May 19, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Pemulihan Umat Manusia
19 Mei 2019

Artikel LA Times 2001 mengatakan, "Kepunahan massal terbesar di bumi. Sebuah bencana alam besar melenyapkan hampir semua kehidupan di planet ini 250 juta tahun yang lalu mungkin dipicu oleh tabrakan meteor besar-besaran seperti yang 65 juta tahun lalu membantu mengakhiri masa kehidupan dinosaurus,” sebuah tim ilmuwan melaporkan pada hari Jumat. Artikel itu meneruskan, kepunahan ini disebut, “Kematian Besar.”

Mereka percaya itu terkait erat dengan meteor. Tetapi tidak ada jejak meteor yang pernah ditemukan untuk peristiwa kepunahan itu. Dan tim sains yang menghasilkan makalah itu tidak memiliki bukti langsung tentang dampaknya " Artikel itu melanjutkan, “Sejumlah besar ilmuwan setuju dengan teori yang diajukan oleh Dewey M. McLean, bahwa aktivitas vulkanik besar-besaran menyebabkan kematian jenis-jenis.

Para ilmuwan tahu ada peristiwa kepunahan masif. Catatan fosil membuatnya jelas. Teori evolusi memaksa mereka untuk percaya bahwa 250 juta tahun yang lalu dan 65 juta tahun yang lalu ada kepunahan besar dinosaurus. Dan ini adalah pada model evolusi di mana semuanya terjadi dalam proses perubahan bersama dan mutasi yang lambat tanpa campur tangan ilahi yang dahsyat.

Ukuran bumi, jarak bumi dari matahari, dan kecepatan rotasi harus tepat supaya alam semesta kita terbentuk. Kita membutuhkan udara di atas, bukan hanya untuk bernapas, tetapi untuk melindungi kita dari sinar kosmik dan meteorit. Kita membutuhkan cahaya, tetapi tidak terlalu banyak ultraviolet. Panas, tapi jangan terlalu banyak. Dan penemu kode DNA, Francis Crick, menghitung kemungkinan kehidupan berpangkal secara spontan itu tidak mungkin.

Kebenaran tentang Penciptaan adalah bahwa Allah menciptakan alam semesta. Dan kebenaran tentang "Kematian Besar" adalah bahwa Allah menenggelamkan dunia-Nya. Jadi kita dapat mempersingkat 540 juta tahun evolusi menjadi enam hari. Dan kita dapat mempersingkat kepunahan massal dari 250 juta tahun yang lalu menjadi sekitar 6.000 tahun yang lalu. "Kematian Besar" memang terjadi. Permukaan bumi menunjukkan bukti ledakan vulkanik besar-besaran, dan kerusakan pada kerak bumi.

Mereka tahu telah terjadi perubahan iklim yang eksplosif, kehidupan yang lebih singkat, kepunahan dinosaurus dan mammoth secara instan. Mereka mencari penjelasan evolusi, tetapi satu-satunya penjelasan adalah Alkitab. Catatan Kejadian 7 dan 8 menunjukkan bahwa banjir global memiliki dua sumber spesifik. Air mancur dari dalam, dan ada air di atas di kanopi yang menyaring ultraviolet dari matahari.

Itulah sebabnya orang hidup sampai 900 tahun. Itulah sebabnya binatang hidup, dan reptil bertumbuh hingga menjadi dinosaurus. Mereka semua musnah dan ditemukan dalam catatan fosil. Ini adalah letusan besar kerak bumi yang mengubah bentuk planet ini. Itu menciptakan benua, dan itu benar-benar membuat bumi terutama lautan dan mengurangi tanah menjadi bagian yang lebih kecil dari keduanya.

Mazmur 104 hanya mengatakan bahwa pada saat banjir besar itu, Allah mendorong gunung dan menurunkan lembah laut. Dan begitulah caranya banjir itu turun. Ketika gunung-gunung mendorong dan cekungan samudra turun, air mulai bergerak berdasarkan gravitasi ke cekungan samudera untuk mengisi lautan seperti yang kita kenal. Bencana dari banjir menjelaskan catatan fosil.

Ini menjelaskan stratifikasi, kepunahan semua kehidupan bernafas udara. Ini juga menjelaskan kehancuran besar-besaran kehidupan laut karena pergerakan kerak bumi yang luar biasa di bawah air, dan karena bencana alam yang luar biasa yang terjadi waktu itu. Pemisahan benua terjadi pada saat itu. Jadi kita memiliki bukti kematian besar-besaran kehidupan laut, serta binatang darat.

Kami mempelajari banjir ini dalam Kejadian 6, 7, dan 8. Kita datang malam ini kepada Kejadian 8: 6-22, waktu setelah banjir. Ini adalah banjir global yang menutupi seluruh bumi. Ketika tiba saatnya banjir berakhir, Allah mulai menghilangkan air. Ayat 1, "Dia menyebabkan angin bertiup ke atas bumi," dan angin ini mulai meniupkan air. Dan karena hancurnya kanopi itu menampakkan matahari dan terjadilah penguapan.

Dan saat gunung-gunung didorong ke atas, mereka memaksa air dengan gravitasi turun ke lembah-lembah besar ini. Bumi yang muncul setelah banjir sangat berbeda. Sekarang memiliki pegunungan tinggi besar ini. Dan memiliki cekungan laut yang dalam ini. Gunung yang tingginya mencapai 30.000 kaki, dan lautan yang mencapai kedalaman 35.000 kaki. Semua ini sangat berbeda dibandingkan dengan bumi sebelum banjir.

Batu pegunungan terangkat. Dan itu berlaku untuk semua jajaran gunung di dunia. Sebagian besar pegunungan ini terdiri dari batu berapi yang beku, karena ada gerakan vulkanik yang meledak di kerak bumi. Dasar di pegunungan ini biasanya adalah batu berapi beku. Padahal, di permukaan, ada lapisan batuan sedimen. Dan ada penjelasan untuk itu.

Saat gunung-gunung didorong ke atas, batuan sedimen terdorong keatas sehingga apa yang ada di puncak gunung adalah batuan sedimen. Itulah sebabnya di hampir setiap jajaran gunung, ada fosil laut di puncak gunung karena di situlah ada batuan sedimen yang dulu berada di dasar. Dan di lapisan stratifikasi besar itulah tanah kuburan ini terbentuk.

Misalnya di Himalaya, mereka menemukan fosil binatang laut di atas 18.000 kaki. Mungkin Anda berkata, “Apakah itu berarti banjir itu setidaknya setinggi 18.000 kaki?" Tidak, itu berarti bahwa ketika Allah membentuk kembali muka bumi dan mendorong gunung-gunung ke atas, Dia mendorong batu sedimen, yang berada di bawah bumi, sehingga menjadi lapisan atas dari gunung-gunung itu.

Bagian tertinggi dari jajaran gunung sering kali adalah batu kapur, yaitu batu yang terbentuk oleh endapan kerang secara bertahap. Jadi batu kapur di puncak gunung dulunya di dasar laut. Itu indikasi lain bahwa seluruh bumi berubah secara dramatis dalam banjir. Mengapa para ilmuwan ini mengatakan bahwa meteor melakukannya? Karena mereka tidak akan pernah mengatakan sesuatu yang mungkin membuat Anda berpikir Alkitab itu benar.

Jadi ketika Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera itu, mereka melihat dunia yang sangat berbeda. Ada pegunungan besar di mana belum pernah ada gunung sebelumnya. Ada lembah-lembah besar di mana dulu tidak ada lembah. Dan ada kematian di mana-mana. Jadi mereka melangkah keluar ke dunia yang sebagian besar vegetasinya telah dilucuti. Dan air bah itu adalah bukti yang tak terlukiskan tentang penghakiman Allah.

Sekarang, marilah kita mempelajari kisah malam ini. Ayat 6-7, “Jadi sesudah lewat empat puluh hari, maka Nuh membuka tingkap yang dibuatnya pada bahtera itu. 7 Lalu ia melepaskan seekor burung gagak; dan burung itu terbang pulang pergi, sampai air itu menjadi kering dari atas bumi.” Airnya mulai turun. Gunung-gunung terdorong keatas. Empat puluh hari kemudian, Nuh membuka jendela bahtera itu.

Dia menunggu sampai air, yang telah surut, memperlihatkan puncak-puncak gunung. Dia orangmya sangat sabar. Nuh tidak pergi jauh tanpa mendengar dari Allah. Dia tidak tahu apa-apa tentang dunia baru. Jadi dia kirim seekor burung gagak sebagai burung yang dapat memakan apa saja. Rupanya, gagak menemukan daging bangkai, karena burung itu “Terbang pulang pergi sampai air mengering dari atas bumi.”

Sekarang, Nuh perlu tahu apakah ada kehidupan di luar. Jadi dia kirim seekor merpati yang memakan tumbuh-tumbuhan. Dan merpati itu seekor burung yang bersih. Ayat 8-9, “Kemudian dilepaskannya seekor burung merpati untuk melihat, apakah air itu telah berkurang dari muka bumi. 9 Tetapi burung merpati itu tidak mendapat tempat tumpuan dan pulanglah ia kembali mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, karena di seluruh bumi masih ada air.”

Nuh telah menunggu tujuh hari untuk melepaskan burung merpati itu. Sekarang dia menunggu tujuh hari lagi dalam ayat 10 untuk melihat apakah air sudah surut sehingga tanaman mulai muncul. Salah satu pohon yang bisa bertahan lama di bawah air adalah pohon zaitun. Bahkan, mereka ada begitu banyak minyak zaitun, jika Anda ingin mengukirnya, Anda harus membiarkannya lama sekali, atau itu tetap hijau dan sangat sulit untuk diukir.

Ayat 11, “Dan lihatlah, sehelai daun zaitun yang baru dipetik ada di mulutnya.” Burung gagak itu menunjukkan kepada Nuh bahwa ada kematian. Burung merpati menunjukkan kepada Nuh bahwa ada kehidupan. Itu berarti bukit-bukit kecil terbuka. Itu berarti lembah sudah kelihatan. Jadi Nuh di akhir ayat 11 tahu bahwa air sudah surut. Ayat 12, “Selanjutnya ditunggunya pula tujuh hari lagi, kemudian dilepaskannya burung merpati itu, tetapi burung itu tidak kembali lagi kepadanya.”

Ayat 13-14, “Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi.” Sekali lagi ada tanggal untuk memberitahu kita bahwa ini adalah sejarah. “kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering. 14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.”

Nah, bahtera itu terdampar di pegunungan Ararat. Ayat 15-17, “Lalu berfirmanlah Allah kepada Nuh, 16 “Keluarlah dari bahtera itu, engkau bersama istrimu, serta anak-anakmu dan isteri anak-anakmu. 17 Bawalah segala makhluk hidup yang ada bersama engkau: burung-burung, ternak dan segala binatang melata yang merayap di bumi, supaya semuanya berkeliaran di bumi, serta berkembang biak dan bertambah banyak di bumi.”

Ayat 18-19, “Lalu keluarlah Nuh, bersama anak-anaknya serta isterinya dan isteri anak-anaknya; 19 Segala binatang, segala binatang melata dan segala burung, dan apa pun yang merayap di bumi, masing-masing menurut jenisnya, keluar dari bahtera itu.” Lihatlah Kejadian 9:19, “Yang tiga inilah anak-anak Nuh, dan dari mereka inilah tersebar penduduk seluruh bumi.” Dia seperti Adam dan Hawa baru.

Kita semua adalah keturunan Nuh dan putra-putranya serta istrinya dan istri-istri mereka. Kedengarannya sangat mirip dengan Kejadian 1:20 di mana Allah menciptakan makhluk hidup dan burung dan raksasa laut dan semua binatang yang bergerak dan setiap binatang bersayap menurut jenisnya, dan ayat 22 mengatakan, "Berbuahlah dan berlipat ganda dan isilah lautan. Dan biarlah burung berlipat ganda di bumi.” Itu sama dengan Kejadian 8:17.

2 Petrus 3:6-7, “Dan oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air Bah. 7 Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.” Ketika mereka keluar dari bahtera, mereka datang ke dunia yang sama sekali berbeda, yang di 2 Petrus 3:7 disebut sebagai surga dan bumi sekarang. Dunia dulu itu sangat berbeda dari apa yang kita tahu sekarang.

Dan kehidupan mulai dipersingkat, bukannya hidup selama 900 tahun, Dan Nuh, pada saat ia keluar dari bahtera, berusia 601 tahun, dan kehidupan sejak saat itu mulai dipersingkat terus sampai tiba masanya sebelum Yesus Kristus. Kemudian Alkitab mengatakan bahwa kehidupan manusia pada umumnya 70 tahun. Itu sangat berbeda dengan dunia sebelum banjir. Sekarang ilmu kedokteran telah memperpanjang hidup manusia sedikit lebih panjang.

Hal pertama yang dilakukan Nuh dalam ayat 20-21 adalah “mendirikan mezbah bagi Tuhan, dan mengambil dari segala binatang yang bersih, segala burung yang bersih dan mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. 21 Ketika Tuhan mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah Tuhan dalam hati-Nya, “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi demi manusia, meskipun yang ditimbulkan dalam hatinya adalah kejahatan sejak masa mudanya; dan Aku takkan menghancurkan lagi setiap makhluk hidup seperti yang telah Kulakukan.”

Mereka keluar dari bahtera itu, dan ada kematian dan kehancuran di mana-mana. Ada tanaman yang hidup, tetapi tidak banyak. Dan itu harus berkembang dan bertumbuh dan mengisi kembali bumi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan binatang dan manusia. Dan kita tidak tahu berapa banyak vegetasi yang dipelihara Allah, tetapi itu tidak seperti Taman Eden. Itu malah kebalikannya. Itu adalah dunia yang hancur saat itu.

Persembahan bakaran pada dasarnya adalah pengakuan atas pengabdian total kepada Tuhan. Korban bakaran adalah korban yang sepenuhnya dibakar habis di atas mezbah. Itu adalah simbol pengabdian total, dedikasi total kepada Tuhan. Segalanya diberikan kepada Tuhan. Tidak ada apa pun yang disimpan untuk diri sendiri. Tidak ada apa pun yang diberikan kepada imam. Segalanya hanya diberikan kepada Tuhan.

Tetapi ini juga melambangkan pengakuan pertobatan. Pengakuan akan keberdosaan seseorang. Tahukah Anda, bahwa inilah pertama kalinya kata mezbah ini disebut dalam Alkitab? Ini pertama kalinya disebut mezbah untuk tujuan pengorbanan. Nuh atas nama putra-putranya dan istri-istri mereka berkata, "Kami sepenuhnya, secara komprehensif mengabdikan diri kami kepada-Mu." Dan ini juga merupakan sebuah korban penghapusan dosa.

Nuh tahu dia bukan manusia sempurna. Dia tahu dia tidak menikah dengan wanita yang sempurna dan tidak memiliki tiga putra yang sempurna dan menantu perempuan yang sempurna. Dia tahu mereka adalah orang berdosa. Dia tahu dosanya sendiri. Dia tahu apa yang pantas dia terima. Dan inilah tindakan penyesalan, dengan mengatakan, "Ya Allah, inilah yang pantas kami terima, dan kami tahu hal itu. Tetapi kami membutuhkan pengganti. Kami menawarkan kepada-Mu korban penebusan dosa, pengorbanan perdamaian.”

Jadi Allah senang dengan hati penyembah itu. Dan sebagai tanggapan, Allah berfirman, "Aku takkan melakukan ini lagi." Selama 1656 tahun, Allah mentolerir dosa-dosa, dan kemudian datanglah air Bah itu. Dan disinilah kita berada 4500 tahun kemudian, mengapa kita bertahan walaupun Allah menghancurkan mereka? Karena Allah telah berfirman, “Aku takkan melakukan ini lagi." Inilah yang kita sebut anugerah, Amin? Ini bukanlah perjanjian yang Dia buat dengan Nuh. Ini adalah janji yang Dia buat dengan diri-Nya sendiri.

Dan Roma 2:4 mengatakan, "Maksud kesabaran dan kekayaan kemurahan Allah ialah untuk menuntun orang kepada pertobatan.” 2 Petrus 3: 9, “Dan Tuhan sabar terhadap kalian, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan semua orang berbalik dan bertobat.” Iya, masih ada banjir, dan masih ada gunung berapi, dan masih ada bencana alam, dan masih ada kematian dan penghakiman ilahi dan neraka, tetapi dunia ini masih terus berjalan.

Jadi bencana air Bah itu, yang menurut para evolusionis membutuhkan 500 miliaran tahun hanya benar-benar memakan waktu 6.000 tahun saja. Penciptaan alam semesta enam hari dan air Bah selama satu tahun. Semua orang mengatakan bahwa semuanya akan terus berlangsung dengan cara yang sama. Tidak ada orang yang percaya akan ada penghakiman, jadi mereka tenggelam. Dan demikianlah api akan datang, tetapi bagi sebagian orang Yesus adalah bahtera kita, benar? Paulus berkata, “Karena Dia kita lolos dari murka Allah yang akan datang.” Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu