Sep 10, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Kerusuhan di Efesus
10 September 2017

Bagian KPR 19:21-41 berhubungan dengan suatu kerusuhan di Efesus. Tidak ada banyak doktrin disini. Ini adalah cerita sejarah yang berhubungan dengan sebuah peristiwa yang terjadi di Efesus. Namun izinkanlah Roh Kudus mengajarkan kita kebenaran rohani melalui peristiwa sejarah itu. Sejarah Kekristenan mengajarkan kita bahwa gereja berkembang ketika dianiaya.

Gereja yang dianiaya itu menghadapi dunia dan bertumbuh dan memiliki efek. Jadi penganiayaan dan keefektifan itu bekerja sama. Gereja itu perlu menjadi hati murani masyarakat, dan bukan penghibur masyarakat. Ketika gereja itu menjadi teman sistem itu, dan mulai memainkan permainan sosiologis atau politik, maka itu melawan Firman Allah.

Sekarang Paulus sudah tinggal di kota Efesus hampir tiga tahun. Ini adalah perjalanan misi ketiga. Pada waktu dia tiba di Efesus, Allah telah membangun fondasi melalui Akwila dan Priskila. Dan Apolos, orator hebat itu, juga menolong banyak. Sekarang Paulus tiba dan hal-hal besar mulai terjadi. Di KPR 19:1-7 gereja didirikan pada waktu keduabelas murid Yohanes Pembaptis dibawa kepada Yesus Kristus.

Kita melihat minggu lalu bahwa Paulus di ayat 8 masuk ke sinagog dan mulai mengajar disitu selama tiga bulan. Ada orang yang hatinya keras namun juga ada beberapa orang yang percaya. Akibat ajaran itu ayat 10 mengatakan, “sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Jadi Efesus menjadi pusat penginjilan yang meluas ke seluruh provinsi Asia Kecil.

Nah akibat itu bisa diringkaskan di ayat 20, “Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.” Itulah kuncinya. Dimanapun Firman Allah mendominasi, pasti ada hasil. Selalu akan ada yang melawan karena Setan tidak senang menghadapi Firman yang murni. Jadi hasil Firman selalu ada dua, kemajuan Injil dan penganiayaan dari Setan.

Di Efesus penganiayaan itu mulai. Setan di ayat 9 menyebabkan orang berbicara jahat tentang Kekristenan. Kemudian ada orang eksorsis yang mencoba meniru apa yang telah dilakukan Paulus untuk membingungkan orang. Dan mulai dari ayat 21 Setan menyebabkan ada kerusuhan di seluruh kota Efesus untuk menggagalkan pekerjaan Paulus dan orang Kristen. Setan selalu menentang kemajuan Injil.

Di Yerusalem, Setan mengirim tentangan melalui Yudaisme. Di Antiokhia oposisi adalah prasangka pribadi dan iri hati. Di Listra, oposisi adalah penyembahan berhala. Diantara orang Yahudi, oposisi adalah legalisme upacara. Di Filipi, oposisi adalah sihir. Di Tesalonika oposisi itu adalah revolusi politik. Di Atena oposisi adalah hedonism. Di Korintus oposisi adalah keraguan filsafat.

Dan di Efesus disini, oposisi itu adalah materialisme yang pura-pura religius. Di Efesus Setan itu menyerang dengan tiga cara: kekerasan hati, kemunafikan dan kebencian. Dan disini di Efesus di ayat 21 amarah mereka disebabkan keinginan mereka untuk keuntungan materi. Dengan kata lain, Kekristenan itu menurunkan pendapatan bisnis mereka.

Ayat 21, “Kemudian dari pada semuanya itu, Paulus bermaksud pergi ke Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya. Katanya: "Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga.” Paulus melihat bahwa gereja di Efesus itu sudah bisa berdiri sendiri. Dia sudah ada disitu mengajar hampir tiga tahun.

Ada para penatua yang cukup berkualitas untuk memimpin gereja. Dan gereja-gereja sudah didirikan di seluruh Asia Kecil. Mengapa dia ingin pergi ke Makedonia dan Akhaya? Dia sudah membangun semua gereja di Korintus, Filipi, Tesalonika dan Berea. Mengapa pergi kesitu? Paulus ingin pergi kesana dan habis itu ke Yerusalem.

Gereja Yerusalem itu miskin sekali. Dan Paulus ingin memberikan gereja Yerusalem sebuah persembahan kasih dari gereja-gerejanya. Dia ingin pergi ke Makedonia dan Akhaya untuk mengumpulkan persembahan mereka. Di 2 Korintus 9:1-2 dia menyinggung persembahan ini, “Tentang pelayanan kepada orang-orang kudus tidak perlu lagi aku menuliskannya kepada kamu. 2 Aku telah tahu kerelaan hatimu tentang mana aku megahkan kamu kepada orang-orang Makedonia. Kataku: "Akhaya sudah siap sedia."

Di Roma 15:25-26 dia mengatakan, “Tetapi sekarang aku sedang dalam perjalanan ke Yerusalem untuk mengantarkan bantuan kepada orang-orang kudus. 26 Sebab Makedonia dan Akhaya telah mengambil keputusan untuk menyumbangkan sesuatu kepada orang-orang miskin di antara orang-orang kudus di Yerusalem.” Mengapa? Paulus mengajarkan bahwa ada kesatuan di tubuh. Kedua, Paulus mengajarkan kita pelajaran praktis tentang kasih. Bahwa kasih sebenarnya berarti pengorbanan diri memberikan uang Anda demi orang lain.

Paulus menanam gereja di pusat-pusat utama sepanjang jalan dari Antiokhia sampai ke Roma. Dia percaya bahwa penginjilan akan berkembang melalui proses reproduksi dimana orang-orang dimenangkan kepada Kristus untuk mendirikan gereja. Kemudian gereja itu bertumbuh dan mengutus orang lain untuk mendirikan gereja-gereja lain dan dengan perkalian Anda dapat menaklukkan seluruh daerah.

Jadi dari Yerusalem, kemudian Roma dan sejauh mungkin ke arah barat untuk mencapai Spanyol dengan Injil. Roma 1:13-15 mengatakan, “Aku telah sering berniat untuk datang kepadamu agar di tengah-tengahmu aku menemukan buah, seperti juga di tengah-tengah bangsa bukan Yahudi yang lain. 14 Aku berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada orang bukan Yunani, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar. 15 Itulah sebabnya aku ingin untuk memberitakan Injil kepada kamu juga yang diam di Roma.”

Ayat 22, “Lalu ia menyuruh dua orang pembantunya, yaitu Timotius dan Erastus, mendahuluinya ke Makedonia, tetapi ia sendiri tinggal beberapa lama lagi di Asia.” Kita semua tahu siapakah Timotius itu. Dia kembali dari Efesus dan sekarang Paulus mengirimnya ke Makedonia untuk memberitahukan mereka dia akan datang. Namun tentang Erastus, kita tidak tahu apa-apa, karena itu adalah nama umum.

Namun sudah jelas mengapa dia tinggal. Dia menulis 1 dan 2 Korintus. 1 Korintus 16:8-9, “Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai hari raya Pentakosta, 9 sebab di sini banyak kesempatan bagiku untuk mengerjakan pekerjaan yang besar dan penting, sekalipun ada banyak penentang.” Nah penentang itu muncul mulai ayat 23, “Kira-kira pada waktu itu timbul huru-hara besar mengenai Jalan Tuhan.”

Nah marilah kita pelajari penyebab kerusuhan, ciri-ciri kerusuhan dan cara menenangkan kerusuhan. Nah kita perlu mengerti bahwa penyebab sebenarnya dari kerusuhan tersebut adalah pertentangan setan terhadap kemenangan Firman. Namun pada saat kita melihat ayat-ayat ini, ada beberapa alasan dangkal yang sebenarnya menyebabkan itu. Dan kita telah menjelaskan bahwa “Jalan Tuhan” mengacu kepada Kekristenan.

Yesus mengatakan, “Akulah Jalan” dan KPR 4:12 mengatakan, “di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Jadi pesan Kristen tersebar di Asia Kecil. Allah melakukan hal-hal yang luar biasa dan Setan menghasut orang-orang sampai mereka kesal. Kerusuhan ini akan memberikan Anda wawasan tentang psikologi massa khas, serta wawasan tentang caranya Setan bekerja.

Ayat 24, “Sebab ada seorang bernama Demetrius, seorang tukang perak, yang membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak. Usahanya itu mendatangkan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya.” Kemungkinan besar Demetrius adalah orang penting di kalangan tukang perak. Orang-orang yang adalah perajin kerajinan yang sama akan bergabung bersama dan menjadi berkuasa di dalam komunitas tempat mereka tinggal. Dan semua orang ini bekerja sama untuk keuntungan bersama.

Tukang perak itu mencari nafkah dengan menjual kuil-kuil kecil ini kepada para wisatawan. Demetrius adalah orang yang membuat kuil-kuil perak Diana dan itu menghasilkan keuntungan besar bagi para pengrajin itu. Ayat 25, “Ia mengumpulkan mereka bersama-sama dengan pekerja-pekerja lain dalam perdagangan itu dan berkata: "Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perdagangan ini!”

Dan yang terjadi adalah bahwa injil benar-benar mempengaruhi penghasilan mereka. Karena orang-orang menerima kebenaran Kristus dan berpaling dari penyembahan berhala mereka. Dan itu buruk bagi bisnis. Ayat 26, “Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa.

Pendeta-pendeta Kristen menyangkal adanya dewa-dewa bikinan tangan manusia. Jadi Demetrius mengaku bahwa khotbah rasul-rasul itu sukses. Mengapa Allah mengambil 20 ayat untuk menceritakan tentang sebuah kerusuhan? Karena sangat menarik untuk melihat keberhasilan agama Kristen dari mulut orang yang tidak percaya. Apakah Anda melihat bertapa pentingnya jenis apologetis ini?

Mereka semua berkumpul dan berbuat rusuh, namun mereka tidak tahu apa yang mereka harus lakukan. Disisi lain Paulus berkomitmen kepada Yesus Kristus dan memutar balikkan daerah itu. Namun kedua, itu semua sukses karena pengaruh gereja yang murni. Semua kemenangan adalah hasil pelayanan positif. Mereka tidak mengritik Diana. Mereka hanya berkhotbah pesan yang positif.

Jika Anda ingin mengubah komunitas untuk Yesus Kristus, janganlah protes terhadap komunitas itu. Hiduplah suci dan mulailah memimpin orang kepada Yesus Kristus. Dan hasil akhirnya adalah bahwa masyarakat tidak dapat menangani Anda. Kuasa hidup baru tidak ada dalam berdemonstrasi, akan tetapi dalam menggunakan waktu itu untuk memenangkan orang ke Kristus. Allah menolong kita menciptakan masalah dengan melakukan apa yang ada didalam kita.

Ayat 27, “Dengan jalan demikian bukan saja perdagangan kita mungkin dalam bahaya akan kehilangan artinya, tetapi juga kuil Artemis sendiri, yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia, kehilangan kebesarannya.” Dengarkanlah Markus 8:36, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” Lukas 16:13 mengatakan, “Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada uang.”

Nah pidato itu menyebabkan ada kerusuhan. Marilah kita melihat karakter kerusuhan itu, Ayat 28, “Mendengar itu meluaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak-teriak, katanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!” Ciri pertama kerusuhan tersebut adalah kemarahan. Mereka marah oleh karena Kristus, bukan oleh karena Anda. Karena orang-orang tidak senang diperhadapkan dengan dosa-dosa mereka. dan mereka tidak mau menerima faktanya bahwa keseluruhan hidup mereka itu salah.

Ciri kedua adalah kebingungan. Ayat 29, “Seluruh kota menjadi kacau dan mereka ramai-ramai membanjiri gedung kesenian serta menyeret Gayus dan Aristarkhus, keduanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus.” Reruntuhan teater itu masih ada sampai sekarang di Efesus. Kita tidak tahu banyak tentang Gaius karena ada banyak orang yang namanya seperti itu. Namun Asirtarkhus adalah orang dari Makedonia.

Jadi ada gerombolan ini yang memenuhi teater dan ada dua orang yang berdiri ditengah mereka. Ayat 30, “Paulus mau pergi ke tengah-tengah rakyat itu, tetapi murid-muridnya tidak mengizinkannya.” Paulus sudah mengalami begitu banyak kemenangan Allah sehingga dia sama sekali tidak takut. Namun itu lancang untuk menempatkan diri dalam bahaya dan berharap Allah akan membebaskan Anda.

Pesan yang sama datang dari sumber lain. Ayat 31, “Bahkan beberapa pembesar yang berasal dari Asia yang bersahabat dengan Paulus, mengirim peringatan kepadanya, supaya ia jangan masuk ke gedung kesenian itu.” Setiap provinsi memiliki orang pemerintah Romawi yang ditugaskan untuk menjaga perdamaian, untuk memastikan mereka tetap setia kepada Roma dan menyembah kaisar.

Ayat 32-34, “Sementara itu orang yang berkumpul di dalam gedung itu berteriak-teriak; yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau-balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul. 33 Lalu seorang bernama Aleksander didorong ke depan oleh orang-orang Yahudi. Ia mendapat keterangan dari orang banyak tentang apa yang terjadi. Segera ia memberi isyarat dengan tangannya dan mau memberi penjelasan sebagai pembelaan di depan rakyat itu. 34 Tetapi ketika mereka tahu, bahwa ia adalah orang Yahudi, berteriaklah mereka bersama-sama kira-kira dua jam lamanya: "Besarlah Artemis dewi orang Efesus!”

Sekarang kita tiba saatnya menenangkan kerusuhan itu. Ayat 35, “Akan tetapi panitera kota menenangkan orang banyak itu dan berkata: "Hai orang Efesus! Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit?” Dengan kata lain, tidakkah kalian sadar bahwa kita menyembah dewi agung Diana yang turun dari surga?

Ayat 36, “Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu-buru bertindak.” Tidak ada sesuatupun yang dapat mempengaruhi dewi agung kita. Dan tidak ada yang sanggup mengubahnya. Ayat 37, “Sebab kamu telah membawa orang-orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya.”

Roh Kudus menempatkan kisah ini disini hanya supaya orang yang tidak percaya memberi kesaksian ayat 37 ini. Ayat 38, “Jadi jika Demetrius dan tukang-tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang-sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ.”

Ayat 39, “Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah.” Dengan kata lain, jika ini masalah sosial, marilah kita bawa kasus ini ke majelis saat ada pertemuan. Janganlah mengadakan kerusuhan. Mengapa dia kuatir ada kerusuhan? Ayat 40, “Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru-hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau-balau ini.”

Roma 13 mengatakan bahwa orang Kristen harus tunduk kepada pemerintah yang ditetapkan oleh Allah. Ayat 41, “Dan dengan kata-kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu.” Panitera kota itu sangat mendukung orang-orang Efesus, Namun dia tidak memihak gereja karena dia setuju dan mengkonfirmasi takhayul rakyat.

Pada saat gereja itu dilindungi panitera kota itu, malah mereka berada dalam bahaya lebih besar dari pada saat ada kerusuhan. Kita pertama melihat sekilas gereja Efesus dibawah pimpinan Paulus dan Timotius. Namun sekilas terakhir dari gereja Efesus ada di Wahyu 2:4, “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.”

Tahukah Anda apa yang terjadi? Jika Anda mengunjungi Efesus hari ini, Anda akan melihat sebuah desa Islam kumuh di dekat tempat Efesus dulu yang tidak memiliki satu orang Kristenpun. Gereja selalu akan bertumbuh, kerusuhan itu tidak akan menjadi ancaman bagi gereja, tetapi perlindungan itu malah bahaya. Gereja itu selalu harus menjadi hati nurani masyarakat. Pada saat kita dilindungi sistem, kita akan mati. Jadi janganlah kita takut penganiayaan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu