May 05, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Air Bah Penghakiman
5 Mei 2019

6. Nuh berumur enam ratus tahun, ketika air bah datang meliputi bumi. 7 Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isteri-isteri anak-anaknya karena air bah itu. 8 Dari binatang yang bersih dan yang tidak bersih, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, 9 datanglah setiap pasang ke Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.”

“10 Setelah tujuh hari datanglah air bah meliputi bumi. 11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala air mancur dalam yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat di bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya. 13 Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh, dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama dengan dia, ke dalam bahtera itu,”

“14 mereka itu dan segala binatang liar menurut jenisnya dan segala ternak menurut jenisnya dan segala binatang melata yang merayap di bumi menurut jenisnya dan segala burung menurut jenisnya, yakni segala jenis burung; 15 dari segala yang hidup dan bernyawa datanglah setiap pasang ke Nuh ke dalam bahtera itu. 16 Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala daging, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya; lalu Tuhan menutup pintu bahtera itu.”

Air Bah Kejadian itu memiliki implikasi masif yang terkait dengan pemahaman eksklusivitas keselamatan itu. Ada gerakan hari ini yang disebut "Gerakan Keterbukaan Allah". Mereka percaya bahwa Allah tidak mengendalikan masa depan, karena Dia tidak tahu masa depan. Namun disini Dia berkata kepada Nuh bahwa, "Aku akan menenggelamkan seluruh dunia 120 tahun dari sekarang," dan Dia melanjutkan untuk melakukan persis seperti itu.

Kisah Air Bah ini diberikan dalam detail yang sederhana, tepat dan berulang kali. Ini untuk memastikan bahwa kita memiliki catatan penilaian sejarah penghakiman yang tidak salah. Supaya tidak ada salah pengertian, itu diulangi. Itu dirancang untuk menunjukkan kepada kita bagaimana Allah berurusan dengan dosa. Dan itu adalah pra-pertunjukan dari penghakiman yang akan datang yang Allah akan lakukan pada akhir zaman ketika Dia menghancurkan dunia dengan api dalam 2 Petrus 3.

120 tahun telah berlalu saat mereka siap memasuki bahtera, Jadi dalam Kejadian 7: 2 Allah berkata, "Ambillah tujuh pasang dari setiap binatang yang bersih, jantan dan betina, dan dari binatang yang tidak bersih, dua, jantan dan betinanya.” Binatang bersih itu digunakan untuk pengorbanan. Mereka disebut bersih dalam arti bahwa mereka dipisahkan khusus untuk pengorbanan.

Dan Allah berkata, "Hanya kalian adalah yang benar." Kita tahu mereka benar karena Allah menyatakan mereka benar. Mereka benar bukan atas dasar kemampuan mereka sendiri, tetapi berdasarkan ketentuan yang akan dibuat Kristus di kemudian hari di kayu salib. Dan mereka benar karena kepatuhan panjang selama 120 tahun. Dikatakan dalam Kejadian 6: 22, “Nuh melakukan semua tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.”

Dan semua binatang ini dibawa secara berurutan, dan alasannya dalam ayat 3, "Supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi,” yang sekali lagi merupakan indikasi itu banjir universal di seluruh dunia. Jadi masa depan manusia dan masa depan binatang ada di bawah satu atap, semua binatang itu dan delapan jiwa itu di bahtera. Dan semua data genetik untuk semua variasi kehidupan berasal dari mereka yang sedikit itu.

Perkiraan terbesar adalah bahwa ada kebutuhan untuk 30 hingga 40 ribu jenis binatang untuk mencakup semua spesies. Dan kapasitas bahtera cukup besar untuk menampung 125 ribu binatang sesuai ukurannya. Ada banyak kapasitas genetik di bahtera itu untuk mereproduksikan semua binatang itu. Kita semua pada awalnya berasal dari Adam dan Hawa dan perbedaan genetika di antara dua orang hanya sebesar 0,2%.

Nah dalam ciptaan asli itu tidak ada hujan. Hanya ada kabut dari mata air yang naik dari tanah dan menyirami permukaan. Sistem penyiraman di bawah tanah itu yang juga menciptakan sungai-sungai yang ada dalam deskripsi Taman Eden. Pola hidrologi itu sangat berbeda dari pola hidrologi sekarang ini di mana air menguap menjadi awan, yang menghujani darat, dan mengalir menjadi sungai, dan kemudian kembali ke laut.

Dan Allah menggunakan hujan di sini untuk menghancurkan seluruh umat manusia. Tetapi sejak itu Dia telah menggunakannya untuk memberkati umat manusia. Kata hujan dalam bahasa Ibrani adalah ‘matar’, hujan normal. Tetapi jika ada hujan selama 40 hari dan 40 malam di seluruh planet ini, itu menjadi sesuatu yang lebih besar dari hujan biasa. Dan hujan dalam ayat 12 dijelaskan dengan menggunakan kata yang berbeda, ‘geshem’, yang berarti hujan deras.

Hujan selama empat puluh hari dan empat puluh malam benar-benar mustahil dalam kondisi saat ini. Itulah sebabnya kita tahu bahwa hidrologi zaman Nuh itu sangat berbeda. Kejadian 1: 6-7, "Jadilah cakrawala di tengah-tengah segala air untuk memisahkan air dari air, 7 Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya.”

Haruslah ada selimut air yang luas untuk hujan selama 40 hari dan 40 malam, dan ada jauh lebih banyak air diatas itu daripada apa yang ada sekarang. Jika semua air saat ini dari semua awan yang melingkupi bumi dibuang ke bumi, itu hanya bisa menutupi bumi dengan kedalaman kurang dari satu inci. Allah merancang itu untuk melakukan apa yang Dia inginkan untuk menciptakan lingkungan itu. Pasti itu transparan untuk melihat cahaya melaluinya.

Masuk akal untuk mengasumsikan bahwa uap ini memang menyaring beberapa efek yang membunuh dari sinar ultra-violet karena orang-orang hidup begitu lama. Juga, jika ada semacam efek rumah kaca dari uap ini, tidak akan ada variasi suhu. Dan jika tidak ada variasi suhu, tidak ada angin, jadi ada lingkungan yang sempurna, hangat, tropis dengan kelembaban yang cukup di mana-mana.

Dan kemudian semuanya itu berubah. Dalam Kejadian 7: 4, Allah berkata, "Aku akan mengirim hujan." Itu berarti bahwa Allah menahan air itu di sana hanya untuk waktu seperti ini. Di 2 Petrus 3, kita diberi tahu bahwa Allah akan menghancurkan bumi nanti dengan api besar. Sama seperti halnya di dunia sebelum air Bah, alat penghancuran itu sudah ada di dalam jalinan ciptaan itu. Jadi instrumen kehancuran masa depan kita juga sudah ada di dalam jalinan alam semesta ini.

Dan Allah berkata: Aku akan menghapus, semua yang memiliki kehidupan, semua yang bertumbuh. Bumi akan dilucuti dari semua binatang, dilucuti dari vegetasi, tanaman, pohon-pohon, seluruh hutan akan tercabut dalam air Bah besar yang akan terjadi. Penghakiman ini akan menandai akhir ciptaan pertama. Ini adalah penghakiman terbesar pada waktu itu. Dan kita tahu bahwa ini adalah pra-pertunjukan dari penghakiman yang lebih besar yang akan datang.

Nuh berusia 601 tahun ketika dia keluar dari bahtera, menurut Kejadian 8: 14-16, jadi dia berada di dalam bahtera selama satu tahun dan sepuluh hari. Hujan turun selama 40 hari dan 40 malam, tetapi bagi air untuk surut dan bahtera untuk mendarat dan bagi mereka untuk keluar itu butuh waktu lama. Apakah itu penting bahwa dia berusia 600 tahun? Iya, jika Anda seorang sejarawan, itu penting. Dan Musa, penulis Pentateukh yang terilhami, menetapkan peristiwa ini dalam waktu dan sejarah.

Kejadian 9: 28-29 memberi tahu kita bahwa dia hidup sampai umur 900 tahun, jadi ketika dia keluar dari bahtera dia masih ada 300 tahun lagi dalam hidupnya. Ini bukan mitos atau simbolis. Catatan sejarah kuno diberi tanggal dengan beberapa poin penting dalam kehidupan seseorang. Ini berlaku untuk tulisan kuno dan tulisan modern dan itu juga benar dalam Alkitab. Dan pada saat Air Bah hanya ada satu raja dan itu adalah Nuh. Jadi Nuh melakukan segala yang Allah katakan.

Ayat 7, “Jadi, Nuh, bersama putra-putranya, istrinya, dan istri putra-putranya, masuk ke dalam bahtera karena banjir.” Mereka naik dan hanya menunggu. Ayat 8-9, “Dari binatang yang bersih, dari binatang yang najis, dari burung, dan segala sesuatu yang merayap di bumi, 9 pasangan demi pasangan, mereka naik ke bahtera ke Nuh, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh.” Nuh hanya adalah panitia penyambutan, dan binatang itu muncul terus.

Sebelumnya dalam Kejadian 2, Allah membawa kepada Adam semua binatang untuk diberi nama. Demikian juga, Dia pasti sanggup membawa mereka semua ke bahtera. Inilah salah satu mujizat besar di Perjanjian Lama, dan dalam hal volumenya, itu terbesar. Ini adalah ekspresi dari kuasa Allah. Mengapa orang percaya bahwa Allah menciptakan semua binatang, tetapi tidak percaya bahwa Dia juga bisa membuat mereka melakukan apa pun yang Dia inginkan.

Dan Tuhan membawa mereka tepat pada waktu mereka perlu dibawa. Mereka semua ditempatkan di kompartemen khusus untuk mereka, tentu saja ada ribuan dari mereka di tiga lantai itu. Ada orang yang mengatakan, "Bagaimana kanguru dapat datang dari Australia? Mereka tidak bisa berenang." Tetapi ingatlah, bumi sebelum Air Bah berbeda banyak dari konfigurasi bumi saat ini. Tidak ada lautan besar atau gunung tinggi pada saat itu.

Salah satu hal yang terjadi setelah Air Bah adalah es, pelajarilah geologi, yang menumpuk di kedua kutub dan terjadilah Zaman Es yang besar. Dan sebelum itu mencair, benua-benua tidak sepenuhnya tenggelam dan ada jembatan tanah yang membentang dari Timur Tengah sampai ke Australia. Jadi binatang yang berbeda dapat bermigrasi ke daerah-daerah yang berbeda. Cukup untuk diketahui bahwa Allah dapat melakukan apa pun yang Allah inginkan.

Bagaimana dengan dinosaurus? Jika mereka ditempatkan di lingkungan pra-banjir dan itu lingkungan yang terlindungi, maka akan ada reptil yang sangat besar sebesar sisa-sisa kerangka yang ditemukan di tanah dari dinosaurus besar yang raksasa itu. Tetapi Allah mengendalikan jenis binatang apa saja yang ada di bahtera, dan Dia hanya mengambil beberapa kadal dan beberapa reptil lain yang kita kenal.

Hal yang sama dapat dikatakan tentang mammoth. Diperkirakan ada lima juta mammoth yang jasadnya terkubur sepanjang garis pantai Siberia utara dan Alaska yang dibekukan dan dikubur di tanah. Semua keturunan binatang besar menjadi kecil saat lingkungannya berubah. Dan hukum termodinamika kedua, hukum entropi itu menyatakan bahwa materi itu rusak, dan kehidupan binatang itu semakin pendek.

Dan kemudian datanglah Air Bah itu. Ayat 10, “Dan terjadilah setelah tujuh hari bahwa air bah itu meliputi bumi.” Di sini Allah mengatakan sesuatu akan terjadi dalam 120 tahun dan itu terjadi persis seperti apa yang Dia katakan. Allah menetapkan kronologi ini: Seratus dua puluh tahun, tujuh hari, tahun ke enam ratus, anak-anak berusia seratus tahun.”

Ayat 11-12, “Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala air mancur yang dalam dan dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. 12 Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari dan empat puluh malam lamanya. Jadi bagi kita, kita tidak tahu bulan kedua itu apa. Maksudnya di sini adalah untuk menjelaskan bahwa ini sejarah dan ini benar-benar terjadi.

Hujan itu 40 hari, 40 malam, dan air membanjiri bumi selama 150 hari. Air kemudian surut ke titik bahtera itu bersandar di gunung Ararat pada tahun keenam ratus Nuh, bulan ketujuh dan hari ketujuh belas. Empat puluh hari kemudian, di tahun keenam ratus satu, dia keluar, dan dia menunggu 26 hari sebelumnya turun di bulan kedua, hari kedua puluh tujuh. Ini menunjukkan bahwa kejadian ini adalah sejarah nyata.

Jadi apakah sebenarnya artinya "air mancur yang dalam"? Kejadian 1 memberi tahu kita ada air di bawah bumi dan air di atas bumi. Air di bawah bumi di sini digambarkan sebagai ait mancur di waduk yang besar dibawah tanah. Kita tidak tahu bagaimana jumlah air yang sangat besar itu mengalir di dalam bumi. Tetapi kita diberitahukan bahwa itu meledak yang mungkin disebabkan oleh letusan gunung berapi.

Dikatakan pada hari yang sama jendela-jendela surga juga dibuka. Dan itu membutuhkan enam minggu untuk air dari sana dibuang ke bumi. Dan semua air memenuhi tempat-tempat cekung yang dikenal sekarang sebagai samudera, dan air itu naik cukup tinggi sampai menutupi Gunung Ararat dan gunung-gunung lain yang tingginya hampir 20,000 kaki. Gunung-gunung naik, lembah-lembah berjatuhan, lapisan es kutub diciptakan yang membekukan binatang cepat sekali.

Jadi ketika Nuh naik ke bahtera, ia meninggalkan satu jenis planet. Ketika dia turun dari bahtera, planet itu sama sekali berbeda. Lihatlah Yesaya 24:1, "Lihatlah, Tuhan merubahkan dunia menjadi sampah, menghancurkannya, dan merusak permukaannya dan mencerai-beraikan penghuninya." Yesaya menggambarkan Air Bah itu. Ayat 18, “Maka yang lari karena bunyi yang mengejutkan akan jatuh ke dalam pelubang, dan yang naik dari dalam pelubang akan tertangkap dalam jerat. Sebab tingkap-tingkap di langit akan terbuka.”

Mazmur 36:6, “Kebenaran-Mu seperti gunung-gunung besar; Penghakiman-Mu sangat dalam; Ya Tuhan, Kau selamatkan manusia dan binatang.” Allah yang sama yang membawa kehancuran juga mendatangkan kenyamanan. Kejadian 7:13-16 mengingatkan kita akan hal itu, “Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham, dan Yafet, dan istri Nuh serta ketiga istri anak-anaknya bersama dengna dia ke dalam bahtera itu.”

Ini adalah sejarah, “14 mereka itu dan setiap binatang menurut jenisnya, semua ternak menurut jenisnya, setiap binatang melata yang merayap di bumi menurut jenisnya, dan setiap burung menurut jenisnya, setiap jenis burung apapun. 15 Dan mereka masuk ke bahtera ke Nuh, setiap pasang, dari semua daging yang didalamnya ada nafas kehidupan. 16 Maka masuklah semua, laki-laki dan perempuan dari semua daging, masuk seperti yang diperintahkan Allah kepadanya; dan Tuhan menutup pintu itu.”

Tuhanlah yang membawa binatang-binatang itu dan Tuhan menutup pintu itu. Ingatlah, hanya ada satu pintu di samping dalam instruksi aslinya. Allah menutup pintu itu dan Dia menutupinya dari luar secara ajaib, tanpa tangan manusia. Seluruh dunia ada di belakang mereka, tidak pernah terlihat lagi seperti yang mereka ketahui. Dunia segera berada di bawah mereka dan mereka memulai perjalanan iman yang paling luar biasa.

Tidak ada orang yang pernah atau sebelumnya atau sejak itu melakukan perjalanan yang luar biasa seperti ini. Petualangan yang luar biasa. Struktur terapung terbesar yang pernah dibangun hingga saat itu, hujan yang belum pernah mereka lihat, dan penghancuran seluruh planet. Mereka mengambang dengan kebun binatang, hanya dibimbing oleh Allah dan hidup dengan harapan ada dunia yang lebih baik dan ada kehidupan baru. Dan seluruh masa depan dunia meringkuk di bawah satu atap itu.

Dan dalam 1 Petrus 3:20-21, Petrus melihat bahtera itu adalah gambar Yesus. Karena ketika kita datang kepada Kristus kita naik di atas air penghakiman, benar? Ketika kedelapan orang itu dibawa dengan aman melalui air penghakiman dengan dimeteraikan dalam bahtera, demikian pula orang-orang percaya dibawa dengan aman melalui penghakiman dengan dimeteraikan oleh Roh di dalam bahtera yang adalah Yesus Kristus. Orang berdosa, datanglah kepada bahtera keselamatan ini. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu