Mar 03, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Keluarga Allah
3 Maret 2019

Ada dan selalu ada hanya dua keluarga manusia. Dua masyarakat, dua budaya di bumi – yakni keluarga Allah dan keluarga Setan. Anak-anak Allah, demikian mereka disebut, dan anak-anak Setan. Dan setiap bentrokan budaya sepanjang sejarah manusia sebenarnya merupakan bentrokan antara kedua masyarakat itu - dua keluarga itu. Ini terjadi di negara kita sendiri. Masalah moralitas dan agama ada dalam peperangan rohani.

Nah keluarga Allah yang sejati dikuasai Alkitab. Bagi keluarga Setan, buku ini adalah masalah besar. Faktanya, Alkitab merupakan akar dari konflik budaya. Pornografi tidak menjadi masalah seandainya tidak ada Alkitab. Perzinahan, inses, homoseksualitas, pedofilia, transseksualisme, eutanasia, aborsi, pemberontakan feminis, perceraian dan agama-agama palsu tidak akan menjadi masalah seandainya tidak ada Alkitab.

Bagi banyak orang, Alkitab adalah masalah parah. Tidak ada buku lain yang mendefinisikan dengan jelas kebenaran moral dan agama. Budaya sekuler tidak keberatan dengan Alkitab, selama kalian menyimpannya di dalam gereja saja. Mereka tidak menginginkannya dalam wacana publik seolah-olah itu adalah dokumen resmi. Ini sebenarnya bukan pemisahan diantara gereja dan negara; itu adalah pemisahan manusia dari Alkitab.

Itu dimulai dalam Kejadian 4, sebagai keluarga Kain dan keluarga Set. Ada Kain dan budaya sekuler; dan Seth dan budaya kudus. Ada Kain dan masyarakat material; Seth dan masyarakat spiritual. Kain dan mereka yang memberontak melawan Allah dan mencintai dosa; dan Seth dan mereka yang menyembah Allah dan mencintai kebenaran. Kain diilustrasikan oleh Lamekh, dan Set diilustrasikan oleh Enosh, Henokh, anak-anak Nuh.

Hanya pada awalnya keturunan Set itu benar. Pada saat kita membicarakan Nuh, hanya ada delapan jiwa yang saleh di seluruh dunia ini; dan mereka berasal dari keluarga Set. Semua keluarga Set dan Kain yang lain tenggelam dalam banjir itu karena mereka jahat. Kami berasumsi bahwa pada saat air bah itu Set sudah mati, jika tidak dia juga pasti diselamatkan.

Orang lain dalam keturunan Set yang juga menyembah Allah pasti mati sebelum air bah itu datang. Dan Henokh, yang kita akan pelajari dalam Kejadian 5 dari keturunan Set, memiliki pengangkatan pribadinya sendiri di mana ia langsung dibawa ke surga; dan dia juga orang yang benar. Tetapi pada saat kalian sampai ke air bah itu, hanya ada delapan orang benar dari keturunan Set yang ada.

Sekarang marilah kita lihat sebentar Kain dan budaya sekuler itu. Ayat 19-22, “Dan Lamekh mengambil istri dua orang. Yang satu namanya Ada, yang lain Zila. 20 Ada itu melahirkan Yabal; diaalah menjadi bapa orang yang diam dalam kemah dan memelihara ternak. 21 Nama adiknya ialah Yubal; dialah yang menjadi bapa dari semua orang yang memainkan kecapi dan suling. 22 Zila juga melahirkan Tubal-kain; bapa semua tukang tembaga dan tukang besi.

Perkembangan budaya material sekuler dan masyarakat dengan sendirinya merupakan persediaan yang kita sebut "anugerah umum". Ini adalah persediaan dari Allah untuk kesenangan hidup manusia. Allah telah memenuhi dunia ini dengan kekayaan yang luar biasa. Kekayaan itu menolong banyak dalam kehidupan kita. Hal-hal yang kita lihat dengan mata kita, hal-hal yang kita rasakan dengan tubuh, sensasi, petualangan; hal-hal yang kita makan. Dan kenyamanan makhluk, semua itu adalah hadiah dari Allah.

Ayat 22, “Adik perempuan Tubal-kain adalah Naama. 23 Berkatalah Lamekh kepada kedua istrinya, “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku; hai isteri-isteri Lamekh, dengarkanlah apa yang saya katakan: aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku. 24 Jika Kain harus dibalas tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” Allah telah menyediakan supaya ada perkembangan masyarakat sekuler dan budaya supaya manusia dapat berterima kasih kepada Allah.

Namun, manusia menggunakan dunia ini dan semua kekayaannya namun tidak pernah bersyukur kepada Allah. Dan dalam budaya sekuler semua kenikmatan anugerah umum itu tidak memiliki nilai penebusan. Betapa menakjubkan ciptaan itu, akan ada penciptaan baru dari semuanya. Semuanya akan terbakar, menurut 2 Petrus 2 dan 3. Tuhan akan datang, dan semuanya digantikan dengan surga baru dan bumi baru.

Kami sangat awal dalam sejarah manusia. Ada keluarga awal dalam Kejadian. Tetapi jelas tidak ada evolusi. Tidak ada evolusi di sisi fisik; tidak ada evolusi di sisi sosial; tidak ada evolusi di sisi budaya; tidak ada evolusi di sisi agama. Tidak ada evolusi ke atas sama sekali. Sejak awal, manusia sepenuhnya mampu pada tingkat tinggi, tetapi semuanya sudah turun sejak Kejatuhan itu, tidak naik.

Satu-satunya kesaksian yang kita miliki tentang kehidupan di dunia ini sebelum air bah universal adalah dari Alkitab tentang manusia asli, yang diciptakan menurut gambar Allah; dan yang sangat cerdas. Dia luar biasa kreatif, banyak akal, sehat, dan dia memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, dia terampil karena pikirannya jauh melampaui kita, dan seiring waktu dia memperoleh pengetahuan, kebijaksanaan, dan perbaikan.

Sejak awal Kain terlibat dengan putranya dalam pembangunan kota. Dan setelah kedua istri Lamekh memberinya putra; yang satu mengembangkan peternakan, dan yang lain mengembangkan bentuk hiburan yang paling mendominasi dalam masyarakat kita, yaitu musik. Dan kemudian ada ilmu metalurgi yang sangat teknis berurusan dengan perunggu dan besi. Dan semua itu dikembangkan di keluarga pertama.

Ditambah lagi dengan perkembangan masyarakat agraris. Adam sendiri mengerjakan tanah itu. Dan di dunia sebelum air bah itu, dengan iklim yang jinak tanpa cuaca, tanpa angin, tanpa hujan dan tanpa salju, dan karena itu tidak ada panas ekstrem atau dingin ekstrem, jadi bumi itu subur sekali. Dan mereka mengembangkan keterampilan luar biasa selama periode waktu panjang dalam hidup mereka itu. Kita belajar semua itu hari Minggu yang lalu.

Dan ada produktivitas yang tinggi; dan ada banyak hal untuk semua orang dalam masyarakat seperti itu. Itu adalah waktu yang menakjubkan di dunia yang luar biasa. Banyak orang jenius - mengembangkan semua keterampilan peternakan untuk keperluan susu, daging dan kulit termasuk pembiakan, memberi makan, membunuh dan menguliti. Sebenarnya Allah mengizinkan makan daging setelah air bah dalam Kejadian 9: 3, tetapi karena mereka tahu pengorbanan binatang, mereka makan daging.

Dan kemudian datanglah berkat canggih dari musik, nada dan skala. Dan dalam Ayub 28: 1-2 Allah berfirman, “Memang ada orang menambang perak, dan tempat orang melimbang emas. 2 Besi digali dari tanah, dan dari batu dilelehkan tembaga.” Mereka telah mengembangkan budaya yang sangat canggih, dengan kota-kota, pertanian, peternakan dan bisnis ada di kota; dan pertambangan dan hiburan.

Tetapi Allah tidak disebutkan. Ini adalah masyarakat sekuler yang terbaik, dan ini tidak menawarkan penebusan; dan itu pada akhirnya akan dihancurkan. Bahkan orang terpintar sekarang, tidak memiliki kecerdasan yang mereka miliki. Kita tidak memiliki stamina fisik yang mereka miliki; tidak memiliki kekuatan yang mereka miliki; dan tidak memiliki keterampilan yang dimiliki keluarga pertama. Namun selama berabad-abad, kita telah mampu membangun dunia yang cukup menakjubkan.

Dan Lamech memberi tahu kita sedikit tentang kecanggihan budaya itu. Perhatikan apa yang dikatakan Lamekh kepada istrinya. Ini dikenal sebagai puisi Ibrani. Allah menyatakan kepada Musa, sebagai penulis, bahwa itu adalah puisi. Maka Musa menerjemahkan dan menyebutnya, "Nyanyian Pedang." Mereka memiliki puisi yang sudah maju. Puisi nyata adalah tingkat bahasa tertinggi. Lamech bukanlah orang Neanderthal yang terbelakang.

Puisi sungguhan memiliki komponen. Yang pertama adalah irama, yang merupakan naik turunnya. Puisi memiliki konsonan yang berarti ada suara serupa di akhir kata dan frasa. Ketiga, puisi memiliki paralelisme, kalimat yang cocok yang paralel. Dan Lamech adalah seorang penyair. Tapi dia jahat, egois, sombong, tidak peka, pendendam dan pembunuh. Dia adalah orang biadab yang sopan. Sama seperti keadaannya hari ini, benar?

Inilah puisinya di ayat 23. Dan sebenarnya, garis pertama adalah bagian dari puisi itu. “Berkatalah Lamekh kepada kedua istrinya, “Ada dan Zila, dengarkanlah suaraku; hai isteri-isteri Lamekh, dengarkanlah apa yang saya katakan.” Apakah kelihatan paralelisme itu? “Aku telah membunuh seorang laki-laki karena ia melukai aku, membunuh seorang muda karena ia memukul aku.” Ada paralelisme kedua. Dan ada yang ketiga. “24 Jika Kain harus dibalas tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.”

Jadi apa yang kalian miliki dalam masyarakat pra-banjir itu adalah kejahatan yang meliputi segalanya. Dan apakah akan dilakukan kejahatan itu? Itu akan memanifestasikan dirinya dengan cara yang sama seperti pada saat ini. Dan salah satu caranya adalah pemerkosaan dan penjarahan perempuan, serta perampokan dan pembunuhan. Dan ada masalah keamanan berat di dunia kuno itu; karena orang jahat terus saja melakukan hal-hal yang jahat.

Maka, Lamekh berkata kepada istrinya, “Dengarkanlah aku; Aku berkata kepadamu, aku telah membunuh seorang pria karena melukaiku, dan seorang anak lelaki karena memukulku. Dan jika Kain dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat.” Kalian tidak perlu khawatir. Dia berkata, “Karena aku memiliki kekuatan untuk membunuh, dan aku telah melakukannya. Aku setidaknya 10 kali lebih besar dari Kain.” Dia membual kepada istrinya.

Tidak ada orang dalam sejarah manusia setelah air bah itu yang adalah keturunan Kain. Inilah yang Yudas sebut "jalan Kain." Tetapi meskipun mereka semua tenggelam, jalan Kain kembali, benar? Budaya sekuler. Beradab, ya; mencapai banyak dalam kerajinan agraria, urban, industri; seniman, penyair, musisi yang luar biasa; tetapi manusia masih merupakan pembunuh yang kejam, yang tidak bermoral, dan calon pembunuh yang mengangkat dirinya di atas Allah.

Marilah kita sekarang melihat Set dan budaya kudus. - Kejadian 4:25-26, “Dan Adam mengenal istrinya lagi, dan dia melahirkan seorang putra dan memanggil namanya Set, sebab katanya, “Allah telah mengaruniakan bagiku anak yang lain daripada Habel, karena Kain membunuhnya.” 26 Lahirlah seorang putra bagi Set juga, dan anak itu dinamakan Enos. Waktu itu orang-orang mulai memanggil nama Tuhan.” Inilah pertama kalinya budaya kudus disebut.

Keturunan Set ada dalam Kejadian 5. Apa yang dipentingkan adalah Henokh, yang begitu kudus sehingga pada suatu hari dia langsung masuk surga dan tidak pernah mati. Nuh juga penuh kebenaran dan karena itu dalam Kejadian 6: 8 dikatakan, "Ia mendapat kasih karunia di mata Tuhan." Putra-putranya menyembah Allah yang benar dan karena itu tidak dihakimi. Tidak ada yang dikatakan tentang pencapaian manusia tetapi kita diperkenalkan kepada ibadah.

Silsilah itu diberikan kepada kita karena itu penting. Mengapa? Karena semua generasi dari Set dipertahankan melalui Nuh, dan karena itu melalui Set dan Nuh dan seterusnya datanglah Mesias, yang merupakan penggenapan dari janji Kejadian 3:15. Adam hidup selama 930 tahun, dan kemungkinan besar meninggal pada generasi kesepuluh melalui Set, dan itu terjadi tepat sebelum kelahiran Nuh.

Faktanya, Nuh adalah orang pertama yang lahir setelah kematian Adam. Sungguh kehidupan yang menarik. Dari kesempurnaan, tidak berdosa di Taman, sepuluh generasi dalam sejarah manusia, kita dapat melihat akibat dosa di dunia ini. Semua orang ini jahat kecuali delapan orang saja. Adam dan Hawa adalah umat Allah. Mereka percaya kepada Allah yang benar dan hidup; mereka percaya pada Firman-Nya; mereka bertobat dari dosa mereka; dan mereka telah diampuni Allah.

Dan di sini ada Adam, yang hidup melalui semua ini. Dia melihat putranya Kain, membunuh adiknya Habel. Dia melihat Kain pergi dari hadirat Allah ke tanah Nod. Dia melihat Kain mengembangkan budaya sekuler. Dia melihat Lamekh memecahkan pola pernikahan ilahi dengan menjadi orang yang beristri dua. Dia melihat kerusakan seluruh dunia ketika dunia mulai bertumbuh dan berkembang. Dia pasti menunggu penyelamat yang dijanjikan.

Dalam ayat 26 Set dapat seorang putra juga. Dia menikahi salah satu dari putri-putri Adam dan Hawa, seperti yang dilakukan Kain. Dan putranya, dia panggil "Enos," yang adalah sinonim untuk "Adam." Artinya, "Manusia." Dan kuncinya adalah, "Waktu itu orang-orang mulai memanggil nama Tuhan.” Ada sesuatu yang indah terjadi dalam kehidupan Set; kebangkitan rohani terjadi yang disampaikan kepada putranya, Enos.

Dengan keturunan Set ada orang aliran baru. Dan kita tidak tahu berapa banyak dari keturunan Set tersentuh olehnya, tetapi kita melihat Henokh dalam Kejadian 5: 22, dia “berjalan bersama Allah tiga ratus tahun setelah dia menjadi ayah Metuselah.” Dan dia berjalan bersama Allah selama total 365 tahun. Dan di ayat 24, dia "berjalan bersama Allah lalu tidak ada lagi, karena dia diangkat Allah.” Pada suatu hari dia langsung masuk surga.

Ayat 26, "Lalu orang-orang mulai memanggil nama Tuhan," adalah referensi tertua untuk menyembah Yehuwa. Dan tidak ada evolusi agama. Manusia tidak mulai dengan suatu agama primitif dan berevolusi menjadi bentuk agama yang lebih tinggi dan canggih. Manusia mulai dengan ibadat sejati dan murni kepada Allah. Lihatlah, orang-orang itu tahu siapakah Allah karena Adam ada disitu. Dan Adam telah berjalan dan berbicara dengan Allah.

Penyembah pertama di dunia ini adalah penyembah Allah yang benar dan hidup. Dan setelah Kejatuhan dalam dosa semuanya menurun. Mereka tahu siapakah Allah yang benar dan hidup itu; dan mereka menyampaikan itu. Dan Nuh mengambilnya dan memberitahukannya kepada putra-putranya. Dan setelah mereka keluar dari bahtera, mereka terus menyebarkannya. Dan akhirnya, Allah memanggil Abraham dan memberinya pesan dari Allah yang benar dan hidup; dan dari dia keluarlah orang-orang Israel.

Apakah artinya "memanggil"? Ini bisa berarti, "berdoa kepada"; "menyatakan" atau, "menyebutkan nama." Mereka mulai menyembah melalui doa, pemberitaan dan pujian. Dan nama Tuhan berarti siapakah Dia. Allah dikenal oleh mereka sebagai Pencipta, Yang mengampuni dosa, Allah yang akan mengalahkan Setan. Tetapi Dia juga dikenal sebagai Tuhan penuh anugerah, dan Tuhan yang mengampuni dan Tuhan yang penuh belas kasihan.

Mereka sudah terlibat dalam pengorbanan yang menggambarkan pengorbanan satu-satunya yang sejati, Yesus Kristus. Nah ibadah dimulai oleh Adam dan Hawa. Habel ikut bersama mereka. Tetapi di keturunan Kain itu lenyap. Set sajalah yang digunakan Allah untuk memulihkan ibadat. Itulah sebabnya dalam Lukas 3:38 dalam silsilah Yesus dikatakan, "Yesus, putra Yusuf .......... putra Enos, putra Set, putra Adam, putra Allah.”

Di tengah-tengah budaya sekuler yang tidak percaya, dengan semua kemajuannya secara materi, tidak ada nilai penebusan untuknya, dan itu semua akan terbakar. Tetapi terhadap budaya itu, Allah telah menempatkan umat-Nya, umat-Nya yang tersisa - keluarga Allah yang benar-benar percaya. Di tengah kemajuan dosa dalam budaya yang canggih, ada orang-orang yang benar-benar menyembah Yehuwa, Allah pribadi, Allah perjanjian dan Penyelamat. Itulah panggilan bagi kita juga. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu