Dec 09, 2018 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2018
Kejatuhan Manusia
9 Desember 2018

Kita telah membicarakan banyak latar belakang tentang Kejadian 3, tentang masalah dosa, masalah kejahatan di dunia. Semua itu hanya merupakan pendahuluan teks ini sendiri, catatan alkitabiah tentang mengapa dunia adalah seperti ini. Kejatuhan manusia dan kejatuhan alam semesta yang diciptakan diberikan di sini. Ini adalah Firman Allah tentang peristiwa yang paling mempengaruhi umat manusia. Inilah catatan tentang mulainya ada kejahatan.

Ini memberitahukan kita bagaimana ciptaan Allah yang sempurna dan baik menjadi rusak dan jahat. Perjanjian Baru tidak memperlakukan ini sebagai fiksi, alegori atau mitos. Perjanjian Baru memberi kita sejumlah referensi kepada Adam, salah satunya ada dalam silsilah Yesus di Lukas 3:38. Perjanjian Baru mengacu pada Setan sebagai reptil di Taman, sebagai yang membohongi Hawa. Dan disitu ada Hawa sebagai yang tertipu.

Jadi, Perjanjian Baru memberikan banyak referensi tentang Kejadian 3 dan semuanya diperlakukan sebagai orang yang benar-benar ada, seorang pria bernama Adam, seorang wanita bernama Hawa, di taman dan seekor reptil yang adalah Setan. Ini benar-benar sejarah. Yudas 14 mengatakan Henokh, dalam kronologi manusia, adalah keturunan ketujuh dari Adam. Adam adalah pria pertama dan Hawa adalah wanita pertama.

Nah ini adalah peristiwa paling menyedihkan dalam sejarah. Semua masalah, pribadi dan lingkungan, semua yang salah, jahat, tidak bermoral, tidak lengkap, semua yang membusuk, semua yang inferior, semua kegagalan, semua kekecewaan, semua kelemahan, semua kesedihan, semua rasa sakit, semua masalah, semua ketidaknyamanan, semua penyesalan, semua konflik, semua yang gagal menjadi sesempurna Allah berasal dari peristiwa ini.

Kejadian 3:1, “Nah reptil itu lebih licik dari segala binatang di padang yang telah dibuat oleh Tuhan Allah.” Penciptaan binatang sudah dibahas dalam Kejadian 1. Reptil khusus ini bijaksana dan alasannya dia bijaksana adalah karena Setan sendiri, malaikat jatuh Lucifer itu, telah masuk kedalam reptil itu dan berbicara melalui reptil itu dengan kebijaksanaan sebagai malaikat yang jatuh.

Ini adalah reptil nyata, kadang-kadang diterjemahkan sebagai naga dan kadang-kadang sebagai ular. Jadi, seekor reptil tegak mendekati Hawa, tetapi sebenarnya itu adalah Setan. Dia telah jatuh, seperti yang kita tahu dari Yesaya 14 dan Yehezkiel 28. Kita juga ingat dari Wahyu 12 bahwa ketika dia jatuh, dia mengambil sepertiga dari malaikat bersamanya. Jadi karena Setan, binatang ini lebih licik dan lebih cerdas daripada binatang lain.

Setan hanya ingin melakukan satu hal, dia adalah pengacara kejahatan. Dia ingin menarik Hawa dan Adam ke dalam dosa. Dia ingin merusak penciptaan Allah yang baik. Sekarang mari kita pelajari strateginya. Strategi Setan adalah dusta atau penipuan. Ia ingin menciptakan dusta yang dipercayai Hawa. Dan itulah mengapa Yesus dalam Yohanes 8:44 menyebut Setan bapa segala dusta. Di sini dia berbohong tentang karakter Allah dan tentang Firman Tuhan.

Setan bergerak untuk menyerang ciptaan Allah yang tertinggi, manusia. Dia belum pernah melihat siapa pun yang bisa punya anak. Tidak ada reproduksi di antara para malaikat. Malaikat semua diciptakan pada saat yang sama, meskipun beberapa sekarang jatuh dan beberapa suci. Manusia adalah ciptaan yang memiliki kapasitas untuk berhubungan dengan Allah yang hidup, dan juga dapat bereproduksi.

Strategi Setan itu sederhana. Dia menyamar sebagai malaikat terang, menurut 2 Korintus 11:14. Jika dia dapat membuat Anda percaya bahwa karakter Allah tidak dapat dipercaya dan oleh karena itu Firman Tuhan tidak dapat dipercaya tetapi dia dapat dipercaya, maka dia telah mencapai tujuannya. Setan membuat Hawa meragukan karakter Allah, Firman Tuhan dan percaya kata-katanya.

Setan hanya konsisten dalam berbohong. Dalam kerajaan kegelapan ada banyak hal yang tidak konsisten. Setan memang sang pemimpin tetapi dia tidak dapat mengendalikan apa yang dilakukan oleh para setan bawahannya dan karena itu ada banyak hal yang tidak konsisten di dalam kerajaan kegelapan itu. Tetapi mereka konstan dan konsisten dalam dusta mereka. Mereka tidak memiliki kebenaran. Dan segala yang keluar dari kerajaan itu bersifat menipu.

Setan kedengarannya seperti dia benar-benar memperhatikan kesejahteraan Hawa. Dari menjadi pengamat, Iblis meyakinkan Hawa bahwa jika dia mengikutinya, dia akan mencapai tingkat berkat yang tinggi. Dia mengatakan kepada Hawa bahwa dia lebih tahu daripada Allah. Dia membuat Hawa menurunkan pendapatnya tentang Allah dan kemudian meragukan Firman Allah dan mempercayai dia. Yesus berkata bahwa bukan saja dia bapa segala dusta, tetapi dia adalah pembunuh pertama.

Di Taman. Setan berdusta untuk pertama kalinya dan dia membunuh Adam dan Hawa dan seluruh umat manusia. Marilah kita ikuti strateginya. Di tengah-tengah ayat 1, “Dia berkata kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar melarang kalian makan dari segala pohon di taman ini?'" Mengapa dia pergi ke Hawa dan tidak kepada Adam? 1 Petrus 3:7 mengatakan bahwa wanita menurut rancangan Allah, dari sudut pandang emosional, adalah kaum yang lebih lemah.

Dia tidak diciptakan untuk menjadi ksatria, pejuang, pembela, pelindung, malah dia yang harus dipertahankan, dan dilindungi. Dia yang perlu diselubungi dan dirawat. Itulah sebabnya dalam Efesus 5 suami harus mengasihi istri dan mereka menjadi penjaga kemurnian dan karakter istri dan mereka harus memelihara dan menghargai mereka. Suami itu adalah penjaga spiritual dan pelindung.

Tetapi ketika seorang wanita tidak memiliki perlindungan itu, dia lebih rentan. Itulah sebabnya di dalam Alkitab normal bagi wanita untuk memiliki suami, karena seorang wanita dirancang oleh Allah untuk menjadi penolong pria. Dia harus dilindungi dan dirawat oleh seorang pria. Dan ketika seorang wanita muda menjadi janda, dia sebaiknya menikah lagi karena dia membutuhkan perawatan dan perlindungan itu.

Inilah apa yang dimaksud Paulus dalam 2 Korintus 11:3, “Tetapi saya kuatir pikiranmu dapat rusak dari kesederhanaan yang ada di dalam Kristus, sama seperti ular menipu Hawa oleh kelicikannya.” Hawa ditemukan oleh Setan dalam kondisi tak terlindung dan itulah yang dia cari. Dia mungkin saja berhasil dengan Adam, tetapi dia percaya dia memiliki kesempatan yang lebih baik dengan Hawa.

Taman Eden memiliki segala sesuatu yang benar-benar indah dan tiba-tiba seekor reptil yang dapat berbicara bisa saja merupakan hal yang juga luar biasa. Hawa mulai percakapan ini secara murni tetapi strategi reptil itu adalah untuk menipu. Disini datanglah seekor binatang di taman yang berkata, "Apakah benar Allah berkata Anda tidak boleh makan dari pohon apapun di taman?" Ini menyebabkan Hawa mulai mempertanyakan Allah.

Ini rencana cerdik. Semua dosa pada dasarnya mengikuti pola yang sama. Jika Anda mulai mempertanyakan Allah, Anda mulai meragukan Allah, yang dapat menyebabkan ada ketidakpercayaan kepada Allah, yang menyebabkan ada ketidaktaatan. Untuk pertama kalinya, kuasa spiritual yang paling mematikan dilepaskan oleh pertanyaan itu. Asumsinya adalah bahwa apa yang dikatakan Allah boleh dinilai kita. Itulah yang meluncurkan seluruh serangan ini.

Semua godaan dimulai dengan gagasan bahwa kita dapat mengevaluasi apa yang Allah katakan atau apa yang Dia perintahkan. Kata “Tuhan” adalah apa yang menempatkan penekanan pada kedaulatan-Nya. Dan kata itulah yang ingin dihilangkan Setan karena dia benci kedaulatan Allah. Dan dia tidak mau mengakui-Nya sebagai Yahweh, dia menyebut-Nya Elohim yang merupakan kata umum untuk Allah dan dia menghilangkan istilah “Tuhan” itu.

Jadi iblis mengacu kepada Tuhan Allah hanya sebagai Allah. "Apakah Allah berkata Anda tidak boleh makan dari pohon manapun di taman?" Nah, Setan mulai dengan mengutip Kitab Suci, benar? Tetapi ia mengubah yang positif menjadi negatif, dengan cara mengatakannya seperti itu dia membalikkan penekanannya. Allah berkata Anda boleh makan dari setiap pohon di taman, kecuali pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Namun Setan membalikkannya, apakah Anda dilarang makan dari semua pohon di Taman? Jadi dia memberi nada negatif di atasnya dan membalikkan penekanan untuk tidak makan di mana ketika pada awalnya Allah memberi penekanan untuk makan segalanya, kecuali satu pohon itu. Dengan cara ini ia memfokuskan perhatian Hawa pada larangan itu dan memfokuskan dia untuk mempertanyakan Tuhan dan Firman-Nya. Apakah Allah membatasi Anda dalam beberapa cara?

Implikasi selanjutnya adalah bahwa ada sesuatu dalam karakter Allah, dalam sifat Allah yang membuat Dia ingin membatasi Anda, Ia ingin mencuri sukacita Anda. Dia ingin mengambil kebebasanmu sepenuhnya. Itu putaran negatifnya. Hawa, apakah Allah benar-benar memberitahu bahwa Anda dilarang makan semuanya di sini? Pasti ada sesuatu tentang pohon itu yang Allah tidak ingin Anda nikmati.

Fakta bahwa Allah memberi mereka segalanya di Taman untuk dimakan, tidak disebutkan. Hawa bukan saja berbicara dengan reptil, dia tidak menyadari kelicikan iblis. Jadi dia menjawab dalam ayat 2-3, “Kami boleh makan buah-buahan dari setiap pohon di dalam taman ini, 3 kecuali dari pohon yang ada di tengah-tengah taman. Allah melarang kami makan buah dari pohon itu ataupun menyentuhnya; jika kami melakukannya, kami akan mati.”

Bagi Hawa tampaknya makhluk ini ingin supaya dia menikmati semuanya dengan bebas. Tetapi dia tahu bahwa dia dapat menghentikan Setan pada saat itu. Dia tahu Allah. Pada titik itu dia dapat berkata, “Saya tidak tahu siapakah Anda atau dari mana Anda berasal tetapi Anda tidak memahami Allah. Allah itu baik, Allah peduli dan Allah telah memberi kita semua yang kita butuhkan untuk kesenangan dan kepuasan.

Dosa adalah kegagalan untuk percaya bahwa ketaatan membawa Anda kepuasan yang paling murni dan sejati. Hawa mengenal Allah secara pribadi dan bukan hanya memiliki pengalaman dengan kebaikan-Nya dan melihat kebaikan Allah yang nyata, tetapi dia juga memiliki perintah yang jelas dari Allah. Dia seharusnya curiga dengan reptil yang berbicara. Seharusnya dia harus maksa untuk mencari tahu dengan siapakah dia bicara.

Mengambil buah itu bukanlah kejatuhan dalam dosa. Kejatuhan itu terjadi sebelum tindakan itu. Pengambilan buah itu hanya bukti manusia telah jatuh. Kejatuhan terjadi saat dia percaya Allah tidak baik dan bahwa Allah telah membatasi dia dari sesuatu yang baik. Dusta itu menenggelamkan umat manusia ke dalam kebejatan moral. Hawa berkata, “Allah berkata janganlah makan buah itu atau menyentuhnya supaya jangan Anda mati.”

Pada saat Anda tidak percaya sepenuhnya dalam kebijaksanaan dan kebaikan Allah, Anda ada masalah, karena Anda telah berdosa. Dan Hawa berdosa, bukan ketika dia makan, dia berdosa ketika dia berhenti percaya bahwa Allah itu baik dan hanya baik. Ketika Anda tidak percaya bahwa perintah-perintah-Nya adalah untuk kebaikan dan sukacita tertinggi Anda, Anda telah jatuh. Semua dosa berasal dari ketidakpercayaan kepada Allah.

Bahkan Hawa menambahkan ke perintah itu kata-kata "atau menyentuhnya." Itu bukan perintah Allah dalam Kejadian 2:17. Mungkin saja ini adalah peringatan yang diberikan kepadanya oleh Adam. Tetapi kemungkinan besar dia mulai berpikir bahwa Allah itu keras karena dia membuat Allah menjadi lebih keras lagi. Dia tidak membela kebaikan Allah. Dia tidak tersinggung oleh penghinaan terhadap karakter Allah.

Martin Luther berkata, "Setan tahu sekarang bahwa tembok itu sudah mulai roboh, Setan mulai mendorongnya agar itu benar-benar menghancurkan Hawa." Ayat 4, "Dan ular itu berkata kepada wanita itu, 'Kamu pasti tidak akan mati.'" Nah inilah dusta besar. Allah memberi tahu Anda kebenaran dan Setan berdusta. Dan Setan berbohong dan mengatakan Allah itu pembohong. Allah telah dihina dan Setan mulai bergerak.

Kebohongan utama bagi Setan adalah, tidak pernah akan ada penghakiman atas dosa. Hawa bisa saja berkata, "Yah, mungkin Allah tidak peduli dan mungkin Dia membatasi aku dan Dia menahan sebagian kebaikan dariku, tetapi jika aku melakukannya, aku akan mati." Setan ingin menghilangkan rasa takut itu, Dia ingin orang berpikir bahwa mereka akan direinkarnasi. Atau ketika mereka mati mereka akan melalui terowongan panjang yang gelap dan tiba di suatu tempat yang menyenangkan.

Setan berkata, "Tidak ada otoritas mutlak. Ini adalah hidup Anda dan Anda dapat melakukan apa saja yang Anda inginkan. Dan tidak ada konsekuensinya. Hawa, Anda tidak akan mati. Itu tidak akan terjadi." Siapakah yang menyatakan kebenaran? Setan berkata, “Tuhan tidak mencintaimu. Akulah yang mencintaimu. Saya hanya mementingkan kebebasan Anda. Saya tidak ingin membatasi Anda.” Itulah cinta neraka.

Setan mengatakan bahwa karakter Tuhan pada dasarnya cacat. Ayat 5, "Karena Allah tahu bahwa pada hari kamu makan dari buah itu matamu akan terbuka dan Anda akan menjadi seperti Allah." Setan mengatakan bahwa Allah tidak mentolerer orang-orang yang ingin naik ke tingkat-Nya. Dia melindungi diri-Nya sendiri, egois. Dia benci siapa saja yang berusaha menjadi setara dengan Dia.” Setan tahu itu dari pengalaman, benar?

Karena Setan telah berusaha untuk menjadi setara dengan Allah dan itulah alasannya dia duhukum. Yesaya 14: 13-14, "Aku akan bangkit dan menjadi setara dengan Allah," dan kemudian Allah melemparkan dia keluar dari surga. Dalam pikirannya dia telah memutuskan bahwa Allah tidak ingin ada orang yang mendekati kesetaraan-Nya. Itu benar tetapi untuk alasan-alasan suci, bukan yang tidak suci. Setan membenci Allah karena apa yang telah dilakukan Allah kepadanya

Kebohongan besar adalah bahwa Allah dalam Alkitab itu bersifat membatasi. Allah Alkitab berbohong kepada kita tentang konsekuensi dari dosa kita karena Dia ingin mencegah kita menjadi seperti Dia. Ketika Anda pergi ke mana Allah mengatakan Anda dilarang pergi, Anda akan naik untuk menjadi Allah. Allah berbohong ketika Dia berkata kita akan mati dan masuk neraka. Allah sangat cacat dalam karakter-Nya untuk membenci saingan. Dan Setan adalah satu-satunya yang peduli kebebasan, kesenangan dan kepuasan Anda.

Dalam ayat 5 dia berkata kepada Hawa, “Allah tahu hari Anda makan buah itu matamu akan terbuka dan Anda akan menjadi seperti Allah.” Itulah yang dijanjikan umat Buddha, yang dijanjikan umat Mormon, yang banyak agama palsu janji, Anda akan menjadi seperti Allah. Tetapi menjadi seperti Allah, kata Setan dalam ayat 5, berarti mengetahui yang baik dan yang jahat. Hawa akan tahu yang baik dan yang jahat, dengan cara yang tak pernah dia pikirkan.

Mengetahui kebaikan dan kejahatan, adalah setengah kebenaran. Ayat 22, "Tuhan Allah berfirman, 'Lihatlah, sekarang manusia itu telah menjadi seperti Kita yang mengetahui yang baik dan yang jahat.'" Itu terjadi. Anda tidak akan menjadi Allah. Tetapi Allah tahu kebaikan dan kejahatan seperti seorang ahli bedah kanker mengetahui kanker, yang sangat berbeda dari cara seorang pasien mengetahuinya. Dia tahu kanker sebagai korban, menahan rasa sakit, bukan sebagai dokter yang berusaha menyembuhkannya.

Tidak ada buah yang jahat. Allah membuat pohon itu, dan itu baik dan semua buahnya baik. Kejahatan itu ada di dalam hati Hawa. Setan selalu mengatakan kepada orang-orang bahwa buah terlarang adalah pintu menuju pemenuhan. Itu dusta besar. Yakobus 1:15 mengatakan, “Ketika hawa nafsu itu dituruti, maka lahirlah dosa.” Dan kita akan melihat bagaimana itu nanti bergerak dari pikirannya ke emosi dan kehendak serta kelakuannya. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu