Berkhotbah tentang Yesus
Published by Stanley Pouw in 2016 · 3 January 2016
Kisah Para Rasul 2:22-36
Kisah Para Rasul 2:14-36 adalah khotbah rasuli pertama yang dicatat di Firman Allah. Ini tidak ada paralelnya. Makna kejadian ini dan khotbah ini begitu kritis karena ini adalah waktu klimaks suatu hari yang sangat penting. Segala sesuatu ditujukan kepada khotbah ini. Inilah harinya yang akan meluncurkan gereja dan pesan gereja ke seluruh dunia.
Inilah Perayaan Pentakosta, 50 hari sesudah Pelewatan. Kristus telah disalibkan pada hari Pelewatan. Pentakosta adalah perayaan Pesta Panen dimana ratusan ribu orang-orang peziarah Yahudi datang dari seluruh Mediterania ke kota Yerusalem. Pesta itu merayakan penyediaan Allah bagi panen. Dan kedatangan Roh Kudus pada hari itu memberi tanda bahwa Allah sudah mulai mengumpul-kan panen besar dari gereja-Nya yang ditebus.
Orang-orang percaya, yaitu gereja, telah dibaptis Roh Kudus hari itu, dan ditempatkan dalam persatuan satu sama lain dan dengan Kristus. Mereka dipenuhi Roh Kudus dan karena itu menjadi kuasa yang kuat. Mereka segera meluncurkan penginjilan. Mereka mulia berbicara dalam bahasa-bakasa yang hanya dibicarakan orang-orang luar, dan isisnya adalah semua pekerjaan ajaib Allah. Akibatnya benar menakjubkan. Ada bunyi supranatural seperti angin taifun yang menyebabkan orang berkerumunan dengan orang-orang percaya.
Ini kejadian ilahi yang mengejutkan orang-orang Yerusalem. Gereja itu segera bertindak, dan Petrus yang mewakili gereja mulai berkhotbah. Kegiatan pertama bukanlah mengadakan suatu sesi strategi untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Hal pertama yang dilakukan gereja adalah pemberitaan Injil. Organisasi akan datang sesudah itu pada waktu gereja bertemu untuk doa dan persekutuan dan makan bersama dan untuk mempelajari ajaran para rasul.
Transformasi mereka membuktikan bahwa Roh Kudus telah datang, dan zaman baru telah dilahirkan. Dan khotbah pertama mulai seperti ini, “Mesias telah datang. Dia adalah Yesus dari Nazaret, yang baru mereka salibkan.” Mereka dipersiapkan untuk hal ini, tidak pernah seperti jemaat lain dalam sejarah. Petrus mulai khotbahnya dengan suatu kata pengantar dari ayat 14 sampai ke ayat 21. Selama zaman Mesias ini, dikatakan dalam ayat 21, “barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” Inilah zaman penyelamatan.
Jadi mulai dengan ayat 22 kita datang kepada bagian kedua khotbah yang besar ini, tema khotbah. Kita telah melihat kata pengantar, penjelasan Pentakosta dan meninggikan Yesus Kristus. Disini di ayat 22 sampai kepada ayat 36, Petrus menyampaikan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias. Ayat 22, “Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan perbuatan hebat dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.”
Dengan kata lain, biar seluruh rumah Israel tahu dengan pasti bahwa Allah telah menjadikan Yesus Kristus kedua-duanya Mesias dan Tuhan. Itulah khotbahnya. Inilah zaman Mesias karena apa yang telah dinubuatkan Yoel 2 sudah mulai terjadi. Roh Kudus dicurahkan. Namun bagi orang Yahudi, Yesus adalah penghujat, penipu dan guru palsu. Dan mengatakan bahwa Yesus adalah sang Mesias malah meningkatkan penghujatan itu.
Jadi Petrus mulai membuktikan kepada umatnya bahwa Yesus dari Nazaret, yang mereka salibkan adalah sebenarnya Mesias mereka. Argumennya begitu kuat sehingga 3000 orang tertikam ke hati, itulah kata yang digunakan di ayat 37. Mereka tertusuk. Dan Petrus memakai argumen yang berdasarkan ayat-ayat Perjanjian Lama. Ini model khotbah rasuli tentang kematian dan kebangkitan Kristus berdasarkan Firman.
Petrus menggambarkan hidup Kristus dalam beberapa pernyataan. Bukti pertama bahwa Yesus adalah Mesias yang dibuktikan Allah adalah melalui perbuatan ajaib, mujizat-mujizat dan tanda-tanda. Perbuatan ajaib menggam-barkan perbuatan-Nya mengenai penampilan mereka. Mujizat-mujizat menggam-barkan apa yang Dia lakukan mengenai sifat mereka. Tanda-tanda menggambar-kan apa yang Dia lakukan mengenai tujuan mereka. Dan pernyataan, “seperti yang kamu tahu,” menghukum mereka karena semua mujizat itu telah dilakukan didepan mata mereka.
Jadi dia mulai dengan hidup Kristus, dan dia menegaskan dalam satu pernyataan ringkasan kecil bahwa pelayanan Kristus yang ajaib itu adalah suatu bukti ilahi. Inilah bukti Allah bahwa Dia adalah Mesias. Jadi kita tahu hal itu, pertama, melalui kehidupan-Nya. Kedua kita tahu hal itu melalui kematian-Nya, lihatlah ayat 23, “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” Malah orang yang Allah Bapa menghormati, Anda telah mempermalukannya, Anda telah membunuh.
Yesus ini dari kota Nazaret telah diserahkan untuk mati “menurut maksud dan rencana Allah.” Rencana berarti ada desain, tujuhan dan kehendak. Itu pernya-taan kuat, itu rencana tertentu. Artinya itu telah dipertintahkan dan ditentukan, Kristus diserahkan untuk mati karena Allah telah merencanakan hal itu dan Allah memerintahkannya. Dan itu juga terjadi dengan pengetahuan Allah sebelumnya.
Kata ini dalam bahasa Inggris berarti bahwa Anda tahu sesuatu sebelum hal itu terjadi. Apakah Allah menentukan perintah ini karena Dia melihat dalam sejarah dan tahu sesuatu akan terjadi? Tidak. Jadi apakah artinya? Ini berarti itu ditentukan sebelumnya. Ini berarti bahwa Allah sanggup menjadikan segala sesuatu melalui kuasa pemeliharaan dimana Dia memakai segala sesuatu dan semua orang untuk mencapai kehendak-Nya dan rencana-Nya di masa depan. Keputusan itu Allah menentukan di kekekalan masa lalu.
Sekali lagi pengetahuan sebelumnya adalah suatu tindakan. Allah menentukan bahwa Tuhan adalah Domba Allah, tanpa cacat, yang akan mengorbankan darah-Nya sebagai harga penebusan. Di Roma 11:2 dikatakan, “Allah tidak menolak umat-Nya yang (dipilih-Nya) diketahui sebelumnya.” Itu konsep yang sama. Roma 9, Roma 10 dan Roma 11 semua membicarakan pemilihan. Allah memilih secara khusus, dan Allah memilih berdasarkan akhir yang sudah Dia tentukan.
Petrus mengatakan di KPR 2 bahwa kematian Tuhan bukan terjadi kebetulan. Bagaimana Yesus dapat menjadi Mesias jika Dia membiarkan diri-Nya dibunuh di tangan orang-orang Romawi? Bagaimana Dia bisa menjadi Mesias jika Dia ditolak oleh pemimpin-pemimpin umat-Nya? Jadi Petrus mengatakan: itu bukan keputusan orang-orang Roma. Itu selalu adalah keputusan Allah secara kekal. Tidak pernah ada waktu dimana Allah melihat ada informasi baru dan karena itu Dia bertindak. Tidak, segala sesuatu yang diperintahkan Allah adalah kekal.
Jadi orang-orang Yahudi harus merubah pikiran mereka secara dramatis. Kematian Yesus adalah rencana Allah. Dan ini meluncurkan semua khotbah rasuli kepada orang-orang Yahudi. Dan itulah yang dikhotbahkan sepanjang Kisah Para Rasul. Kristus, sang Mesias harus menderita dan mati. Jika mereka kenal Perjanjian Lama, mereka pasti tahu bahwa Mesias telah ditentukan untuk mati. Bukankah Yesus memberitakan hal itu kepada murid-murid-Nya di perjalanan ke Emaus? Bukankah Dia melihat kembali kepada Musa dan Hukum Taurat dan nabi-nabi dan berbicara tentang hal-hal Kristus?
Lihat lagi ayat 23, “Yesus yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.” Dengan kata lain, kalian semua menyalibkan Yesus dan membunuh-Nya dengan tangan bangsa-bangsa durhaka. Kalian, orang-orang Yahudi adalah yang menghasut. Kamu semua bertanggung jawab bersama dengan mereka dalam pembunuhan-Nya. Itulah Pilatus, Herodias, orang-orang Roma dan orang-orang Yahudi.
Disini terdapat penyandingan ini dari kedaulatan ilahi dan tanggung jawab manusia, benar? Faktanya bahwa kita telah diplih dan dipanggil dan dihidupkan kembali secara rohani itu adalah suatu mujizat besar dari Allah. Namun pada saat yang sama, kita bertanggung jawab atas iman dan ketidakpercayaan dan kita semua bertanggung jawab atas hal itu. Penulis-penulis Firman Allah ketika mereka menyatukan kedua hal ini, terinspirasi Roh Kudus. Orang-orang kadang menanyakan bagaimana kedua hal itu dapat diselaraskan. Mungkin hal itu mustahil dalam hidup ini.
Dalam semua khotbah alkitabiah harus ada hukuman ini, dan bukan saja untuk dosa-dosa kecil. Anda masuk ke neraka bukan karena Anda tidak mengikuti hukum Taurat Musa, Anda masuk neraka karena Anda menolak Yesus Kristus. Itulah dosa terbesar. Jadi Petrus, si pengkhotbah, dengan berani menuduh para-pendengarnya bahwa mereka membunuh sang Mesias. Yesus bukan korban. Ini semua adalah rencana Allah, namun Anda tetap bersalah.
Kemudian, mulai dengan ayat 24, Yesus dinyatakan sebagai Mesias oleh karena kebangkitan-Nya, ini sekarang menjadi makna pemberitaan ini dan tema utama khotbah rasuli ini. Ayat 24, “Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepas-kan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.” Kebangkitan-Nya juga ditentukan sebelumnya dan di perintahkan Allah. Petrus mengatakan, “Kalian membunuh-Nya namun Allah membangkit-kan-Nya.” Sepanjang khotbahnya Petrus mementingkan perbedaannya Allah memperlakukan Yesus dan bagaimana Israel memperlakukan Yesus.
Petrus menghubungkan khotbahnya dengan nubuatan Perjanjian Lama di Mazmur 16. Dan ini menjadi pola pembicaraan diantara para rasul untuk kembali kepada Mazmur 16:8-11. Ayat-ayat 25-28 mengutip itu, “Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, 27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.”
Jadi meskipun Daud menulis Mazmur itu, dia menulisnya dalam orang pertama sebagai kata-kata yang akan diucapkan Kristus sendiri. Orang Yahudi memikir mungkin ini kesaksian Daud dalam orang pertama akan harapannya dia dapat lolos dari kematian. Namun tidak ada seorangpun yang mengklaim bahwa Daud bangkit dari antara orang mati. Mereka semua tahu dimana kuburannya. Kebangkitan rohaninya terjadi ketika dia meninggal di hidup ini dan dia masuk ke dalam hadirat Tuhan, dan kebangkitan tubuhnya masih menunggu penggenap-an Daniel 12, ketika orang-orang percaya dari Perjanjian Lama akan dibangkit-kan di masa depan.
Ayat 29, “Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini.” Yang saya baca adalah kesaksian Mesias waktu Dia menyatakan di ayat 25, “Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.” Memang ada waktu gelap di kayu salib. “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau mening-galkan Aku? Namun setelah semuanya selesai Dia mengatakan, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Allah tidak meninggalkan-Nya. Ayat 26, “Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram.”
Ayat 28, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.” Aku akan berjalan melalui kematian dan keluar di sisi lain ke dalam hadirat-Mu. Engkau tidak akan meninggalkan Aku. Dia mengacu kepada diri-Nya di ayat 27 sebagai orang Kudus-Mu, nama terkenal bagi Mesias. Setiap detail dari kematian Mesias telah disediakan di Perjanjian Lama. Dan janji kebangkitan-Nya datang melalui Daud. Dan semua orang tahu bahwa Mesias itu adalah keturunan Daud. Ibunya Maria dan bahkan bapa-Nya adalah keturunan Daud.
Ayat 30-31, “Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. 31 Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan.” Siapakah sang Mesias? Orang yang datang pada zaman Mesias dan yang bangkit dari antara orang mati. Jadi hanya ada satu kemungkinan. Ayat 32, “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi.” Kesimpulan satu-satunya adalah bahwa Yesus adalah Mesias.
Petrus menjelaskan satu aspek lain dari Mesias yaitu kenaikan-Nya. Ayat 33, “Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.” Kenaikan-Nya terdapat di KPR 1:9. Mereka ada disitu, menyaksikan kenaikan-Nya. Dan setelah Dia ditinggikan sampai berada di sebelah tangan kanan Allah dalam sekejap mata, setelah menerima dari Allah Bapa janji Roh Kudus, Dia mencurahkan apa yang kalian telah lihat dan dengar.
Ini semua terjadi karena Mesias kembali kepada kemuliaan-Nya. Dan Petrus mengacu kepada mazmur Daud lain untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias karena kenaikan-Nya. Ayat 34-35, “Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: 35 Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.” Itu adalah perkataan Allah Bapa kepada Allah Anak, sang Mesias, “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.” Itu datang dari Mazmur 1:10, dimana Allah Bapa mengatakan kepada Tuhan, keduanya sama secara esensi dan alamiah. Satu anggota Trinitas berbicara dengan yang lain.
Ayat 36, kesimpulan-Nya, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Petrus tidak menyalahkan orang-orang Romawi. Dia mengatakan kalian harus tahu bahwa kaum Israel yang melakukan ini. Mahkamah Agung menolak-Nya sebagai penghujat dan menghukum mati Dia. Kalian ikut serta, kalian berteriak untuk darah-Nya. Kalian menyalibkan-Nya. Pada waktu pembaptisan-Nya Dia diumumkan Dia Mesias. Dan itu ditegaskan oleh kenaikan-Nya dan pengiriman Roh Kudus.
Dan apakah Anda menyadari bahwa ini semua bukan perkataan Petrus? Kembalilah ke ayat 22, “seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan perbuatan hebat dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah.” Ayat 23, “Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana Allah.” Dan juga Allah Bapa mengatakan kepada Allah Anak, “Duduklah di sebelah kanan-Ku.” Ini semua pekerjaan Allah.
Ini membawa kita kepada ayat 37, “Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat tertusuk (bukan terharu), lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Kata tertusuk atau tertikam hanya digunakan disini di Perjanjian Baru. Kekuatan argumentasi bukan saja suatu wawasan pintar. Itu adalah kekuatan luar biasa dari bukti kesaksian dan Firman Tuhan. Kata itu secara harfiah berarti ‘menembus dengan alat tajam.’ Namun secara metaforis itu adalah kesakitan mendadak dan akut. Mereka menghadapi realitas: Kita telah bunuh Mesias. Dan itu menyebabkan realitas lain: ketakutan akan murka Allah.
Tanggung jawab pertama dan utama dari semua khotbah injil adalah kebenaran Firman Tuhan dan karena itu menyebabkan penghakiman sakit yang luar biasa dan ketakutan, yang kebanyakan sudah dihilangkan dari berbagai macam khotbah injil di masa kini. Pada saat ini pada pertama kali kita melihat anugerah yang mengagumkan muncul di dalam khotbah rasuli. Ayat 38, “Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.” Jadi mereka yang menerima firman-Nya dibaptis dan pada hari itu ditambahkan 3000 jiwa.
Apakah Anda merasa tertusuk? Atau Anda tidak terpengaruh kepercayaan Anda sebenarnya? Facts and Trends yang diterbitkan Life Way mengatakan dan saya kutip Barna.org, “56% dari semua anak-anak Millennial yang lahir diantara tahun 1984 dan 2002 percaya bahwa Yesus berdosa, dan ini melebihi semua generasi lain. Dan bahkan orang millennial yang telah memiliki hubungan pribadi untuk percaya Kristus mereka tidak percaya bahwa Yesus adalah jalan ke surga.” Banyak orang disekitar kita terhilang dan mereka percaya apa yang dipercayai kebanyakan orang Yahudi 2000 tahun yang lalu. Apakah Anda mengabarkan injil? Marilah kita berdoa.