Hasil Khotbah Petrus

PERSEKUTUAN INDONESIA RIVERSIDE
Go to content

Hasil Khotbah Petrus

Persekutuan Indonesia Riverside
Published by Stanley Pouw in 2016 · 10 January 2016
Kisah Para Rasul 2:37-42

Yang dibicarakan di KPR 2:37-42 adalah pertanyaan: bagaimana manusia di selamatkan? Dengan perbuatan apa dan dengan cara apa dan melalui siapa? Selalu ada orang yang janji untuk menyelamatkan dunia dan membebaskan orang dari semua percobaannya dan ada solusi yang tidak berkesudahan untuk menyelesaikan masalah-masalah manusia, Namun tidak ada satupun yang berhasil. Jadi bagaimana orang akan tahu bahwa dia diselamatkan untuk selamanya? Apakah yang aku harus perbuat untuk mewarisi hidup kekal?

Ada banyak jawaban yang datang dari mana-mana. Orang legalis mengatakan turutilah hukum Taurat, itulah caranya Anda selamat. Orang moralis mengata-kan perbuatan baikmu harus melebihi perbuatan burukmu. Orang universal mengatakan jangan kuatir, kita semua akan masuk ke surga. Orang ritualis mengatakan Anda harus melakukan upacara yang tepat untuk masuk. Dan ada beberapa yang mengatakan Anda harus menjadi keturunan orang yang tepat untuk masuk ke surga. Dan mereka semua memakai Firman diluar konteks untuk membuktikan pendapat mereka.

Karena itu kita harus membandingkan Firman dengan Firman untuk memastikan kita benar-benar akurat. Nah ini menjadikan ayat-ayat bagian ini penting karena ini digunakan orang-orang ritualis membela pandangan hidup baru karena baptisan mereka yang mengatakan supaya Anda selamat Anda harus dibaptis. Bahwa keselamatan bukan hanya oleh iman. Mereka mengatakan itu oleh iman dan baptisan selam. Namun masih ada banyak hal lain dalam bagian firman ini selain dari itu.

Nah bagian firman ini berhubungan dengan akhir khotbah Petrus. Dan sangat penting untuk melihat apa yang terjadi akibat khotbah Petrus, karena kita sendiri dapat belajar prinsip-prinsip untuk kesaksian kita, dan penginjilan dan khotbah kita sendiri. Sekarang marilah saya mengulangi sedikit apa yang kita telah pelajari dari buku KPR ini sampai sekarang. Dari Yohanes kita belajar bahwa Yesus berjanji untuk mengutus Roh Kudus untuk memperlengkapi gereja.

Dan pada hari Pentakosta, Roh Allah itu datang. Kemudian Roh Kudus itu membaptis semua murid–murid itu yang hadir di Yerusalem ke dalam tubuh Kristus, kemudian memenuhi mereka dengan Roh. Pada waktu yang sama, ada suara seperti angin badai besar yang menyebabkan orang-orang berkerumunan dan ada ratusan ribu orang peziarah di Yerusalem pada waktu itu.

Dan pada waktu mereka sudah berjumpa dengan semua murid-murid itu yang membicarakan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib dalam bahasa-bahasa orang-orang luar itu yang telah datang ke Yerusalem untuk pesta Pentakosta, mereka sangat takjub. Jadi Roh Allah telah menarik orang-orang kesitu dengan suara seperti angin badai. Namun setelah itu ada tanda ini, mujizat dimana orang-orang membicarakan perbuatan-perbuatan ajaib Allah dengan bahasa lain, yang menyiapkan mereka untuk khotbah yang akan datang.

Jadi Allah menyebabkan mereka memperhatikan apa yang akan dikatakan Petrus. Namun Roh Allah telah mengumpulkan orang banyak itu dan membukakan hati mereka dengan tanda dan kenyataan bahwa mereka berbahasa dalam bahasa berbeda-beda tentang pekerjaan ajaib Allah yang diketahui setiap orang Yahudi. Dan itu menyebabkan sukar bagi mereka untuk menyangkal bahwa ini datang dari Allah. Karena bagi orang Yahudi hanya ada dua sumber supranatural, yaitu Allah dan Iblis. Dan Iblis pasti tidak akan memproklamirkan pekerjaan Allah yang ajaib itu.

Jadi Petrus berdiri untuk menerangkan apa yang telah terjadi. Ada empat bagian dari khotbah ini: kata pengantar, tema, permohonan dan akibat. Kata pengantar menjelaskan Pentakosta. Petrus memakai ilustrasi yang telah disediakan Roh Kudus bagi dia. Yang kedua adalah tema meninggikan Yesus. Ketiga adalah permohonan menggerakkan orang-orang dan yang keempat adalah hasil yang menunjukkan akibatnya.

Jadi Petrus mulai berkhotbah dengan ilustrasi indah itu, dengan menerangkan kepada mereka bahwa di dalam Yoel mereka dapat melihat permulaan dari penggenapan zaman Mesias. Yoel mengatakan bahwa di hari-hari terakhir Allah akan mencurahkan Roh Kudus. Mereka akan mulai melihat suatu pratinjau dari apa yang akan datang di dalam kerajaan. Nah kita tahu bahwa hari-hari terakhir itu sudah berlangsung selama lebih dari 2000 tahun. Jadi Petrus mengatakan kita dapat melihat permulaan dari waktu akhir. Mesias mereka sudah tiba. Raja yang diurapi sudah datang.

Dan Petrus langsung di ayat 22 mulai memperkenalkan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias. Nah hal ini sangat mengejutkan, karena mereka baru-baru ini telah mengeksekusi Yesus dari Nazaret sebagai penghujat. Mereka telah membunuh Yang mereka sudah lama tunggukan. Dan inilah tuduhan Petrus bagi mereka. Ini adalah dosa besar. Dan sekarang dia ingin membuktikan kepada mereka bahwa Yesus adalah Mesias.

Pertama dengan menggambarkan kehidupan Kristus dan menyatakan karena Dia melakukan mujizat-mujizat, keajaiban dan tanda-tanda, Dia diberikan otorisasi resmi oleh Allah Bapa sebagai Mesias. Di ayat 23, dia menggambarkan kematian Kristus dan mengatakan bahwa kematian Kristus itu bukan kebetulan. Yesus bukan korban namun ini sudah ditentukan Allah untuk memenuhi nubuatan eksplisit. Kemudian dia mengambil kebangkitan Kristus di ayat 24-32 dan mengatakan, Yesus Kristus adalah Mesias karena kebangkitan-Nya.

Dan Petrus menunjukkan bagaimana nabi Perjanjian Lama Daud bahkan mengatakan di bagian firman ini bahwa dia adalah nabi. Ayat 30, Daud menubuatkan bahwa Mesias itu adalah orang yang akan dibangkitkan. Dan Yesus telah menggenapkan nubuatan Daud sehingga Dia haruslah Mesias berdasarkan kehidupan, kematian dan kebangkitan.

Kemudian dia terus menunjukkan bahwa Dia adalah Mesias karena kenaikan-Nya di ayat 33 sampai 35. Yesus telah ditinggikan ke tempat tangan kanan Allah Bapa, mereka berdiri disitu dan mereka melihat sendiri Dia naik ke surga. Jadi kesimpulannya tema-nya terdapat di ayat 36, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."

Pada saat itu Petrus telah menghukum mereka sebagai algojo Mesias mereka sendiri. Dan dia terus menyatakan inti masalah mereka. Tahukah Anda bahwa dosa terang-terangan yang dilakukan orang bukanlah berbohong dan menipu atau berzinah. Dosa terbesar bagi setiap pendosa adalah dosa menolak Yesus Kristus. Dan itulah dosa mematikan yang dihukum Roh. Yohanes 16:8-9 mengatakan, “Dan kalau Roh Kudus datang, Ia akan menghukum (bukan menginsafkan) dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; 9 akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku.”

Sekarang lihatlah permohonannya mulai dengan ayat 37, “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat tertusuk (bukan terharu), lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Nah ketika Anda ingin menjual sesuatu, Anda diajarkan untuk “menyelesaikan” pembelian itu pada saat yang tepat, dan tujuannya adalah supaya orang menulis tanda tangan di tempat tertentu, benar? Tanda tanganlah disini dan Anda hutang mulai dari saat itu.

“Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Itu pertanyaan besar sekali. Itu menunjukkan mereka putus asa. Disitulah Roh Kudus ingin menghukum setiap orang. Nah perhatikanlah disitu dikatakan bahwa mereka tertusuk dalam hati mereka, dan itu berarti seperti mereka ditikam pisau tajam. Ini adalah ide dengan tiba-tiba menusuk pisau belati kedalam jantung seseorang.

Apakah menyebabkan mereka merasa terpukul sebegitu banyak? Nomor satu, kesedihan bahwa Sang Mesias telah dieksekusi. Disini mereka telah menunggukan Mesias selama berabad-abad dan akhirnya ketika Dia datang, Dia dibunuh melalui tangan orang Romawi. Mereka dihukum karena mereka sendiri melihat Mesias itu dan tetap mereka membunuh Dia. Namun kedua, mereka merasa bersalah sekali karena mereka sendiri telah melakukan itu.

Kemudian ketiga, Petrus memberitakan kepada mereka bahwa ada banyak saksi-saksi yang membuktikan bahwa Yesus yang sama yang mereka salibkan sekarang hidup kembali. Jadi sekarang mereka takut akan murka-Nya. Karena Petrus di ayat 35 mengatakan bahwa Allah akan menjadikan musuh-musuh Yesus menjadi tumpuan kaki-Nya. Akan ada penghakiman bagi musuh-musuh Mesias. Jadi mereka menyadari tindakan Allah yang menakutkan terhadap musuh-musuh-Nya. Yang mereka lakukan adalah dosa yang paling buruk di seluruh alam semesta.

Keempat, mereka juga sangat terpukul karena tidak ada sesuatu yang dapat merubahkan apa yang mereka perbuat. Mereka tidak ada jalan lain. Nah, itu tepat keputusasaan yang hanya dapat diselesaikan Yesus. Selama manusia memikir dia dapat menyelesaikan hal itu dengan kekuatan sendiri, dia tidak akan dapat mengalami keselamatan nyata. Paulus mengatakan, ini semua oleh anugerah. Sampai saatnya manusia putus asa dan tidak ada jalan lain, baru pada saat itu Allah ikut campur dengan anugerah yang menyelamatkan.

Rasul Paulus juga tiba pada saat itu di perjalanan ke Damsyik di KPR 9:6, Paulus sedang “berkobar-kobar hati untuk mengancam dan membunuh” dikatakan di ayat 1. Dalam perjalanannya ke Damsyik Tuhan memberhentikannya. Dan di ayat 5 dikatakan “Akulah Yesus yang kauaniaya itu.” Tahukah Anda bahwa Paulus langsung menjadi buta dan selama tiga hari dia tidak makan dan minum? Dia sangat takut dan juga merasa dihukum. Namun Allah merubahkan dia secara total dan setelah Ananias menumpangkan tangan ke atas Paulus dia dapat melihat lagi dan dia dipenuhi Roh Kudus.

Akan tetapi yang lebih mengesankan adalah ilustrasi kepala penjara Filipi. Di KPR 16, Paulus dan Silas di belenggu dan dilemparkan ke dalam ruang penjara paling tengah karena mereka menyembuhkan perempuan kerasukan. Dan selagi mereka menyanyi dan memuji Allah, tiba-tiba terjadilah gempa bumi hebat sehingga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. Kepala penjara bangun dari tidurnya dan ketika melihat pintu-pintu penjara terbuka, ia menghunus pedangnya untuk membunuh diri, karena dia tahu hukuman untuk orang tahanan yang melarikan diri adalah nyawanya sendiri.

Tetapi Paulus di ayat 28 berseru dengan suara nyaring, “Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" 29 Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. 30 Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?" Lihatlah Allah membiarkan ketakutan menyebab-kan orang itu gemetar. Dia juga membawa ketakutan dalam hati Paulus. Dan Dia membawa ketakutan ke dalam hati orang-orang Yahudi mengenai apa yang mereka telah lakukan dalam pemberontakan mereka melawan Mesias mereka sendiri.

Dan mereka datang kepada saat dimana mereka merasa sangat bersalah dimana mereka takut akan penghakiman Allah dan balas dendam Mesias-Nya. Dan keinginan untuk keselamatan itu membawa mereka kepada tempat dimana mereka menanyakan Petrus apakah yang mereka harus lakukan. Dan hanya dalam keadaan itu jiwa dipersiapkan untuk menerima Juruselamat. Jika konversi itu nyata itu harus datang karena hasil penghukuman.

Penghakiman adalah kunci di dalam tangan Roh Kudus yang membuka hati kepada keselamatan. Dan alat penghukuman adalah Firman Allah yang diilustrasikan di Ibrani 4:12-13, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.”

Di Zakharia 13:1 dikatakan, “Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa.” Dengan kata lain, setelah ada penghakiman, itu diikuti pembersihan. Dan Petrus menjawab di ayat 38, “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Perhatikanlah, sebelum ini dia tidak mengatakan sesuatupun yang positif sampai saat pernyataan akhir ayat 38 ini.

Pesannya berdasarkan faktanya bahwa mereka tidak ada hak untuk keberadaan sebagai pemberontak melawan Allah. Apakah artinya bertobat? Itu berarti berbalik 180 derajat. Itu benar-benar kebalikan total. Yesus Kristus bukan suatu tambahan dari aktivitas Anda. Dia bukan sedikit garam ilahi yang ditambahkan diet aktivitas manusia. Itu komitmen total. Bertobat lebih dari ketakutan akan konsekuennya. Pertobatan sungguh-sungguh takut akan dosa itu sendiri. Pertobatan benar membenci dosa karena ada pengertian akan artinya, itu penghinaan terhadap Allah.

Tahukah Anda bahwa keselamatan bukan masalah pendidikan. Keselamatan bukan suatu proses, itu suatu tindakan yang terjadi tiba-tiba. Jadi Petrus minta supaya mereka berubah secara dramatis. Kemudian dia menambahkan ini, “bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing dibaptis.” Apakah pembaptisan itu penting? Memang, iya itu sangat kritis. Petrus tidak mengizinkan ada murid rahasia. Jika memang benar Anda percaya, janganlah hanya berubah sikapmu saja, Anda juga harus berubah secara terbuka siapakah teman Anda sekarang.

Sekarang perhatikanlah ayat 38, “Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Dia menjelaskan hal itu karena di dalam Yudaism ada bermacam-macam pencucian. Wah, ini berarti bahwa keluarga mereka dan semua teman-teman dalam lingkungan mereka akan menganggap mereka mati. Karena hal yang paling hina yang orang Yahudi dapat lakukan adalah untuk mengikuti Yesus Kristus yang adalah penghujat yang mereka telah bunuh.

Namun Petrus mengatakan, aku ingin Anda dibaptis karena itu lambang bahwa Anda bersatu dengan Kristus. Nah disini dikatakan bertobatlah dan hendaklah kamu dibaptis. Apakah aku perlu dibaptis untuk keselamatan? Firman Allah tidak mengajar hal itu. Air tidak menyelamatkan orang. Itu hanya menunjukkan bahwa komitmen Anda itu total yang memang adalah artinya keselamatan. Itu tanda di depan umum tentang apa yang telah terjadi dalam hatimu. Dan Roh Allah tidak akan datang karena pembaptisan air, namun karena pertobatan.

Setiap orang percaya menerima Roh Kudus pada saat dia diselamatkan; 1 Korintus 12:13 mengatakan kita semua telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Itulah keselamatan. Dan penting untuk dibaptis langsung setelah ada penyelamatan sebagai tindakan ketaatan. Ada beberapa orang yang telah menjadi Kristen cukup lama dan tidak pernah dibaptis dan karena itu tidak menunjukkan kesatuan mereka dengan Yesus Kristus. Mereka tidak taat.

Perhatikanlah ayat 39, “Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Jadi janji ini bukan hanya bagi orang Israel namun juga bagi orang non-Yahudi. Ayat 40, “Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu diselamatkan dari angkatan yang jahat ini." Serahkanlah dirimu kepada keselamatan yang disediakan secara bebas oleh Yesus dari Nazaret, Juruselamatmu.

Jadi berapa banyak orang percaya? Jika ada ratusan ribu orang disana, lihatlah ayat 41, “Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.” Dibanding ribuan orang ini tidak seberapa banyak. Namun tahukah Anda, tiga ribu orang itu semua dibaptis. Dan itu berarti tiga ribu orang itu benar-benar diselamatkan. Ayat 42, “Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.”

Jadi lihatlah, yang menyebabkan malaikat bersukacita bukanlah mereka yang maju kedepan, tetapi mereka yang masih ada ketika semuanya sudah selesai. Jika pengabaran injil Anda baik, Anda akan menghilangkan banyak dukacita di dalam gereja. Janganlah membawa lalang ke dalam gereja. Dan pada hari pertama gereja kecil itu mulai, jemaat itu terdiri dari tiga ribu orang lebih dan mereka benar-benar bersekutu dan mereka mulai merubahkan dunia. Marilah kita berdoa.



JOIN OUR MAILING LIST:

© 2017 Ferdy Gunawan
ADDRESS:

2401 Alcott St.
Denver, CO 80211
WEEKLY PROGRAMS

Service 5:00 - 6:30 PM
Children 5:30 - 6:30 PM
Fellowship 6:30 - 8:00 PM
Bible Study (Fridays) 7:00 PM
Phone (720) 338-2434
Email Address: Click here
Back to content