Jun 23, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Pengaruh Kutukan Kanaan
23 Juni 2019

Mulai dari Kejadian 6 kisah penting tentang air Bah universal dimulai di mana Allah menenggelamkan seluruh dunia, seluruh umat manusia dan semua kehidupan yang bernafas di bumi ini. Kejadian itu ada implikasi besar terhadap kita pada hari ini. Alasan penghakiman Allah adalah karena ketika Allah memandang dunia, yang dilihat-Nya hanyalah dosa dan satu-satunya perkecualian adalah Nuh, istrinya, ketiga putranya dan ketiga istri mereka.

Jadi bersama dengan semua pasangan binatang dan tujuh pasang binatang bersih yang akan digunakan untuk pengorbanan kepada Allah, bahtera diisi penuh, dan jumlah kehidupan itu terlindung. Setelah banjir, mereka keluar dari bahtera, dan mulai hidup lagi di dunia baru. “18 Anak-anak Nuh yang keluar dari bahtera adalah Sem, Ham dan Yafet, dan Ham adalah bapa Kanaan. 19 Dan dari mereka ini tersebar penduduk seluruh bumi.”

“20 Lalu Nuh menanam kebun anggur, dan 21 setelah ia minum anggur, mabuklah ia, dan ia telanjang dalam kemahnya. 22 Maka Ham, bapa Kanaan itu, melihat ketelanjangan ayahnya dan memberi tahu kedua saudaranya di luar. 23 Tetapi Sem dan Yafet mengambil sehelai kain di pundak mereka dan berjalan mundur dan menutupi ketelanjangan ayahnya, sambil berpaling muka sehingga mereka tidak melihat ketelanjangan ayah mereka.”

“24 Ketika Nuh sadar dari mabuknya, dia tahu apa yang telah dilakukan anak bungsunya kepadanya. 25 Maka berkatalah ia, “Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi paling hina bagi saudara-saudaranya.” 26 Dia juga berkata, "Terpujilah Tuhan, Allah Sem, dan hendaklah Kanaan menjadi hambanya, 27 semoga Allah memperbesar Yafet dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem dan hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya." 28 Dan Nuh hidup 350 tahun setelah air Bah. 29 Nuh mencapai umur 950 tahun, lalu ia meninggal.”

Ada dua hal yang jelas, yang pertama adalah dosa, dan yang terakhir adalah kematian. Dosa tidak terpengaruh air bah, demikian juga kematian. Dan peristiwa pertama setelah banjir yang dicatat adalah kisah dosa dalam keluarga Nuh. Hanya ada delapan orang di dunia ini. Dan catatan pertama tentang kehidupan mereka dalam dosa memberi tahu kita bahwa betapa pun kerasnya mereka berusaha untuk mengendalikan hidup mereka, mereka tetap orang-orang yang jatuh di bawah kutukan Allah.

Ini bukan dosa pertama, ini hanya dosa yang Allah pilih untuk dicatat. Dia bisa saja memilih salah satu dari ribuan dosa di antara mereka. "Dalam Adam", Alkitab berkata, "seluruh umat manusia berdosa dan mati." Dan "kematian menimpa semua orang", kata Kitab Roma. Jadi, setiap orang kemudian, ditandai dosa Adam dalam sifat yang jatuh, dan mengalami kematian. Dan hati manusia masih bejat dan sangat jahat.

Di dalam Kejadian 10 ada catatan generasi Sem, Ham dan Yafet, dan putra-putra yang lahir dari mereka setelah air Bah. Mereka tidak punya anak sebelum air Bah itu; jadi mereka mulai punya anak setelah banjir itu. Dan ada catatan semua anak mereka dalam Kejadian 10. Dari semua anak dan cucu yang tercatat, tidak ada yang disebut kecuali satu anak Ham ini bernama Kanaan.

Jadi mengapa Kanaan dikutuk, dan kenapa hal itu penting? Kejadian itu ditulis setelah mereka keluar dari Mesir. Orang-orang Yahudi, ditawan di Mesir selama 430 tahun. Mereka diperbudak oleh Firaun. Dan Allah membebaskan mereka melalui Musa. Allah mengirim serangkaian sepuluh wabah, dan terjadilah eksodus dari Mesir. Allah memisahkan Laut Merah, supaya anak-anak Israel, setidaknya dua juta orang, dapat berjalan ke sisi lain.

Pada suatu saat dalam periode 40 tahun berkeliaran, Allah mengilhamkan Musa untuk menulis Pentateukh, kelima buku pertama Perjanjian Lama. Pembacaan pertama Kejadian terjadi beberapa saat sebelum orang-orang Yahudi menyeberangi Sungai Yordan untuk masuk ke dalam Tanah Perjanjian. Setelah 40 tahun berkeliaran, mereka telah dibersihkan, generasi pertama yang keluar dari Mesir telah mati semua.

Musa adalah pemimpin mereka sampai tiba waktunya untuk masuk ke tanah itu, dan kemudian jubah pemimpin itu diserahkan kepada Yosua. Nah pada waktu itu, tanah itu disebut tanah Kanaan. Karena itu ditempati oleh keturunan Ham melalui Kanaan. Dan sekarang orang-orang Yahudi sudah siap untuk mengambil tanah ini. Dan Allah telah memerintah mereka untuk masuk, dan membunuh orang-orang yang tinggal di sana. Kalian bertindak sebagai alat penghakiman ilahi.

Orang Kanaan adalah orang yang benar-benar jahat dan mereka penyembah berhala. Dan seperti kita tahu sejarahnya, orang-orang Yahudi tidak membunuh mereka semua dan mereka menderita korupsinya. Karena tidak melakukan itu, pada akhirnya mereka ditawan lagi di Babel, dan mereka kehilangan kemuliaan tanah mereka. Lihatlah Kejadian 15. Nama Yakub diubah menjadi Israel, dan itulah garis keturunan yang akhirnya menjadi orang-orang Yahudi.

Tetapi di sini ada janji asli kepada Abraham yang kita kenal sebagai Perjanjian Abraham. Allah menjanjikan kepada Abraham dan keturunannya tanah ini. Lihatlah Kejadian 15: 7-18, “Lalu firman Allah kepadanya, “Akulah Tuhan yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberimu tanah ini untuk mewarisinya." 8 Kata Abram, “Ya Tuhan Allah, dari manakah aku tahu bahwa aku akan memiliknya?’ Ini pertanyaan penting bagi Abram.

Dan inilah janji-Nya: “9 Maka berfirman Dia kepadanya, “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berusia 3 tahun, seekor kambing betina berusia 3 tahun, seekor domba jantan berunur 3 tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Di zaman kuno, ketika perjanjian dibuat; perlu ada sesuatu untuk menegaskan kekuatan komitmen dalam perjanjian itu. “10 Lalu dia membawa semuanya, dipotong menjadi dua dan masing-masing ditempatkan setengah berlawanan, tetapi burung-burung tidak dipotong menjadi dua.”

Jadi ada koridor sempit di antara bagian binatang-binatang ini dan dua burung yang telah dibunuh. “12. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak.” Allah memberinya obat bius ilahi, sampai pingsan. “13 Dan berfirman Allah kepada Abram, “Ketahuilah dengan pasti bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing di tanah yang bukan milik mereka, di mana mereka akan diperbudak dan ditindas selama 400 tahun.”

“14 Dan bangsa yang memperbudak mereka akan Kuhukum; dan setelah itu mereka akan keluar dengan harta yang besar.” Itulah percis yang dilakukan Allah. Orang Israel menjadi kaya ketika dibebaskan dari Mesir. “15 Tetapi engkau, Abram, akan pergi kepada nenek moyangmu dengan sejahtera, engkau akan dikuburkan pada usia tua yang baik. 16 Dan generasi keempat setelah penawanan 400 tahun, mereka akan kembali ke sini karena kedurhakaan orang Amori itu belum lengkap.”

"18 Kepada keturunanmulah Kuberikan tanah ini, mulai dari sungai Mesir ke sungai besar, sungai Efrat.” Berfirmanlah Allah: Aku membuat perjanjian ini, dan untuk membuktikannya, engkau akan melihat sebuah perapian berasap dan suluh yang berapi lewat di antara potongan daging ini, untuk menandakan perjanjian ini serius, seolah-olah mengatakan Aku mati jika Aku tidak menepati janji ini. Tetapi sementara ini akan ada periode perbudakan selama 400 tahun.

Amori adalah kata lain untuk orang Kanaan. Dan semua orang Kanaan ada dalam ayat 19-21, “orang-orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon, 20 orang Het, orang Feris, orang Refaim, 21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi, dan orang Yebus itu.” Jadi, semua orang ini adalah bagian dari seluruh budaya Kanaan. Tetapi Allah berkata Aku tidak bisa memberikan tanah ini kepadamu sampai kejahatan orang-orang ini penuh.

Biasanya ketika ada perjanjian, beberapa binatang dipotong, dan kedua belah pihak berjalan menandakan dengan berjalan di antara potongan-potongan berdarah, itu dapat terjadi pada saya jika saya tidak mematuhi perjanjian. Tetapi Abram pingsan. Ayat 17, “maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.” Itulah Allah sendiri yang mengesahkan janji-Nya.

Dan ketika mereka berdiri di tepi Sungai Yordan dan siap untuk mengambil tanah itu, pertanyaannya adalah: Apakah hak kita atas tanah ini? Jawabannya: janji Allah kepada Abram, ini adalah tanah perjanjianmu. Tetapi mengapa kita harus membunuh orang Kanaan? Karena ketidakadilan mereka lengkap. Dan kalian akan menjadi alat penghakiman. Tetapi mengapa orang Kanaan? Karena Kanaan adalah orang yang dikutuk.

Apakah masih ingat hal pertama yang Adam dan Hawa lakukan ketika mereka jatuh adalah menjahit daun ara untuk menutupi diri mereka? Orang beradab selalu mengenakan pakaian untuk melindungi, sebisa mungkin, apa yang merupakan hubungan murni. Pakaian itu menutupi rasa malu dan melindungi kemurnian. Dan semakin mereka mengekspos diri mereka sendiri; semakin jelas godaannya. Allah melarang hal itu dalam Keluaran 20:26, Keluaran 28:42 dan melalui Kitab Suci.

Ham adalah orang yang beriman. Ham telah menerima kebenaran Allah yang diperhitungkan kepadanya dengan iman kepada Allah. Ham adalah seorang pria yang mencintai Allah dan menyembah Allah serta melayani Allah, dan itulah sebabnya dia lolos dari hukuman banjir. Dia adalah seorang pria yang dilindungi Allah dalam penghakiman melalui anugerah, karena dia milik Allah. Tetapi dia berbuat sesuatu yang adalah dosa di sini.

Dia melihat ketelanjangan ayahnya. Idenya di sini adalah pemandangan yang entah bagaimana membuatnya senang. Dia senang dalam penghinaan ayahnya. Itu adalah sikap anak pemberontak. Kemudian dia pergi ke luar, dan memberi tahu kedua saudaranya, itu adalah dosa penghinaan. Itu malah menjadi dosa tidak hormat. Seharusnya dia menutupi bapanya dan melindungi bapanya.

Lihatlah kontrasnya dengan putra-putra lainnya, ayat 23, "Sesudah itu Sem dan Yafet mengambil sehelai kain dan meletakkannya di atas kedua bahu mereka dan berjalan mundur, dan menutupi ketelanjangan ayah mereka sambil berpaling muka sehingga mereka tidak lihat ketelanjangan ayah mereka.” Mereka tidak menemukan kesenangan dalam ketelanjangan ayah mereka. Ini menunjukkan seperti apa putra itu.

Itulah teguran keras bagi Ham dengan perilaku mereka, "Kau salah.” Dan ini adalah pengingat kuat bagi kita bahwa ada batasnya yang menghormati Allah. Mereka menunjukkan isi hati yang dijelaskan dalam Habakuk 1:13, “Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman.” Betapa besar teladan mereka bagi kita dalam dunia ketelanjangan, yang dirancang untuk menghilangkan semua rasa malu dan menormalkan nafsu.

Itu mengarah kepada inti masalah, polarisasi. Yang saya maksud adalah bagaimana kehidupan sekarang di dunia. Pertama dimulai dengan beranakcucu, kalian akan menghasilkan anak-anak, mereka pasti berdosa; itu adalah polusi, dosa akan ada di sekitar kita, dan akibatnya adalah polarisasi. Di satu sisi, bagi mereka yang mengikuti Allah dan menghormati-Nya, akan ada berkat; bagi mereka yang tidak, akan ada kutukan.

Itu menjadi pola di seluruh sejarah penebusan. Bahkan Yesus juga berbicara tentang pemberkatan dan kutukan. Ini adalah dua kehidupan ekstrem; dan begitulah kehidupan hari ini. Anda berada di antara mereka yang diberkati atau di antara yang terkutuk, benar? Tidak ada orang di tengah-tengah. Ada orang-orang yang diberkati, yang tahu dan melayani Allah yang benar dan hidup, dan semua orang lain terkutuk.

Ayat 24 mengajarkan ini kepada kita, ketika Nuh bangun dari anggurnya, ketika dia telah bangun dari kemabukannya, dia tahu apa yang telah dilakukan putra bungsunya kepadanya. Kita tidak diberi tahu bagaimana dia tahu, tetapi dia tahu. Dia tahu bahwa Ham telah menghinanya, bahwa dia telah menunjukkan rasa tidak hormat kepadanya, dan bahwa dia telah memberi tahu saudara-saudaranya dan menyebarkan penghinaan itu kepada mereka. Dan Nuh menjawab.

Dengan kejadian ini, Nuh tahu sikap hati anak-anaknya terhadapnya. Dan dia merespon. Dengan kutukan di satu sisi, dan berkat di sisi lain. Dan itulah bagaimana semua orang di dunia ini hidup; Anda hidup di bawah berkat Allah atau kutukan Allah. Tetapi Allah di sini tidak berbicara. Tetapi kita diberikan kata-kata pertama dan kata-kata satu-satunya dari Nuh dalam Alkitab.

Nuh adalah pengkhotbah kebenaran, kata Perjanjian Baru. Dia berkhotbah selama 120 tahun ketika dia sedang membangun bahtera. Tetapi inilah hal pertama dan satu-satunya yang pernah dia katakan di halaman Alkitab. Jadi dia berkata dalam ayat 25, "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba paling hina bagi saudara-saudaranya." Mengapa tidak Ham, kan dia berdosa? Kanaan adalah putra keempat Ham. Mengapa kedaulatan Allah melampirkan kutukan ini pada putra yang satu ini?

Allah tidak mengutuk Ham karena dialah orang benar dan diberikan anugerah. Tetapi kutukan itu adalah nubuatan ketidakpercayaan Kanaan dan mereka akhirnya menjadi orang Kanaan yang jahat, bangsa itu menajiskan dan menghujat semua hal yang ilahi dan suci. Orang Kanaan menjadi musuh umat Allah sepanjang Kejadian. Dosa orang-orang Kanaan begitu besar, sehingga menajiskan tanah dalam Imamat 18:28 dan Yosua 23.

Jika Anda mempelajari wilayah Kanaan yang berasal dari Ham - itu termasuk Sodom dan Gomora. Seluruh wilayah itu adalah daerah keturunan Kanaan. Dan mereka adalah orang-orang yang gaya hidupnya dicirikan oleh ketelanjangan yang berarti memiliki kegiatan di luar batas-batas Allah. Kebencian Allah terhadap dosa-dosa ini khususnya menyebabkan Dia mempersiapkan anak-anak Israel untuk mengambil tanah itu.

Kemudian dalam ayat 26 -27 ia juga berkata, "Terpujilah Tuhan, Allah Sem, dan hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya. 27 Allah meluaskan kiranya tempat kediaman Yafet, dan hendaklah ia tinggal dalam kemah-kemah Sem, tetapi hendaklah Kanaan menjadi hamba baginya.” Kita mendapatkan kata Semit dari garis keturunan Sem, dan itu langsung menembus Abraham sampai kepada Yesus Kristus, dan Sem itu menjadi Israel, yang menundukkan dan menaklukkan orang Kanaan.

Ayat 28 - 29, “Dan Nuh masih hidup tiga ratus lima puluh tahun sesudah air Bah. 29 Jadi Nuh mencapai umur sembilan ratus lima puluh tahun; lalu dia mati.” Dan janji kepada Abraham tentang tanah bagi umat Allah masih berlaku sampai sekarang. Allah akan memastikan bahwa mereka tetap menerimanya. Keturunan Yafet adalah kelompok orang-orang Indo-Eropa. Mereka akan tinggal di kemah-kemah Sem, yang berarti mereka akan memiliki hubungan damai dengan mereka.

Semua permusuhan terhadap Israel datang dari Kanaan dari Timur Tengah. Jadi seluruh sejarah manusia terbentang oleh Adam, Henokh, Metusalah, dan Nuh. Dan ini hanya 2.000 tahun setelah penciptaan. Tapi Nuh meninggal. Karena bahkan bagi orang percaya, upah dosa masih berupa kematian fisik. Kita tidak akan mati secara rohani, karena dosa-dosa kita ditutupi dan kematian yang seharusnya kita alami sudah dibayar oleh Tuhan Yesus Kristus. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu