Sep 03, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Mujizat memuliakan Kristus
3 September 2017

Di KPR 19:13, kita sedang mendiskusikan bidang eksorsisme karena kami telah menemukan kata eksorsis, ketika itu muncul hanya satu kali di Perjanjian Baru. Marilah kita melihat di Efesus 2:2 karakter kami sebelum menjadi orang Kristen. Paulus mengatakan, “Kamu dulu hidup di dalamnya sambil mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.”

Penguasa kerajaan angkasa adalah Iblis. Dia dipanggil roh yang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sejak kejatuhan, semua orang telah menjadi alat Setan. Mereka lahir ke dalam dunia ini dan berfungsi sebagai respon terhadap dorongan setan. Jadi manusia adalah budak Iblis dan setan-setannya. Seperti kapal yang diperintah oleh pilot yang memutar dan mengarahkannya sesuai keinginannya, begitupun hidup seseorang yang tidak percaya yang didorong kehendak Setan.

Nah Setan memerintah orang yang tidak percaya melalui dua cara. Pertama, dia menguasai orang melalui pengertian mereka. 1 Korintus 2:14 mengatakan, “Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan.” Jadi manusia alami, manusia tanpa Allah, hanya diberi informasi yang ada terpisah dari Allah. 2 Korintus 4:4 mengatakan, “yaitu orang-orang yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak percaya.”

Hal kedua yang didominasi Setan dalam orang yang masih belum lahir baru adalah kehendaknya. Meskipun dia tidak dapat memaksa Anda untuk melakukan sesuatu, dia tentu dapat menarikmu dengan godaan. Di Johanes 8:44, Yesus berkata kepada orang Farisi, “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.” Jadi Setan mendominasikan orang dengan menggoda kehendak mereka. Nah inilah nasib setiap orang yang tidak percaya.

Yesus Kristus datang dengan kuasa untuk membebaskan manusia. Menurut 1 Yohanes 3:8, “Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.” Dan Ibrani 2:14 mengatakan, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.”

Di Efesus 6:10, Paulus mengatakan, “Hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” Nah pada saat Yesus mulai pelayanan-Nya, Dia mulai dengan menunjukkan kuasa-Nya atas Setan. Bahkan ketika Setan mencoba untuk membunuh-Nya pada saat kelahiran-Nya, dia tidak dapat melakukannya. Dan setelah pembaptisan-Nya ketika Dia diresmikan ke dalam pelayanan-Nya, Yesus dibawa ke padang gurun, bukan oleh Setan, melainkan oleh Roh Allah.

Mengapa? Karena pada permulaan pelayanan-Nya sudah diberi tahu bahwa Yesus menang atas Setan. Setan mencobai Dia tiga kali namun kalah setiap kali. Dan Yesus melakukan yang sama sepanjang hidup-Nya. Ketika Ia datang ke kayu salib, kelihatannya Setan menang, namun dia tidak menang. Di kayu salib, menurut Kolose 2:15, ada kemenangan besar dimana “pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dilucuti dan mereka dijadikan tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.”

Kuasa Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya hal yang dapat mengalahkan Setan. Setan itu adalah penguasa dunia ini karena dia mendominasi pengertian manusia dan kehendak manusia. Tidak ada keajaiban manusia, tidak ada sihir, tidak ada eksorsisme, tidak ada ritual, tidak ada upacara dan tidak ada rumus yang dapat mengesampingkan kekuatan Setan. Bahkan nama Yesus sebagai tipuan tidak akan berhasil juga.

Catatan Perjanjian Baru tentang pengusiran setan mengungkapkan ini: Ini selalu masalah otoritas, dan tidak pernah ritual. Matius 8:16, “Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu.” Bagaimana dengan Matius 17:21 yang mengatakan bahwa “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.”? Ini sebelum kayu salib dan ini pola yang biasa terjadi selama Perjanjian Lama dimana mereka berdoa dan berpuasa.

Tidak ada di dalam Perjanjian Baru dimana ada eksorsisme setan dari orang non-Kristen atau Kristen. Jadi di masa kini, bagaimana orang yang bukan Kristen dapat menghilangkan setan itu? Hanya ada satu cara, yaitu datang kepada Yesus Kristus. Jadi bagaimana dengan semua orang yang tidak diselamatkan di dunia? Apakah mereka semua dimiliki setan? Mereka semua benar-benar dibawah kuasa Setan.

Apakah orang Kristen dapat bersekutu dengan setan? Iya, menurut 1 Korintus 10 mereka bisa ditipu oleh Setan. Di Korintus ada beberapa orang Kristen yang ikut dengan Perjamuan Kudus di meja Tuhan, kemudian mereka langsung kembali kepada penyembahan berhala mereka. Paulus di 1 Korintus 10:20 mengatakan, “persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.”

Jadi apakah akan terjadi terhadap mereka? 1 Korintus 11:27-29 mengatakan, “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. 28 Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu. 29 Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.”

Banyak orang Kristen telah begitu asyik dengan Iblis dan setan-setan mereka, sampai ada pelayanan pembebasan dimana Anda dapat pergi dan dibebaskan. Dengarkanlah, Yesus mengatakan di Matius 12:28, “Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah.” Satu-satunya masalah dalam kehidupan orang Kristen adalah masalah menyerahkan diri kepada Allah dan kepada Roh Kudus yang menghilangkan kuasa Setan.

Lihatlah Efesus 6:12, “perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.” Jadi sudah jelas bahwa kita akan bergumul melawan kuasa-kuasa gelap, benar? Jadi jika ada orang Kristen yang bergumul dengan setan-setan, dimanakah dia akan mendapat kemenangan?

Dengarkanlah ayat 13-16, “Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.”

Jadi solusinya bukanlah pelayanan pembebasan, solusinya adalah mengenakan kebenaran Allah. Ayat 17-18, “dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohon-an yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.” Dari semua kewajiban yang kami memiliki terhadap sesama lain, tidak ada perintah untuk mengusir setan dari sesamamu.

Alkitab memanggil kita untuk mengasihi satu sama lain, untuk mengajar satu sama lain, untuk memelihara satu sama lain, untuk menghibur satu sama lain, untuk membangun satu sama lain, untuk menegur satu sama lain dan sebagainya, namun disitu tidak dikatakan untuk mengusir setan dari orang lain. Nah saya dapat menghardik dosamu, dan saya dapat memberi nasihat bijak tentang dosamu, dan saya dapat memperingat-kan Anda tentang dosamu, namun saya tidak dapat hidup suci bagi Anda.

Marilah kita kembali kepada KPR 19. Tahukah Anda hal yang terbesar untuk mengalahkan Setan? Kuncinya untuk mengerti hal itu di dalam ayat 8-20 adalah di dalam ayat 20, “Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.” Tentu saja pada saat itu masih belum tertulis; Allah mencurahkan itu melalui Paulus, jadi dia memiliki Firman. Firman Allah mempengaruhi orang Efesus dengan proklamasinya, konfirmasinya, kompetisinya dan keyakinannya.

Firman itu datang melalui Paulus dan itu diproklamasikan. Ayat 8, “Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.” Ayat 9, “Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.”

Jadi setelah tiga bulan mereka mulai melawan Kekristenan di depam seluruh kota dengan berbicara jahat tentang “Jalan Tuhan,” yaitu mereka yang telah dikeraskan di sepanjang jalan. Daripada percaya, daripada hati mereka melembut, semakin lama Paulus berkhotbah semakin keras hati mereka. Jadi akhirnya mereka menyerang agama Kristen secara verbal dan Paulus pergi dari mereka dan memisahkan ajaran murid-murid itu ke sekolah Tiranus.

Kita tahu bahwa dia mengajar selama lima jam setiap sore, dan pada waktu malam hari dia memimpin pemahaman Alkitab. Dia adalah pendeta/guru. Ayat 10, “Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Firman Allah mulai menyebar kemana-mana. Dan bersama proklamasi itu ada konfirmasi, dan disinilah kita mulai malam ini.

Ayat 11, “Oleh Paulus Allah mengadakan mujizat-mujizat yang luar biasa.” Ketika Allah masuk ke dalam suatu daerah, Paulus bukan saja berkhotbah Firman namun Allah juga mengkonfirmasikan Firman itu dengan mujizat-mujizat. Inilah caranya Allah bekerja dengan pengkhotbahan apostolik. Sekarang kita percaya pesan orang kalau pesan itu sesuai dengan Alkitab. Namun pada waktu itu belum ada Perjanjian Baru, satu-satunya cara untuk mengesahkan seseorang adalah dengan menyaksikan karya Allah yang supranatural.

Markus 16:20, “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.” 2 Korintus 12:12, “Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa.” Jadi di ayat 11, Allah melakukan mujizat melalui tangan Paulus; Allah memerlukan alat manusia. Paulus berkhotbah dan mujizat terjadi.

Nah orang-orang melihat Paulus dan tidak benar-benar melihat Allah mengerjakan semua itu. Jadi mereka menarik kesimpulan bahwa Paulus itu adalah mahluk luar biasa. Dan ayat 12 mengatakan, “bahkan orang membawa saputangan atau kain yang pernah dipakai Paulus dan meletakkannya atas orang-orang sakit, maka lenyaplah penyakit mereka dan keluarlah roh-roh jahat.” Disinilah Anda mendapatkan ide penyembuhan kain atau saputangan ini.

Orang-orang di Efesus itu sangat takhayul. Dan ketika mereka melihat mujizat-mujizat itu datang dari Paulus, asumsi mereka adalah bahwa itu kekuatan Paulus. Jadi mereka mengambil kain keringat Paulus dan mereka memikir kain itu sanggup mengerjakan hal yang sama bagi mereka. Meskipun ada takhayul mereka itu, Allah tetap melakukan mujizat-mujizat itu. Allah mengkonfirmasikan Firman dan Dia tidak membiarkan takhayul mereka mengganggu.

Jadi apakah hasil semua mujizat-mujizat itu? Lihatlah ayat 12, “maka lenyaplah penyakit mereka.” Itu semua penyembuhan fisik. Tidak masuk akal sekarang bagi mereka yang menyebut diri mereka “penyembuh” untuk memberi saputangan mereka untuk menjadi sembuh. Di Efesus, Lukas membedakan penyakit fisik dengan roh-roh jahat. Tidak semua penyakit disebabkan roh jahat.

Marilah kita melihat ketiga kepada kompetisinya. Ketika ada sesuatu yang baik terjadi di dalam nama Yesus, Setan akan melakukan sesuatu yang palsu. Ayat 13, “Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku mengeksorsis kamu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus." Mereka pikir mereka punyai trik baru.

Mereka tidak pernah melihat sesuatu seperti itu. Mereka mencari keuntungan dengan memakai nama Yesus. Selalu akan ada orang yang melihat Kekristenan dan menjadikannya sesuatu yang dapat dipasarkan. Perhatikanlah kata “eksorsisme”. Secara harfiah itu berarti “mengeluarkan setan dengan memakai nama-nama kudus.” Ini menggunakan rumus suci dan nama-nama dewa.

Dan ini masih dilakukan sekarang di gereja Roma Katolik. Eksorsisme telah dilakukan namun itu semua tidak benar. Pertama, tidak diperlukan, benar? Yang diperlukan hanya pengakuan dosa dan pertobatan. Dan eksorsisme ada di okultisme hari ini dan juga ada waktu lalu, dan itu dicoba dilakukan orang eksorsis Yahudi, namun itu semua tidak sah.

Ayat 14, “Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.” Ayat 15, “Tetapi roh jahat itu menjawab: "Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” Roh-roh jahat dapat berbicara dengan suara manusia. Di Yesaya 8:19 dikatakan, “Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit.” Apakah setan itu mengenal Yesus? Tentu saja. Setan-setan dulunya malaikat sampai saat mereka jatuh.

Dan kata “mengenal” berarti mengenal secara pribadi. Setan ini tidak merasa ada kuasa yang memaksa dia menaati. Bisa saja mereka memakai nama Yesus, namun tidak ada kekuatan di dalamnya. Ayat 16, “Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.” Menerpa disini berarti menguasai. Manuskrip kuno mencakup kata “keduanya” disini.

Setan ini sangat kuat. Ini pasti sangat mengejutkan mereka. Mereka sudah biasa bekerja sama secara sempurna karena memang mereka bekerja untuk Iblis selama ini. Setan itu membuatnya terlihat seperti sukses besar dalam pengusiran setan. Mengapa? Karena itu hanya melanggengkan kesalahan. Setan membuat mereka terjebak terus dalam sistem palsu itu. Setan memberi mereka ilusi bahwa mereka sanggup.

Jadi setan ini tidak bekerja sama karena Kristus memegang kendali. Tuhan Yesus Kristus mengacaukan seluruh rencana mereka dengan tidak mengizinkan setan itu keluar. Lukas 10:17 mengatakan, “Juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” 1 Petrus 3:22, “Segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.” Setan benar-benar menipu banyak orang dalam bidang eksorsisme ini. Setan membawa kompetisi, namun Kristus membatalkan usaha mereka.

Sekarang marilah kita melihat keyakinan. Ayat 17, “Hal itu diketahui oleh seluruh penduduk Efesus, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, maka ketakutanlah mereka semua dan makin masyhurlah nama Tuhan Yesus.” Mereka berkata “janganlah menyebut nama Tuhan Yesus dengan sembarangan. Bahkan orang yang belum percayapun mulai tahu bahwa nama Yesus ada kekuatannya dan luar biasa.

Dan ayat 18 mengatakan, “Banyak di antara mereka yang telah menjadi percaya, datang dan mengaku mereka pernah melakukan perbuatan-perbuatan itu.” Menurut teori sihir, satu-satunya mantra yang bagus adalah yang rahasiannya tersembunyi. Kalau rahasia itu terbuka, dan mantra itu tidak berguna lagi. Mereka melepaskan semua sihir mereka.

Ayat 19, “Banyak juga di antara mereka, yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan kitab-kitabnya lalu membakarnya di depan mata semua orang. Nilai kitab-kitab itu ditaksir lima puluh ribu uang perak.” Dan kata ‘bakar’ tertulis dalam tensa tidak sempurna yang berarti mereka terus menerus membakar. Ayat 20, “Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.” Saudara seiman, saya harap dan berdoa supaya Anda dipenuhi Firman Allah dan Anda mendapat kemenangan olehnya. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu