Feb 24, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Asal Mula Masyarakat
24 Februari 2019

Marilah kita lanjutkan dalam Kejadian 4. Yang saya khawatirkan disini adalah mendapatkan artinya dan menggali kekayaan dari apa yang tersedia dalam teks ini. Ketika kita sampai pada Kejadian 4:17-22, kita sampai pada suatu tema, yaitu asal usul masyarakat. Dan walaupun di permukaan, teks ini mungkin tampaknya terisolasi, itu hanya informasi saja. Ini adalah kisah peradaban, kisah masyarakat, kisah manusia dalam perkembangannya dalam sejarah manusia.

Dan zaman sejarah manusia unik itu disebut "pra-banjir". Atau seperti yang disebut oleh para sarjana, masyarakat "antedeluvian", yaitu peradaban di dunia sebelum air bah. Sekarang ketika kita pelajari Kejadian 6, 7, dan 8, kita akan melihat banjir universal itu. Allah mengirim banjir yang menutupi seluruh bumi, dan itu menenggelamkan seluruh umat manusia kecuali delapan orang.

Oleh karena itu, satu-satunya sejarah yang kita miliki tentang bumi sebelum banjir, ada di dalam Kejadian 4. Karena itu, itu merupakan bagian penting dari Alkitab. Jika kita ingin memahami bagian ini dari kisah manusia ini - maka kita harus memahami Kejadian 4, karena ini adalah satu-satunya catatan masyarakat antedeluvian atau peradaban pra-banjir. Inilah Firman Allah, satu-satunya kisah peradaban pertama yang ada.

Nah, sebelum banjir, dunia ini berbeda sekali dibanding sekarang. Dan kita akan belajar lebih banyak tentang hal itu ketika kita mempelajari banjir, tetapi pada dasarnya tidak ada pola cuaca. Tidak ada angin, tidak ada hujan dan tidak ada salju. Daerahnya memiliki permukaan tanah yang lebih rata. Iklimnya ringan dan hangat. Ada banyak tanaman dan binatang yang ada di bumi, dan itu adalah lingkungan yang rata tanpa bencana alam.

Kita juga tahu tentang zaman pra-banjir ini karena kita memiliki silsilah Kejadian 5 dari Adam hingga Nuh mulai dari ayat 1 sampai ayat 32. Itu adalah silsilah pra-banjir dari keturunan Set. Kita belajar dari silsilah itu bahwa manusia berumur panjang selama 1600 tahun. Adam sendiri hidup 930 tahun, dan Metusela hidup selama 969 tahun. Allah merencanakan orang hidup sangat lama.

Kita tahu karena itu diulangi dalam silsilah Kejadian 5, bahwa mereka memiliki putra dan putri. Kita tidak tahu berapa banyak putra dan putri yang bisa dimiliki orang berusia 900 tahun. Tetapi mereka pasti dapat mempunyai banyak anak. Tebakan yang bagus untuk umur Kain, yang hidup 800 tahun bahwa bumi didiami jutaan orang. Dalam 1600 tahun, kemungkinan besar ada kira-kira 7 miliar orang di bumi.

Bumi itu berbeda dengan lingkungan yang ringan. Pada generasi awal, semua pernikahan pada awalnya adalah pernikahan kakak beradik. Sebelum banjir, ada kemurnian dalam sistem genetika manusia. Dan sangat sedikit gen mutan di dalam aliran darahnya. Itulah salah satu alasan mengapa mereka hidup begitu lama. Mikroorganisme yang pertama diciptakan bermanfaat untuk membantu kehidupan dalam rentang usia pertama yang panjang itu.

Orang saat itu lebih kuat dari apa yang bisa kita bayangkan. Anda haruslah sangat kuat untuk hidup selama 900 tahun. Mereka pasti sangat sehat dengan perlawanan terhadap penyakit dan penuaan. Mereka sangat cerdas dan terampil. Bisakah Anda bayangkan melakukan sesuatu selama 600 tahun? Jadi, inilah masyarakat yang sangat kreatif, produktif, kuat, sehat, dan sangat cerdas. Tetapi karena kutukan itu ada penurunan dalam setiap aspek kehidupan.

Secara fisik kita semakin lemah. Kita sekarang didukung oleh penemuan ilmiah tertentu di bidang kedokteran; tetapi pada umumnya, hukum entropi bekerja, dan materi semakin rusak. Orang-orang pada saat itu lebih cerdas dan lebih kuat dan mereka hidup di dalam lingkungan yang jauh lebih jinak dan aman. Masa pra-banjir ini adalah zaman emas yang menakjubkan di mana Allah menyediakan banyak berkat.

Meskipun dunia dapat didiami oleh jutaan orang, pada saat banjir datang dan menghancurkan mereka semua, Roh Kudus memilih untuk membangun sejarah yang terpusat pada dua keluarga. Keluarga Kain dan keluarga Set. Kedua-duanya adalah putra Adam. Jadi kita membicarkan keluarga pertama sekarang dalam Kejadian 4:16-24, kita melihat kisah keluarga Kain; dan dalam ayat 25-26, kita melihat keluarga Set.

Jadi kontrasnya di sini adalah di antara dua keluarga. Sekarang Allah mengajarkan itu kepada kita karena sebenarnya hanya ada dua keluarga di dunia saat ini. Ada keluarga sekuler, dan ada keluarga kudus. Dan itulah yang selalu terjadi. Hanya ada dua keluarga dari perspektif ilahi di planet ini. Dan Kain dan Set memamerkan bagi kita keluarga sekuler dan keluarga kudus.

Keturunan Kain itu jahat. Dan keturunan itu diilustrasikan oleh Lamekh. Keturunan Set itu baik. Dan keturunan itu diilustrasikan oleh Enosh dalam Kejadian 4 dan Henokh dalam Kejadian 5. Dan dengan demikian kita melihat Allah membagi semua umat manusia. Ada budaya sekuler, material, pemberontak, dan jahat; dan ada budaya kudus, spiritual, yang menyembah dan benar. Dan mereka hidup berdampingan sampai akhir zaman.

Budaya sekuler adalah persediaan dari Allah untuk kehidupan manusia. Itulah anugerah umum. Allah telah memberi manusia segala sesuatu berkelimpahan untuk dinikmati di planet yang luar biasa kaya ini. Bumi itu sendiri sangat kaya sehingga kekaguman kita tidak pernah berhenti. Kita dapat menarik keluar dari bumi ini semua bahan yang kita perlukan untuk membangun sesuatu dan memproduksi kain, dari berbagai produk alami hingga logam dan batu permata.

Dalam Kejadian 4 kalian berada sebelum ada banjir dan seluruh bentuk bumi telah berubah secara dramatis setelah kejadian itu sehingga manusia dalam upaya arkeologis terbaikpun tidak dapat benar-benar merekonstruksi kehidupan saat itu seperti apa. Tetapi kreativitasnya akan melampaui apa pun yang dapat kita bayangkan; dan mereka mengembangkan budaya canggih dalam 1600 tahun. Dan tidak ada manusia gua yang mengunyah daging mentah. Dan tidak pernah ada evolusi.

Ayat 16, “Lalu Kain pergi dari hadapan Tuhan dan menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.” Kain menolak Allah. Dia menolak untuk percaya pada Allah yang benar dan hidup sebagai Allahnya. Dia mencintai dosanya; dia tidak ingin pengampunan dosa. Dia tidak mau menaati Allah, dia tidak mau mengakui Allah; dia adalah seorang murtad. Dia adalah manusia terkutuk yang penuh kebenaran diri sendiri.

Dia memilih untuk melakukan segala yang dia bisa untuk menghindari Allah. Itulah sebabnya dalam ayat 16 hingga 26, kalian tidak pernah membaca apa pun tentang Allah. Allah tidak punya tempat di keturunan Kain. Allah tidak ada di dalam budaya sekuler. Dia adalah orang berdosa pertama yang menolak pengampunan dari Allah. Pada suatu ketika, Kain menikah. Karena ayat 17 mengatakan dia bersetubuh dengan istrinya. Dan dia menikahi saudara perempuannya.

Nah perhatikanlah Kejadian 5: 4, “Umur Adam setelah memperanakkan Set adalah 800 tahun, dan ia memiliki putra dan putri lainnya." Jadi anaknya banyak dalam keluarganya - lebih banyak putra, dan lebih banyak putri dari mana Kain dapat memilih isterinya. Jadi Kain menikah. Saya tidak tahu betapa mudahnya untuk meyakinkan salah satu saudara perempuannya untuk menikah dengannya, karena memang ia telah membunuh Habel.

Jadi ayat 17 mengatakan, “Kain mengenal istrinya, dan dia mengandung dan melahirkan Henokh. Ketika dia membangun sebuah kota, dia menyebut nama kota itu Henokh, menurut nama putranya.” Silsilah ini menunjukkan bagaimana dosa mendiskualifikasikan keturunan Kain sebagai orang-orang yang diberkati. Tetapi bahkan Kain juga memiliki sukacita pernikahan. Kain diberi hak istimewa untuk memiliki anak dan cucu dan cicit.

Silsilah Kain di sini terdiri dari sebelas nama hingga tujuh generasi, dari Adam sampai Lamech. Itu berakhir dengan empat anak Lamekh. Dalam Kejadian 5 ada garis keturunan Set yang meliputi 10 generasi - dari Adam hingga Nuh, dan berakhir dengan tiga putra Nuh. Garis Kain dimulai dengan nama Henokh dalam ayat 17. Ini bukan Henokh yang sama dengan Henokh dari Kejadian 5:22. Henokh ini berada di garis keturunan Set.

Jadi, Kain mendapat istri dan memulai keluarganya. Bahkan sejak awal ada pemahaman tentang legalitas pernikahan. Anak mereka adalah Henokh, atau Hanoch, yang berarti, "persembahan." Ini dapat berarti, "untuk memulai," atau "untuk melantik," sesuatu yang baru; sesuatu yang bersifat perdana. Dan paling sedikit ada tiga orang lain bernama Hanoch, atau Henokh dalam Kitab Kejadian.

Ayat 17 melanjutkan, “Isterinya mengandung dan melahirkan Henokh, dan dia membangun sebuah kota.” Sebenarnya teks Ibrani lebih baik diterjemahkan, "dia sedang membangun kota." Dan interpretasi terbaik dari "dia" mengacu kepada Kain. Kenapa dia lagi membangun kota? Bukankah Tuhan memberi tahu dia bahwa dia akan mengembara seumur hidup? Beberapa sarjana Ibrani mengatakan bahwa idenya di sini adalah ia mulai membangun sebuah kota.

"Kota" adalah kata umum bahasa Ibrani yang berarti, "kompleks tempat tinggal." Itu bisa dibuat dari apa saja; bisa ukuran apa saja, besar atau kecil. Dia sedang berusaha mendirikan tempat tinggal. Indikasi bahasa Ibrani adalah bahwa dia tidak bisa berhasil; karena dia akhirnya menyerah dan memanggil nama kota itu "Henokh," atau nama putranya.

Jadi di sinilah kalian melihat awal urbanisasi. Di sinilah kalian melihat awal perkembangan budaya. Saat putra pertama Kain, Henokh, menyelesaikan sebuah kota. Ini sangat penting. Tidak ada evolusi masyarakat di sini. Ada Adam, Kain putranya, dan cucunya Henokh. Dan Henokh adalah ayah dari kota pertama. Mereka sudah membangun masyarakat di generasi ketiga.

Sekarang ayat berikutnya mengidentifikasikan empat generasi berikutnya: keempat, kelima, keenam, dan ketujuh - semuanya dalam ayat 18, "Nah bagi Henokh lahirlah Irad, dan Irad menjadi ayah Mehuyael, dan Mehuyael menjadi ayah dari Metusael, dan Metusael menjadi ayah Lamekh.” Disitu hanya anak pertama disebut dalam urutan generasi berikutnya. Pastilah Kain dan istrinya memiliki lebih banyak generasi.

Jadi sekarang kita melihat ada kota dan kita melihat ada seorang putra, yang adalah warga kota. Jadi kita ada permulaan bisnis. Masyarakat sudah mulai beroperasi dalam kerangka kota. Ini di luar pertanian Kain dan orang-orang seperti dia. Ini melampaui pemeliharaan domba dari mereka yang mengikuti apa yang dilakukan Habel. Ini tempat tinggal di kota; mereka adalah penduduk kota.

Dan sekarang datanglah klimaks dari silsilah Kain dalam dirinya Lamekh. Dan ayat 19 menceritakan kisahnya kepada kita. "Dan Lamech mengambil dua istri untuk dirinya." Manusia tidak berevolusi menjadi monogami. Desain asli Allah adalah monogami - satu pria dan satu wanita seumur hidup. Dalam Kejadian 2:24, seorang pria dan seorang wanita bersatu satu sama lain; mereka meninggalkan orang tua mereka. Itu sudah ada ejak awal, dan itu ditegaskan kembali di seluruh Alkitab.

Lamekh adalah bukti kemunduran, bukan evolusi. Lihatlah generasi ketujuh dari Adam - Kain masih hidup saat ini; dan Adam masih hidup, dia hidup selama 930 tahun. Adam melihat semuanya, bahkan sampai kelahiran Nuh. Adam sebenarnya dapat melihat apa yang terjadi, karena dunia yang berpenduduk padat ini begitu korup dan berdosa.

Nah Lamech bukan satu-satunya orang yang beristeri dua. Ini hanya menggambarkan kemana arah masyarakat itu pergi. Dan kemudian komentar lengkap datang dalam Kejadian 6 di mana Allah berkata, "Saya melihat dunia dan semuanya jahat, dan hanya kejahatan terus menerus." Tetapi di sinilah ilustrasi rekaman korupsi pernikahan terjadi. Lamekh mengambil bagi dirinya dua istri, dan Abraham dan Yakub juga melakukan itu.

Abraham tidak bisa menunggu Allah, jadi dia memutuskan untuk mengambil Hagar si pelayan wanita itu dan bersetubuh dengannya. Dan kalian tahu hasilnya jika kalian melakukan sesuatu diluar rencana Allah untuk pernikahan. Dia bersetubuh dengan Hagar; dari itu datanglah Ismail, dan dari Ismail datanglah orang-orang Arab, yang saat ini merupakan masalah besar dalam kehidupan orang Israel, dan keadaannya selalu seperti itu.

Yakub juga mengambil dua istri, Lea dan Rahel; dan bencana demi bencana terjadi di keluarganya. David juga mengambil beberapa istri, dan itu semua hanya menghasilkan kekacauan total, bencana, sakit hati, dosa dalam hidupnya. Dan lihatlah Solomon, yang memiliki 700 pernikahan dan selirnya 300. Di mana pun kalian melihat bigami, atau poligami dalam Alkitab, itu membawa konflik, kesedihan, dan kehancuran bagi keluarga.

Lamekh juga menikahi dua isteri, Ada dan Zila. Kedua istri ini memberi Lamekh setidaknya empat anak, tiga laki-laki dan satu perempuan. Dari pertanian aslinya, dikombinasikan dengan masyarakat kota, itu sekarang berkembang lebih lanjut. Ayat 20-21, “Ada itu melahirkan Yabal; dialah yang menjadi bapa mereka yang tinggal di kemah dan memiliki ternak. 21 Nama saudaranya adalah Yubal; dialah yang menjadi bapa semua orang yang memainkan kecapi dan suling.”

Yabal adalah peternak sapi asli. Ini termasuk semua binatang yang akan dijinakkan. Jika Anda hidup ratusan tahun dan Anda memiliki orang-orang yang bekerja dengan Anda yang hidup ratusan tahun; dan Anda memelihara jutaan binatang pada tahun-tahun itu. Anda akan belajar tentang susu binatang, kulit binatang, dan juga daging binatang. Yabal adalah pemakan daging asli.

Yubal adalah bapak musik. Bisakah Anda membayangkan dunia kita tanpa musik? Musik adalah berkat luar biasa bagi dunia kita, bukan? Allah tidak dipaksa untuk menyediakan dunia sekuler dengan keindahan musik, tetapi Dia melakukannya. Yubal diberi hadiah musik. Dan kemudian dia juga menciptakan alat musik untuk memainkannya. Kata "kecapi" adalah jenis harpa kuno; tetapi dalam bahasa Ibrani itu adalah biola.

Ayat 22, “Zila juga melahirkan Tubal-kain; dialah yang membikin semua alat perunggu dan besi. Saudari Tubal-kain itu adalah Naama.” Dan bagaimana Anda dapat membuat segala macam hal dari perunggu dan besi? Itu memerlukan seorang jenius untuk melakukan itu. Metalurgi adalah keterampilan sains yang hebat. Mengembangkan metalurgi, menggunakan perunggu dan besi adalah ilmu yang sangat tinggi yang benar memerlukan kekuatan dan kebijaksanaan besar.

Evolusi membagi sejarah manusia menjadi Zaman Batu, dari 100.000 SM. - 4000 SM. Kemudian datang Zaman Shalcolific, dari 4.000 SM. - 3.200 SM Kemudian Zaman Perunggu, dari 3.200 SM. - 1.200 SM. Kemudian Zaman Besi dari 1.200 SM. - 330 SM. Tetapi di sini ada orang yang melakukan semuanya. Hanya ada satu periode, yang berlangsung sekitar 1600 tahun, di mana mereka bekerja dengan batu, perunggu, besi dan membuat musik dan mengembangkan kota.

Kejadian menunjukkan tidak ada evolusi. Semua elemen peradaban, budaya, masyarakat, dan kehidupan modern - urbanisasi, pertanian, domestikasi binatang, industrialisasi, hiburan - semua berkembang dalam tujuh generasi pertama dari Adam bahkan sebelum Kain mati. Namun, di samping budaya, dosa juga berkembang. Dan disini Allah tidak disebut karena itu adalah budaya sekuler. Minggu depan kita akan pelajari keluarga Set. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu