Oct 14, 2018 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2018
Imoralitas
14 Oktober 2018
Masyarakat di mana kita hidup saat ini, boleh kita namakan sebagai abad 21 yang seksi. Itu tampaknya menjadi hal yang mendominasi segalanya. Setiap produk yang dijual, dijual dengan bebagai tawaran sensual. Film telah berubah di mana pornografi adalah fakta, rutinitas setiap hari. Kami terus-menerus menerima penyebaran bahwa aktivitas seksual sama saja dengan makan dan minum.

Kami ada masalah besar dengan moralitas dan imoralitas. Mereka telah meninggikan homoseksualitas dan pernikahan sesama jenis dan aborsi dimana sekarang itu dianggap hal-hal biasa saja. Secara historis, apakah Anda membicarakan Israel atau gereja Perjanjian Baru, keadaan ini sangat sulit bagi umat Allah untuk menetap sebagai pulau di dalam lautan penyembahan berhala, tanpa dipengaruhi olehnya. Dan lebih dari itu, dan malah menjadi toleran terhadapnya.

Media telah mengkomunikasikan penyimpangan seksual melalui musik, radio, televisi, internet, buku dan majalah, dan seterusnya sampai ke tempat di mana hampir dengan sikap tidak peduli kita melihat semua itu. Dan mereka didasarkan pada dosa filosofis dan intelektual, tetapi juga oleh dosa kedagingan dan fisik. Dosa itu tidak terjadi dalam isolasi. Jika orang hidup di dalam kedagingan, itu akan keluar sendiri dengan cara lain juga.

Dalam 1 Korintus 5 Paulus mulai berurusan dengan amoralitas. Ada situasi di mana imoralitas seksual di gereja benar-benar mengejutkan orang-orang di luar gereja. Dan itu bukan seolah-olah mereka tidak tahu apakah standar Allah. Paulus telah mengajari mereka dan mereka memiliki Apolos dan beberapa ajaran dari Petrus tentang bagaimana Allah memandang imoralitas seksual. Meskipun semua informasi ini ada, mereka terus membiarkan imoralitas berlanjut di gereja.

1 Korintus 5:1 mengatakan, “Sebenarnya dilaporkan bahwa di antaramu ada percabulan seksual, dan percabulan seksual seperti itu bahkan tidak disebutkan di antara orang bukan Yahudi - bahwa seorang pria berzinah dengan istri ayahnya!” Kata untuk ‘tidak bermoral’ adalah 'porneia', yang berarti segala macam keterlibatan seksual. Hari ini itu dinamakan pornografi. Kata dasarnya, porne, berarti pelacur untuk disewa. Bentuk maskulin, pornos, berarti pelacur laki-laki.

Korintus dan Athena, menurut sejarawan, adalah dua kota yang paling bejat. Bahkan ibadah mereka pun tidak bermoral. Mereka ada pelacur-pelacur di kuil-kuil mereka di mana orang-orang pergi untuk beribadah. Pandangan Yunani tentang kehidupan adalah gagasan bahwa seks hanyalah dorongan biologis dan seks diperlakukan sama seperti kebutuhan Anda untuk tidur atau olahraga atau makan. Tetapi mereka melarang wanita mana pun untuk melakukannya di luar pernikahannya, sementara seorang pria dapat melakukan apa saja yang di inginkannya.

Dalam Pentateukh, yaitu Hukum Musa, Allah menetapkan sikap dasar-Nya. Dalam Ulangan 22 misalnya jika seorang pria menikahi seorang wanita dan ketahuan bahwa dia bukan perawan, orang tuanya itu harus membuktikan dengan bukti fisik kepada para penatua bahwa putri mereka benar-benar adalah seorang perawan. Jika para penatua setuju, denda untuk orang itu adalah 100 syikal perak dan dia harus tetap menikah dengannya.

Di sisi lain jika perempuan itu tidak perawan, dia akan dilempari batu sampai mati. Jika ada perzinahan, maka keduanya akan mati. Tetapi jika seorang pria memperkosa seorang gadis di ladang di mana tangisannya minta tolong tidak dapat didengar, maka hanya pria yang memperkosanya akan mati. Nah, semua itu hanya untuk menunjukkan kepada kalian bagaimana perasaan Allah terhadap imoralitas. Itu adalah penyebab eksekusi di dalam Perjanjian Lama.

Dalam Perjanjian Baru, Tuhan berbicara tentang pelecehan, imoralitas dan perzinahan dan mengatakan bahwa segala jenis amoralitas bertentangan dengan kerajaan Allah. 1 Korintus 6:9-10 mengatakan, “Tahukah kalian, bahwa orang-orang yang tidak benar tidak akan mewarisi Kerajaan Allah? Janganlah tertipu. Orang yang berbuat cabul, orang yang berzinah, atau homoseksual, atau sodomi, 10 atau pencuri, atau serakah, atau pemabuk, dan pemeras, semua orang seperti itu tidak akan mewarisi kerajaan Allah.”

1 Korintus 10: 8-11 mengatakan, “Kami juga tidak boleh melakukan percabulan, seperti yang dilakukan sebagian dari mereka, dan dua puluh tiga ribu orang mati dalam satu hari; 9 dan janganlah kita mencobai Kristus, seperti yang dilakukan sebagian dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular; 10 dan janganlah menggerutu, seperti dilakukan sebagian dari mereka, sehingga mereka dihancurkan oleh sang perusak. 11 Nah semua hal ini terjadi pada mereka sebagai contoh, dan itu ditulis untuk peringatan kami.”

Itu semua ditulis dan dicatat untuk keuntungan kita, supaya kita tahu bagaimana perasaan Allah terhadap kegiatan macam itu. Tidak boleh ada amoralitas, tidak boleh ada aktivitas seksual, tidak boleh ada pergaulan bebas, yaitu main seks, tidak boleh ada hal-hal seperti itu, seperti menjadi banci, tidak boleh ada masokisme, atau sadisme, atau homoseksualitas, atau lesbianisme, atau seks dengan binatang, semua hal dalam kategori itu dilarang.

Sikap Kristen tentang seks haruslah menjadi tanggung jawab dengan penuh hormat. Janganlah kita bercanda tentang seks, alasannya sama, janganlah kita bercanda tentang Perjamuan Kudus. Bukannya seks itu jahat; itu adalah karena seks itu suci dan bercanda tentang itu tidak senonoh. Seks adalah anugerah yang diberikan Allah untuk dijaga bagi yang dikasihi, kepada seseorang yang dapat menawarkan dirinya dalam persatuan perkawinan seumur hidup yang indah dan bertanggung jawab.

Roma 12:1-2 mengatakan, “Saudara-saudara, saya minta supaya kalian mempersembahkan tubuhmu sebagai korban hidup, yang kudus, yang diterima oleh Allah, yang merupakan pelayananmu yang patut. 2 Dan janganlah menyesuaikan dirimu dengan dunia ini, tetapi transformasikan diri kalian oleh pembaharuan pikiran kalian, supaya kalian dapat membuktikan apa yang adalah kehendak Allah yang baik dan dapat diterima dan sempurna.” Tubuh saya adalah milik Tuhan Yesus Kristus.

Dosa seksual bukan hanya merugikan, tetapi juga mengontrol. 1 Korintus 6:12 mengatakan, “Saya boleh melakukan segala sesuatu secara sah, tetapi saya tidak akan membiarkan saya dikuasai oleh apa pun.” Semakin banyak kalian dipengaruhinya, semakin itu mengontrol kalian. Salah satu hal yang dilakukan oleh dosa khusus ini, seperti semua dosa lainnya, adalah bahwa itu membuat orang menjadi budak. Tetapi ada hal lain yang dilakukan dosa seksual, itu menyesatkan kita. Pikiran kita dikontrol dan disesatkan.

Tubuh kalian tidak diciptakan untuk seks; tubuhmu diciptakan untuk Allah. Dan Allah memiliki desain khusus untuk itu. Itulah sebabnya 1 Korintus 6:14 berkata, “Allah sudah membangkitkan Tuhan, begitu juga Allah akan membangkitkan kita dengan kuasa-Nya sendiri.” 1 Korintus 15:53-54 berkata “Karena yang dapat dikorupsi ini harus diganti dengan yang tidak dapat dikorupsi, dan tubuh fana ini harus diganti dengan tubuh kekal. 54 Maka terjadilah apa yang dikatakan pepatah tertulis, “Kematian ditelan kemenangan.” Kita akan masuk ke dalam eksistensi yang baru dan mulia. Tubuh kita yang penuh dosa akan digantikan.

Dengan kata lain, Anda harus menyadari bahwa tubuh Anda dikuduskan sebagai bejana untuk Allah. Itu bukan hanya milik Allah tetapi itu menjadi satu dengan Kristus. 1 Kor. 6:15-16, “Tidak tahukah kalian, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Haruskah saya mengambil anggota Kristus dan menjadikan mereka anggota pelacur? Tentu tidak! 16 Atau tidak tahukah Anda, bahwa siapa yang bersetubuh dengan perempuan sundal adalah satu tubuh dengan dia? Karena Dia berkata, “keduanya akan menjadi satu daging.”

Ayat 17, “Tetapi dia yang menyatukan dirinya dengan Tuhan adalah satu roh dengan-Nya.” Karena itu sangat serius, perhatikanlah ayat 18-19, “Jauhilah dirimu dari amoralitas seksual. Setiap dosa yang dilakukan manusia terjadi di luar tubuh, tetapi orang yang melakukan pelanggaran seksual berdosa terhadap tubuhnya sendiri. 19 Apakah Anda tidak tahu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang ada di dalam Anda, yang Anda peroleh dari Allah, dan Anda bukan kepunyaanmu sendiri?”

Setiap dosa lain mendekati dari luar, tetapi yang satu ini bertumbuh dari dalam. Dosa-dosa lain memiliki stimulus eksternal. Ini tampaknya memiliki stimulus internal. Penyebab dosa lain mungkin dari luar. Penyebab ini datang dari dalam. Ini lebih merusak daripada obat-obatan, lebih merusak daripada alkohol. Sesuatu yang berada di dalam orang itu dipengaruhi oleh dosa ini, sehingga dia berdosa melawan tubuhnya sendiri dengan cara yang sangat serius.

Yesus berkata dalam Matius 5:28, “Barangsiapa memandang seorang wanita dengan nafsu berahi, orang itu sudah berzinah dengan wanita itu di dalam hatinya.” Jadi janganlah Anda memberi makan apapun yang menyebabkan itu di dalam Anda, meskipun tindakan itu sendiri tidak terwujud. Intinya adalah, kehendak Allah adalah supaya Anda menjauhkan diri dari dosa seksual. Dan itu bukan berarti untuk menghindarinya dengan mendekati sedekat mungkin, melainkan jauhkanlah dirimu sejauh mungkin supaya menjadi terpisah sepenuhnya.

Semua penyakit kelamin adalah reaksi ilahi terhadap dosa. Tetapi tidak semua korban penyakit kelamin atau AIDS atau yang lainnya adalah orang berdosa. Ada banyak orang yang mungkin orang yang tidak bersalah yang memperoleh penyakit itu melalui cara-cara bukan dari dosa seksual. Tetapi memang itu adalah penghakiman Allah atas masyarakat yang berdosa dan orang-orang yang melakukan hal ini.

Karena itu kesimpulannya ada di ayat 20, "Muliakanlah Allah di dalam tubuh dan rohmu, yang adalah milik Allah, muliakanlah Allah.” Efesus 5:3 berkata, “Janganlah sekali-kali ada percabulan di antara kalian.” Ibrani 13:4 mengatakan, “Pernikahan biar dihormati semua orang, dan tempat tidur jangan tercemar, namun orang cabul dan orang berzinah akan dihukum Allah.” Tidak ada jalan keluar dari konsekuensinya. Dapatkah kalian diperbudak olehnya? Iya. Apakah kalian akan disesatkan olehnya? Iya.

Paulus mengatakan dalam 2 Timotius 2:22, "Larilah dari nafsu orang muda.” Larilah dari sumber pencobaan. Ini sangat penting bagi pasangan muda yang mengasihi Tuhan dan berencana untuk menikah dan berada dalam situasi yang terkompromi karena mereka tidak dapat mengendalikan keinginan fisik mereka. Hal terbaik yang harus dilakukan adalah memisahkan diri. Perhatikanlah apa yang kalian lihat, perhatikanlah apa yang kalian baca dan perhatikanlah apa yang memenuhi pikiran kalian.

Lihatlah Daud, yang telah berdosa amoralitas dengan Batsyeba. Dan hasilnya akibat situasi yang mengerikan itu, di mana Uria, suaminya, terbunuh dan Daud hidup dengan rasa bersalah yang luar biasa ini. Mazmur 51 mengatakan dia menjadi sakit dan lemah, dan dia kesepian, dan dia sedih, dan dia bersalah, dan kerusakan mengerikan yang datang kepada Daud. Ada banyak hal yang membahayakan kita, jadi hindarilah mereka semua.

“Bagaimana Anda dapat menghindari dosa seksual?" Kalian berjalan dalam Roh. Apakah artinya berjalan di dalam Roh? Kunci untuk berjalan di dalam Roh adalah dengan hidup dipenuhi Roh. Efesus 5:17 mengatakan, "Jangan minum anggur berlebihan tetapi jagalah supaya tetap dipenuhi Roh.” Nah, kunci untuk dipenuhi Roh adalah membiarkan Firman Kristus tinggal di dalam Anda sepenuhnya. Efesus 5:18 mengatakan, "Hendaklah kalian dikuasai oleh Roh.”

Dipenuhi oleh Roh, untuk diberi energi oleh Roh berarti diarahkan oleh apa yang telah diungkapkan oleh Roh di dalam Firman Allah. Bukan hanya untuk mengetahui Firman Allah, tetapi untuk membiarkannya tinggal didalam Anda, biarkanlah itu mendominasi Anda dengan segala kekayaannya. Kita semua kembali ke titik membiarkan Firman Allah masuk ke dalam pikiran dan hati kita sebagai faktor pengontrol.

Apakah alat pengudusan yang telah diberikan Allah kepada kita? Itu adalah tubuhmu. Jadi kita berbicara di sini bukan tentang mengendalikan istri Anda, tetapi mengendalikan tubuh Anda. Ini tentang penguasaan diri. Apakah yang harus saya lakukan untuk menguasai diriku? Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 9:27, “Saya memukul tubuhku sampai saya dapat menguasainya." Dalam 1 Korintus 6:12, Paulus berkata, "Saya tidak mau dikuasai oleh apa pun.” Dalam ayat 13 dia berkata, "Tubuh bukan untuk amoralitas, tetapi untuk Tuhan."

Belajarlah untuk menguasai diri saja. Belajarlah untuk menciptakan lingkungan yang di disiplin. Orang yang makan terlalu banyak, atau tidur terlalu banyak, atau buang waktu terlalu banyak, atau bicara terlalu banyak, atau belanja terlalu banyak, atau bermain game terlalu banyak, atau menyiakan waktu apapun terlalu banyak, adalah kandidat untuk bencana besar karena mereka tidak memiliki penguasaan diri. Buah Roh terakhir menyebutkan penguasaan diri. Mintalah berkat itu dari Allah!

Allah juga telah memberi Anda suatu perangkat dan kita semua memilikinya, itu disebut hati nurani. Roma 2 menggambarkan hati nurani sebagai sesuatu yang memberi alasan atau menuduh Anda. Ini adalah perangkat peringatan, itu adalah sistem peringatan yang dibangun di dalam setiap manusia. Nah pada dasarnya Anda memiliki dua sistem peringatan. Yang pertama disebut rasa sakit dan yang kedua disebut hati nurani. Rasa sakit adalah cara Allah untuk melindungi Anda dari penghancuran diri.

Dari sudut pandang spiritual, hati nurani juga melakukan hal yang sama. Hati nurani berteriak kepada Anda tentang pelanggaran hukum moral. Hati nurani bukanlah hukum moral. Itu hanya mekanisme, itu hanya alat peringatan. Itu harus diinformasikan oleh kenyataan. Itu bereaksi sebagai alat peringatan yang memberi tahu orang itu apakah mereka mematuhi batasan moral mereka atau tidak. Ada dua hal yang harus terjadi. Satu, dengarkanlah hati nurani Anda. Dua, beri tahukan hati nurani Anda dengan benar.

Ada banyak generasi orang sekarang yang hati nuraninya tidak dapat berfungsi karena sangat kurang informasinya. Dunia telah mengubah moralitas sepenuhnya menjadi terbalik. Hati nurani bukanlah Hukum Allah, itu hanya bereaksi terhadap apa pun hukum kalian, apa pun struktur moral kalian yang akan bereaksi dengan hati nurani kalian. Setelah hati nurani diberitahu kebenaran oleh Firman Tuhan, maka hanya itu adalah perangkat peringatan yang diberikan Allah untuk melindungi kalian dari bencana.

Paulus mengatakan di 2 Korintus 1:12, “hati nurani kami meyakinkan kami.” Kalian dapat menuduh saya apa pun yang kalian inginkan, tetapi kesaksian hati nurani saya adalah bahwa dalam kesucian dan kesalehan ilahi, bukan dengan kebijaksanaan daging, tetapi dalam anugerah Allah, kami telah hidup di dunia ini dan terutama terhadap kalian.” Kalian dapat menuduh saya apa pun yang Anda inginkan, tetapi hati nurani saya bersih.”

Tanggapilah dorongan hati nurani pertama itu. Titus 1:15 mengatakan, “Segala sesuatu adalah suci bagi orang-orang yang suci. Tetapi bagi orang-orang yang pikirannya kotor dan yang tidak beriman, tidak ada sesuatu pun yang suci, sebab pikiran dan hati nurani mereka sudah kotor!” Itulah dunia. Mereka akan menyusuri jalan menuju neraka dengan cepat karena sistem kepercayaan mereka korup dan hati nurani mereka juga korup. Dunia memberi informasi salah dan kemudian memberitahu Anda supaya jangan merasa bersalah.

Kedua, janganlah bertindak seperti orang kafir yang tak bertuhan. 1 Tesalonika 4: 5, “Janganlah hidup mengikuti keinginan hawa nafsu, seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah.” Kalian adalah lawan dari itu. Kalian tahu, kita dipanggil untuk kekudusan. Ayat 6, “Dalam hal seperti itu, janganlah seorang pun memanfaatkan saudaranya, ataupun menipunya. Karena kami sudah diberi peringatan dan kesaksian, bahwa Tuhan akan membalas kesalahan-kesalahan seperti itu.”

Janganlah melampaui batas dan menipu seseorang dalam hal perilaku seksual. Dan masalahnya di sini adalah dosa seksual. Janganlah memanfaatkan orang lain untuk kepuasan seksual Anda sendiri. Wanita-wanita, jika seorang pria datang dan mengatakan kepada Anda bahwa dia mengasihi Anda dan kemudian ingin mencuri kesucian Anda, itu bukan kasih. Itu mengabaikan hukum Allah untuk menipu Anda, untuk mengambil sesuatu yang berharga dari Anda demi keuntungannya sendiri.

Dengarkanlah, jika seorang pria benar-benar mengasihimu, dia akan meninggikan Anda dan melakukan segalanya untuk mempertahankan kesucianmu. Itulah yang dilakukan kasih, kasih tidak menipu, kasih tidak merampok, kasih tidak mencuri, dan kasih tidak menjarah. Orang-orang berkata, "Apa salahnya melakukan seks sedikit, kan kita akan menikah?" Anda tidak memiliki jaminan bahwa dia akan melakukan itu karena dia sudah membuktikan bahwa dia bersedia untuk menipu.

Dalam Matius 18:6 Yesus berkata, “Siapa pun yang menyebabkan salah seorang dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku untuk berbuat dosa, lebih baik baginya jika batu penggilingan digantung di lehernya, dan dia tenggelam di laut yang dalam.” Itulah pernyataan paling serius yang pernah dikatakan Yesus kepada gereja-Nya. Hati-hati bagaimana Anda memperlakukan anak-anak Saya, Anda akan lebih baik jika Anda tenggelam.” Yesus bukan membicarakan anak-anak kecil, Dia membicarakan orang-orang percaya.

1 Tesalonika 4: 6, “karena Tuhan adalah pembalas semua hal seperti itu.” Saya tidak tahu tentang Anda tetapi saya lebih suka berkat-Nya daripada pembalasan-Nya. Mohon perhatikan, Tuhan adalah pembalas dalam semua hal seperti ini. Itu tidak terhindarkan. Itu artinya adalah bahwa Tuhan adalah yang menuntut penghakiman. Ayat 7, “Karena Allah tidak memanggil kita ke kenajisan.” Ia tidak memanggil Anda untuk hidup cabul, begitulah dosa seksual digambarkan oleh Alkitab.

Ayat 8, “Karena itu barang siapa yang menolak ini, bukannya menolak manusia, melainkan menolak Allah, yang telah mengaruniakan Roh Kudus-Nya kepadamu.” Dia memberi Anda Roh Kudus-Nya. Itu berarti Roh Kristus. Itu berarti Roh Allah. Artinya bahwa Yang Kudus Sendiri telah tinggal di dalam hidup Anda. Anda memiliki semua yang Allah bisa berikan, yaitu diri-Nya sendiri. Maukah Anda menggabungkan-Nya dengan pelacur? Akankah Anda mencemarkan Dia?

Allah tidak mengharapkan kita untuk berjuang di sepanjang jalan kedewasaan rohani sendirian saja. Tetapi Dia mengharapkan kita untuk bergerak bersama dengan orang lain. Kita harus berinteraksi. Tidak ada yang bertumbuh dalam ruang hampa. Kami bertumbuh dengan persatuan. Semakin dekat saya dengan lingkaran orang-orang di sekitar saya, semakin mudah bagi saya untuk menjalani hidup yang benar. Dan jika ada yang tidak benar, mereka menunjukkannya, dan itu memaksa saya kembali kepada kebenaran.

Alkitab memberi tahu kita, bahwa kita harus bertumbuh. 2 Petrus 3:18 mengatakan, “Hendaklah kalian bertumbuh dalam kasih karunia dan pengetahuan tentang Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus.” Itu adalah perintah dan jika kita mengatakan iya, bagaimana caranya kita sampai disana? Alkitab mengatakan, “Hidupilah hidupmu untuk kemuliaan-Ku.” Daud mengatakan di Mazmur 16:8-9, “Aku telah menetapkan Tuhan selalu di hadapan-Ku; karena Dia ada di tangan kanan saya, saya tidak akan goyah. 9 Karena itu hatiku gembira, dan kemuliaanku bersukacita.”

Belajarlah untuk mengembangkan kasih untuk Tuhan. Jika Anda mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan Anda, Anda tidak akan mencemarkan nama-Nya. Anda menumbuhkan kasih untuk Kristus melalui kehidupan doa Anda, pada waktu Anda berada di dalam Firman dan dengan berfokus untuk mengenal-Nya. Dan janganlah bermain dengan api, jauhilah situasi yang menangkap Anda dan menjerat Anda. Janganlah biarkan tubuh Anda memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan dan janganlah memberinya makan hal-hal yang membangkitkan keinginan jahat.

Segala sesuatu yang telah dilakukan Allah adalah untuk membuat Anda murni. Janganlah tertipu, masalahnya adalah Anda dan itu ada di dalam Anda, itu bukan di luar Anda. Bagaimana saya akan menjalani kehidupan suci? Kendalikan kedagingan Anda dengan memberinya makan apa yang membangun hal spiritual dan tidak membeberkannya pada hal-hal yang menggerogoti kedagingan Anda yang jatuh. Tetapi Anda harus melakukan kedua-duanya. Jadi, Anda memberinya makan apa yang memperkuat bagian spiritual dan Anda melaparkannya dari apa yang memberi makan kedagingan, Amin?
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu