Mar 10, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Generasi Adam
10 Maret 2019

Kita pelajari seluruh Kejadian 5 malam ini. Ini penting karena ini menggambarkan silsilah. Saat kalian mempelajari Alkitab, kalian memahami mengapa silsilah itu sangat penting. Kejadian 4 dan 5 adalah penting karena mereka menyediakan silsilah Mesianik itu. Tetapi ini juga penting karena Kejadian 4 dan 5 adalah satu-satunya sejarah otentik waktu penciptaan itu dimulai sampai ke air bah dunia.

Periode waktu dari penciptaan Adam hingga air bah adalah 1656 tahun. Dan perhitungan angka-angka yang disebut di Kejadian 5 membawa kita kepada jumlah yang disebut diatas. Dari penciptaan Adam hingga air bah, yang menenggelamkan seluruh umat manusia kecuali Nuh, istrinya, ketiga putranya dan istri-isteri mereka. Itu mengungkapkan usia alam semesta dan zaman manusia dengan jelas.

Henokh mendapat seorang putra pada usia 65, dan Nuh memiliki tiga putra pada usia 500. Itu adalah waktu yang sangat besar untuk menghasilkan anak-anak, dan itu menjelaskan peningkatan besar dalam populasi dunia. Kita juga belajar dari silsilah ini bahwa orang yang hidup berusia sekitar 900 tahun. Dan tidak banyak orang mati, yang berarti bahwa populasi itu meningkat sangat cepat.

Tetapi silsilah ini juga diberikan kepada kita untuk memberi harapan bahwa kita dapat menghindari kematian. Ada seorang pria dalam silsilah ini, yang tidak mati - yang dibebaskan dari kematian dan lolos dari hukuman ilahi. Dan silsilah itu sendiri adalah bagian dari keturunan Mesias. Sehingga ketika Yesus dinyatakan sebagai Mesias, kalian dapat melacak garis keturunan-Nya kembali melalui orang-orang ini sampai kepada Adam dan Allah.

Ini juga memberikan hubungan jelas dengan Nuh. Allah memilih keturunan Set sampai ke Nuh, sehingga ketika air bah itu datang, satu-satunya orang yang berada di garis keturunan yang dipilih Allah untuk Mesias diselamatkan bersama dengan anak-anaknya. Dan salah satu dari mereka, Sem, dipilih untuk melanjutkan garis keturunan itu. Inilah garis keturunan benih yang dijanjikan dalam Kejadian 3:15, benih yang akan datang untuk meremukkan kepala ular itu.

Tidak ada alasan untuk menganggap ini tidak harfiah. Ini harfiah karena jumlah angkanya sangat spesifik. Jika Allah berbicara secara umum, tidak akan ada angka-angka khusus yang ada sepanjang Kejadian, yang mengidentifikasikan usia orang-orang ini. Ada beberapa orang yang percaya bahwa ini tidak mungkin benar karena ada miliaran tahun dan evolusi, mutasi, dan seleksi alam sebelum dunia menjadi seperti sekarang ini.

Tetapi ketika kita sampai pada Kejadian 5, angka-angka secara khusus menunjukkan itu hanya 1656 tahun; dan bahwa orang-orang diantara Adam dan Nuh adalah orang-orang yang disebutkan di sini. Mereka adalah yang dijelaskan secara spesifik. Mereka adalah anak-anak sulung sepanjang bab ini. Ada anak-anak lain yang lahir, seperti yang akan kita lihat, bagi orang-orang ini; tetapi mereka yang melanjutkan generasi itu adalah orang-orang sulung.

Kita percaya ini adalah silsilah harfiah. Untuk menunjukkan begaimana tepatnya hal ini, bukalah 1 Tawarikh 1 dalam Perjanjian Lama, di mana ada pengulangan silsilah ini. 1 Tawarikh 1: 1-4 dibuka dengan kata-kata ini: "Adam, Set, Enos, Kenan, Mahalaleel, Yared, Henokh, Metusalah, Lamekh, Nuh, Sem, Ham dan Yafet." Tidak ada variasi; tidak ada penyimpangan dari Kejadian 5.

Sekarang bukalah sebentar Lukas 3, karena itu akan menunjukkan silsilah yang sama juga; hanya kita melihatnya terbalik karena itu sebenarnya berakhir di mana itu dimulai. Jika kalian memperhatikan Lukas 3:38; ini adalah silsilah Yesus. Dan pada akhir ayat 38 dikatakan bahwa Dia adalah putra Allah, dan kemudian dikatakan bahwa ia adalah putra Adam, Set, Enos, Kainan, Mahalaleel, Henokh, Metusalah, Lamekh, Nuh dan Sem. Itu sama lagi.

Bukalah Yudas 14 - surat kecil di sebelah Kitab Wahyu. Dikatakan, “Henokh adalah generasi ketujuh dari Adam.” Dan ketika kalian kembali ke Kejadian 5, atau ketika kalian kembali ke 1 Tawarikh 1, atau ketika kalian kembali ke Lukas 3, memang Henokh itu adalah nama ketujuh setelah Adam dalam semua silsiah itu. Tidak ada kesalahan di dalam silsilah ini. Bahkan ini silsilah yang sangat tepat.

Ketika Anda bekerja dengan angka-angka ini sedikit, itu menjadi sangat menarik. Kita belajar bahwa Adam tumpang tindih Methuselah selama 200 tahun. Jadi Adam masih hidup 200 tahun dalam hidup Methuselah. Jadi dia bisa bertemu dengan Adam. Methuselah sebenarnya tumpang tindih dengan Nuh selama 600 tahun. Jadi hanya satu orang menjembatani Adam ke Nuh. Mengapa itu penting? Ini sangat penting karena tidak ada wahyu tertulis.

Pernahkah Anda mencoba untuk menyampaikan informasi kepada sekelompok orang dan itu membingungkan setelah diberitatkan ulang berkali-kali? Itulah sebabnya Allah memastikan ada orang-orang yang membentang sepanjang rentang waktu itu - sehingga Metuselah tahu secara langsung tentang Adam dan dapat meneruskan hal itu kepada Nuh. Nuh tumpang tindih Sem selama 400 tahun. Dan Abraham meninggal sebelum Sem!

Sem bisa memberi tahu Abraham secara langsung tentang air bah itu. Kemungkinan besar Sem masih hidup waktu masa hidup Abraham, Ishak dan Yakub. Sampai ke dalam kehidupan bangsa Israel; sampai ke Yakub. Hanya diperlukan empat orang untuk menghubungkan Adam dengan Abraham. Hanya perlu ada Adam, Metusalah, Sem dan Abraham, karena Allah sedang mewariskan kebenaran ilahi ini.

Jadi bagi Abraham saat itu, kisah penciptaan sepertinya merujuk pada catatan kakek buyutnya. Kebenaran yang akurat disampaikan. Jika kalian memperhatikan ini dengan teliti, penciptaan terjadi sekitar 4.000 SM. Dan di sini kita berada 2.000 tahun setelah Kristus. Itulah sebabnya kita mengatakan kita percaya penciptaan dimulai sekitar 6.000 tahun yang lalu. Silsilah ini memberikan kita wawasan seperti ini tentang waktu sebenarnya.

Jadi ketepatan pada saat ini tidak bergantung pada tradisi lisan, meskipun tradisi lisan dapat dipercaya karena kehidupan orang yang tumpang tindih. Mereka tahu persis siapakah orang itu. Kita hanya membicarakan sepuluh generasi, dan sepuluh generasi yang tumpang tindih. Mereka benar-benar tahu siapakah mengikuti siapa dalam hal garis keturunan putra sulung. Jadi unit serba lengkap ini cocok dengan Kejadian.

Jika kalian ingin mendapat pandangan yang baik tentang Kejadian, bagian pertama dari Kejadian adalah generasi dari langit dan bumi di Kejadian 2: 4. Dalam Kejadian 5: "Ini adalah kitab generasi Adam." Lihatlah Kejadian 6: 9, "Inilah catatan generasi Nuh." Dalam Kejadian 10, dan kalian memiliki generasi putra-putra Nuh. Dalam Kejadian 11:10, generasi Sem. Kejadian 11:27, generasi Terah.

Kejadian 25:12, generasi Ismael; Kejadian 25:19, generasi Ishak; Kejadian 36, generasi Esau; Kejadian 37, generasi Yakub. Jadi, Kejadian 5: 1 dimulai dengan, “Ketika Allah menciptakan manusia, ia membuatnya dalam rupa Allah. 2 Laki-laki dan perempuan dia menciptakan mereka, dan dia memberkati mereka dan menamainya Manusia ketika mereka diciptakan.” Itu terjadi pada hari keenam dalam Kejadian 1:27.

Pada hari keenam itu Allah menciptakan manusia. "Dia menamakan mereka Manusia," karena ini bukan hanya kisah seorang lelaki dan istrinya. Ini adalah kisah kita semua. Kita semua adalah keturunan Adam dan Hawa. Adam bertindak atas nama seluruh umat manusia. Dan ketika dia jatuh, seluruh umat manusia jatuh bersamanya. Dan di situlah silsilah dimulai. Apakah Anda masih ingat apa yang terjadi pada Habel?

Dia adalah putra yang benar, yang dibunuh kakaknya Kain yang tidak benar. Jadi garis Kain tidak bisa menjadi keturunan yang dipilih, karena Kain adalah orang yang tidak percaya dan murtad yang berusaha untuk hidup di luar hadirat Allah. Dan Allah memberi mereka seorang putra lagi. Dan kemudian dia memiliki seorang putra. Cucu dari Kain dan Habel. Namanya Enos, dan dia pasti anak yang saleh karena pada waktu itu, orang mulai memanggil nama Tuhan.

Di keturunan Set kalian mulai diperkenalkan dengan ibadah. Garis Kain adalah murtad; garis keturunan Set melakukan penyembahan. Dan mereka kemudian menjadi jalur yang dipilih. Dan dari keturunan Set itu akan keluar benih yang dijanjikan itu - bahwa penakluk akan datang - orang yang akan menghancurkan Setan dan mengembalikan firdaus. Sekarang pola silsilah ini sangat konsisten.

Ada sepuluh nama dari Adam hingga Nuh, dengan pola yang sama. Usia ayah saat anak sulung itu lahir; nama anak sulung; kemudian nama masa hidup ayah setelah melanjutkan generasi anak sulung itu; referensi ke anak-anak lain, dan kemudian kematian. Pola itu konsisten dari ayat 1 sampai ayat 32. Ayat 3, "Ketika Adam hidup seratus tiga puluh tahun, dia menjadi ayah seorang anak laki-laki menurut rupa sendiri, sesuai dengan gambarnya.”

Nah, itu catatan yang menyedihkan. Adam diciptakan menurut gambar Allah. Sayangnya, Set dibuat menurut gambar manusia. Walaupun masih ada sesuatu dari gambar Allah di dalam dirinya, ia kebanyakan didominasi dan ditandai oleh gambar manusia. Inilah gambar orang yang jatuh, yang memiliki sifat dosa. Jadi Adam menjadi ayah dari seorang putra yang tidak menurut gambar Allah tetapi menurut gambarnya sendiri.

Kemudian diceritakan kepada kita zaman Adam setelah dia menjadi ayah Set, "adalah delapan ratus tahun, dan dia memiliki putra dan putri lainnya." Kemudian itu memberitahukan kita "semua hari Adam adalah sembilan ratus tiga puluh tahun, dan dia meninggal." Perhatikanlah ayat 4, "ia memiliki putra dan putri lainnya." Dan Adam mewariskan energi dosa yang sama kepada mereka; kuasa dosa yang sama, yang dominan dalam daging manusia.

Allah telah memberi tahu Adam bahwa dia akan mati, tetapi itu membutuhkan 930 tahun. Bukankah ini menunjukkan bahwa Allah penuh anugerah? Itu adalah kematian alami pertama yang tercatat dalam Alkitab. Hanya ada satu kematian lain. Habel - dan dia dibunuh. Allah berkata, "Jika kalian makan buah itu, kalian akan mati." Namun dia hidup 930 tahun; dan itu mencerminkan lagi sifat Allah, yang adalah Allah yang menyelamatkan, yang menahan apa yang patut diterima orang berdosa.

Semua pria dalam silsilah ini lahir sebelum Adam meninggal. Dia melihat semuanya. Dia melihat keturunan benar, dan dia melihat kejahatan menang. Pada akhirnya, dia melihat bahkan mereka yang berada di keturunan Set memburuk sehingga pada saat air bah itu datang Allah hanya menyelamatkan delapan orang. Jika Anda hanya hidup selama 70 tahun, Anda tahu betapa kuatnya dosa itu. Bayangkan jika Anda tahu selama 930 tahun bahwa Anda sendiri telah membawa dosa itu ke seluruh umat manusia.

Sekarang kita diperkenalkan dengan Henokh yang berarti, "berbakti" kepada Allah. Ayat 21-24, “Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, dia menjadi ayah Metusalah. 22 Henokh berjalan dengan Allah setelah dia menjadi ayah Metusalah selama tiga ratus tahun dan dia memiliki putra dan putri lainnya. 23 Jadi, semua hari Henokh adalah 365 tahun. 24 Henokh berjalan dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, karena ia telah diangkat Allah.”

Tiba-tiba, sekali dalam ayat 22, dan sekali dalam ayat 24 dikatakan bahwa Henokh berjalan dengan Allah. Tidak ada komentar seperti itu di tempat-tempat lain. Kita menemukan lebih banyak tentang Henokh dalam Yudas ayat 14 dan 15. Yudas menulis tentang guru-guru palsu di sini yang "telah pergi ke jalan Kain," dan ia menyebut beberapa nabi palsu. Dan ayat 14, "Dan tentang ini juga Henokh, dalam generasi ketujuh dari Adam, bernubuat.”

Henokh bernubuat melawan para nabi palsu. Mereka memberontak terhadap kebenaran yang Adam tahu secara langsung dan yang telah dinyatakan. Apakah yang dinubuatkan Henokh? "Lihatlah, Tuhan datang bersama ribuan orang-orang kudus-Nya, untuk menghukum semua orang.” Di sini ada seorang pengkhotbah yang berdiri dan berkata, "Allah akan menghakimi kalian." Henokh melihat, melalui ilham Roh Kudus, melalui sejarah pada kedatangan Yesus Kristus.

Rasul Paulus menyebut para penyihir Mesir, sebagai Jannes dan Jambres, dan mereka tidak disebut demikian dalam Keluaran. Petrus berkata, "Nuh adalah pengkhotbah kebenaran," dan kalian juga tidak akan menemukan itu dalam Kejadian. Para penulis yang diilhami Perjanjian Baru diberikan informasi ini secara langsung oleh Allah. Dan disini Yudas, yang menulis surat ini, diberi tahu persis apa yang dikatakan Henokh.

Marilah kita lihat komentar di Kejadian 5:21, “Henokh hidup enam puluh lima tahun, dan menjadi ayah Methusalah." Dalam bahasa Ibrani ini berarti, "Orang yang dikirim maju." Jadi namanya menandakan bahwa dia tidak akan mati sampai penghakiman itu tiba. Hampir setiap komentar dengan jelas menunjukkan bahwa Metusalah meninggal pada tahun air bah itu. Dia adalah orang yang terus hidup sampai terjadi penghakiman Allah.

Setelah Metuselah meninggal, dalam ayat 27, setelah 969 tahun, air bah itu datang menenggelamkan dunia. Dan dia hidup lebih lama dari semua orang lain. Di sini dikatakan dua kali bahwa Henokh berjalan dengan Allah. Bisakah Anda bayangkan berjalan bersama Allah selama 300 tahun? Pria ini setia selama 300 tahun. Tiga ratus tahun didalam lingkungan yang maju secara budaya tetapi sangat jahat.

Mengapa Allah melakukan ini? Karena Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa ada kemenangan atas maut. Dengarkanlah Ibrani 11: 5, "Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak melihat kematian." Dia adalah ilustrasi bahwa jika kalian berjalan dengan Allah, kalian akan mengalahkan maut. Kita juga memiliki harapan itu, pengangkatan gereja dalam 1 Tesalonika 4. Beberapa dari kita akan diangkat. Tetapi bahkan orang-orang percaya yang matipun akan mengalahkan maut.

Apa artinya berjalan dengan Allah? Itu berarti ada damai dengan Allah melalui iman. Itu berarti kita telah datang kepada Allah dan memohon pengampunan dosa kalian supaya hubungan antara kalian dan Allah dapat dibangun. Itu berarti setuju dengan Allah, itu berarti bersekutu dengan Allah, dan mengasihi Allah. Itu selalu adalah hubungan rohani keintiman. Henokh berjalan dengan Allah.

Ayat 26-29 mengatakan, “Metusalah masih hidup setelah dia menjadi ayah Lamekh 782 tahun dan memiliki putra dan putri lainnya. 27 Jadi, semua hari Metuselah adalah 969 tahun, dan dia mati. 28 Setelah Lamekh hidup 182 tahun, dia menjadi ayah bagi seorang putra, 29 dan dia memanggil namanya Nuh, katanya, “Dari tanah yang dikutuk Tuhan, anak ini akan membawakan kita kelegaan dari pekerjaan kita dan dari susah payah tangan kita.”

Nuh berarti, "istirahat," atau "kenyamanan." Dalam bahasa Ibrani itu berarti, "bernafas lagi." Nuh membawa angin segar di dunia kejahatan berlipat ganda di mana garis keturunan Set menjadi korup. Kejadian 6: 9 mengatakan bahwa Nuh adalah orang benar yang berjalan bersama Allah. Ayat 8 mengatakan dia "dianggap baik di mata Tuhan." Dan karena itu, dia membawa ke dunia ini hirupan udara yang segar.

Dan ayat 32 mengatakan, "Nuh berumur lima ratus tahun, dan dia menjadi ayah Sem, Ham, dan Yafet." Sem disebutkan pertama karena dia adalah garis keturunan Mesias. Sem berarti, "sebuah nama," dan dari dirinya datanglah nama yang di atas setiap nama. Air Bah datang ketika Nuh berusia 600 tahun. Putranya menikah dan diselamatkan bersama istri mereka. Inilah sejarah penebusan yang digambarkan dalam silsilah itu. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu