Aug 27, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Pengusiran Setan
27 Agustus 2017

Kata ‘eksorsis’ di Perjanjian Baru hanya dipakai sekali saja di bagian ini. Yesus datang ke dunia, kata Alkitab di Ibrani 2:14, “supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.” Dan kita melihat hal itu secara nubutan dalam kitab Wahyu dimana kita dalam nubuat melihat Setan dipenjarakan selama 1000 tahun, lalu dilepaskan sementara, dan kemudian dilemparkan ke dalam neraka untuk selamanya.

Namun kami juga melihat kuasa Yesus Kristus atas pekerjaan Iblis dan atas kuasa-kuasa gelap. Markus 1:32-34 mengatakan, “Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. 33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. 34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.” Disini Yesus Kristus juga mengontrol mereka, Dia tidak mengizinkan mereka berbicara.

Di Markus 5, Yesus pergi kesebelah timur laut Galilea, ke daerah orang Gerasa. Disitu ada seseorang yang kerasukan roh jahat. Nah semua setan-setan itu jahat dan anti-Allah, namun ketika tertulis ‘roh najis’, itu berarti setan itu paling keji. Ayat 3-4, “Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, 4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.”

Jadi ini menunjukkan kekuatan supranatural. Markus 5:5-7, “Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. 6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, 7 dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Setan-setan itu mengenal Yesus. Bagaimana mereka dapat mengenal Yesus?

Setan-setan itu sudah ada sebelum dunia dijadikan. Mereka mengenal Dia ketika mereka masih malaikat suci di surga. Mereka menyembah Dia sebelum setan-setan itu jatuh. Mereka juga tahu tentang Dia karena berita itu sudah keluar. Lukas 4:33-34 mengatakan, “Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”

Bahkan setan-setanpun tahu apa yang akan terjadi pada akhirnya. Ayat 35-36, “Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar.”

Tuhan tidak pernah menginginkan adanya publisitas dari setan. Nah pada saat Yesus berhubungan dengan setan-setan, itu bukan kasus pengusiran setan, itu selalu merupakan kasus otoritas. Tidak pernah ada pergumulan, hanya ada otoritas mutlak. Dan Yesus memberi kuasa yang sama atas setan-setan itu kepada beberapa pengikut-Nya. Markus 16:17 mengatakan, “mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku.” Ini tidak berarti menggunakan nama Yesus itu seperti sebuah rumus gaib. Ini berarti hanya berdasarkan kekuatan-Nya dan pribadi-Nya setan-setan itu bisa diusir.

Lukas 10:17 mengatakan, “Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu.” Jadi Kristus memberi mereka kuasa atas setan-setan. Dan itu adalah pemberian khusus dalam catatan Injil. Di KPR, setelah Roh Kudus tiba, para Rasul memiliki kuasa seperti itu. dan mereka selalu menggunakannya dalam kasus orang-orang yang belum percaya.

KPR 5:12, 16, “Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak. 16 Dan juga orang banyak dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun serta membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.” KPR 8:7, “Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.”

Di KPR 16:18, Paulus melakukan itu terhadap hamba perempuan yang mempunyai roh tenung. Paulus berpaling dan berkata kepada roh itu: "Demi nama Yesus Kristus aku menyuruh engkau keluar dari perempuan ini." Seketika itu juga keluarlah roh itu.” Yesus mengusir setan dengan otoritas. Yesus memberikan otoritas yang sama kepada para Rasul. Para Rasul juga dapat mengusir setan secara otoritatif dengan sebuah kata. Dan mereka langsung hilang. Nah, itulah salah satu karunia apostolik.

Tidak ada karunia apostolik sekarang dimana seseorang dapat mengusir setan dalam nama Yesus Kristus dari orang yang tidak percaya. Di Ibrani 2:3-4 dikatakan, “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan 4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.”

Sebelum waktu Kristus, selama Perjanjian Lama, sampai saat kayu salib, setan-setan itu ada. Dan setan-setan itu dapat tinggal di dalam orang. Jadi bagaimana mereka itu dapat menghilangkannya? Disini Yesus memberikan kami tanggapan di Matius 17:21, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.” Menurut pola Perjanjian Lama setan itu keluar dalam jawaban doa. Orang-orang berdoa dan berpuasa atas masalah spiritual seperti setan.

Tetapi ketika Yesus datang, semua itu berubah. Dia datang dengan otoritas mutlak atas setan-setan. Dan Dia memberikan otoritas itu kepada para Rasul dan mereka dapat melakukan hal yang sama. Mengapa Allah memberikan mereka otoritas dan bukan kita? Allah memberikan mereka otoritas untuk mengkon-firmasikan Firman yang mereka khotbahkan. Mengapa para pendengar dapat percaya Firman? Karena mereka didampingi keajaiban supranatural untuk membuktikan kebenarannya.

Nah sekarang kita tidak memerlukan mujizat untuk mengkonfirmasikan Firman. Allah tetap melakukan mujizat-mujizat, namun bukan mujizat konfirmasi karena Firman itu sudah ada di dalam tangan kita. Anda bisa menilai pesan seseorang, apakah itu sesuai dengan Alkitab. Bagaimana dengan kita? Memang masih ada orang yang tetap ingin melakukannya sesuai dengan cara apostolik. Ada keasyikan hari ini, terutama di Indonesia, dengan pengusiran setan.

Hanya kuasa Yesus Kristus sendiri saja dapat mengatasi Iblis. Tidak ada jalan lain. Dan tidak ada setan yang dapat mengalahkan Yesus Kristus. Tidak ada upacara agama, atau rumus dan tidak ada pengusiran setan yang berfungsi. Namun bagaimana dengan semua eksorsisme yang sedang dilakukan oleh orang-orang? Semua itu tidak bekerja. Kalau ada sesuatu yang bukan dari Kristus, itu berasal dari Setan.

Apakah Setan mengusir Setan? Tidak. Apakah Setan ingin supaya Anda percaya dia mengusir setan? Tentu. Setan itu sang penipu. Dan dengan cara itu dia memperbesar kuasanya. Ada orang sekarang yang memakai nama Yesus sebagai muslihat. Dengarkanlah Matius 7:22-23, “Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!”

Bagaimana caranya mengusir setan? Hanya ada satu cara bagi orang yang tidak percaya untuk menghilangkan setan yaitu dengan menerima Yesus Kristus. Anda tidak mungkin mengusir setan dari hati orang yang masih menjadi milik Iblis. Jadi bagaimana dengan orang Kristen? Bagaimana dia dapat menghilangkan setan-setan itu? Dimanakah hidup roh Kristus itu? Didalam aku, benar? Bagi orang Kristen untuk menyelesaikan masalah setan adalah melalui pengakuan dosa dan kekudusan.

Jika aku memiliki Yesus Kristus di dalam aku, aku memiliki kuasa-Nya. Kolose 2:9-10, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, 10 dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia.” Jika Roh Kudus tinggal di dalam saya, saya dapat berhubungan dengan Setan di dalam kuasa Kristus yang menjadi milikku. Nah mungkin saja saya perlu orang-orang percaya yang menunjukkan dosa-dosa saya, untuk berdoa bersama, namun itu bisa diselesaikan Kristus di dalam hidupku waktu saya mengaku dosa dan bertobat dari dosa.

Yang saya harus yakin adalah jika saya bergantung kepada kuasa Roh Allah, Dia akan membebaskan saya dari apa saja. Nah jadi kata eksorsisme itu tidak termasuk dalam kosakata Kristen. Mungkin ada kalanya perlu ada pertemuan konseling untuk menegur dan berdoa, namun itu tergantung kepada kerelaan orang itu untuk mengaku dosa-dosanya. Ketika Roh Allah memegang kendali, roh jahat langsung menghilang.

1 Yohanes 4:4, “Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” Anda tidak bisa diisi Kristus dan sesuatu yang lain. Eksorsisme hanya terdapat sekali saja di KPR 19:13, “Juga beberapa tukang jampi Yahudi, yang berjalan keliling di negeri itu, mencoba menyebut nama Tuhan Yesus atas mereka yang kerasukan roh jahat dengan berseru, katanya: "Aku mengusir setanmu demi nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus.”

Definisi kamus dari eksorsisme adalah proses pengusiran setan-setan jahat. Namun sebenarnya eksorsisme adalah proses dimana kita berpikir kita telah mengusir setan. Karena eksorsisme tidak terjadi dan tidak berhasil. Namun Setan hanya ingin supaya orang-orang asyik dengan hal itu. Kuncinya menurut dugaan adalah kata-kata gaib dan berbagai macam rumus kecil dimana nama dewa-dewa dan berbagai hal lain digunakan untuk mengusir setan-setan.

Ini ditemukan disekitar Babilonia, Suria dan Mesir dan didalam beberapa tulisan kuno. Para misionaris telah menemukan bahwa eksorsisme adalah satu bagian dari segala hal dalam kebudayaan Afrika Selatan sampai Asia dan Amerika Selatan hingga Eropa. Dan salah satu cara lazim yang dipakai dalam mantra-mantra ini adalah kesakitan. Ada kuil di India dimana orang pergi untuk mengusir setan mereka melalui pukulan berat.

Apakah Setan itu dapat mempengaruhi orang Kristen? Tentu, jika orang Kristen itu menyimpang dari masalah hidup sebenarnya yaitu dosanya sendiri dan berurusan dengan sifat dosanya sendiri dan hubungannya dengan Firman Allah, jika dia menyalahkan segala sesuatu pada setan, Iblis tentu akan membiarkan dia dalam keadaan itu. Kemudian hidup Kristen itu menjadi pemburuan Iblis.

Namun ketika Yesus tiba, semua setan ingin keluar. Dan dengan iman sederhana kepada-Nya, Dia akan tinggal di dalam Anda. Anda tidak perlu takut. Nah, jika ada dosa yang tersedia, disengaja, berlarut-larut, yang tidak diakui dan belum bertobat, Anda memberi tempat kepada Iblis. Secara historis gereja Roma Katolik telah terlibat dalam ritual eksorsisme dan mereka memiliki semua rumus rahasia untuk itu. Namun itu tidak Alkitabiah. Kekristenan dicampur dengan sesuatu yang lain, bukan Kekristenan.

Marilah kita kembali kepada KPR 19. Paulus dalam perjalanan misinya yang ketiga mulai dari Antiokhia seperti biasa. Ingat pada akhir perjalanan kedua dia meninggalkan Korintus menuju ke Yerusalem, dan dia berhenti di Efesus. Kemudian dia kembali ke Antiokhia. Sekarang dia kembali lagi ke Efesus. Disitu dia bertemu dengan beberapa murid Yohanes Pembaptis. Dia membawa mereka kepada Kristus, mereka diselamatkan dan inti gereja dimulai.

Nah yang paling dipentingkan di Efesus adalah Kuil Diana. Itulah tempatnya dimana ada berbagai macam ilmu sihir dengan pengusir setan gaib di semua tempat. Disinilah Paulus diperhadapkan dengan kuasa kejahatan dunia bawah ini melawan Injil. Mulai di ayat 8 dikatakan, “Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani.” Disini kita melihat kuasa Firman. Ayat 20, “Dengan jalan ini makin tersiarlah firman Tuhan dan makin berkuasa.”

Kuasa Firman di Efesus terdapat dari proklamasinya, konfirmasinya, persaingannya, keyakinannya dan dominasinya. Dan kami akan mendiskusikan titik pertama malam ini. Firman itu berkuasa di Efesus karena firman itu diproklamasikan. Paulus sedang memperdebatkan dan membujuk. Dia mencoba untuk menjelaskan dan membuktikan hal-hal mengenai kerajaan Allah. Dia berkhotbah keseluruhan kerajaan Allah.

KPR 28:30-31 mengatakan, “Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. 31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.” Ayat 9, “Tetapi ada beberapa orang yang tegar hatinya. Mereka tidak mau diyakinkan, malahan mengumpat Jalan Tuhan di depan orang banyak. Karena itu Paulus meninggalkan mereka dan memisahkan murid-muridnya dari mereka, dan setiap hari berbicara di ruang kuliah Tiranus.”

Kata disini untuk “tegar hati” dalam bahasa Yunani ada di dalam bentuk tidak sempurna, yang berarti bahwa hati mereka terus menerus ditegarkan. Penolakan secara bertahap terhadap Yesus Kristus akan menghasilkan pengerasan hatimu. Bukan saja mereka pasif dalam ketidakpercayaan mereka, mereka juga aktif. Mereka berbicara jahat tentang ‘Jalan ke Kristus’. Dan kata yang sama digunakan di Matius dan Markus, dan itu diterjemahkan, mereka mengutuk Kekristenan dari mulanya.

Jadi orang-orang itu mengutuk “Jalan” di depan seluruh kota. Bagaimana Anda bisa mengajar seseorang yang berdiri melawan dan mengutuk Anda? Jadi Paulus meninggalkan mereka disitu dan mulai mempertimbangkan Firman dengan murid-murid setiap hari di ruangan kuliah Tiranus. Disini terdiri gereja dan sekolah pertama. Sebuah manuskrip Yunani kuno menambahkan bahwa Paulus mengajar di aula Tiranus dari jam 11 sampai jam 4 sore. Lima jam setiap hari. Betapa besar kelaparan orang-orang disana.

Apakah Anda ingin tahu mengapa Efesus bertumbuh sebegitu banyak? Itu adalah karena satu orang memenuhi orang-orang dengan Firman Allah. Ayat 10, “Hal ini dilakukannya dua tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.” Tujuh gereja di Wahyu 2 dan 3 semua didirikan selama dua tahun itu. Seluruh Asia Kecil diinjili sampai pada titik dimana setidaknya enam gereja lain didirikan.

Bahkan Paulus mengadakan pemahaman Alkitab di rumah-rumah pada malam hari. KPR 20:20, “Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.” Jadi pada siang hari dia mengajar di sekolah Tiranus, dan pada malam hari dia mengajar di rumah-rumah orang percaya. Dan dalam proses itu dia menginjili seluruh daerah Asia Kecil.

Pada waktu dia meninggalkan mereka, dia memiliki satu kelompok penatua yang semua siap untuk melayani sebagai pendeta-pendetanya. Dia mengatakan melayanilah, gembalakan jemaat, saya serahkan Anda untuk menggunakan Firman. Tahukah Anda apa yang membedakan gereja ini? Pengajaran Firman Allah dan setiap kali ada ajaran sesat, Iblis dikalahkan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu