Feb 17, 2019 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2019
Dosa Kain
17 Februari 2019

Kejadian adalah buku asal-usul. Ada asal-usul dunia materi di sini dan juga ada juga asal-usul dunia rohani. Dan dalam Kejadian 4 ada kisah Kain dan Habel yang terkenal itu. Kain digambarkan di sini sebagai bentuk asli orang terkutuk yang terhilang. Ketika dihadapi Allah, dengan kesempatan untuk pengampunan dosa dan pembebasan, dia menolak. Dia adalah orang pertama yang tidak percaya.

Adam dan Hawa adalah orang percaya dan bagian ini menunjukkan bahwa Habel juga adalah orang percaya. Hanya ada empat orang di planit pada saat itu. Disini terdapat orang pertama yang tidak percaya; orang pertama yang sama sekali tanpa Allah, tanpa harapan dan tanpa berkat. Sejarah Kain adalah kisah tragis yang merupakan awal dari semua agama lain tanpa Allah. Ingatlah hal itu dengan membaca Kejadian 4: 6-16 untuk kalian.

“Tuhan berkata kepada Kain, “Mengapa hatimu panas, dan mukamu muram? 7 Jika Anda berbuat baik, bukankah Anda akan diterima? Dan jika Anda tidak berbuat baik, dosa sudah menunggu di pintu. Keinginannya bertentangan dengan kalian, tetapi kalian harus berkuasa mengatasinya.” 8 Kain berbicara dengan Habel, adiknya. Dan ketika mereka ada di padang, Kain bangkit melawan Habel adiknya lalu membunuhnya. 9 Kemudian Tuhan berkata kepada Kain, "Di mana Habel, adikmu itu?"

“Jawabnya, “Saya tidak tahu; apakah aku penjaga adikku?”10 Dan firman Tuhan, “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu berteriak kepada-Ku dari tanah.11 Maka sekarang terkutuklah engkau dari tanah, yang telah membuka mulutnya untuk menerima darah adikmu dari tanganmu. 12 Apabila engkau mengerjakan tanah itu, tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya bagimu. Engkau akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.”

“13 Kata Kain kepada Tuhan, “Hukumanku lebih besar daripada yang dapat kutanggung. 14 Lihatlah, Engkau telah mengusir aku hari ini dari tanah ini, dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu. Aku akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi, dan barangsiapa yang menemukan aku akan membunuhku. 15 Firman Tuhan kepadanya, “Sekali-kali tidak! Jika ada yang membunuh Kain, dia akan dibalaskan tujuh kali lipat.” Dan Tuhan menaruh tanda pada Kain, agar siapa pun yang menemukannya tidak akan menyerangnya.”

“16 Lalu Kain pergi dari hadirat Tuhan dan menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden." Itulah kisah Kain. Ada beberapa poin ketika kita melihat 10 ayat ini. Kain menunjukkan kepada kita bahwa bahkan yang terhilang dan yang terkutuk memiliki awal yang penuh harapan. Dan dalam kasusnya itu masih ada harapan. Ayat 1, "pria itu berhubungan dengan istrinya." Hawa melahirkan Kain dan berkata, 'Aku telah mendapat anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan.”

Kain dalam bahasa Ibrani berarti, "benda yang terbentuk; ciptaan." Dan Hawa menamakan putranya, "yang dibuat dengan pertolongan Tuhan." Dan dalam ayat 2, dia melahirkan putra lain, yakni Habel. Dan nama Habel, Hebel, berarti, "Nafas belaka." Dan memang hidupnya sangat singkat. Masuk akal untuk berasumsi bahwa dia meninggal di masa remajanya, waktu semua orang lain hidup selama ratusan tahun.

Segera kondisi spiritual Kain yang sebenarnya terungkap dalam tindakan ibadah. Dan itu menggambarkan malapetaka ibadah yang tidak dapat diterima. Setiap orang adalah penyembah. Bahkan mereka yang terkutuk dan orang-orang yang menolak Tuhan juga penyembah. Kalian menyembah Allah yang benar dengan cara yang benar, atau kalian menyembah Allah yang benar dengan cara yang salah, atau kalian menyembah dewa-dewa lain, yang adalah setan, atau kalian menyembah dirimu sendiri.

Kita baca bahwa, "Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah kepada Tuhan.” Pasti ada perintah Allah untuk menyembah-Nya dengan membawa persembahan. Namun, ia membawa buah dari tanah, seperti yang ditunjukkan teks, yang tidak diterima Allah. Tentu Allah menyatakan bahwa apa yang Dia inginkan adalah pengorbanan seekor binatang yang menjadi pengganti untuk dosa dan kematiannya.

Jadi, inilah contoh pertama penyembahan palsu terhadap Allah yang benar. Inilah contoh pertama tentang pembenaran diri. Rupanya, Kain merasa ia tidak membutuhkan pengganti; dia merasa bahwa tidak perlu ada kematian atas namanya. Ia dapat membawa kepada Allah sesuatu dari prestasinya sendiri. Disitu kita tidak diberi tahu apa pun tentang kualitas dari apa yang dibawa; disitu hanya dikatakan dia membawa sesuatu dari hasil kerja tanahnya sendiri.

Sebaliknya, ayat 4 mengatakan Habel membawa, “anak sulung kawanan dombannya dan bagian lemaknya.” Dia membawa binatang yang terbaik, dan dalam bahasa Ibrani itulah artinya “anak sulung kawanan domba dan bagian lemaknya.” Allah menuntut pengorbanan binatang yang terbaik. Dan itu, menggambarkan pengorbanan akhir untuk dosa kita, yakni Yesus Kristus - Anak Domba Allah yang sempurna tanpa dosa.

Dalam kasus Kain, Allah tidak menghargai Kain dan persembahannya. Hati Kain penuh kebenaran diri; dan karena itu persembahannya juga tidak benar. Disini tidak dibicarakan perlunya ada pengorbanan; tidak dibicarakan dosanya, dan tidak dibicarakan kematiannya yang pantas. Jadi di sini ada ibadah palsu yang membenarkan diri dan munafik. Kain tidak menyenangkan Allah. Karena itu dia ditempatkan dengan mereka yang dikutuk Allah.

Dan orang terkutuk membenci umat Allah yang sejati dan juga Allah sendiri. Dalam ayat 5 dikatakan Kain menjadi sangat marah, dan mukanya muram. Dia membenci berkat yang diberikan kepada adik lelakinya yang saleh. Dia membenci faktanya bahwa Habel adalah orang benar. Dan orang benar selalu menjadi batu sandungan bagi orang yang membenarkan diri. Karena itu mereka yang diberkati oleh Allah selalu dibenci oleh orang yang benar-diri.

Kain marah dan mukanya putus asa dan muram. Itulah jalannya bagi orang-orang yang berpegang teguh pada dosa mereka dan kebenaran diri mereka, yang menolak Allah dan mencintai dosa mereka, dan mengasihi diri mereka sendiri. Itu bagian dari sikap mereka untuk marah dengan Alkitab; untuk marah dengan Allah dari Alkitab; dan untuk marah dengan mereka yang percaya Alkitab. Jika kalian membawa sikap seperti itu ke mana saja, kalian pasti akan diusir.

Sekarang marilah kita lanjutkan di mana kita berhenti minggu lalu. Orang yang tidak percaya menolak Firman Allah. Ayat 6, “Tuhan berfirman kepada Kain, “Mengapa hatimu panas, dan mukahmu muram?” Allah disini langsung berfirman, dari mulut Allah kepada Kain. Allah memberinya undangan yang jelas untuk pembebasan dari dosanya. Allah masih berbicara dengan jelas. Dan Dia masih berbicara langsung kepada kita melalui halaman-halaman Kitab Suci.

Allah tidak pernah mencari informasi. Dia sudah tahu semua itu. Allah mendorong supaya ada dialog. Dia mencoba membuat Kain memandang dengan jujur apa yang memotivasikan dirinya – supaya dia melihat hatinya yang berdosa dan kemarahannya terhadap adik lelakinya dan kepada Allah. Di dalam Yakobus 1 dikatakan, nafsu sedang bekerja di dalam dirinya. Dan nafsu, ketika itu muncul, menghasilkan dosa. Dan itulah dosa yang mematikan.

Dan kemudian Allah berkata dengan penuh anugerah, "Ini tidak perlu terjadi seperti ini.” Ayat 7, “Jika Anda berbuat baik, bukankah Anda akan diterima?” Apa maksudnya ini? Allah berkata, "Engkau bisa bertobat dan membersihkan hatimu. Engkau dapat memberi persembahan kepada Allah yang dapat diterima dari hati yang benar. Dan jika engkau melakukan itu, mukamu akan gembira. Engkau tidak perlu marah. Lakukanlah apa yang benar di hatimu di hadapan-Ku.

Di sisi lain, ayat 7 meneruskan, “Dan jika Anda tidak berbuat baik, dosa sudah menunggu di pintu.” Dan dosa digambarkan seperti singa yang mengaum. “Keinginannya bertentangan dengan kalian, tetapi kalian harus berkuasa atasnya.” Allah berkata, "Kalian punya pilihan. Kalian bisa saja melakukan apa yang benar, dan mengakui dosa kalian, dan menaati saya dan memberi korban yang tepat kepada-Ku. Tetapi jika kalian memberontak, dosa itu akan menghancurkan kalian, dan kalian akan menghabiskan hidup kalian dengan mencoba mengendalikannya.”

Sama halnya dengan kita, kita dilahirkan sebagai pendosa. Dosa ada di dalam kita; tetapi tidak selalu kita akan dikuasai dosa. Jika kita datang kepada Allah, bertobat karena dosa kita, memeluk pengorbanan Yesus Kristus, maka kita akan mengalahkan dosa. Itu adalah janji-janji indah dari Alkitab. Roma 6:12 mengatakan, "Karena itu janganlah biarkan dosa berkuasa dalam tubuhmu yang fana, supaya jangan lagi engkau menuruti keinginannya.”

Allah adalah penginjil pertama. Dan Allah memberikan kepada para pendosa dua pilihan: lakukanlah apa yang benar dari hati dan dalam perilaku Anda. Tetapi jika Anda meneruskan apa yang Anda lakukan, maka kehidupan Anda penuh konflik, dan Anda akan kalah. Dan Kain menolak Firman Allah karena ayat 8, “Kain berbicara dengan Habel, adiknya. Dan ketika mereka berada di padang, Kain bangkit melawan adiknya Habel dan membunuhnya.”

Roma 3: 10-15 menggambarkan orang berdosa, "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak; 11 tidak ada yang mengerti, tidak ada yang mencari Allah; 12 Semua telah berpaling, bersama-sama mereka menjadi tidak berguna; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 13 Tenggorokan mereka seperti kuburan terbuka, lidah mereka digunakan untuk menipu, bibir mereka mengandung racun. 14 Mulut mereka penuh kutukan dan kepahitan. 15 Kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.”

Mereka tidak takut Allah, dan jika perlu, mereka akan membunuh. Itulah sebabnya kita harus ada pemerintah. Jika kita hidup dalam anarki tanpa pemerintah dan tanpa polisi, pembunuhan terus akan terjadi. Dan Kain adalah benih ular itu. Hawa pikir Kain mungkin keturunannya, yang akan meremukkan kepala ular. Ternyata Kain sebenarnya adalah benih dari ular itu sendiri.

Saya tidak heran bahwa melalui sejarah dunia, umat Allah telah dianiaya dan dibantai, dan bahkan hingga hari ini, itu masih terjadi. Kita tahu bahwa sekarang ini di seluruh dunia ada lebih banyak orang Kristen yang mati syahid dalam sejarah. Tetapi kita tahu bahwa kematian bukanlah akhir tetapi awal kehidupan selamanya bersama dengan Yesus Kristus yang telah menyediakan tempat bagi kita semua.

Ayat 9, “Lalu Tuhan berkata kepada Kain, “Di mana Habel, adikmu? Jawabnya, “Aku tidak tahu; apakah aku penjaga adikku?” Orang yang terkutuk mencoba bersembunyi dari dosa mereka, meskipun diperhadapkan dengan kebenaran. Mungkin saja mereka datang ke gereja, namun mereka menolak untuk mengakui dosa mereka. Allah tidak pernah membutuhkan informasi karena Dia mahatahu. Di dalam ayat 10 Allah berkata, "Suara darah adikmu berseru kepada-Ku dari tanah.”

Kain tidak lagi berada di dekat tubuh itu. Ketika Allah menghadapi Kain, dia telah lari. Ini kebiasaan orang berdosa. Dan dia mengatakan, "'Saya tidak tahu.'" Dia bukan hanya melarikan diri dari tempat kejadian itu, tetapi dia juga berbohong untuk menutupi dosanya. Dan kemudian dia berkata, “Apakah aku penjaga adikku?" Inilah pola pendosa yang tidak mau mengakui dosanya. Inilah seorang pembunuh yang membenci adiknya dan mencintai dosanya.

Dosa itu semakin memburuk sejak Kejatuhan. Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka bersembunyi di Taman karena malu. Dan sekarang ada kebohongan terang-terangan. Dan dosa menyebabkan Kain menjadi pembunuh. Kita mungkin tidak melihatnya; tetapi Allah tahu dan melihatnya. Di masa kini orang tidak mengklasifikasikan itu sebagai dosa; mereka mengatakan itu kebebasan. Ini adalah "moralitas baru”. Manusia sekarang adalah biadab mulia, yang bertindak bebas untuk melakukan keinginannya.

Semua orang terkutuk pada akhirnya dituntut Allah. Sekarang Allah menariknya ke pengadilan; Allah adalah penyelidik yang membawa bukti; dan buktinya adalah darah Habel yang berseru kepada Allah dari tanah, secara metaforis. Allah sekarang bergerak untuk menjadi penuntut. Ayat 11, “Maka sekarang terkutuklah engkau dari tanah, yang telah membuka mulutnya untuk menerima darah adikmu dari tanganmu.”

Allah berkata, "Engkau melakukan itu. Engkau adalah pembunuh. Setiap kejahatan yang dilakukan, setiap dosa yang dibuat berseru kepada Allah. Semua dosa menyinggung Dia dan dikketahui-Nya. Dan Allah menjawab sebagai pembalas ilahi. Tanah yang sama dari mana dia menarik persembahannya, juga menerima darah adiknya. Jadi sekarang Allah memberi kutukan pada Kain yang juga akan mempengaruhi seluruh umat manusia.

Ayat 12, “Apabila engkau mengerjakan tanah itu, tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya bagimu. Engkau akan menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Engkau tidak pernah akan bisa bertani. Jika engkau mencoba, engkau tidak akan berhasil. Dalam kesombonganmu, dan profesi yang kauhargai, tetap engkau tidak akan berhasil. Dan meskipun Allah telah mengutuk Kain, Ia dengan murah hati mengizinkannya hidup.

Kain menikahi adik perempuannya, yang merupakan rencana awal dan tujuan Allah. Ini bukan masalah seperti sekarang dalam kemunduran kumpulan gen dan perkawinan dalam keluarga. Dari keturunannya datanglah populasi berikut. Adam dan Hawa memiliki anak-anak lain dan mereka menikah dan mereka menghasilkan semakin banyak anak. Realitas yang menyedihkan adalah, pada saat generasi pertama berlalu, segalanya menjadi sangat buruk.

Kain berkata kepada Tuhan di ayat 13-14, “Hukumanku itu lebih besar daripada yang dapat kutanggung. 14 Lihatlah, Engkau telah mengusir aku sekarang dari tanah ini, dan aku akan disembunyikan dari wajah-Mu. Saya akan menjadi pelarian dan pengembara di bumi, dan siapa pun yang menemukan aku akan membunuh aku.” Dia hanya berkata, “Engkau tidak adil.” Tidak ada pertobatan, dan tidak ada penyesalan, tidak ada keinginan untuk mengatasi dosa, dan tidak ada keinginan untuk pengampunan.

Kain berkata siapa pun yang menemukan aku akan membunuh aku. "Mengapa? Karena mereka semua terkait dengan Habel. Populasi semakin berumbuh. Dan Kain akan hidup lama. Dan orang akan dilahirkan; mereka akan tumbuh dan mereka akan memiliki anak. Dan mereka semua akan tahu tentang Kain, pembunuh Habel, karena mereka semua satu keluarga, Dan semua yang mereka tahu adalah balas dendam.

Ayat 15, “Firman Tuhan kepadanya, “Tidak demikian! Barangsiapa membunuh Kain, itu akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Dan Tuhan memberi tanda pada Kain, agar dia tidak akan diserang oleh siapa pun yang menemukannya.” Orang-orang selalu bertanya, “Tanda seperti apa itu? dan jawabannya, "Tidak ada yang tahu." Tetapi Allah tidak mau ada balasan dendam pribadi sebagai cara untuk menghukum penjahat.

Tuhan berkata dalam Roma 12:19, "'Pembalasan adalah hak-Ku; Akulah yang akan menuntut balasan.” Faktanya, Dia menjadi pelindung Kain. Ini adalah Allah yang penuh anugerah pada orang jahat. Mengapa begitu? Jawaban di Roma 2: 4-5, “Kesabaran dan kemurahan Allah dimaksudkan untuk menuntun engkau pada pertobatan.” Namun Kain sama sekali tidak menghargai hal itu.

Ayat 16, “Lalu Kain pergi dari hadirat Tuhan dan menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.” Itulah komentar yang paling menyedihkan - tidak ada pertobatan. Dia memilih untuk hidup terpisah dari Allah. Dia menetap di dunia. Ia mencintai dunia, sehingga kasih Allah tidak ada di dalam dirinya (1 Yohanes 2). Nod adalah tempat yang tidak diketahui, tetapi itu melambangkan tempat di mana Allah tidak dipertimbangkan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu