Dec 16, 2018 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2018
Gambar Allah yang Tak Terlihat
16 Desember 2018

Mari kita memusatkan perhatian kita pada pribadi Tuhan Yesus Kristus, siapakah Dia, mengapa Dia datang ke dunia dan apa artinya kelahiran Tuhan Yesus itu sebenarnya. Kelahiran Yesus Kristus yang rendah hati tidak pernah dimaksudkan untuk menyembunyikan kenyataan bahwa Allah dilahirkan di dunia. Tetapi ternyata hanya itu saja pikiran orang. Orang-orang dapat menerima kelahiran bayi tetapi tidak dapat menerima kelahiran Allah /manusia itu.

Mereka dapat menerima Natal karena tampaknya tidak berbahaya dari sudut pandang palungan, tetapi orang tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam daging manusia. Dan akibatnya untuk sebagian besar dunia, Natal sama sekali tidak berarti. Meskipun para malaikat mengumumkan arti Natal, para gembala mengerti artinya, orang majus tahu itu, tetapi kebanyakan orang tidak mengertinya.

Apakah pentingnya Natal? Nah ada seorang anak yang lahir yang namanya disebut Imanuel karena itu berarti Allah beserta kita. Anak itu adalah Allah dalam daging manusia. Dalam Yesaya 9:6, janji adalah bahwa seorang Anak akan dilahirkan, dan pemerintah akan ada di atas pundak-Nya, dan nama-Nya adalah Allah Perkasa dan Bapa Kekal. Ini adalah gelar keilahian yang diberikan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Yohanes 1:14 mengatakan, “Dan Firman itu menjadi manusia dan tinggal di antara kita dan kita melihat keagungan-Nya sebagai Anak tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Siapakah Anak itu? Siapakah yang menjadi manusia? Dia adalah kepenuhan Allah. Tak satu pun dari kita akan dapat memahami artinya bagi Allah untuk dilahirkan dalam palungan, karena Allah harus merendahkan diri ke sikap rendah terbesar yang pernah dikenal dunia.

Meskipun Yesus Kristus kaya tanpa batas, Dia menjadi miskin, dan mengambil sifat manusia kita, masuk ke dalam lingkungan yang tercemar oleh dosa kita dan mengambil kesalahan kita, menanggung kesedihan kita, menanggung kesengsaraan kita, terluka karena pelanggaran kita, diremukkan oleh karena kejahatan kita, dibangkitkan untuk pembenaran kita, naik ke surga untuk perantaraan kita dan akan kembali suatu hari untuk membawa kita bersama Dia untuk selamanya.

Kata Paulus, ini adalah misteri keilahian bahwa Allah terwujud dalam daging. Tidak pernah ada orang seperti Yesus Kristus. Dia unik. Kita dapat melihat itu di dalam Wahyu ketika itu menggambarkan akhir zaman, pada kedatangan Tuhan Yesus Kristus untuk mendirikan Kerajaan-Nya. Dalam Wahyu 5, Allah duduk di atas takhta dengan titel hak milik atas bumi, gulungan tujuh segel itu.

Dan di dalam langit dan bumi dicari seseorang yang layak untuk membuka gulungan itu, dan tidak ada yang ditemukan. Dan Yohanes mulai menangis dan kemudian dia mendengar bahwa singa Yehuda layak dan Kristus melangkah maju. Dan seluruh surga mulai memuji Dia karena Dia layak untuk mengambil bumi. Mengapa? Dia tak ada bandingannya. Di seluruh alam semesta Dia adalah satu-satunya yang berhak untuk memiliki penciptaan.

Kolose 1:15-20, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Anak yang sulung dari segala ciptaan. 16 Sebab melalui Dialah segala sesuatu diciptakan di surga dan yang ada di bumi, yang terlihat dan tidak terlihat, termasuk takhta atau kekuasaan atau pemerintahan atau kekuasaan roh. Segala sesuatu diciptakan melalui Dia dan untuk Dia. 17 Dan Dia ada sebelum segala sesuatu ada, dan oleh Dia segala sesuatu ada.”

“18 Dan Dia adalah kepala dari tubuh, yaitu gereja, yang adalah permulaan, Anak sulung dari kematian, bahwa Dia memiliki keunggulan dalam segala hal. 19 Karena itu menyenangkan Allah Bapa bahwa di dalam Dia tinggal semua kepenuhan itu, 20 dan oleh Dia segala sesuatu didamaikan kepada diri-Nya, apakah itu hal-hal di bumi atau hal-hal di surga, semua telah didamaikan melalui darah salib-Nya.”

Pertama, marilah kita lihat Yesus dalam hubungan-Nya dengan Allah. Ada yang mengatakan bahwa Ia lebih rendah dari Allah, Dia adalah mahluk ciptaan, malaikat yang tinggi, guru yang baik, dan seorang nabi. Tetapi marilah kita lihat apa yang Allah sendiri mengatakan dalam ayat 15, "Dia" merujuk kembali ke ayat 13, kerajaan Anak, yang di dalamnya kita memiliki penebusan melalui darah-Nya, pengampunan dosa, orang yang adalah gambar Allah yang tak terlihat, yang sulung dari segala ciptaan.

Mempelajari Alkitab terbataspun memberi tahu kita bahwa Allah tidak kelihatan. Perjanjian Lama mengatakan bahwa tidak ada manusia yang pernah melihat Allah. Dalam Keluaran, Allah berkata bahwa kalian tidak dapat melihat Aku dan hidup. Dalam Yohanes 1 dikatakan bahwa tidak ada orang yang pernah melihat Allah. Dalam 1 Timotius Paulus menulis tentang Allah dan menyebut Dia Allah yang tidak kelihatan. Yesus berkata di Yoh. 4:24, “Allah adalah roh dan mereka yang menyembah-Nya harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran.”

Namun Allah sekarang kelihatan. Allah tidak kelihatan tetapi Allah telah menjadi nyata dalam Anak-Nya yang adalah Yesus Kristus. Paulus menulis kepada orang-orang Kristen di Kolose. Kota di Asia Kecil ini dibanjiri oleh ajaran palsu yang disebut Gnostisisme. Itu artinya pengetahuan. Orang-orang tertentu mengangkat diri mereka sendiri sebagai satu-satunya yang benar-benar mengetahui kebenaran. Mereka adalah orang Gnostik, orang yang tahu.

Mereka percaya bahwa penciptaan berasal dari kejahatan dan akibatnya semua materi adalah jahat. Materi adalah jahat dan roh itu baik, yang merupakan dualisme filosofis. Mereka percaya bahwa Allah adalah roh, jadi Allah itu baik dan oleh karena itu tidak bisa menyentuh materi. Mereka menyimpulkan bahwa Allah tidak dapat menciptakan dan Allah tidak bisa menjadi manusia karena jika Allah menciptakan manusia, itu berarti Allah yang baik menciptakan kejahatan.

Mereka percaya bahwa Yesus hanyalah malaikat yang baik. Jadi Rasul Paulus menulis untuk memberi tahu mereka bahwa Yesus adalah Allah dan Dia adalah sang pencipta. Ayat 16, “oleh Dia segala sesuatu diciptakan.” Apa artinya bahwa Yesus adalah gambar-Nya? Kita diciptakan menurut gambar Allah, tetapi Yesus adalah gambar Allah. Ada perbedaan besar disini. Dia adalah salinan-Nya. Dia adalah reproduksi yang tepat. Yesus berkata, "Jika kalian telah melihat Aku, kalian telah melihat Bapa."

Ada orang yang mengatakan, "Nah, sebenarnya itu berarti bahwa Yesus hanyalah garis besar yang baik dari Allah. Dia hanya memberi Anda gagasan umum." Itu tidak benar, ayat 19 menghilangkan kemungkinan itu, “Karena itu menyenangkan Allah Bapa bahwa di dalam Dia tinggal semua kepenuhan itu.” Dia bukan garis besar Allah, Dia adalah kepenuhan Allah, dan Dia seluruhnya adalah Allah. Lihatlah Kolose 2:3, "Di dalam-Nya tersembunyi semua harta kebijaksanaan dan pengetahuan.”

Tragedinya adalah bahwa banyak orang di dunia pada zaman ketidakpercayaan ini tidak melihat ini, kecuali orang-orang Kristen yang mendapatkan jalan sempit yang ditemukan oleh sedikit orang saja. Dan mereka dikategorikan dalam 2 Korintus 4:4, “dimana pikiran mereka telah dibutakan iblis zaman ini, yang tidak percaya, kecuali cahaya Injil kemuliaan Kristus, yang adalah gambar Allah, bersinar pada mereka.

Sungguh luar biasa menyadari bahwa anak yang datang ke dunia ini adalah Allah yang menciptakan segalanya. Tidak dapat dibayangkan bahwa kasih seperti itu akan memanifestasikan dirinya, bahwa Yang membuat segalanya akan menyembuhkan orang sakit dan memberi makan kepada yang lapar dan menangisi mereka yang hatinya hancur, bahwa Dia memilih orang-orang biasa untuk menemani Dia dalam waktu hidup-Nya. Tetapi itulah yang dilakukan Allah dan Kristus adalah Allah.

Jika Allah adalah manusia, saya menduga Dia tidak berdosa. Yesus tanpa dosa. Dan jika Allah adalah manusia, saya menyangka kata-kata-Nya menjadi kata-kata terbesar yang pernah diucapkan. Dan itu memang benar. Dan jika Allah adalah manusia, saya berharap bahwa Dia akan menunjukkan pengaruh yang paling mendalam atas kepribadian manusia dari semua yang pernah hidup, dan Dia melakukan itu. Dan Jika Allah menjadi manusia saya kira Dia dapat melakukan mujizat, dan memang Dia melakukan itu.

Dan saya harap jika Allah adalah manusia, Dia akan memanifestasikan kasih di luar pemahaman manusia, dan itulah yang Dia lakukan. Paulus mengatakan dalam ayat 15, "Dia adalah Anak sulung dari segala ciptaan.” Sekarang banyak orang telah salah nafsirkan ini dan berpikir bahwa Yesus adalah makhluk ciptaan sama seperti orang lain. Tetapi ini tidak membicarakan tindakan kelahiran. Yesus berkata dalam Yohanes 8:58, “Sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada.”

Yesus tidak pernah diciptakan dan bahkan ketika Dia menjadi manusia, Dia bukan yang pertama diciptakan. Apa artinya bahwa Ia adalah Anak sulung? Ini adalah kata prototokos dalam bahasa Yunani, itu berarti hak untuk memerintah, ahli waris, yang berperingkat, yang berwenang. Itu berhubungan dengan hak waris. Dalam pikiran orang Yahudi, yang sulung adalah yang mewarisi segalanya. Kristus adalah pewaris segala ciptaan.

Allah berbicara dalam Mazmur 89:27, “Aku juga akan menjadikan Dia sebagai anak sulungKu, yang tertinggi dari para raja di bumi.” Di Wahyu dikatakan, "Raja segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan." Ibrani 1:1-2 mengatakan, “Allah, pada berbagai waktu dan dalam berbagai cara berbicara di masa lalu kepada leluhur oleh para nabi, 2 telah di zaman akhir ini berbicara kepada kita melalui Putra-Nya, yang telah Dia tunjuk sebagai pewaris segala sesuatu.”

Iya, Yesus adalah Allah di dalam tubuh dan iya, Dia adalah sang pencipta. Klaim yang Dia buat sangat menakjubkan. Dia mengaku memiliki otoritas atas malaikat di Matius 13, atas orang-orang di Matius 25, atas segala sesuatu di Matius 28:18, dan mengaku Dia Allah, yang dapat mengampuni dosa, yang dapat membangkitkan diri-Nya dari kuburan. Dia membuktikan itu semuanya dan Tomas benar ketika dia berkata di Yoh. 20:28, "Ya Tuhanku dan Allahku.”

Di sini Paulus menujukkan lagi keilahian Kristus, ayat 16, "Karena oleh-Nya semuanya diciptakan." Yesus membuat segalanya. Yohanes 1:3 mengatakan, "Tanpa Dia tidak ada sesuatupun yang dibuat.” Allah menciptakan dunia melalui Kristus, itu aksi tritunggal. Allah menciptakan dalam Kejadian 1. Roh itu bergerak dan membawa kehidupan dalam Kejadian 1. Dan Anak menciptakan di dalam Perjanjian Baru.

Dapatkah kalian membayangkan apa yang ada di luar sana? Cahaya bergerak dengan kecepatan 186 ribu mil per detik, jadi cahaya mencapai bulan dalam satu setengah detik. Namun tata surya kita berjarak tiga miliar mil jauhnya. Dan bintang terdekat adalah 20 miliar mil jauhnya, Bintang Utara jauhnya 400 miliar mil. Dan bintang Beetlejuice jauhnya 880 milriliun mil dan memiliki diameter 200 juta mil lebih besar dari orbit bumi.

Hubungan-Nya dengan dunia ditunjukkan dalam ayat 17, “Dan Dia ada sebelum segala sesuatu ada, dan oleh Dia segala sesuatu ada.” Yesus hidup sebagai Allah sebelum Dia dikenal sebagai Yesus, sebelum Dia datang ke dunia Dia berada di kekekalan masa lalu. Dalam Yohanes 17:4-5, Dia berkata, "Saya telah menyelesaikan pekerjaan yang Engkau tugaskan kepada-Ku, sekarang kembalikanlah Aku pada kemuliaan yang Aku miliki bersama Engkau sebelum dunia dijadikan.”

Betapa luar biasa bahwa seseorang bisa menjadi pencipta Daud dan putra Daud. Tetapi Dia adalah yang sudah ada sebelumnya. Dia ada sebelum ada segala hal. Semua hal dibuat untuk Dia karena Dia adalah pewaris segala sesuatu. Dan kemudian di ayat 17, "Dan oleh-Nya semua hal dipertahankan." Ini membicarakan penopangan. Dalam Ibrani 1: 3 dikatakan bahwa Yesus Kristus memelihara keutuhan segala sesuatu dengan kuasa firman-Nya.

Jika rotasi bumi melambat sedikit saja, kita akan secara bergantian membeku atau terbakar. Dunia kita miring pada sumbu 23 derajat yang memungkinkan kita memiliki empat musim. Jika tidak miring seperti itu, benua es yang besar akan menumpuk di utara dan selatan. Jika bulan tidak berada pada jarak yang tepat dari bumi, gelombang laut akan benar-benar membanjiri daratan dua kali sehari.

Apa hubungan-Nya dengan dunia gaib? Yesus lah yang membuat para malaikat. Dia adalah Allah. Dia adalah yang menciptakan segalanya yang terlihat dan yang tidak terlihat. Ada juga takhta, kekuasaan, pemerintah, penguasa, dan Perjanjian Baru menambahkan otoritas. Kelima istilah itu menggambarkan lima tingkat malaikat, setidaknya itulah yang telah diungkapkan kepada kita. Kristus ada di atas semuanya.

Sekarang mari kita menuju ke bidang penebusan dalam ayat 18. Di sini Paulus menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah dalam sejarah penebusan. Pertama-tama, Yesus dalam hubungan-Nya dengan gereja, ayat 18, “Dan Dia adalah kepala dari tubuh, yaitu gereja, yang adalah permulaan, yang sulung dari kematian, supaya dalam segala hal Dia memiliki keunggulan.” Dalam sejarah penebusan Yesus Kristus adalah yang terbesar.

Dalam 1 Korintus 12 hal ini dikembangkan sepenuhnya dan gagasannya adalah bahwa kita semua adalah bagian dari organisme yang hidup, bahwa gereja bukanlah organisasi tetapi organisme yang hidup. Dan setiap orang punya fungsi. Yesus Kristus memberikan pertumbuhan bagi gereja-Nya melalui kehidupan-Nya sendiri. Dan Dia memberikan arahan dari Firman untuk gereja-Nya. Dia mengatakan dalam Matius 16:18, "Aku akan membangun gereja-Ku dan pintu-pintu neraka tidak akan mengalahkannya.”

Yesus juga yang sulung dari kematian. Dia memperoleh kemuliaan-Nya melalui kebangkitan-Nya. Dikatakan bahwa Kristus menjadi manusia, merendahkan diri-Nya sendiri dan melalui kebangkitan-Nya, Allah sangat berkenan dan Allah meninggikan Dia dan memberi-Nya nama di atas semua nama sehingga atas nama Yesus setiap lutut harus bertekuk. Di dalam kebangkitan itu datanglah kemuliaan. Ia adalah Anak sulung dari kematian.

Ayat 19, “Allah senang bahwa di dalam Dia ada segala kepenuhan.” Mengapa Yesus diperlakukan sedemikian buruk? Ayat 13-14, “Allah telah membebaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke kerajaan Putra-Nya yang terkasih, 14 di dalam-Nya kita mendapat penebusan, yaitu pengampunan dosa.” Ayat 20, “dan melalui Dia untuk berdamai dengan diri-Nya sendiri segala sesuatu, baik di bumi atau di surga, yang menghasilkan ada damai melalui darah salib-Nya.”

Mengapa itu dilakukan? Untuk membuat damai di antara Allah dan manusia. Ada peperangan yang berlangsung antara manusia dan Allah dan murka Allah dicurahkan dan diberikan kepada manusia yang berdosa. Manusia membalas kebenciannya dan ketidakpeduliannya terhadap Allah dan seorang bayi saja dapat mendamaikan mereka. Hanya Yesus sanggup mengambil tangan manusia yang berdosa dan tangan Allah yang kudus dan karena korban-Nya sendiri yang tak terbatas di kayu salib, dapat menggabungkan keduanya.

Mengapa Ia dilahirkan? Karena tidak ada cara lain untuk membawa kedamaian antara manusia dan Allah. Hanya Dia sendiri sanggup melakukan itu. Dia yang tak tertandingi, yang unik, satu-satunya yang bisa mendamaikan manusia dengan Allah. Dan Dia melakukannya melalui darah salib-Nya. Apakah kalian percaya itu? Jika Anda percaya itu dan Anda berkomitmen terhadap realitas itu, Natal bagi Anda benar-benar adalah keselamatan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu