengan menggunakan karunia roh masing-masing dan pelayanan lain. Dan gereja ini melakukan semua itu.
Nah persekutuan itu suatu kata posisional yang datang dari kata yang berarti pasangan. Ketika Anda menerima Yesus Kristus, Anda dan Kristus menjadi pasangan. Dan Anda juga menjadi pasangan dengan semua orang Kristen lain. Dan Anda tidak mungkin bisa keluar dari kemitraan dengan Allah dan orang percaya lain. Namun Anda dapat kehilangan suka cita persekutuan itu ketika Anda berdosa, itulah 1 Yohanes 1:4, “Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.” Persekutuan itu permanen namun suka cita itu datang dan menghilang saat Anda mengikuti persekutuan itu.
Itu juga gereja yang mengagumkan. Ayat 43, “Maka ketakutanlah mereka semua.” Gereja ini menakutkan yang berarti ada penghormatan, bukan teror. Ini adalah ide dimana orang-orang menyadari bahwa ada sesuatu yang supranatural yang terjadi. Allah sedang bekerja dan setiap orang merasakan perasaan kagum. Kehidupan mereka begitu nyata dan penuh kekuatan sehingga orang-orang melongo saja dengan mulut terbuka karena mereka tidak mengerti hal itu.
Sebagai contoh Lukas 7:12-16, “Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" 14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" 15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai ber-kata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu keta-kutan (kagum) dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya.”
Bukan saja gereja itu mengagumkan namun juga itu gereja penuh mujizat. Ayat 43 meneruskan, “sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.” Di KPR 5:14-16 kita bisa melihat efeknya, “Dan makin lama makin bertambah-lah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan, 15 bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai dan tilam, supaya, apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. 16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.”
Pekerjaan Petrus dan mujizat-mujizat itu semua menunjuk kepada Yesus sebagai Kristus, sang Mesias. Dan para Rasul diberikan kuasa untuk melakukan mujizat-mujizat itu untuk menegaskan firman yang mereka khotbahkan. Di Ibrani 2:3 dikatakan, “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai.”
Nah setelah Firman itu lengkap di dalam Alkitab, zaman mujizat seperti itu tidak ada lagi. Jika orang yang berbeda-beda datang dan mereka semua mengajarkan hal-hal yang berbeda-beda, saya dapat mengatakan cepat siapakah yang memberitakan kebenaran, saya membandingkan itu dengan Alkitab, benar? Saya tidak perlu lagi mujizat–mujizat itu karena saya memiliki standar disini. Ketika yang sempurna yaitu Firman Allah, telah datang, maka hal-hal lain akan menghilang.
Apakah Anda pikir Allah masih melakukan mujizat? Saya tahu Dia tetap melakukan itu. Jika Anda orang Kristen Dia telah melakukan suatu mujizat besar – Dia telah menjadikan Anda ciptaan baru. Saya telah melihat Allah melakukan mujizat di gereja. Saya telah melihat Allah sentuh tubuh orang dan menyembuh-kannya. Saya telah lihat Dia sentuh pikiran mereka dan memberikan mereka pengertian. Saya telah melihat Dia telah menyatukan kembali keluarga yang retak. Saya telah melihat Dia memulihkan hati yang patah. Saya telah menyaksikan berbagai mujizat. Dia tetap Allah yang melalui mujizat memelihara umat-Nya dan mencapai kehendak-Nya.
Ada hal lain mengenai karakter gereja ini, ini gereja yang berbagi. Ayat 44, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.” Mereka membagi milik mereka dengan kerendahan hati, dan mereka benar-benar tidak memetingkan diri. Ayat 45, “dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.”
Banyak dari orang-orang yang telah terima Yesus Kristus pasti datang dari luar kota. Jadi tentu saja langsung ada masalah-masalah yang harus ditangani. Apakah harus dilakukan dengan orang-orang yang telah menerima Kristus yang sekarang masih ingin tinggal disitu untuk bertumbuh dalam iman mereka dan duduk dibawah ajaran para Rasul? Mereka tidak mau segera kembali namun ingin diajarkan lebih banyak dalam iman baru mereka.
Ditambah itu ada banyak orang miskin di Yerusalem yang gajinya di berhentikan oleh beberapa orang Yahudi ketika mereka menyebut nama Kristus. Jadi mereka memiliki masalah segera untuk memelihara individu-individu itu. Dan ada juga orang yang mungkin berhenti bekerja untuk sementara waktu supaya mereka dapat belajar dari rasul-rasul dan setelah itu baru kembali kepada pekerjaan mereka sebelumnya.
Jadi orang-orang itu hidup bersama dan membagikan seadanya bersama. Ayat 44-46 mengatakan, “Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, 45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. 46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati.”
Namun hal kunci adalah untuk mengerti kedua kata kerja di ayat 45, yaitu menjual dan membagi-bagikannya. Mereka menjual harta milik mereka dan membagi-bagikan itu kepada siapa yang memerlukannya. Ide-nya adalah sederhana, pada saat orang ada keperluan, ada orang lain yang menjual sesuatu dan membagikan itu kepada orang yang memerlukannya itu.
Bagi Allah tidak ada perbedaan diantara gereja yang kelihatan dan gereja yang tidak kelihatan. Kata perjanjian Baru ekklesia berarti mereka yang dipanggil keluar, kumpulan orang percaya, yaitu gereja. Nah kata itu digunakan untuk membicarakan kenyataan rohani dari semua orang yang percaya di seluruh dunia. Kata yang sama juga digunakan untuk membicarakan jemaat gereja lokal. Dan jika Anda tidak terlibat dalam kegiatan gereja lokal, Anda tidak taat kepada konsep persekutuan.
Sekarang marilah kita melihat lambang kebersamaan mereka. Ayat 46 mengatakan, “memecahkan roti.” Itu mengacu kepada Perjamuan Kudus. Lambang persekutuan mereka adalah Perjamuan Kudus itu. Kita semua bertemu di kaki kayu salib sebagai pendosa-pendosa yang diselamatkan olah anugerah Allah. Jadi kayu salib itu yang membawa damai sejahtera yang memulihkan kita dengan Allah, yang juga memulihkan kita satu sama lain. Jadi itu lambang kesatuan kita dengan Kristus.
Dan itulah kita lakukan hari Minggu terakhir setiap bulan. Itu bukan kebaktian umum bagi orang-orang yang belum percaya, itu bagi kita yang mengasihi Yesus Kristus untuk bersekutu dan berbagi. Dan pada saat kita berkumpul untuk Perjamuan Kudus itu dalam arti spiritual yang nyata Kristus dan setiap orang percaya lain bersatu dengan kita pada waktu kita makan roti dan minum anggur itu. Lihatlah sisa ayat 46, “Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.” Mereka masih pergi ke Bait Allah untuk berdoa dan bersaksi juga.
Kemudian di ayat 47 dikatakan, “sambil memuji Allah” Tahukah Anda bahwa semua orang ikut memuji Allah dan memberikan-Nya segala kemuliaan? Jadi itu juga gereja yang berdoa. Berdoa adalah urat syaraf kecil yang menggerakkan otot-otot mahakuasa dan jika Anda dapat menggerakkan cukup banyak orang untuk berdoa, Anda akan menghidupkan kuasa Allah. Yesus mengatakan kepada mereka di Yohanes 14:14, “Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya.”
Dan mereka benar-benar berdoa. Ini tidak membicarakan doa-doa pribadi, ini membicarakan hal datang berkumpul bersama untuk berdoa. Gereja penuh orang saat ada konser rok Kristen atau seorang pelawak Kristen tetapi pada waktu Anda memberitakan ada perkumpulan doa hanya beberapa orang kudus yang setia akan masuk. Saya percaya kita akan melihat mujizat terjadi ketika kita semua berkumpul bersama dan berdoa. Apakah Anda percaya hal itu?
Dan mereka mendapat hasil yang tepat. Mereka adalah gereja yang menarik banyak orang. Dikatakan di ayat 47, “Dan mereka disukai semua orang.” Aristides, orang filsuf Athena, adalah orang yang tidak percaya yang melihat gereja mula-mula dan menulis ini tentang orang-orang Kristen: “Mereka menghindari semua kenajisan dengan harapan untuk menerima hadiah di dalam dunia lain yang akan datang. Mereka tidak menyembah dewa-dewa aneh dan mereka hidup dengan segala kerendahan hati dan kebaikan dan dusta tidak ditemukan diantara mereka dan mereka mengasihi satu sama lain. Ketika mereka bertemu dengan orang asing mereka mengundangnya kedalam rumah mereka dan bersuka cita seperti dengan saudara kandung. Dan jika diantara mereka ada orang miskin dan melarat dan jika mereka sendiri tidak ada kelebihan santapan mereka akan berpuasa untuk dua atau tiga hari supaya mereka dapat memberikan makanan seperlunya kepada mereka yang membutuhkannya.
Mereka mengikuti dengan penuh hati perintah-perintah Mesias mereka. Mereka hidup jujur dan bijaksana seperti Tuhan Allah memerintah kepada mereka. Setiap pagi dan berjam-jam mereka memuji dan menyembah Allah karena kebaikan-Nya terhadap mereka dan mereka bersyukur kepada-Nya atas makanan dan minuman mereka. Dan jika ada orang yang benar yang meninggal dunia mereka bersuka cita dan bersyukur kepada Allah dan mereka mengikuti tubuhnya seperti dia pindah dari satu tempat ke tempat lain. Begitulah hukum orang-orang Kristen dan begitupun kelakuan mereka.”
Terakhir, mereka juga gereja yang bertumbuh. Dengarkanlah akhir ayat 47, “Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Kita harus setia dengan mengabarkan berita baik kepada orang-orang, namun Tuhanlah yang menambahkan. Dan Dia masih tetap berkuasa, Amin? Apakah Anda melalukan bagian Anda dengan bersaksi tentang kasih-Nya kepada semua orang disekitar Anda? Marilah kita berdoa.