Jul 07, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Pemberontakan di Babel
7 Juli 2019

Sekarang kita beralih ke Kejadian 11 yang berkaitan dengan Menara Babel. Allah memberi kita wahyu kritis melalui Musa tentang asal-mula segala sesuatu. Inilah alam semesta, tindakan, ruang dan materi dari asal mula waktu. Ada asal mula tata surya; ada asal mula atmosfer dan asal mula hidrosfer. Ada asal mula semua kehidupan dan ada asal mula manusia.

Ada asal mula pernikahan. Ada asal mula keluarga. Ada asal mula dosa dan asal mula rasa bersalah dan asal mula penebusan dan asal mula pengampunan. Ada asal-mula budaya, peradaban, peternakan, metalurgi dan usaha lain. Ada asal mula puisi, asal mula musik. Dan ada juga asal mula bangsa-bangsa dan asal mula bahasa-bahasa.

Semua itu mengalir melalui Kejadian 11 sehingga ketika kita tiba di Kejadian 12 ada asal mula orang-orang yang terpilih dan melalui mereka akan datang Firman Allah dan Sang Penyelamat dunia. Mulai dari Kejadian 12, seluruh Perjanjian Lama berfokus pada Israel, yaitu umat pilihan Allah. Segala sesuatu terjadi di dalam dan di sekitar negara itu dan itu diberikan kepada kita supaya kita dapat belajar dari mereka.

Dalam Perjanjian Baru, Israel gagal memenuhi tanggung jawabnya kepada Allah karena mereka dipanggil untuk menjadi saksi dunia. Untuk sementara waktu tujuan mereka disisihkan dan sebagai gantinya Allah menetapkan orang-orang pilihan baru. Mereka terdiri dari orang-orang Yahudi dan bukan Yahudi yang disebut Gereja. Dan segala sesuatu yang kemudian terjadi dalam Perjanjian Baru mulai terfokus pada dan melalui Gereja.

Jadi mulai Kejadian 12 dan seterusnya, karya penebusan Allah di dunia dilakukan melalui Israel dan melalui gereja. Nah dalam Kejadian 11 kita miliki satu-satunya catatan benar tentang asal mula bangsa-bangsa dan asal-mula bahasa melalui satu tindakan Allah saja. Alkitab mengajarkan bahwa alam semesta dan bangsa-bangsa dan bahasa semua diciptakan oleh Allah. Dunia kita tidak berubah sendirian secara evolusi melalui periode waktu yang lama.

Alkitab adalah satu-satunya catatan akurat dari semua ini. Satu-satunya catatan untuk penciptaan, satu-satunya catatan untuk air bah yang akurat. Nah, ini bukan sejarah yang lengkap. Ini singkat dan selektif, tetapi semua itu benar dan cukup untuk memahami aliran umum dan peristiwa-peristiwa monumental yang menandai kehidupan manusia purba dari Adam hingga Abraham. Maka Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera di Kejadian 9 dan mereka mulai beranakcucu.

Kejadian 10 kemudian menggambarkan perkembangan keluarga. Nuh memiliki tiga putra dan dari putra-putra itu datang berbagai putra dan cucu lelaki dan kemudian keluarga dan klan dan orang-orang dan bangsa-bangsa. Kita melacak dalam Kejadian 10 keturunan Yafet, garis Ham dan garis Sem menjadi bangsa-bangsa di bumi. Sekarang kita akan fokus pada garis keturunan Sem yang langsung menuju kepada Abram karena dia adalah orang pilihan Allah.

Kejadian 11:1-9, “Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota.”

“dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi. 5 Lalu turunlah Tuhan untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6 dan Ia berfirman: "Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.”

“7 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing. 8 Demikianlah mereka diserakkan Tuhan dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan Tuhan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.”

Nah ini adalah penjelasan yang sederhana dan langsung tentang bagaimana negara-negara berkembang di seluruh dunia dan bagaimana bahasa-bahasa itu berkembang; Allah melakukan itu dalam satu tindakan tunggal. Ini boleh dibilang merupakan suatu tragedi besar ketika umat manusia dipisahkan dan disebarkan satu sama lain setelah mereka memberontak melawan Allah. Dan kemungkinan besar kejadian Menara Babel itu terjadi tidak lebih dari 100 tahun setelah air Bah.

Kita dapat mengenali waktu itu, dengan mengidentifikasikan anak tertentu yang dilahirkan. Anak itu dinamai untuk tindakan pemisahan yang hebat ini. Kejadian 10:25, “Bagi Eber lahir dua anak laki-laki; nama yang seorang ialah Peleg, sebab dalam zamannya bumi terbagi.” Dan kita tahu bahwa Peleg lahir sekitar 100 tahun setelah air Bah. Dalam waktu 100 tahun populasi itu benar-benar dipenuhi pemberontakan dan dosa.

Jadi mereka patut dihukum. Dalam banjir itu kita lihat penghakiman dengan penghancuran. Tetapi di Babel ada penghakiman dengan dispersi. Allah memiliki banyak alasan untuk menenggelamkan seluruh peradaban ini, kecuali beberapa orang yang benar, tetapi Dia tidak melakukannya. Daripada itu Allah mencerai-beraikan mereka ke seluruh bumi dan mengubah bahasa mereka. Allah sangat bersabar dengan manusia menyangkut kehancuran dunia.

Nah ketika mereka disebarkan, anak-anak Yafet pergi ke suatu daerah tertentu dan mereka dibagi menjadi berbagai kelompok orang. Putra-putra Ham pergi ke daerah-daerah lain dan mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok lain dan putra Sem melakukan hal yang sama. Ingatlah anak-anak Yafet menjadi bangsa Indo-Eropa dari Eropa Barat melintasi Rusia, dan seterusnya melintasi Baring Straight ke Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Putra-putra Yafet akhirnya menduduki wilayah terbesar di bumi, tetapi mereka kehilangan jiwa mereka. Putra-putra Ham yang tercatat pada Kejadian 10:6-20, mendiami Afrika dan Asia hingga Timur Jauh dan beberapa dari mereka menetap di daerah sekitar Kanaan. Putra-putra Sem menetap di utara dan timur Kanaan dan dari putra Sem itulah datang Abram dan dari Abram datanglah orang-orang Yahudi dan bangsa Israel.

Allah memberikan mereka Hukum Taurat, para nabi, perjanjian-perjanjian, janji-janji, adopsi, Kitab Suci dan Sang Mesias. Allah telah memilih mereka untuk menjadi pemberita dari semua kebenaran itu ke seluruh dunia. Mereka dipilih sebagai bangsa misionaris dan cucu lelaki Sem, Eber, seperti kita lihat sebelumnya, memberikan nama Ibrani kepada orang-orang terpilih itu.

Dalam Kejadian 11: 1-4 manusia membangun apa yang diinginkannya. Ayat 5, Allah masuk dan di ayat 6-8 Allah menghancurkan apa yang dibangun manusia. Dan ayat 9 adalah ringkasan dari Musa. Perbedaannya adalah antara apa yang diinginkan manusia untuk mencapai kemuliaan diri dan pemenuhan diri, dan apa yang dilakukan Allah untuk menunjukkan impotensi dan kekosongan manusia tanpa Dia. Itulah sikap pemberontakan terhadap Allah yang digerakkan oleh ambisi dan kesombongan pribadi.

Dan yang menarik adalah bahwa lokasinya hampir sama. Sinear, dataran tempat mereka membangun Babel, sangat dekat dengan lokasi Taman Eden. Keduanya berada di lembah Mesopotamia, lembah Efrat yang lebih rendah antara Sungai Tigress dan Sungai Efrat. Jadi manusia itu kemudian dibuang dua kali dari tempat yang paling indah di dunia.

Dulu hanya Adam dan Hawa yang dibuang dari Eden, sekarang seluruh populasi dunia terlempar dari dataran Sinear. Nah ingatlah bahtera itu mendarat di pegunungan Ararat, di sebelah utara lembah Mesopotamia. Dan mereka bermigrasi ke arah selatan dan timur ke daerah subur di tanah Sinear dan mereka menetap di sana. Tetapi perintah Allah adalah untuk memenuhi seluruh dunia.

Tetapi bukan itu yang ingin dilakukan manusia. Ayat 1 mengatakan, “Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan kata-katanya sama.” Mereka semua berbicara bahasa yang sama dengan apa yang diucapkan oleh Nuh. Nah ini terjadi sekitar 1.756 tahun setelah penciptaan yang ditandai dengan kelahiran Peleg. Tetapi karena mereka berdosa dan memberontak, persatuan itu memungkinkan ada konsentrasi kejahatan yang tidak dapat diterima oleh Allah.

Dalam ayat 6 Allah berfirman, “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya, dan inilah yang mereka mulai lakukan; sekarang tidak ada apa pun yang mereka rencanakan untuk dilakukan yang akan ditahan dari mereka.” Sistem pemeriksaan dan keseimbangan di dunia adalah bagian dari anugerah umum yang diberikan Allah untuk mengendalikan kejahatan. Jadi ada orang-orang yang berani mati untuk menghentikan upaya Hitler, Stalin dan orang-orang lain.

Dan Setan mulai mengarahkan dunia ini kembali kepada satu dunia, satu agama dengan satu penguasa yang diidentifikasi dalam Alkitab sebagai si Anti-Kristus. Dan ketika itu terjadi, Kitab Wahyu akan memberi tahu kita bahwa akan ada pembantaian massal dan kematian massal. Para sosiolog dan antropolog berpendapat bahwa manusia pada dasarnya adalah baik dan ketika manusia membantai enam juta orang Yahudi, itu karena mereka dicuci otak benar-benar.

Ada kota di Polandia bernama Jedwabne di mana orang-orang Yahudi dan non-Yahudi hidup bersama secara damai selama 300 tahun. Nah pada tanggal 22 Juni 1941, Hitler ingin mengalahkan Rusia sehingga ia mengalahkan Polandia dan menduduki kota Jedwabne itu. Dan pada 10 Juli, penduduk kota non-Yahudi itu membantai 1.600 orang Yahudi di sana dalam satu hari. Yang tidak bisa mereka bunuh, mereka giring ke gudang dan menuangkan bensin ke atas mereka dan membakar mereka semua.

Kejadian ini tidak bisa dijelaskan oleh para sosiolog. Catatan sejarah menunjukkan tidak ada satu pun dari orang-orang itu dibunuh oleh tentara Jerman atau oleh tentara Nazi. Setiap orang Yahudi itu dibunuh oleh salah satu tetangganya. Dan pertanyaan yang diajukan sosiolog adalah bagaimana orang-orang dalam periode dua minggu dapat membantai tetangga mereka yang telah mereka hidup bersama secara damai selama 300 tahun dalam pembantaian seperti itu?

Orang Jerman itu hanya memberi izin kepada mereka. Orang-orang Polandia melakukannya karena mereka menginginkan pertanian mereka, peralatan pertanian mereka, perabotan mereka, uang mereka, perhiasan mereka dan semua yang mereka miliki. Itu adalah hati manusia dan itu adalah sifat dosa mereka. Tidak perlu ada cuci otak. Roma 3:15 mengatakan, "Kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.” Peristiwa Jedwabne ini adalah kesaksian tentang kebejatan hati manusia.

Itulah tepat yang akan diulangi di seluruh muka bumi pada masa pemerintahan Anti-Kristus. Yang hanya harus dia katakan adalah, "Kalian boleh melakukan-nya.” Ketika orang berdosa terkonsentrasi di bawah satu kuasa di satu tempat, kejahatan itu melimpah. Allah tahu hati manusia. Roma 3:15 mengatakan, "manusia cepat menumpahkan darah." Berilah dia izin saja. Allah tahu bahwa dosa orang-orang sesudah banjir itu sama dengan dosa orang-orang sebelum banjir.

Maka Allah mencerai-beraikan orang-orang ini ke mana-mana dan ketika mereka keluar dari bahasa yang sama, mereka mulai mengembangkan bahasa yang berbeda yang diberikan Allah kepada mereka karena Dia mengacaukan komunikasi mereka. Dan mereka berpisah dari orang-orang yang tidak bisa berkomunikasi dengan mereka. Mereka bahkan tidak mengerti apa yang sedang terjadi karena sebelumnya hanya ada satu bahasa dan satu jenis kata-kata.

Dan saat kita bergerak menuju kepada kerajaan Anti-Kristus, bahasa itu mulai menghilang. Setengah dari orang di dunia berbicara dengan satu dari 15 bahasa, atau lebih dari satu dari 15 bahasa. Sembilan puluh persen manusia memakai 100 bahasa. Kita sekarang memiliki sekitar 6.800 bahasa, dan setengah dari mereka dituturkan hanya oleh 2.500 orang atau kurang. Para ahli bahasa memperkirakan bahwa pada akhir abad ini, setengah dari bahasa-bahasa sekarang akan hilang.

"Nah Kush," yang adalah putra Ham, "memperanakkan Nimrod (Kej. 10:8);” Nama Nimrod berarti pemberontak. "dan dialah yang mula-mula berkuasa di bumi." Nah inilah seorang pemimpin. Dari semua orang yang ada di catatan Kejadian 10, dia hanya satu-satunya yang diberi gelar itu, orang yang perkasa di bumi. Dia menonjol karena perannya penting sekali di antara negara-negara yang sedang berkembang.

Jadi Nimrod bangkit untuk memimpin ribuan orang itu yang datang dari garis keturunan Nuh dan keluarganya. Dia memiliki kerajaan besar yang berpusat di tempat ini bernama Babel yang merupakan ibu kota kerajaannya di lembah Mesopotamia. Dia membangun kerajaan kejahatan, kerajaan pemberontakan, penyembahan berhala dan kesombongan, sangat mirip dengan raja Babilonia nanti yang bernama Nebukadnezar.

Jadi kemudian di kekaisaran Babel, Nebukadnezar, raja agung di zaman Daniel, masih berada di Sinear dan Babel itu hanyalah versi Babel yang lebih baru, kekaisaran dunia yang didirikan oleh Nimrod di daerah yang sama tempatnya dengan Taman Eden ini yang diciptakan oleh Allah sendiri. Dalam Kejadian 11: 3-4 kita melihat keberdosaan mereka, tindakan mereka sebagai manusia. Mereka sombong dan pemberontak, tetapi mereka juga berbakat.

Ayat empat, "Dan mereka berkata, “Marilah kita bangun bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke surga dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” Rencana mereka terdiri dari tiga fase: sebuah kota, sebuah menara dan sebuah nama. Pertama-tama mereka berkata, "Marilah bangun kota," itu tujuan sosial mereka. Menara adalah tujuan agama mereka, dan nama itu adalah tujuan psikologis mereka.

Ini adalah kota manusia pertama, setelah banjir. Kota oleh manusia, dari manusia dan untuk manusia tanpa Allah. Kita mau memiliki satu bangsa dan satu penguasa. Kekuatan jahat itu lebih besar ketika tidak ada hambatan dan tidak terkendali tanpa pemeriksaan dan keseimbangan. Kedua, mereka membangun menara. Untuk apa menara itu? Inilah hubungan mereka dengan para dewa mereka, yang menunjukkan bahwa mereka sudah mulai menyembah berhala.

Setan menyamar sebagai malaikat terang, dan para menterinya juga menyamar sebagai malaikat terang. Agama palsu adalah urusannya untuk menggantikan ibadat kepada Allah yang benar. Anda mungkin pernah mendengar kata ziggurat ini, yang ditemukan di kota-kota kuno. Itu adalah bangunan seperti tangga dimana para dewa dapat naik turun dan dapat berhubungan dengan manusia. Bahkan Wahyu 17:5 menjelaskan bahwa semua agama palsu berasal dari Babel.

Bahkan bentuk agama yang mencirikan si Anti-Kristus pada akhir zaman dalam Wahyu 18, disebut Babel. Dewa-dewa Roma, para dewa dan para dewi Yunani, India, Mesir, Pantheon asli Babel, semuanya berasal dari Babel. Mereka membangun menara bukan untuk mencapai surga tetapi untuk menyembah dewa-dewa mereka. Elemen ketiga, adalah psikologis, mereka ingin membuat nama, itu kebanggaan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu