Jul 02, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Dikuatkan oleh Musuh
2 Juli 2017

Ini kisah mengenai kedatangan Rasul Paulus bersama dengan Injil ke kota Korintus. dan kami melihat Paulus merasa agak kecil hati. Dan Allah tahu keadaan dia dan Allah akan memberi semangat kepada Paulus. Kita belajar bahwa orang Kristen pasti akan mengalami kesulitan di dunia ini, namun Allah akan mendampingi mereka melalui itu. Bahkan berdasarkan pengalamannya Paulus menulis di 2 Korintus 1:3, “Allah adalah sumber segala penghiburan.”

Kita melihat Paulus tiba di Korintus pada perjalanan misinya yang kedua, dan dia merasa kecil hati. Di 1 Korintus 2:3 dia menulis, “Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.” Ancaman kota itu sendiri dengan keberdosaannya, pasti menyebabkan dia gemetar. Namun Allah bergerak untuk menghibur dan menguatkannya. Kita belajar ada empat cara Allah menguatkannya. Kami sudah membahas tiga cara pertama.

Allah pada mulanya menguatkannya dengan persahabatan. Ayat 2, “Paulus berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila.” Dia hidup dan bekerja bersama karena mereka adalah pembuat tenda atau pekerja kulit. Ayat 4 mengatakan, “Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani.” Kemudian Allah menguatkannya lebih lagi dengan dua teman lama, Silas dan Timotius yang datang dari Makedonia. Mereka membawa berita baik dan juga persembahan uang supaya dia tidak perlu lagi bekerja bikin tenda, dan dia dapat berkhotbah sepenuh waktu.

Kedua, Paulus dikuatkan dengan kerasulannya sebagai pengkhotbah. Dia dikuatkan oleh orang-orang yang sudah bertobat. Orang-orang mulai diselamatkan dan itu menggetarkan hatinya. Dia bersaksi kepada orang-orang Yahudi bahwa Yesus adalah Mesias. Ayat 6, “Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain.”

Kemudian dia mulai pelayanannya diantara orang-orang bukan Yahudi. Dia masuk ke rumah orang bernama Titus Justus. Kemungkinan besar ini adalah Gayus yang disebut di 1 Korintus 1:14 yang telah dibaptis Paulus dan yang juga disebut di Roma 16:23. Dan mungkin namanya adalah Gayus Titus Justus. Orang ini orang bukan Yahudi yang menyembah Allah dan rumahnya percis disebelah sinagog. Ini adalah orang pertama yang bertobat.

Orang kedua yang bertobat terdapat di ayat 8, “Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.” Semua ini ditulis memakai kata kerja Yunani yang tidak sempurna, yang berarti bahwa kejadian itu terus terjadi, tindakan yang terus menerus. Hari demi hari orang-orang mendengar, dan percaya dan dibaptis satu per satu. Tidak semua orang sekaligus.

Bayangkan sukacita di dalam hati Paulus ketika dia melihat Allah menarik orang-orang itu satu per satu dari masyarakat Korintus? Dia dikuatkan bukan saja dengan persahabatan dan kerasulan namun juga melalui yang ketiga, yaitu persekutuan. Dia dikuatkan oleh teman-temannya, dan juga orang-orang yang bertobat, dan ketiga melalui Allah sendiri, Allah sumber segala penghiburan. Allah itu paling menguatkan pada saat Dia pribadi hadir di dalam kehidupan Paulus.

Pada saat itu mereka sudah sangat benci kepada Paulus. Ayat 9, “Pada suatu malam berfirmanlah Tuhan kepada Paulus di dalam suatu penglihatan: “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” Allah secara pribadi ikut campur tangan dengan hamba-hamba-Nya. Seringkali ketika kita melayani Yesus Kristus, kita berpikir kita itu sama sekali tidak berarti. Kami hanyalah satu bagian kecil dari apa yang Allah lakukan dan Dia benar-benar tidak mementingkan kami. Itu tidak benar. Allah itu secara pribadi, terlibat aktif dalam kehidupan setiap hamba.

Tuhan itu berbicara dengan Paulus di malam hari melalui visi. Paulus disitu sudah hampir memberhentikan pengkhotbahannya. Karena Tuhan datang kepadanya dan berkata, “Teruslah memberitakan firman dan jangan diam!” Ini menyiratkan bahwa Paulus sedang berpikir untuk berhenti berkhotbah. Tuhan memberikannya tiga jaminan di ayat 10, “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.”

Ada tiga janji yang harus diapplikasikan setiap orang Kristen di dalam hidupnya sendiri. Nomor 1, “Terus berkhotbah atau bersaksi, karena Aku menyertai engkau.” Penekanannya adalah pada kehadiran Allah. Itu adalah janji kekuasaan. Tidak seorangpun dapat mulai memahami besarnya kuasa Allah. Mungkin Anda dapat mengerti bahwa pada suatu ketika tidak ada sesuatupun, kemudian seluruh alam semesta itu ada. Mungkin itu memberikan Anda sedikit pengertian akan kuasa-Nya.

Allah yang dapat berbicara terus langsung segala sesuatu itu ada, pasti memiliki semacam kekuatan yang luar biasa. Coba pikirkan bahan bakar macam apa diperlukan untuk menggerakkan semua benda di semesta alam dengan kecepatan cahaya. Efesus 3:20 mengatakan, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan.” Kita bahkan belum mulai melihat apa yang bisa dilakukan Allah. Dan Allah mengatakan kepada Paulus, “Aku sendiri akan menyertai engkau.”

Didalam buku Hakim-Hakim kita melihat seseorang bernama Samson. Dia membunuh 30 orang, kemudian dia berbalik dan membunuh 1000 orang, kemudian pada akhir hidupnya dia membunuh 3000 orang. Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan seperti itu? Tahukah Anda bahwa kuncinya buku Hakim-Hakim terdapat di 2:18, “Tuhan menyertai hakim-hakim itu.” Kunci buku itu adalah ketika Tuhan menyertai Anda, Anda memiliki kekuatan. Yesus mengatakan, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Hal kedua yang Allah mengatakan kepada kita, bukan hanya kekuatan namun juga kuasa pemeliharaan-Nya, “tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau.” Itulah yang negatif. Yang positif adalah, “Aku menyertai engkau.” Lihatlah ayat 2 Timotius 4:16-17, “Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorangpun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku--kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka, 17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.”

Ketika Anda mengerti kuasa Allah dan kuasa pemeliharaan Allah yang bekerja untuk Anda, Anda tidak perlu takut. Alasan ketiga mengapa kita jangan berhenti bersaksi terdapat di ayat 10, “Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorangpun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Dengan kata lain Allah berjanji bahwa Anda akan menghasilkan buah. Terkadang kita meremehkan Allah dan kita berpikir bahwa Allah tidak bisa menggunakan kita untuk menghasilkan buah.

Allah berjanji kepada setiap orang Kristen bahwa akan ada buah di dalam hidup orang itu. Perhatikanlah apa yang dikatakan Allah disini, “banyak umat-Ku di kota ini.” Dengan kata lain, ada beberapa orang terpilih disini yang dipilih sebelum dunia dijadikan, yang sedang menunggu untuk mendengar Injil supaya mereka dapat percaya. Allah mengatakan, “Aku telah memilih mereka, Nama-nama mereka sudah tercantum dalam Buku Kehidupan. Mereka perlu mendengar berita Injil, sehingga mereka bisa menanggapinya sekarang.

Paulus terus berkhotbah Injil kepada semua orang dan membiarkan Allah menentukan siapa yang terpilih. Kewajibannya adalah untuk menyampaikan Injil itu kepada semua orang. Itulah sisi ilahi dari keselamatan. Alkitab mengajarkan bahwa Allah memilih orang untuk diselamatkan. Ada beberapa orang yang khawatir dengan doktrin pemilihan karena menurut mereka itu menyebabkan semuanya tidak adil. Lebih baik Anda hentikan kepanikanmu dan carilah bagaimana caranya Anda bisa mengatasinya, karena ini semua ada didalam Alkitab.

“Jika Allah memilih orang untuk diselamatkan sebelum dunia dijadikan, bagaimana manusia bisa diberi tanggung jawab? Itu tidak adil.” Apakah Anda sekarang menghakimi Allah? Apakah Anda adalah standar dari apa yang adil, atau Dia? Siapakah kita ini? Roma 9:20-21, “Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" 21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang tidak mulia?”

Orang-orang sering mengatakan, “Jika Anda percaya doktrin itu, maka Anda dapat mengatakan dan melakukan apa saja yang Anda inginkan.” Tidak. Dengarkanlah Kolose 3:12-14, “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Anda tidak bisa menyangkal secara Alkitabiah doktrin pemilihan berdaulat. Semua itu ada di seluruh Alkitab. Dia memanggil kita untuk diselamatkan sebelum dunia dijadikan, bukan hanya untuk menjadi seperti Kristus, bukan untuk menjadi dewasa tetapi untuk keselamatan. Apakah itu berarti bahwa jika ada orang yang tidak dipilih, dia langsung ke neraka? Apakah Anda mengatakan jika saya tidak dipilih, saya tidak dapat datang ke Yesus? Tidak, Alkitab tidak pernah mengatakan itu. Tetapi Alkitab juga mengajar tanggung jawab manusia, benar?

Lihatlah Alkitab mengajar kedua hal itu. Biarkanlah itu ada, seperti kita katakan sebelumnya dalam paradoks. Allah juga mengatakan, “Siapapun yang mau, datanglah.” Jika Anda adalah saksi Kristen yang setia, pasti ada orang yang akan diselamatkan karena kesaksianmu. Mungkin Anda, menanamnya, mungkin Anda hanya menyiramnya, namun pasti akan ada hasil. Yesus mengatakan di Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.”

Sudah ditahbiskan tentang seorang Kristen bahwa dia menghasilkan buah. Nah lihatlah lebih lanjut. Di Yohanes 15:1-2 dikatakan, “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. 2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya.” Jika ada orang yang tidak berbuah, dia akan dipotong, dihilangkan. Apakah orang itu orang Kristen? Tidak. Itu adalah orang Kristen KTP yang hanya kelihatan Kristen dari luar, namun hatinya jauh dari Dia.

Efesus 2:10 mengatakan, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.” Kita diselamatkan untuk pekerjaan baik. Yakobus 2:14 mengatakan, “Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan?” Ayat 20, “Hai manusia yang bebal, iman tanpa perbuatan adalah mati.” Ayat 26, “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”

Jadi buah itu terdiri dari apa saja? Nah, pertama, itu terdiri dari anugerah. Galatia 5:22-23, “buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan dan penguasaan diri.” Ibrani 13:15, “ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Puji-pujian. Di Filipi 4:17 kita belajar tentang buah pemberian. Kolose 1:10 mengatakan, “sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah.” Dan orang-orang bertobat juga adalah buah.

Allah memberikan Paulus persahabatan, kerasulan, persekutuan dan akhirnya kesulitan. Dia dikuatkan oleh musuh-musuhnya. Ada tiga cara, pertama, dengan siapakah musuh-musuh itu. Jika musuhmu buruk, penuh dosa dan jahat, itu malah baik. Anda melakukan sesuatu yang baik. Kedua, Anda bisa dikuatkan melihat betapa tidak efektif mereka. Ketiga, Anda dapat dikuatkan melihat apa yang dilakukan Allah terhadap mereka. Apakah Anda pernah melihat musuhmu malah diselamatkan?

Lihatlah apa yang terjadi terhadap Paulus. Ayat 12, “Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan.” Setiap keputusan oleh seorang gubernur Romawi menjadi preseden. Jadi jika Paulus dihakimi sebagai seorang kriminal, dan dia dilarang berkhotbah di Akhaya, gubernur Roma lain pasti akan melakukan hal yang sama. Ayat 13, “Kata mereka: "Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.”

Orang Roma memandang Kekristenan itu sebagai sekte dari Yudaisme, karena itu, itu termasuk apa yang dinamakan orang Romawi, “agama yang diizinkan.” Yudaisme adalah agama yang diizinkan. Kekristenan dianggap menjadi sekte dari Yudaisme. Yang orang Yahudi mencoba melakukan adalah supaya Galio mengaku bahwa Kekristenan itu bukan Yudaisme. Mereka ingin menghukum Paulus.

Galio cukup tahu tentang agama Yahudi bahwa mereka sedang mencari Mesias mereka. Semua yang Paulus sampaikan adalah bahwa Yesus adalah Mesias itu. Galio percaya bahwa Kekristenan dalam pikirannya hanya merupakan sebuah bentuk Yudaisme. Dan itu tentu bukan kejahatan, dan itulah persis caranya dia merespon. Disini kita melihat bagaimana Allah menggunakan Galio melalui kuasa pemeliharaan-Nya untuk mencapai tujuan-Nya.

Ayat 14, “Ketika Paulus hendak mulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu: "Hai orang-orang Yahudi, jika sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu.” Dengan kata lain, “Jika Anda benar-benar ada pelanggaran hukum disini, saya akan melakukan sesuatu.” Ayat 15, “tetapi kalau hal itu adalah perselisihan tentang perkataan atau nama atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.” Itu masalah teologia. Anda berurusan sendiri dengan itu, tidak perlu saya terlibat.

Ayat 16, “Lalu ia mengusir mereka dari ruang pengadilan.” Mungkin mereka tidak mau pergi dan bertahan. Akhirnya dia memanggil polisi dan memerintah supaya mereka dikeluarkan. Rasul Paulus masih belum berbicara. Dia hanya berdiri saja, dan melihat semuanya. Lihatlah, Anda bisa dikuatkan juga dengan melihat betapa tidak efektifnya mereka, benar? Mereka tidak bisa memberhentikannya berkhotbah.

Lihatlah bagaimana Allah memperlakukan musuh-musuhmu. Ayat 17, “Maka orang itu semua menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu.” Siapakah mereka yang memukulnya? Kita tidak tahu siapa yang memukul Sostenes, namun mereka memukulnya di depan Galio yang “sama sekali tidak menghiraukan hal itu.”

Namun lihatlah apa yang dikatakan Paulus di 1 Korintus 1:1, “Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita.” Lihatlah, ternyata Sostenes telah menjadi orang percaya. Allah benar-benar menguatkan umat-Nya dengan apa yang Dia lakukan dengan musuh-musuh mereka ketika mereka ditransformasikan. Ayat 18, “Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, dan Priskila dan Akwila menyertai dia.”

Saudara-saudari, Yesaya itu benar. Jika Anda menantikan Tuhan, Dia akan menguatkan Anda dengan teman-teman, orang yang bertobat, dengan kehadiran-Nya sendiri dan bahkan juga melalui musuh-musuh Anda. Allah di Yesaya 51:12 mengatakan, “Akulah, Akulah yang menghibur kamu. Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati?” Bersama Allah kita tidak pernah perlu merasa takut, Amin? Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu