Aug 04, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Pertobatan
4 Agustus 2019
Kecuali kita belajar apa artinya bertobat, kita tidak akan melihat gerakan ajaib Allah di dalam gereja. Secara pribadi kita harus belajar mempraktikkan pengakuan yang pada akhirnya membawa kita pada pertobatan. Jadi marilah kita hari ini fokus pada pertobatan itu. Pesan Yohanes Pembaptis berfokus pada pertobatan. Yang dia khotbahkan adalah bertobat, bertobat dan bertobat! Dan dalam musim itu dia juga membaptiskan Yesus. Ingatlah, Yesus waktu itu berada di padang belantara selama 40 hari.

Allah mulai menunjukkan kepada kita bagaimana caranya Yesus menghadapi pencobaan. Allah menunjukkan kepada kita di mana otoritas itu dan dari mana kekuatan kita berasal. Dan Yesus keluar dari itu dan mengkhotbahkan khotbah umum-Nya yang pertama di Markus 1:15, “Yesus datang ke Galilea, memberitakan Injil Kerajaan Allah, 15 dan berkata, “Waktunya telah genap, dan Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah Injil.”

Kata 'bertobat' adalah kata yang digunakan saat itu meskipun itu adalah istilah militer. Kata itu berarti perubahan total dalam hidup atau kesalahan. Dan orang itu tidak bisa percaya Injil kecuali ada pertobatan. Itu adalah langkah iman. Itu tidak berarti Anda melakukannya dengan benar, dan itu tidak berarti bahwa Anda adalah orang percaya yang sempurna. Bahkan itu tidak pernah terjadi. Tetapi itu berarti dimana ada pertobatan ada langkah menuju kepada Kristus.

Yesus mengatakan ini sendiri, dan jika Anda tidak percaya kepada Kristus dari Alkitab, Anda tidak bisa percaya pada Injil. Pertobatan dalam militer itu berarti berbalik total. Bayangkan seorang pria atau wanita militer berbaris ke satu arah dan berbalik dan kembali ke arah berlawanan. Itulah arti kata bertobat itu. Pertobatan adalah langkah pertama menuju Injil, tetapi itu jauh lebih dari itu.

Pertobatan dirancang untuk menjadi bagian alami dalam kehidupan orang percaya. Itulah hubungan dengan Allah di mana ketika kita mengaku dosa dalam hidup kita, kita berbalik dan kita bergerak ke arah yang berlawanan. Itu adalah pertobatan dan itu menunjukkan bahwa kita memiliki hubungan yang sehat dengan Allah. Ada banyak orang yang memiliki pengalaman keagamaan yang pahit. Jadi kita tidak ingin ada hubungan dengan Allah karena kita tidak pernah sungguh-sungguh bertobat.

Bangsa Israel telah memutuskan bahwa kehendak Allah bagi mereka adalah kebenaran yang dihasilkan sendiri. Semua yang Allah inginkan adalah hal yang legalistik, di mana Anda menunjukkan sikap kasih dari luar ini, tetapi bukan apa yang ada di dalam hati Anda. Dan dengan cara itu Anda menghasilkan jenis kebenaran diri sendiri. Dan seluruh sistem legalisme itu dipertahankan oleh orang-orang yang dikenal sebagai orang Farisi. Tetapi Allah mementingkan pertobatan batin.

Yesus berkata, apakah Anda pikir Anda akan menyenangkan Allah dengan mematuhi semua aturan ini? Bahkan jika Anda telah memikirkan hal-hal ini di dalam hati Anda, Anda sudah melakukannya dan berdosa. Anda tidak sanggup mematuhi hukum-hukum Allah. Roma 3:20 mengatakan, “Tidak seorangpun dapat dibenarkan oleh karena perbuatan kedagingan atau perbuatan hukum,” Anda tidak mungkin dibenarkan oleh perbuatan. Efesus 2:9 berkata, "Itu bukan hasil pekerjaanmu, jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Karena setelah Anda bertobat, hati Anda berubah, pikiran Anda berubah, dan hidup Anda berubah. Dan kita mulai melihat hal-hal Allah dalam cahaya yang sama sekali berbeda. Pernahkah ada waktu dalam hidup Anda di mana Anda bertobat? Anda berbalik dari gereja tetapi sekarang setelah pertobatan segalanya berubah. 2 Korintus 5:17 mengatakan, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu; semua hal telah menjadi baru.”

Itu adalah keselamatan sejati! Apa pun yang kurang dari itu hanya membuat Anda merasa kosong dan tidak terpenuhi. Itu membuat Anda benci hal-hal dari Allah, itu membuat Anda membenci gereja dan membenci pendeta. Dengarkanlah apa yang dikatakan Dietrich Bonhoeffer, “Kurangnya pertobatan adalah akar penyebab tidak ada kuasa di gereja di zaman materialistis dan memanjakan diri ini. Tidak mungkin ada kekuatan spiritual di gereja yang tidak bertobat.”

Ini sangat relevan, karena pertobatan tidak pernah menjadi tua. Pertobatan tidak pernah menjadi sia-sia, karena pertobatan tidak pernah menjadi sesuatu yang bisa kita singkirkan. Itu selalu akan menjadi salah satu kebutuhan terdalam dari setiap orang dan dari gereja dan dari dunia kita. Dan selama kita hidup kita perlu terus menerus bertobat karena kita terus berbuat dosa. Jadi kunci dasar untuk benar-benar memeluk Injil adalah pertobatan.

Jika itu ada di dalam khotbah pertama Yesus Kristus, itu benar-benar penting bagi gereja, benar? Jadi marilah kita menjelaskan sesuatu. Untuk memahami dengan lebih baik apa itu pertobatan, marilah kita pelajari apa yang bukan pertobatan. Mengakui beberapa hal yang telah Anda lakukan salah selama hidup Anda dan mengaku hal itu kepada seorang imam bukanlah pertobatan. Jadi marilah kita lihat beberapa contoh. Pertobatan itu bukanlah rasa bersalah.

Setan telah menipu sebagian besar gereja dengan membiarkan mereka berpikir bahwa jika ada rasa bersalah atas apa yang telah mereka lakukan dalam hidup mereka itu adalah pertobatan dan mereka baik-baik saja dalam hubungan mereka dengan Allah. Itu benar-benar salah. Rasa bersalah mengatakan saya menyesal atas konsekuensi tindakan saya, tetapi saya tidak menyesal atas dosa itu sendiri. Itulah kesedihan duniawi, yang menghasilkan kematian. (2 Korintus 7:10)

Rasa penyesalan seperti itu hanya membawa kematian bagi kita, kematian bagi jiwa kita, dan kematian bagi roh kita, tetapi Allah ingin Anda mempunyai kehidupan. Yesus berkata dalam Yohanes 10:10, “Aku datang, supaya mereka memiliki hidup, dan memilikinya dalam segala kelimpahan.” Allah ingin Anda memiliki gairah dalam hidup Anda. Allah ingin supaya hatimu berkobar-kobar untuk hal-hal Allah. Allah ingin Anda mengasihi hal-hal yang Dia kasihi.

Allah ingin supaya Anda berjalan bersama-Nya dengan sukacita, kedamaian, dan kepuasan yang luar biasa. Bukan karena Anda akan melakukan apa yang ingin Anda lakukan, tetapi karena Anda tahu bahwa Anda telah berada di hadirat Allah. Lihatlah anak yang hilang, dia menyesal, tetapi jika dia tidak meninggalkan kandang babi itu, tidak akan terjadi apa-apa. Jika tidak ada perubahan dalam hidupnya, ia akan tinggal bersama babi-babi itu dengan penyesalannya.

Dia harus keluar dari kandang babi itu dan pulang ke rumah ayahnya. Penyesalan tidak cukup untuk menjadi pertobatan. Penyesalan adalah fokus pada diri Anda sendiri, tetapi pertobatan adalah berfokus kepada Allah. Dengan pertobatan kita mengakui kekudusan Allah. Kita mengakui betapa kita bersikap duniawi dan kita melihat diri kita sendiri dalam terang Allah yang indah dan mengagumkan ini yang mengarahkan kita kepada pertobatan yang kudus dan alkitabiah.

Pertobatan bukanlah penyesalan. Saya pikir sebagian besar dari kita memiliki penyesalan dalam hidup kita. Kita tahu ada hal-hal yang seharusnya kita lakukan lebih baik. Sebagai orang tua saya tahu ada hal-hal yang saya harap dapat saya tangani dengan lebih baik. Tetapi pertobatan bukanlah penyesalan. Bukannya aku berharap aku bisa menjalani hidupku kembali, atau aku berharap aku tidak melakukan itu. Dengarkanlah, apa yang sudah dilakukan sudah selesai dan kita tidak bisa mengambilnya kembali.

Yudas menyesal, tetapi dia tidak memiliki pertobatan. Bahkan Alkitab mengatakan bahwa Yudas gantung dirinya, tetapi apakah itu pertobatan? Saya tahu itu tidak. Beberapa orang berdebat apakah Yudas bertobat atau tidak. Tapi di sini ada orang yang menunjukkan pada akhir hidupnya bahwa dia hanya menyesal. Dan tanpa pertobatan sejati tidak ada tempat di surga baginya. Dan melalui pertobatan sejati selalu akan ada pengampunan Allah.

Pertobatan bukanlah reformasi. Reformasi mengatakan saya akan hidup lebih baik. Saya akan hidup benar. Saya akan memperbaiki beberapa hal dalam hidup saya. Saya akan mengubah hal-hal yang akan saya lakukan. Apakah kamu tahu apa itu? Itu adalah berusaha dengan perbuatan untuk memperoleh keselamatan. Itu mengatakan bahwa saya akan memperbaiki hidup saya, saya akan mencoba melakukan beberapa hal yang akan menyenangkan Allah dengan kekuatan saya sendiri dengan cara saya sendiri.

Jika Anda dapat mereformasi hidup Anda, mengapa perlu ada salib? Mengapa Yesus harus mati di kayu salib? Mengapa Yesus Kristus harus dipukuli sampai tidak bisa dikenali dan menderita serta diejek oleh dunia di salib itu sampai Ia mati? Mengapa Dia harus dimakamkan di kuburan itu dan kemudian Allah harus membangkitkan Dia dalam 3 hari, jika Anda bisa mereformasi diri Anda sendiri? Apakah artinya memiliki hubungan yang benar dengan Allah?

Pertobatan bukanlah agama. Dunia ini penuh dengan agama. Ada orang di seluruh dunia saat ini yang berkumpul untuk menjadi religius. Dan mereka mempraktikkan agama yang mungkin termasuk rasa bersalah, penyesalan dan reformasi. Jika mempraktikkan agama dapat menyelamatkan kita, mengapa salib diperlukan untuk keselamatan? Mengapa Yesus harus menderita begitu banyak? Bangunan di seluruh dipenuhi orang-orang yang hatinya kosong.

Lebih penting bahwa orang-orang ini diisi dengan sesuatu daripada kosong. Yang dilakukan oleh semua agama adalah mendorong Anda lebih dalam ke dalam lubang. Di sisi lain, hubungan dengan Yesus Kristus akan menyebabkan jiwa Anda berkobar-kobar. Itu akan membawa sukacita bagi hidup Anda, hasrat, dan tujuan hidup Anda. Dan Anda tidak perlu mengikuti tren budaya minggu depan. Jika Anda mengarahkan mata Anda kepada Yesus Anda akan tahu bahwa Dialah satu-satunya harapan Anda.

Lihatlah Mazmur 51:1-12, “Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih sayang-Mu; hapuskanlah pelanggaran-pelanggaranku sesuai dengan anugerah-Mu yang besar. 2 Basuhlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan bersihkanlah aku dari dosaku. 3 Karena aku mengakui pelanggaranku, dan aku senantiasa bergumul dengan dosaku. 4 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa,”

“dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam keputusan-Mu, dan tidak bercela dalam penghakiman-Mu. 5 Lihatlah, aku dilahirkan dalam kedurhakaan, dan dalam dosa aku dikandung ibuku. 6 Lihatlah, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan di bagian tersembunyi Engkau membuat saya mengetahui kebijaksanaan. 7 Bersihkanlah aku dengan hisop, dan aku menjadi tahir; basuh aku, dan aku menjadi lebih putih dari salju.”

“8 Buatlah aku mendengar sukacita dan kegembiraan, biarlah tulang-tulang yang telah Kauremukkan dapat bersukacita kembali. 9 Sembunyikan wajah-Mu dari dosa-dosaku, dan hapuskanlah semua kesalahanku. 10 Ciptakan di dalam diriku hati yang bersih, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh. 11 Janganlah membuang aku dari hadirat-Mu, dan jangan mengambil Roh Kudus-Mu dari saya. 12 Kembalikanlah padaku sukacita keselamatan dari pada-Mu, dan topanglah aku dengan Roh-Mu yang murah hati.”

Allah telah merubah saya dan semakin tua usiaku, saya menyadari bahwa pengakuan dosa saya masih kurang. Saya tidak bisa menyamaratakannya, saya harus lebih spesifik tentang dosa-dosa saya. Seringkali kita memperlakukan pertobatan seolah-olah kita hanya perlu mengakui bahwa kita telah gagal meringankan rasa bersalah kita. Tetapi jika kita memperhatikan Mazmur 51, apakah yang dikatakan Alkitab tentang pertobatan itu? Pertobatan adalah berbalik menjauhkan diri dari dosa dan berpaling menuju ke arah Allah.

Sekarang bukakanlah hatimu, apakah itu pengalamanmu ketika Anda memikirkan pertobatan? Apakah Anda berbalik menjauhkan diri dari dosa dan berbalik menuju kepada Allah? Apakah Anda tahu bahwa pertobatan membina sukacita yang dalam? Mengapa? Karena Roh Kudus menginsafkan kita akan dosa. Allah tidak mengizinkan saya berada terlalu lama dalam dosa. Dia berurusan dengan saya secara teratur. Karena setiap pagi waktu saya membuka Alkitab, Allah mulai berbicara kepada saya.

Dan itu sering menyadari saya bahwa saya butuh pertobatan. Jadi bagaimana kita bertumbuh dalam sukacita itu? Bagaimana kita bisa dapat pola pertobatan itu? Nomor satu: miliki dosamu. Di sinilah siklus pertobatan dimulai. Dalam tiga ayat pertama Mazmur 51, Daud mengakui dosanya. David mengaku bahwa ini semua adalah kesalahannya, perbuatannya, perkataannya dan ketika itu tidak sesuai dengan Firman Allah, dia bersalah. Saya harap bahwa gereja modern juga dapat menerima itu.

Tidak peduli gairah apa yang kumiliki, jika itu tidak setuju dengan Firman Allah, saya bersalah. Pelanggaran berarti pemberontakan yang disengaja melawan Allah. Kita semua tahu apakah dosa itu, tetapi kebanyakan kita memilih untuk tidak mengakuinya, benar? Alkitab mengatakan dalam 1 Yohanes 1:8, bahwa jika kita berkata kita tidak memiliki dosa, kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Orang seperti apa kamu? Apakah Anda jujur atau banyak berbohong?

Daud menggunakan kata ‘kesalahan’ yang adalah suatu perubahan dari apa yang seharusnya dilakukan. Dia mengatakan bahwa ini adalah dosa pilihannya. Orang-orang suka menyimpangkan kebenaran, mereka katakan itu tidak sengaja dilakukan. Dan orang seringkali merubah beberapa hal sehingga mereka tidak terlihat terlalu buruk. Dan kemudian ada kata dosa yang berarti tidak mengenai sasaran yang ditetapkan Allah. Contohnya adalah lalai melakukan apa yang diperintahkan Allah.

Apakah sasaran itu? Itu adalah rencana Allah, itu rancangan Allah. Itu bukan disain kita, itu adalah milik Allah. Kita tidak bisa memperkecil atau memaafkan tindakan kita, Daud mengakunya. Jadi apakah yang kita harus lakukan? Kita harus menyadari bahwa proses pengudusan kita sedang berlangsung dan kita perlu bertobat. Nomor dua: akuilah dosamu. Ingatlah 1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil untuk mengampuni segala dosa kita dan untuk menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Kita membutuhkan rutinitas pengakuan dosa yang sehat dan teratur. Anda tidak perlu datang ke gereja dan duduk di belakang layar dan mengaku dosamu kepada seorang imam. Alkitab mengatakan bahwa ada satu penengah di antara Allah dan manusia dan itu adalah Yesus Kristus. Dan jika Anda memiliki hubungan dengan Kristus Yesus, apa yang Anda perlu lakukan hanyalah curhat dan berbicara kepada-Nya.

Yesus selalu rela mendengar. Dia sudah tahu persis apa masalah Anda. Jangan merasa malu, Dia menyaksikan Anda melakukan dosa apa pun yang Anda ingin akui. Malah, ketika Dia disalibkan dengan paku-paku yang dipukul ke dalam tubuh-Nya, Dia melihat apa yang Anda lakukan. Dan Dia tetap mengasihimu. Dia mengasihi Anda bukan karena Anda terlihat hebat di media sosial, di mana Anda menciptakan gambar duniawi keren tentang dirimu.

Yesus tahu segalanya. Dan meskipun begitu, Dia tetap mengasihimu. Dan Anda tidak perlu mengantri untuk memberi pengakuan. Pada saat Roh Kudus berurusan dengan hati Anda, saat Anda menyadari bahwa Anda telah berdosa, beritahukanlah semuanya kepada Yesus. Pertobatan selalu sulit dan kesulitan bertumbuh semakin besar dengan penundaan. Tahukah Anda mengapa beberapa dari kalian jarang bertobat?

Karena Anda memiliki segudang penuh dosa yang belum diakui yang belum pernah Anda tangani. Dan Anda pikir jika Anda memulainya, itu akan menjadi hari yang sangat panjang. Kalau Anda mulai, perhatikanlah Allah mengangkat beban itu dari pundak Anda, perhatikanlah Dia meringankan beban Anda, dan lihatlah bagaimana Allah akan menyatukan hati Anda dengan hati-Nya. Nomor tiga, percayalah anugerah-Nya. Jangan takut. Kita dapat bersandar pada anugerah-Nya. Kasih karunia itu adalah salah satu kata terindah dalam bahasa apa pun.

Mazmur 51 dimulai dengan Daud memohon ampun kepada Allah berdasarkan apa yang dia tahu tentang karakter Allah. Bahwa Dia penuh belas kasihan, dan penuh kasih sayang. Ketika kita datang dengan penuh pertobatan di hadapan Allah, kita melakukan itu berdasarkan perjanjian-Nya dengan kita melalui Kristus. Allah tidak berubah, Dia menyelamatkan Anda dan Dia akan mengampuni Anda. Nomor empat: tolaklah godaan untuk membenarkan diri atau merasionalisasi.

Saya bertanggung jawab kepada Anda tetapi saya tidak bertanggung jawab untuk Anda. Pada suatu hari akan datang waktunya di mana saya akan berdiri di hadapan Tuhan dan saya bertanggungjawab atas semua yang saya katakan atau tidak katakan kepada gereja sebagai pendeta Anda. Dan itulah yang mendorong saya untuk bertobat sejati secara alkitabiah berulang kali. Saya ingin tetap sedekat mungkin dengan kemuliaan Tuhan. Karena semua dosa pada akhirnya adalah melawan Allah.

Nomor lima: Izinkanlah Allah untuk menghancurkan Anda, kemudian memulihkan Anda. Di sinilah orang bergumul paling banyak. Kebanyakan orang berusaha sekuat mungkin untuk menghindari kehancuran dengan cara apa pun. Pelestarian diri tampaknya menjadi dewa pilihan di dunia modern ini. Tetapi apakah itu alkitabiah? Daud berkata dalam ayat 8, “Buatlah aku mendengar sukacita dan kegembiraan, biarlah tulang-tulang yang telah Kauremukkan dapat bersukacita kembali.” Perhatikanlah apa yang dikatakan Daud,” tulang-tulang yang telah Kauremukkan.”

Daud mengerti bahwa kasih Allah cukup untuk menghancurkannya. Dan dalam kehancuran itulah Daud menengadah dan berseru kepada Allah. Jika Anda sepanjang hidup Anda hanya membangun kerajaan Anda dan melindungi diri Anda di mana Anda merasa nyaman dan bahagia dan tidak membiarkan apa pun menghancurkannya, Anda tidak akan pernah mengalami sukacita dan kegembiraan dari kasih Allah. Dengarkanlah, ketika Allah memperhadapkan kita dengan dosa-dosa kita, itu selalu menyakitkan.

Memang sangat menyakitkan untuk mengakui bahwa hati kita hancur, tetapi itulah pertobatan. Anda sendiri tidak dapat memperbaikinya. Tetapi pertobatan pada akhirnya akan menguntungkan Anda lebih dari yang pernah Anda pikirkan. Daud menulis dalam ayat 7, “bersihkanlah aku dengan hisop dan aku akan bersih, lebih putih dari salju.” Dia tahu bahwa darah saja bisa membuatnya bersih. Yang dia tidak tahu adalah bagaimana hal ini akan dilakukan. Tapi kita tahu, benar? Kita memiliki wahyu penuh dari Yesus, dan itu adalah Alkitab.

Ibrani 9:26 mengatakan, “Yesus ini, hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh pengorbanan diri-Nya.” Dengarkanlah, Yesus akan menyembuhkan Anda dan Yesus akan memulihkan Anda. Jika dosa itu tidak pahit, Kristus tidak manis. Mungkin perjuangan Anda adalah bahwa Anda tidak melihat dosamu sebagai kepahitan. Untuk menjadi gereja Allah kita semua harus bertobat setiap saat, Amin? Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu