Dec 17, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Apakah ada tempat untuk Yesus?
17 Desember 2017

Pastilah Lukas 2 adalah bab yang paling terkenal di Alkitab karena ini menceritakan tentang hari Natal. Namun kita akan melihatnya dengan cara yang mendalam dan mungkin tidak biasa saat kita menghadapi kebenaran agungnya. Dua ribu tahun yang lalu Pencipta alam semesta, Allah yang kekal, masuk ke dalam masyarakat manusia sebagai bayi. Allah mengenakan kemanusiaan.

Malam itu seperti malam biasa tapi anak itu bukan anak biasa. Anak itu adalah Tuhan Yesus Kristus, Allah dan manusia menjadi satu. Kelahiran ini begitu monumental sehingga itu menjadi titik puncak sejarah, kulminasinya. Seluruh sejarah sebelum kelahiran-Nya adalah S.M., Sebelum Kristus. Semua sejarah sesudahnya adalah A.D., Anno Domino, bahasa Latin untuk “Tahun Tuhan kita.”

Marilah kita melihat Lukas 2:7, “Ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung. Anak itu dibungkusnya dengan kain, lalu diletakkan di dalam palung berisi jerami; sebab mereka tidak mendapat tempat untuk menginap.” Natal pada mulanya berarti “tidak ada tempat” bagi Yusuf dan Maria, dan itulah lebih parah karena Maria sudah mau melahirkan bayi.

Pasangan muda ini sudah berjalan kira-kira 140 kilometer dari rumah mereka di Nazaret. Dan Maria hamil sembilan bulan, dan dalam beberapa hari dia akan melahirkan bayi, dan tidak ada tempat tinggal di Betlehem. Tidak ada keluarga yang menunggu di rumah yang hangat. Dan memang cuacanya cukup dingin karena itu musim gugur atau awal musim dingin.

Makna sebenarnya dari kelahiran Allah dalam bentuk manusia sekarang diperlakukan secara sepele, dilampaui semua hiruk-pikuk musim Natal. Namun Yesus adalah Juruselamat dunia. Dia datang dulu sebagai Mesias kepada Israel. Namun kemudian dia datang sebagai Juruselamat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Semua ini adalah bagian dari rencana Allah yang sempurna, yang secara berdaulat membawa pasangan ini khusus dimana mereka perlu ada, karena Mesias adalah anak Daud dan harus lahir di kota Daud, menurut nabi. Dan untuk memenuhi nubuatan itu, pasangan itu harus ada disitu, dan Allah bekerja melalui keputusan Kaisar Agustus untuk melakukan sensus untuk mencapainya.

Mikha 5:2 mengatakan, “Hai Betlehem Efrata, engkau salah satu kota yang terkecil di Yehuda! Tetapi dari engkau akan Kubangkitkan seorang penguasa untuk Israel yang asal usulnya dari dahulu kala, dari kekal.” Mikha menubuatkan itu 700 tahun sebelum kelahiran Mesias, mahluk abadi itu. Bethlehem juga adalah kota kelahiran Daud.

Dalam kepenuhan waktu Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang wanita, Imanuel, Allah kekekalan melangkah kedalam waktu dan tempat. Dan Allah mengumumkan melalui malaikat Gabriel bahwa Anak itu akan disebut Anak dari Yang Mahatinggi. Dia akan memerintah atas keturunan Yakub untuk selamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berakhir.

Dan malaikat mengatakan kepada Maria di Lukas 1:35, “Roh Kudus akan datang kepadamu, dan kuasa Allah akan meliputi engkau. Itulah sebabnya anak kudus yang akan lahir itu akan disebut Anak Allah.” Dengan kata lain, ini akan menjadi konsepsi ajaib. Allah akan menanamkan kehidupan di dalam Anda tanpa ada seorang pria. Anda akan menjadi seorang ibu, meskipun Anda masih perawan.

Tuhan yang Maha-ada pada awalnya terbatas di dalam tubuh bayi. Kehidupan kecil itu bertumbuh menjadi Tuhan Yesus Kristus tanpa dosa. Dan malaikat Gabriel memberitakan orang-orang bahwa Allah telah menyediakan semuanya dan itu dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama dan digenapkan di Perjanjian Baru.

Sayangnya sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kebanyakan dunia telah menolak-Nya. Negara Israel pada umumnya telah menolak-Nya. Dan diantara orang-orang yang memerlukan Penyelamat, hanya sedikit yang percaya kepada-Nya dan yang telah diselamatkan. Kandang di Betlehem itu adalah metafora untuk dosa dan kejahatan kita.

Namun itu juga gambaran hati kita. Ketika Yesus mengetuk pinta hati seseorang, saya heran mengapa Allah ingin masuk kedalamnya. Yeremia menggambarkan hati manusia di Yeremia 17:9 sebagai, “Yang paling licik dari segala-galanya.” Biarpun kami mencoba menutupinya, di mata Allah, hati kita juga penuh tipu muslihat dan kebencian sama seperti kandang kotor itu.

Yohanes 1:10 mengatakan, “Dia ada di dunia, dan dunia dijadikan melalui-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Dia datang ke umat-Nya dan bangsa-Nya sendiri tidak menerima-Nya.” Dia datang untuk menyelamatkan para pendosa, namun orang-orang Yahudi tidak percaya bahwa Dia adalah Mesias. Dia turun dari surga ke dunia ini untuk memberi kesempatan kepada kita semua untuk percaya kepada-Nya sebagai Juruselamat kita.

Ketika Adam dan Hawa berdosa pada mulanya, Allah mengambil sebuah domba dan membunuhnya. Dari permulaan manusia, Allah telah menjelaskan bahwa hanya dengan penumpahan darah, dosa itu bisa diampuni dan ada pengampunan kejahatan (Ibrani 9:22). Yohanes Pembaptis menyebut Yesus sebagai “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29). Jadi itu alasan lain Dia lahir di kandang.

Kristus adalah Anak Domba yang akan dikorbankan di kayu salib, menggantikan kita dan menerima hukuman kita, supaya pengampunan dosa dapat diberikan secara adil dan bebas. Bukanlah kebetulan Maria dan Yusuf tidak dapat tempat penginapan ketika mereka tiba di Bethlehem. Kedatangan mereka ke palung di kandang itu semuanya sesuai dengan pengetahuan Allah sebelumnya dan rencana-Nya.

Rencana Allah adalah supaya Yesus, yang adalah Tuhan tanpa dosa, datang ke dalam dunia ini yang penuh dosa. Dunia yang menolak pelayanan-Nya. Dan Allah memanggil kita semua untuk percaya Yesus dan mengikuti contoh-Nya untuk bersaksi di dunia ini, untuk melayani dan mengasihi orang-orang yang lebih mementingkan dunia dari pada keselamatan. Namun kami seringkali seperti majikan tempat penginapan itu yang tidak ada tempat bagi Yesus dan tidak ada waktu untuk Dia.

Namun sementara kami menolak-Nya, Allah menunjukkan kasih-Nya dengan mengirim Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk mengajar kami dan memberi teladan bagi kami apa yang kami harus lakukan dan bagaimana kami harus hidup. Yohanes 3:16 mengatakan, “Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat hidup kekal.”

Dengan menumpahkan darah-Nya, Yesus membayar hutang dosa-dosa kita dan dengan demikian menebus kita, kemudian Dia bangkit dari antara orang mati dan kembali ke surga. Namun sekarang Dia masih menawarkan hadiah bebas keselamatan itu kepada semua orang yang percaya kepada-Nya. Coba renungkanlah apa artinya itu, Kristus akan mengampuni segala dosa-dosa Anda, dari masa lalu, sekarang dan di masa depan dan Anda akan hidup bersama-Nya di surga untuk selama-lamanya.

Mungkin Anda merasa Anda tidak cukup baik, bahwa ada terlalu banyak masalah di dalam hidup Anda. Mungkin Anda merasa bahwa dosa-dosa Anda terlalu besar untuk diampuni Allah. Mungkin Anda ada di penjara dan Anda merasa putus asa. Namun tidak peduli apa yang telah Anda lakukan, Allah Pencipta kami sangat mengasihi kami sehingga Dia rela mengorbankan diri-Nya, Dia sanggup dan akan menyelamatkan siapa saja yang percaya kepada-Nya dan bertobat, Amin?

Jika Anda benar-benar percaya dalam hati Anda, berdoalah bersama saya doa singkat ini. “Oh Bapak di dalam surga, datanglah ke dalam hatiku dan ampunilah dosa-dosaku. Saya tahu saya orang berdosa. Saya ingin Engkau membersihkan aku dan aku tahu Engkau mati di kayu salib untuk aku dan Engkau telah membayar upah dosa-dosak., Kami bersyukur banyak atas anugerah dan rahmatmu, Tuhan Yesus Kristus, Amin.”

Jika Anda berdoa itu dengan tulus hati, Allah mengatakan bahwa Anda telah berubah dari kegelapan menjadi terang. Roma 10:9 mengatakan, “jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.” Puji Tuhan.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu