Sep 29, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Dirusak Doktrin Palsu
29 September 2019

Inilah satu-satunya wahyu langsung dan tertulis dari Allah yang kita miliki. Semuanya terkandung dalam enam puluh enam buku dalam Alkitab: 39 dalam Perjanjian Lama, 27 dalam Perjanjian Baru. Janganlah ada orang yang menghilangkan apa pun darinya atau menambahkan apa pun padanya, atau "mereka akan ditambahkan tulah yang tertulis di dalamnya." Dan itulah yang terjadi di gereja Galatia. Galatia adalah sebuah wilayah yang berada di bawah kekuasaan Romawi.

Paulus menulis surat ini kepada semua gereja di Galatia karena guru-guru palsu telah mengunjungi mereka dan memberitakan Injil palsu. Dia langsung tahu bahwa jemaat akan diserang, dan ada beberapa yang akan tergoda oleh guru-guru palsu ini. Jadi Paulus menulis surat ini untuk menghadapi apa yang sedang terjadi. Dalam dua bab pertama, ia membela otoritas kerasulannya sebagai rasul yang dipanggil oleh Kristus, yang diajar oleh Kristus, dan yang diutus oleh Kristus.

Kemudian di Galatia 3 dan 4 dia menjelaskan kebenaran Injil itu. Nah apa yang dikatakan oleh para guru palsu ini pada dasarnya adalah: kasih karunia tidak cukup, salib tidak cukup, Roh Kudus tidak cukup. Anda tidak dapat masuk ke kerajaan Allah kecuali Anda disunat dulu dan mematuhi Hukum Musa. Mereka menambahkan karya kepada anugerah dan karya kepada iman. Paulus terkejut sekali dengan pembelotan mereka.

Galatia 1:6-8, “Aku heran, bahwa kamu begitu cepat berbalik dari pada Dia, yang telah memanggil kamu oleh anugerah Kristus, dan mengikuti suatu injil lain, 7 yang sebenarnya bukan Injil. Memang ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. 8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” Paulus mulai dengan mengutuk siapa saja yang memberitakan Injil palsu.

Ini adalah bagian Alkitab yang kuat karena Paulus merangkul Tritunggal - Anak, Roh, dan Allah Bapa - dan pada dasarnya mengatakan, “Karena disihir oleh Injil palsu, atau tambahan palsu pada Injil, Anda telah mempertanyakan karya Anak Allah, Roh Kudus dan Allah Bapa.” Dengan kata lain, “Anda telah menyerang surga yang paling tinggi.” Ini adalah serangan habis-habisan terhadap Allah Tritunggal.

Memang ada banyak orang percaya sejati di gereja-gereja di Galatia yang disihir. Mereka adalah orang-orang percaya sejati menurut Galatia 3:26-29, “Sebab kalian semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Kristus Yesus. 27 Dan kalian semua yang dibaptis dalam Kristus secara rohani telah mengenakan Kristus.” Dan ayat 29, “Karena kalian adalah milik Kristus, maka kalian juga adalah keturunan Abraham, ahli waris menurut janji itu.”

Dia mengatakan kepada mereka, dalam ayat 3, “Setelah memulai dalam Roh.” Itulah pekerjaan Roh Kudus, karya regenerasi. Pertama, karya keyakinan; kemudian karya pemberian kehidupan baru, regenerasi, kelahiran baru. Kamu mulai dengan kelahiran baru. Anda mulai dalam kuasa Roh. “Apakah Anda sekarang disempurnakan oleh daging?” Apakah Anda begitu tersihir sehingga Anda berpikir bahwa pekerjaan Roh itu tidak lengkap?

Orang-orang Yudaizer mengatakan, “Keselamatan ada di dalam Kristus, keselamatan itu adalah oleh anugerah dan oleh iman, tetapi juga dengan perbuatan. Anda harus disunat seperti yang ditentukan dalam Hukum Musa. Anda harus memelihara upacara dan hukum Musa.” Dan itu selalu suatu dusta yang mengganggu gereja dan orang percaya sejati. Sekarang masalahnya bukan para Judiazer, tetapi agama-agama palsu, sekte-sekte palsu dan guru-guru palsu yang menyihir Injil itu.

Mungkin Anda tidak pernah berpikir bahwa orang percaya sejati dapat disihir. Tetapi setiap peringatan dalam Perjanjian Baru, setiap peringatan tentang guru-guru palsu dan doktrin palsu adalah asumsi bahwa orang percaya dapat disihir. Setiap perintah untuk berpegang pada kebenaran, menjaga kebenaran, memberitakan kebenaran dengan benar juga didasarkan pada asumsi kita bisa saja disihir. Iya, orang percaya bisa saja tergoda untuk percaya dusta.

Sihir itu berasal dari mereka yang mengakui Injil, menerima Injil, dan kemudian menambahkan pekerjaan pada Injil. Paulus mengantisipasi hal ini dalam Kisah Para Rasul 20:29-30, “Sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kalian dan akan menyerang jemaat. 30 Bahkan dari antara kalian sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu akan berusaha menarik murid-murid untuk mengikuti mereka.”

Semua peringatan itu, semua perintah untuk kesetiaan menganggap bahwa kita dapat disihir. Dan saya hanya akan mengatakan, bahwa sebagian besar gereja di masyarakat kita telah disihir. Sebagian besar pemimpin gereja disihir. Pada intinya, mereka mungkin percaya kepada Injil yang benar, tetapi mereka telah membiarkan begitu banyak hal ditambahkan ke dalam Injil untuk merusak Injil sehingga mereka disihir.

Ini bukan hanya masalah di jemaat. Ini adalah masalah pendeta. Terlalu umum bagi para pemimpin dan pendeta Kristen di tempat-tempat yang memiliki pengaruh besar dimana mereka sendiri tersihir tentang Injil, bahkan Injil yang menyelamatkan mereka. Tugas pendeta adalah untuk menjaga kebenaran, untuk memberitakan kebenaran, untuk memperjuangkan kebenaran, dan untuk melindungi jemaatnya dari kesalahan doktrin yang disihir.

Sekarang perhatikanlah sebentar kata "disihir". Apa artinya itu dalam bahasa Yunani? Kata itu berarti "mempesona dengan cara yang menyesatkan." Kata itu selalu memiliki arti tambahan yang buruk. Itu berarti “berusaha untuk menyakiti seseorang dengan kebohongan atau penipuan atau janji palsu.” Itu bahkan terkait dengan mantra sihir dan sihir, dan mata jahat, dan kuasa iblis. Itu datang dari Setan.

Itu adalah kata yang sangat serius, dan Roh Kudus hanya menggunakannya sekali untuk menggambarkan bukan apa yang terjadi pada orang yang tidak percaya, tetapi apa yang terjadi pada orang percaya. Seolah-olah mereka telah disihir, bukan oleh mantra sihir, tetapi oleh doktrin palsu. Mengapa mereka rentan terhadap hal itu? Ini adalah pertempuran yang tidak pernah berakhir, karena Setan berlanjut. Dan menyihir selalu merupakan penyimpangan dari Injil yang benar, keselamatan oleh perbuatanmu sendiri.

Nah Setan hanya memiliki dua jenis serangan. Kita melihat mereka dalam Matius 13 dalam kata-kata Tuhan kita sendiri. Pertama-tama, dia dapat merebut benih Injil sebelum benih itu bisa masuk ke tanah dan menjadi produktif. Dan kita melihat hal itu di dalam perumpamaan Tuhan kita tentang tanah. Setan datang dan mengambil benih itu sebelum ada yang bisa memahaminya. Itu merusak Injil di ujung depan di mana tidak ada waktu untuk bertumbuh.

Hal kedua yang Setan lakukan adalah begitu Injil telah berakar dan kepercayaan orang mulai tumbuh dan berkembang, maka serangan kedua Setan adalah menabur benih di antara gandum: yaitu orang percaya palsu dengan Injil palsu disatukan dengan orang percaya sejati. Dan itu merusak Injil di bagian belakang dengan membawa ke dalam gereja pesan-pesan korup yang menghasilkan lalang rusak di antara gandum.

Iya, orang percaya dapat disihir. Lihatlah secara sederhana: sama seperti orang percaya dapat berdosa melawan kekudusan Allah - dan memang kita lakukan itu - mereka dapat berdosa melawan kebenaran Allah. Sama seperti orang percaya berdosa melawan kekudusan Allah, mereka juga berdosa terhadap kebenaran Allah. Ada begitu banyak kebingungan di gereja yang disihir ini sehingga itu keterlaluan. Guru-guru palsu ada di mana-mana, terutama di TV.

Paul sedih atas sihir itu dan itu selalu terjadi. Seandainya Anda dapat mengunjungi Oprah, seperti yang dilakukan oleh seorang evangelis, dan Oprah berkata kepadanya, "Apakah seseorang harus percaya kepada Yesus Kristus untuk masuk surga?" Dan dia menjawab, "Tidak," nah, Anda telah disihir. Pada suatu hari Larry King berkata, "Saya akan baik-baik saja karena ada seorang penginjil terkenal yang memberi tahu saya, oleh karena saya adalah seorang Yahudi, Allah akan memelihara saya dengan baik."

"Kalian orang Galatia bodoh," di ayat 3. Itu berarti "bebal, kecerdasan mati dan impoten. Anda tidak menggunakan pikiranmu yang dikuduskan. Kalian telah disihir. Berkali-kali Paulus menulis tentang pikiran yang dibaharui: Roma 12, Kolose 3 dan Efesus 4:23, “supaya kamu dibaharui dalam roh dan pikiranmu.” Terjemahan J. B. Phillips mengatakan, "Hai kalian orang-orang idiot, bagaimana kalian bisa begitu tolol?"

Siapakah yang mengacaukan kamu tentang Injil? ”Yah, tentu saja orang-orang Yudiazer melakukannya, dengan kata-kata mereka dan ajaran palsu mereka. Dan saya mengerti mengapa; karena disihir itu artinya sama dengan tidak menaati kebenaran. Dan kita melihat itu di Galatia 5: 7, “Kamu berlari dengan baik; siapakah yang merintangi kamu sehingga tidak menaati kebenaran?” Itulah yang sebenarnya terjadi. Jika Anda telah disihir, maka Anda tidak menaati kebenaran.

Kecuali jika akan ada gerakan kembali kepada Firman Tuhan di mimbar dan di jemaat, penyihir itu akan terus berlanjut, karena kebodohan akan terus berlanjut. Lalu Paulus melihatnya dari sudut pandang Trinitas: “Bagaimana kalian sampai ke titik ini? Ayat 1-5 membahas pembelaan Injil dengan pengalaman mereka. Kemudian dari ayat 6 hingga akhir Galatia 4, itu adalah pembelaan Injil anugerah dari Kitab Suci.

Pertama, peran Kristus. Pengalaman Anda mulai ketika Kristus diberitakan kepada Anda dalam ayat 1, “Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depan umum?” Injil itu datang kepada Anda secara terbuka, dengan jelas, kuat dan itu terjadi di depan umum. Apakah yang dikatakan Paulus? 1 Korintus 2:2, "Aku bertekad untuk tidak tahu apa-apa di antara kalian selain Kristus, yaitu Dia yang disalibkan." Apakah artinya itu?

Paulus berkhotbah bukan hanya tentang penyaliban fisik Kristus, tetapi juga tentang teologi kematian Kristus. Supaya Anda mengerti bahwa itu adalah pengorbanan pengganti untuk Anda. Anda mengerti bahwa Dia mati demi menggantikan Anda, bahwa dosa-dosa Anda diperhitungkan kepada-Nya, sehingga kebenaran-Nya dapat diperhitungkan kepada Anda. Saya memberitakan Kristus yang disalibkan kepada Anda, dan juga Kristus yang bangkit kembali. Dan kenyataannya adalah Anda percaya.

Dan secara ajaib Anda telah ditransformasikan. Sekarang bagaimana Anda dapat kembali ke Hukum Taurat, setelah Anda melihat Yesus Kristus yang secara terbuka disalibkan di depan umum, Apakah Anda mengatakan bahwa salib itu tidak perlu dan Anda harus menyelamatkan diri Anda, atau apakah Anda mengatakan bahwa salib itu tidak mencukupi, atau bahwa kematian Kristus adalah penyediaan sebagian saja, dan Anda harus menambahkannya dengan pekerjaan Anda?

Jika Anda mengatakan itu, Anda menghujat Kristus di kayu salib. Kata kerja "disalibkan" pada akhir ayat 1 adalah kata kerja pasif lengkap dalam bahasa Yunani, yang berarti itu memiliki realitas yang berkelanjutan. Itu bukan hanya disalibkan pada saat itu di masa lalu; itu penyaliban terus menerus. Mengapa? Pengaruh dan kuasa salib itu terus berlangsung. 1 Yohanes 1:9 mengatakan, “Ia masih tetap benar untuk terus menerus mengampuni dosa-dosa kita.”

Pekerjaan di salib itu tidak pernah selesai; tidak pernah berhenti. Bukannya Kristus melakukan sesuatu yang perlu bagi kita dan kemudian Dia selesai, dan sekarang kita harus meneruskan pekerjaan itu. Itu menghina Kristus. Ibrani 10:14 mengatakan, “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.” Salib itu tidak kekurangan apa pun. Keselamatan adalah hanya oleh anugerah, oleh iman saja, dan bukan oleh perbuatan kita.

Dan mereka tahu dari pengalaman pribadi, bahwa ketika mereka percaya pada Kristus yang disalibkan dan bangkit, mereka ditransformasikan. Mereka tahu itu. Mereka tahu pembenaran adalah oleh anugerah oleh iman kepada Kristus yang disalibkan, karena mereka telah melakukannya dan menerimanya. Mereka mengalami itu. Apakah pengalaman itu sia-sia? Apakah yang bisa ditambahkan orang Yudiazer atau ditambahkan orang lain kepada karya Kristus di kayu salib? Jawabnya: tidak ada sesuatupun.

Kedua, mereka bukan saja memiliki pengalaman pribadi dengan iman kepada Kristus yang disalibkan, mereka juga memiliki pengalaman pribadi dengan Roh Kudus. Ayat 2, “Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?” Iya, karena setiap orang yang percaya menerima Roh Kudus, benar? Roma 8: 9, Roh Kudus hidup dalam setiap orang percaya; Anda adalah bait suci Roh Allah.

“Tetapi jika ada orang yang tidak memiliki Roh, ia bukan milik Kristus.” Roh Kudus telah tinggal dalam kehidupan kita. Dia adalah kehidupan Allah di dalam kita. Dia masuk, mentransformasikan kita; dan kita menjadi ciptaan baru. Kita memiliki kasih baru, kasih sayang baru, dan keinginan baru. Ada hal-hal yang dulu kita sukai yang kita benci, dan hal-hal yang dulu kita benci yang kita sukai. Dan sekarang kita mengasihi saudara-saudari, kita mengasihi kebenaran, dan kita mengasihi Allah.

Apakah Anda menerima Roh melalui perbuatan Hukum atau dengan mendengar dengan iman? "Apakah jawabannya? Dengan iman. Tidak ada persyaratan yang mengatakan Anda tidak akan mendapatkan Roh Kudus sampai Anda melakukan hal-hal tertentu. Itu adalah dusta lain yang mengatakan bahwa Anda bisa menjadi orang Kristen tanpa Roh Kudus sampai Anda mencapai suatu tingkat kerohanian tertentu. Setiap orang percaya memiliki Roh Kudus. Jadi pekerjaan Kristus adalah pekerjaan yang sudah selesai.

Ayat 3, “Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang disempurnakan oleh daging?” Dengan kata lain, apakah pekerjaan Kristus hanya sebagian saja dan kamu harus menambahkan bagian yang penting? Dan apakah kehadiran Roh Kudus hanya sebagian saja dan Anda harus menambahkan sesuatu; dan dalam kedua kasus, bagian penting adalah sesuatu yang dihasilkan oleh dagingmu? Pekerjaan Kristus sudah lengkap, dan kehadiran Roh Kudus lengkap juga.

Hukum Taurat tidak menambahkan apa pun pada pekerjaan Kristus, Hukum tidak menambahkan apa pun pada pekerjaan Roh Kudus.” Ayat 5, “Apakah Anda mengalami Kristus tanpa hasil? Apakah Anda mengalami Roh Kudus tanpa hasil? ”Dan bagaimana dengan Alah Bapa? Ayat 5, “Jadi apakah Ia, yang menganugerahkan Roh kepada kamu dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena mendengarkan dengan iman?”

Ini berbicara tentang Allah Bapa. Karena dalam Lukas 11:13 dan dalam Yohanes 14:16 dan 26, dua kali, Yesus berkata, "Ketika aku pergi, Allah Bapa akan mengutus Roh." Jadi di ayat 5, “apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu” - itu adalah Allah Bapa. Bapa adalah yang memberi Anda Roh itu. Anak Allah melakukan pekerjaan yang lengkap untuk Anda, demikian pula Roh Kudus dan Allah Bapa melakukan pekerjaan yang lengkap untuk Anda.

Anda telah mengalami kuasa Injil dan mengalami kuasa Roh Kudus dalam kehidupan Anda. Anda telah mengalami kuasa Allah Bapa dan Anda telah hidup dalam kekuatan Trinitas itu. Dengan mengatakan bahwa semua ini tidak cukup adalah penghujatan. Itu mengurangi pekerjaan Kristus dan Roh Kudus dan pekerjaan Allah Bapa dalam mujizat kelahiran baru ini. Mereka melakukan semuanya dengan sempurna. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu