Apr 21, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Keheranan di Makam Kosong
21 April 2019

Sebelum kita melihat akhir Markus, silahkan baca 1 Korintus 15:1-7, “Saudara-saudara, aku menyatakan kepada kalian Injil yang telah aku beritakan kepadamu, dan yang kalian terima dan di dalamnya kalian berdiri teguh, 2 di mana kalian juga diselamatkan, jika kalian berpegang teguh kepada Firman yang saya khotbahkan kepada kalian, kecuali jika kalian percaya dengan sia-sia. 3 Sebab aku memberitakan apa yang juga aku terima bahwa Kristus mati untuk dosa kita, sesuai dengan Alkitab.

“4 dan bahwa Ia dikuburkan, dan bahwa Ia bangkit kembali pada hari ketiga sesuai Kitab Suci, 5 dan bahwa Ia dilihat oleh Kefas, kemudian oleh ke dua belas murid-Nya. 6 Setelah itu Dia terlihat oleh lebih dari lima ratus saudara sekaligus, yang sebagian besar masih ada sampai sekarang, tetapi beberapa telah tertidur. 7 Setelah itu Dia terlihat oleh Yakobus, lalu oleh semua rasul. 8 Lalu yang terakhir, Dia juga terlihat oleh saya. ”

Perhatikanlah dengan kata-kata di sini dari rasul Paulus bahwa kebangkitan itu menempati sebagian besar dari bagian Alkitab ini. Dia mengacu kepada kematian Kristus, dia merujuk kepada penguburan Kristus, tetapi penekanan utama adalah pada bukti-bukti kebangkitan-Nya. Alasannya adalah kebangkitan itu bukan hanya komponen Injil, itu bukan hanya fitur Injil, itu adalah peristiwa utamanya.

Itu adalah peristiwa terbesar dalam kehidupan Tuhan Yesus. Dan karena hidup-Nya adalah kehidupan terbesar, itu adalah peristiwa terbesar dalam seluruh sejarah manusia. Itu adalah peristiwa puncak dalam penebusan ilahi. Itu adalah dasar dari janji Injil. Kebangkitan adalah sumber kehidupan kekal bagi kita yang percaya. Tanpa kebangkitan itu, kayu salib itu tidak berarti sama sekali dan ajaran Yesus juga tidak ada artinya.

Pekerjaan Yesus tidak berarti karena tanpa kebangkitan itu, tidak ada keselamatan. Kebangkitan bukanlah tambahan, itu adalah puncak dari kehidupan Kristus dan pekerjaan-Nya. Gereja belum pernah dan tidak akan bertemu pada hari Jumat, walaupun kayu salib itu sangat penting. Gereja selalu bertemu pada hari Minggu karena gereja selalu memahami prioritas kebangkitan itu.

Dan kebangkitan Kristus juga merupakan kunci kebangkitan kita sendiri. Dan apa yang unik bagi Kekristenan adalah kita, yang percaya kepada Kristus, dijanjikan untuk dibangkitkan dari kematian secara fisik, secara harfiah, dengan tubuh yang sama seperti Dia berada dalam tubuh kebangkitan-Nya, di mana kita akan hidup untuk selamanya. Tidak ada janji seperti itu dalam agama Islam, atau agama Hindu, agama Budha atau agama dunia yang lain.

Dalam 1 Korintus 15:14-17, kita membaca ini, “Dan andaikata Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah pemberitaan kami dan imanmu juga kosong. 15 Ya, dan kita ternyata berdusta terhadap Allah, karena kita telah bersaksi tentang Allah bahwa Dia telah membangkitkan Kristus, padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan. 16 Karena jika orang mati tidak bangkit, maka Kristus juga tidak dibangkitkan. 17 Dan jika Kristus tidak bangkit, imanmu sia-sia.”

Selagi kita kembali ke Injil Markus, marilah kita menetapkan latar belakangnya. Keempat penulis Injil menceritakan kisah kebangkitan itu. Ketika keempatnya menceritakan kisah penyaliban-Nya, keempatnya meneruskannya dengan kebangkitan-Nya. Masing-masing penulis (Matius, Markus, Lukas dan Yohanes) membawa pada kisah itu unsur-unsur dan fitur unik. Hasilnya adalah campuran dari semua laporan yang diilhami ini untuk memberi kita wahyu penuh dari kejadian ini.

Di tengah-tengah harmoni yang kaya dari kisah kebangkitan Yesus Kristus ini, ada satu hal yang tidak ada. Itu adalah kebangkitan itu sendiri. Tidak ada deskripsi tentang apa yang terjadi. Fenomena itu tidak dijelaskan. Tidak ada yang melihatnya, dan tidak ada yang bisa menjelaskannya. Bagaimana itu terjadi adalah sesuatu yang supranatural. Masalah kritis adalah bahwa itu memang terjadi dan fakta itu sepenuhnya ditegaskan oleh keempat penulis.

Dengarkanlah Markus 16: 1-3, “Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan mengurapi Dia. 2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, ketika matahari terbit mereka datang ke kubur. 3 Dan mereka berkata seorang kepada yang lain, "Siapa yang akan menggulingkan batu itu untuk kita dari pintu kubur?"

Ayat 4-8, “Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah bahwa batu yang memang sangat besar, telah digulingkan. 5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang pria muda yang memakai jubah putih panjang duduk di sebelah kanan; dan mereka terkejut. 6 Tetapi dia berkata kepada mereka, “Jangan khawatir. Kalian mencari Yesus dari Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit! Dia tidak ada disini. Lihat, inilah tempat mereka membaringkan Dia.”

“7 Tetapi pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan Petrus bahwa Dia akan mendahului kalian ke Galilea; di sana kalian akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepadamu.” 8 Maka mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, karena mereka gemetar dan heran. Dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapa pun juga karena takut.” Dan itulah akhir kisah kebangkitan di Markus. Ini berakhir dengan tiba-tiba, tetapi secara klimaks, dengan takjub dan heran.

Dalam ayat 9 hingga 20, Anda akan melihat dalam Alkitab catatan kecil yang menjelaskan bahwa ayat-ayat ini tidak ada dalam manuskrip yang paling kuno. Markus mengakhiri Injilnya dengan realitas yang menyala-nyala tentang kebangkitan Yesus Kristus, yang menggenggam jiwa-jiwa wanita ini dengan heran dan takjub. Keempat Injil ini masing-masing memberikan perincian yang berbeda tentang kebangkitan itu. Matius mengatakan banyak hal melampaui dimana Markus berhenti.

Lukas dan Yohanes juga mengatakan banyak hal di luar tempat dimana Markus menghentikan narasinya. Dan ini menunjukkan fakta bahwa penulisan Injil bukanlah semacam pekerjaan yang dibuat-buat oleh sebuah panitia orang. Mereka adalah penulis yang terinspirasi secara pribadi, dan mereka menulis dari pengalaman mereka sendiri. Markus duduk di kaki Petrus dan mencerminkan sebagian besar pandangan Petrus tentang berbagai hal. Kisah-kisah itu nyata, alami dan pribadi.

Namun semuanya menyatu dengan sempurna. Itu membuktikan kepengarangan ilahi dari Kitab Suci. Ada beberapa variasi dalam apa yang dialami orang-orang, tetapi semua orang ini muncul pada hari Minggu pagi dan mengalami kuburan yang kosong, malaikat, konfrontasi dengan Kristus, dan berada dalam keadaan syok. Keempat penulis Injil mencatat bahwa Yesus benar-benar mati. Dia meninggal di kayu salib pada hari Jumat sore.

Dia dimakamkan pada hari Jumat sore, dan Dia ditempatkan di sebuah makam, dan makam itu disegel dengan batu. Dan mereka semua mencatat bahwa pada hari Minggu pagi, Dia bangkit dari kematian, kubur itu kosong, malaikat menjelaskan bahwa Dia telah bangkit, dan Kristus mulai menampakkan diri-Nya kepada para pengikut-Nya. Mereka semua mencatat semuanya itu. Sekarang, ketika kita membaca Markus, kita menambahkan Yohanes, Lukas dan Matius untuk mendapatkan gambaran yang lengkap.

Anda akan membaca satu kisah tentang Kristus di mana unsur-unsur keempat penulis itu akan disatukan. Tetapi untuk sekarang, marilah kita melihat Injil Markus dulu. Ingatlah, Yesus berkata bahwa Ia akan bangkit dalam Yohanes 2:19, “Hancurkanlah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Dia selalu mengatakan tiga hari. Kita telah melihat itu di Markus 8:31, Markus 9: 31 dan Markus 10: 33-34. Dia berkata kepada mereka berulang kali, “Aku akan mati dan Aku akan bangkit.”

Sekarang kita akan melihat bukti kebangkitan ini dalam tiga hal: kesaksian makam kosong, kesaksian para malaikat surgawi, dan kesaksian para saksi mata. Markus 16: 1, “Setelah lewat hari Sabat,” Sabtu berakhir pada pukul enam, mereka mengakhiri hari mereka waktu matahari terbenam. Kita sekarang berada dua belas jam dalam hari setelah Sabat dan sekarang itulah Minggu pagi.

Hari Minggu adalah hari ketiga. Dia dimasukkan ke dalam kuburan pada hari Jumat sore sebelum pukul enam. Dia berada di kuburan pada hari Sabtu. Dia berada di kuburan hampir dua belas jam pada hari Minggu. Itu mencakup tiga hari di kuburan. Setiap bagian dari hari itu merupakan satu hari. Hari terpenting bagi orang Yahudi selalu adalah hari Sabtu. Hari terpenting sejak saat ini bagi umat Allah sekarang adalah hari Minggu.

Sejak akhir pekan itu, tidak ada hari Sabat yang wajib dirayakan atau bahkan sah. Pelewatan terakhir terjadi pada akhir minggu itu, dan Yesus memulai Perjamuan Kudus sebagai pesta peringatan baru untuk memperingati kematian-Nya. Dan tidak ada Pelewatan yang sah sejak saat itu. Semuanya berubah pada hari pertama minggu itu. Dan itulah sebabnya gereja bertemu secara teratur pada hari Minggu.

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus bertemu dengan murid-muridnya pada hari Minggu. Kisah Para Rasul 20: 7, “Gereja selalu bertemu pada hari pertama.” 1 Korintus 16: 2, “Gereja berkumpul pada hari pertama.” Itu didirikan dan dibakukan sehingga dalam Wahyu 1:10 dikatakan, “Yohanes ada di dalam Roh pada Hari Tuhan.” Jadi itu bukan hari pertama lagi, sekarang itu menjadi Hari Tuhan, dan sampai sekarang. itu masih seperti itu pada hari Minggu pagi sesuai jadwal.

Dan sekarang pada hari Minggu mereka kembali. Ayat 1, “Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome membeli rempah-rempah, agar mereka bisa datang dan mengurapi- Nya.” Mereka adalah wanita yang telah bersama Yesus selama beberapa tahun. Mereka mencintai dan memuja-Nya. Mereka melayani dan menyembah Dia. Mereka terperangkap dalam kesedihan yang menyiksa. Mereka percaya keselamatan mereka itu tinggal bersama Dia.

Ini adalah tindakan kasih dari pihak mereka. Ayat 2, “Pagi-pagi sekali, pada hari pertama minggu itu, mereka datang ke kubur setelah matahari terbit.” Lukas berkata, “Pada waktu subuh.” Matius berkata, “Ketika hari mulai subuh.” Tetapi Yohanes berkata, “Ketika hari masih gelap.” Yohanes 20:1, “Maria Magdalena datang lebih awal ke kubur sementara masih gelap.” Dan para wanita itu tiba ketika matahari sudah terbit. Jadi para wanita itu datang kemudian.

Maria Magdalene melihat batu itu terguling, kata Yohanes, jadi dia berbalik dan menuju ke Petrus dan Yohanes. Apakah pesannya? Yohanes 20: 2, “Mereka telah mencuri mayat itu.” Itulah kesimpulannya. Itu memberi tahu kita bahwa dia tidak percaya pada kebangkitan. Bahkan dengan semua mukjizat, mereka tetap tidak percaya. Maria hanya membuat asumsi tubuh-Nya telah dicuri, dan bahkan tidak melihat perempuan-perempuan lain.

Ayat 3, “Dan mereka berkata seorang kepada yang lain, “Siapakah akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”Ayat 4, “Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah batu yang sangat besar itu telah digulingkan.” Mereka berharap untuk mengurapi mayat untuk mengurangi bau busuk itu. Tetapi sebelum itu di Matius 27: 62 para imam kepala dan orang Farisi bertemu dengan Pilatus untuk memeterai makam itu dan menjaganya, agar murid-muridnya tidak mencuri Dia.

Ada sesuatu yang lain yang terjadi pada hari Minggu pagi itu. Matius 28: 2-4, “Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari surga dan datang ke batu itu dan menggulingkannya dari pintu, lalu duduk di atasnya. 3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.” Para prajurit begitu ketakutan, sampai mereka mengalami koma.

Batu itu digulingkan bukan untuk membiarkan Yesus keluar tetapi untuk membiarkan para wanita itu masuk. Pada saat para wanita tiba disana, tidak ada tentara. Ayat 5, “Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih panjang duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut.” Pada suatu waktu para prajurit itu terbangun dan mereka tahu mereka gagal dalam tugas mereka. Dan mereka harus melaporkan itu ke Sanhedrin. Kita akan kembali kepada mereka nanti.

Sejauh ini semuanya menunjukkan satu hal saja: makam itu kosong. Itulah yang dikatakan Markus, Yohanes, Lukas, dan Matius. Dan kita tahu para murid tidak mencuri tubuh itu karena mereka tidak percaya pada kebangkitan. Tentara Romawi tahu bahwa mereka tidak mencuri mayat. Para wanita tahu mereka tidak mencuri tubuh. Dan Petrus dan Yohanes tahu mereka tidak mencuri mayat itu.

Lihatlah Matius 28: 11-13, “Ketika mereka di tengah jalan, lihatlah, datanglah beberapa penjaga ke kota dan melaporkan segala yang telah terjadi kepada imam-imam kepala. 12 Dan sesudah berunding dengan para penatua, mereka memberikan sejumlah besar uang kepada para prajurit itu 13 dan berkata: "Katakan kepada mereka, bahwa murid-murid-Nya datang pada malam hari dan mencuri-Nya ketika kita tidur.”

Tentara dilarang tidur, mereka harus memenuhi tugas mereka. Dan bagaimana mereka tahu apa yang terjadi jika mereka tidur? Tetapi, mereka tidak ada pilihan lain, jadi dalam ayat 15 mereka mengambil uang itu dan melakukan apa yang telah diperintahkan. Para prajurit pergi ke mana-mana mengatakan, "Para murid mencuri tubuh itu," Dan kisah ini tersebar sebegitu luas di kalangan orang Yahudi hingga itu masih ada ketika Matius menulis ini dua puluh lima tahun kemudian.

Nah, para wanita sekarang dalam keadaan syok. Mereka melihat seorang pria muda duduk di sebelah kanan mengenakan jubah putih yang menyala! Lukas mengatakan sebenarnya ada dua malaikat yang tiba-tiba berdiri di dekat mereka dengan pakaian yang menyilaukan. Yohanes 20:12, “Dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat tubuh Yesus pernah terbaring.”

Mungkin mereka berbicara dan mengatakan hal yang berbeda. Faktanya adalah, oleh Markus dan penulis lain ada beberapa hal berbeda yang dicatat di sini. Salah satu malaikat berkata kepada mereka di ayat 6, “Jangan takut. Kalian mencari Yesus dari Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit! Dia tidak ada disini. Lihat, inilah tempat mereka membaringkan-Nya.” Di Lukas 24:5 satu malaikat juga berkata, “Mengapa kamu mencari Dia yang hidup di antara orang mati?”

Inilah wahyu bersejarah dari malaikat surgawi. Mereka berbicara untuk Allah. Ada juga bukti ketiga untuk membuktikan kebangkitan, dari kesaksian para saksi mata dalam ayat 7 - 8, “Tetapi pergilah, beritahulah para murid-Nya, dan kepada Petrus bahwa Dia akan mendahului kalian ke Galilea; di sana kalian akan melihat Dia, seperti yang Dia katakan kepadamu.” 8 Maka mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, karena mereka gemetar dan takjub. Dan mereka tidak mengatakan apa-apa, karena mereka takut.”

Matius 28:8-10 mengatakan, “Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita besar dan berlari cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 9 Selagi mereka pergi, tiba-tiba Yesus bertemu mereka dan berkata: "Bersukacitalah.” Jadi mereka datang dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, untuk pergi ke Galilea, dan di sana mereka akan melihat Aku.”

Jadi kebangkitan ini dengan demikian ditetapkan sebagai fakta sejarah, sebagai fakta teologi oleh kesaksian malaikat. Ini adalah peristiwa paling penting dalam kehidupan Kristus. Ini adalah peristiwa terpenting dalam sejarah dunia. Ini adalah peristiwa terpenting dalam hidup Anda dan saya karena dengan kebangkitan-Nya kita dibenarkan dan kita akan hidup selamanya. Menyangkal kebangkitan sama dengan menyangkal fakta. Puji Tuhan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu