Jun 11, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Panggilan untuk Penyelesaian
11 Juni 2017

Paulus mengakhiri 2 Korintus 13 dengan mengatakan, “Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu! 12 Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. 13 Salam dari semua orang kudus. 14 Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan perseku-tuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Paulus mengutarakan apa yang benar-benar harus dipentingkan pendeta, dia meringkaskan keinginan hatinya.

Gereja Korintus telah diserang dari dunia, kedagingan dan Iblis, sama seperti yang dialami banyak gereja-gereja sekarang di daerah ini. Kebudayaan disekitar mereka penuh dengan amoralitas. Kebudayaan mereka mengadakan bermacam-macam penyembahan berhala yang penuh dosa yang mempengaruhi kehidupan mereka sebelum mereka datang kepada Kristus. Ini terus menjadi pengaruh buruk, karena mereka dikelilingi semua itu. Dan keadaan seperti itu juga ada sekarang di Colorado.

Iblis, yang mempengaruhi semua agama-agama palsu, sanggup menyelundup ke dalam gereja Korintus dalam bentuk guru-guru palsu yang mengajar hal-hal palsu. Mereka ingin menghancurkan kepercayaan orang-orang kepada Paulus. Mereka datang untuk menyerang gereja dan ada cukup banyak sukses dalam hal itu. Kemudian ada juga serangan kedagingan. Orang-orang melakukan dosa-dosa kedagingan yang adalah cara hidup mereka sebelum mereka bertobat dan datang kepada Kristus.

Nah pada waktu Paulus memberi ringkasan akhir, dia mementingkan tiga hal bagi mereka. Itulah keinginannya bagi mereka dan bagi kita juga, yaitu kesempurnaan, kasih dan ucapan syukur. Dia mulai di ayat 11 dengan mengatakan, “Akhirnya, saudara-saudaraku.” Saudara adalah istilah yang dipakai Paulus untuk membicarakan orang-orang percaya di Korintus. Ketiga kata ini menyimpulkan apa yang menjadi keinginan pendeta yang setia bagi gerejanya dan apa yang saya inginkan bagi setiap orang Kristen disini.

Perhatikanlah apa yang tidak disebut dalam daftar ini: kemakmuran, kesuksesan, kesehatan fisik, kenyamanan, kebebasan, kehormatan, gengsi dan segala hal lain yang dikejar orang, bahkan di dalam gereja juga. Selama 13 bab Paulus membela kerasulannya, pelayanannya, integritasnya, termasuk konfrontasi langsung dengan guru-guru palsu yang berbohong kepada mereka. Dan di dalam ringkasan akhirnya dia membicarakan keinginan sebenarnya untuk gereja.

Lihatlah dulu kepada kesempurnaan. Ayat 11, “Saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna.” Kuncinya untuk mengerti poin ini terdapat di dalam pernyataan, “usahakanlah supaya sempurna.” Ini berarti “diurus.” Ini tidak berarti tidak lengkap. Itu bisa diterjemahkan sebagai utuh. Ini sering dipakai untuk mengacu kepada memulihkan tulang yang patah, atau menemukan sendi yang terkilir.

Kata yang sama dipakai di Ibrani 10:5 dan itu diterjemahkan dengan kata “mempersiapkan,” dengan arti bahwa sesuatu itu tidak dipersiapkan, masih belum siap, masih belum benar dan itu masih perlu dipersiapkan lebih lanjut. Kita juga dapat menterjemahkannya sebagai “perbaikilah cara hidupmu.” Paulus memanggil mereka untuk restorasi. Ada banyak hal di gereja yang masih belum benar.

Sebagai gereja semua perkembangan harus benar. Ini merupakan keutuhan rohani. Cobalah untuk menyesuaikan semuanya sesuai dengan Firman Allah dan kehendak Allah. Ini memperlengkapkan orang Kristen untuk pekerjaan pelayanan. Ini membangun tubuh Kristus sampai menjadi dewasa dan mencapai kepenuhan Kristus, seperti dikatakan di ayat 13.

Kita harus mencoba untuk membentuk segala sesuatu dalam jenis harmoni yang dipamerkan Yesus Kristus, dimana teologi-Nya dan pikiran-Nya dan perkataan-Nya dan kehidupan-Nya semua harmonis secara sempurna. Semua yang Dia lakukan, semua yang ada pada-Nya, semua yang Dia klaim, semua yang Dia percaya, semuanya dalam integritas sempurna. Kita sekarang membicarakan keutuhan rohani.

Begitulah harus kita hidup. Anda harus memulihkan seluruh hidup Kristen Anda, kembalikanlah prioritas Anda kepada tempat yang tepat, perbaikilah kesalahan dan hadapilah dosa-dosa. Dan itulah khususnya yang harus dilakukan di gereja. Kami diberi tanggung jawab untuk menyesuaikan gereja menurut Firman-Nya dan itu pertempuran tanpa akhir. Namun kita diberi kuasa Roh Kudus dan kebenaran Firman Allah untuk melakukan ini.

Dimana ada kemalasan, ketidakpedulian, sikap apatis dan kelesuan, ini perlu digantikan menjadi energi, komitmen, pengabdian dan pelayanan. Inilah biasanya pekerjaan pendeta selalu, tetapi itulah harus menjadi tujuan bagi jemaat juga. Galatia 6:1 mengatakan, “Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan.”

Paulus tahu bahwa penginjilan adalah hasil sampingan dari sikap itu. Dia tahu bahwa merubahkan dunia disekitar mereka lebih mungkin terjadi pada saat mereka menjadi apa yang Allah inginkan bagi mereka. Mereka perlu menolak guru-guru palsu, menolak dusta mereka dan menolak ajaran sesat mereka. Mereka perlu bertobat dari dosa-dosa kedagingan dan duniawi. Mereka perlu mendengar dan mengikuti kebenaran Allah.

Dan mereka perlu mulai dengan hati mereka sendiri. Karena itu 2 Korintus 13:5 mengatakan, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji.” Mulailah dengan dirimu sendiri. Pastikanlah bahwa semuanya beres di dalam hidup Anda, baru setelah itu khawatirkan kehidupan di sekitar Anda.

Pelajarilah Firman Allah supaya Anda dapat bersaksi kepada orang tentang kehendak Allah, supaya mereka dapat hidup sesuai hal itu. Cobalah untuk menyesuaikan gereja dengan Firman dan kehendak Allah, karena itu keinginan Allah. Kita dapat mengetahui keinginan Allah bagi gereja dan jemaat melalui apa yang dituliskan Paulus karena Allah sendiri yang mengilhamkan Paulus untuk menulis ini.

Nah melakukan ini adalah suatu tugas tanpa akhir. Cobalah lakukanlah itu dalam keluargamu dengan pasangan Anda dan anak-anak Anda. Cobalah untuk membawa mereka kembali kepada apa yang sesuai dengan cara hidup Allah dan Firman Allah dan kehendak Allah. Dan untuk melakukan itu di dalam gereja ada beberapa fitur yang membuat itu terjadi. Marilah kita sekarang belajar apakah Allah mengatakan kepada kita melalui Paulus mengenai hal ini.

Nomor satu, perhatikanlah kata “selamat tinggal.” Ini juga bisa diterjemahkan sebagai sambutan kepada orang yang baru ketemu. Dan arti kata itu sebenarnya “bersukacitalah.” Ini semua mulai pada saat Yesus keluar dari kuburan dan pertama-tama menyambut murid-murid. Dia mengatakan, “bersukacitalah.” Jadi itu menjadi sambutan yang dipakai orang. Orang Kristen mula-mula mengatakan sesuatu yang berarti, mereka mengatakan “Bersukacitalah,” karena Kristus hidup.

Paulus mengatakan berkali-kali di Filipi 4:4, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” 1 Tesalonika 5:16 mengatakan, “Bersukacitalah senantiasa.” Kehidupan gereja perlu diungkapkan dengan sukacita. Sukacita adalah bagian dari warisan Tuhan kepada kita. Di Yohanes 16:22 Yesus mengatakan, “Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira dan tidak ada seorangpun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu.”

Kita harus bersukacita selalu. Dosa-dosa kita sudah diampuni. Masa lalu sudah diselesaikan. Masa kini ada dibawah kuasa dan kontrol Roh Allah. Dan masa depan kami terjamin di dalam janji-janji Allah. Sukacita Kristen bukan sesuatu yang dangkal. Sukacita Kristen adalah pengalaman berdasarkan keyakinan mendalam bahwa Allah mengendalikan segalanya dan semuanya baik. Keadaan di permukaan bisa saja berubah namun sukacita tetap ada.

Bagaimana dengan kesakitan? Bagaimana dengan kematian? Bagaimana dengan kesulitan ekonomi? Bagaimana kalau kita kehilangan pekerjaan? Bagaimana dengan kekecewaan dalam hal kasih sayang? Bagaimana dengan persahabatan yang rusak? Pengertian mendalam dari Firman Allah memberikan kami kepercayaan dan itulah kelihatan ketika kita bersukacita. Bersukacita adalah tindakan penghargaan atas pekerjaan Yesus Kristus.

Yang kedua adalah frase, “terimalah segala nasihatku” di ayat 11. Sebenarnya kata kerja ini berarti tunduk. Jika gereja harus memiliki integritas dan menunjukkan kepenuhan dan keutuhan kehidupan rohani, jika kita harus menjadi apa yang seharusnya kita menjadi, maka kita harus memiliki sukacita, tetapi kita juga harus memiliki kerendahan hati. Paulus mengatakan kita harus mau tunduk kepada otoritas Allah, inilah panggilan untuk menaati.

Kata kunci ketiga adalah kebenaran. Itu terdapat di dalam frase, “sehati sepikirlah kamu.” Biasanya itu berarti orang-orang belajar bersepakat satu sama lain. Tetapi bukan itu artinya. Kata kunci disini adalah kebenaran. Frase ini mengatakan, “pikirkanlah hal-hal yang sama, dan milikilah keyakinan yang sama. Dengan kata lain, percayalah hal-hal yang sama yang diajarkan Firman Allah. Kebenaran ini berdasarkan pemahaman yang kompak tentang Firman Allah.

Di Roma 15:4 Paulus mengatakan, “Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, 5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu.” Inilah intinya, ada standar kebenaran yang harus dipahami. Ada standar kebenaran yang harus diikuti. Di 2 Korintus 13:8 Paulus mengatakan, “Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah mendukung kebenaran.”

Standar kebenaran adalah Firman Allah yang hidup. Ada banyak salah pengertian di masa kini. Kita sering dikritik karena mereka katakan kita berpikiran sempit dan entah bagaimana itu dianggap salah. Namun faktanya adalah bahwa itulah yang diminta Allah supaya gereja-Nya utuh. Jika kami memiliki kepenuhan Kristus, maka itu harus sesuai dengan kebenaran. Doktrin yang benar menentukan dasar dari semua fungsi gereja.

Jadi yang termasuk kesempurnaan itu adalah sukacita, kepatuhan, kebenaran dan keempat kesatuan. Itu datang dari frase, “hiduplah dalam damai sejahtera.” Salah satu alasan mengapa gereja-gereja tidak pecah adalah karena mereka percaya hal-hal yang sama. Namun jika ada guru yang mengajar sesuatu yang berbeda, maka terjadilah perpecahan. Jadi jika kalian ingin hidup dalam damai, kalian harus sependapat, rendah hati dan penuh sukacita karena kebenaran itu.

Allah memberikan kami janji pada akhir ayat 11, jika Anda melakukan ini, “maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!” Artinya adalah Anda akan tahu kepenuhan berkat dari Allah mengenai kasih dan damai. Selagi gereja mengejar keutuhan spiritual, selagi gereja menunjukkan sukacita, ketundukan, kebenaran dan kesatuan, kehadiran Allah itu semakin berkembang.

Tahukah Anda ada kalanya Allah meninggalkan gereja-Nya? Lihatlah Wahyu 2:5, “Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.” Dengan kata lain, banyak hal yang tidak baik. Dan jika kalian tidak berubah, saya akan datang dan mematikan terang gereja Anda.

Hal kedua yang dicari Paulus adalah kasih sayang di gereja. 2 Korintus 13:12-13 mengatakan, “Berilah salam seorang kepada yang lain dengan cium yang kudus. 13 Salam dari semua orang kudus.” Di zaman kuno kebiasaannya adalah untuk bersalaman dengan ciuman. Itulah caranya menunjukkan kasih sayang. Kita mengasihi dengan berkorban. Kita mengasihi dengan memenuhi kebutuhan orang. Pentingkanlah orang lain lebih dari pada diri kita sendiri.

Yang membedakan kita sebagai orang Kristen dan gereja adalah bahwa kita mengasihi satu sama lain. Kasih yang seharusnya menguasai hidup kita datang dari Allah. Allah itu kasih dan Dia menujukkan itu dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk hidup tanpa dosa dan menerima hukuman bagi dosa-dosa kita dan mati untuk kita. Ini sangat berbeda dari kasih duniawi yang egois. Karena itu berbeda sekali, itu juga sangat sulit untuk dipalajari dan dilakukan. Jadi Allah menciptakan gereja untuk mengajar kita juga dalam mempraktekkan kasih ini. Sayang, kita sering kekurangan dalam hal ini.

Dan Paulus tahu sering ada divisi di gereja. Jadi dia ingin jemaat menunjukkan kasih sayang itu. Seringkali itu dilakukan pada Perjamuan Kudus dimana dosa itu dikeluarkan. Setelah mereka mengaku dan bertobat, mereka dipulihkan kembali dengan pelukan seperti itu. Ayat 13 mengatakan “salam dari semua orang kudus.” Terkadang ketika seseorang menjadi kritis terhadap saya, sengaja saya akan merangkul mereka untuk memecahkan tembok.

Ayat 14 adalah pemberkatan yang berarti, “Doa berkat yang serius terhadap seseorang.” Paulus mengatakan, “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Paulus ingin supaya mereka diberkati banyak. Dan dia tahu ketika mereka taat dan setia mereka akan diberkati Allah. Dan inilah yang Allah ingin supaya kita melakukan di gereja ini.

Ada beberapa hal penting tentang pemberkatan ini. Ini adalah berkat Trinitarian. Ini membicarakan anugerah Tuhan Yesus Kristus yang adalah kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus. Jadi setiap anggota Trinitas ada disini. Dan sudah jelas ada persamaan disini. Nah penyangkalan apapun dari doktrin Trinitas menciptakan allah palsu dan itu semacam penyembahan berhala.

Orang Mormon mengatakan, “Allah dulu sama seperti kita dan adalah manusia mulia yang menjadi Allah yang kemudian menciptakan Anak dan Roh Kudus. Itu salah. Jadi ketika orang Mormon mengatakan mereka percaya Allah dari Perjanjian Lama, itu salah. Ketika mereka mengatakan mereka percaya Yesus Kristus, itu bohong. Ketika mereka mengatakan mereka percaya Roh Kudus, itu tidak benar. Mereka telah menciptakan berhala dengan nama yang sama, namun itu bukan Allah yang benar.

Ada banyak tempat di Alkitab dimana trinitas itu dipertunjukkan kepada kami. Kembalilah ke Kejadian 1:2, dan disitu Anda akan mendapat bahwa Allah sedang menciptakan dan Roh Kudus melayang-layang diatas permukaan air. Yohanes 1:3 mengatakan Kristus menjadikan segalanya yang ada. Trinitas semua bekerja dalam kebangkitan. Ada bagian-bagian Perjanjian Baru yang mengatakan Yesus sendiri membangkitkan diri-Nya dari antara orang mati, bagian lain mengatakan Roh Kudus membangkitkan-Nya dari kematian, bagian lain mengatakan Allah Bapa membangkitkan-Nya dari kematian. Pembacaan Alkitab yang jelas menghasilkan bahwa ada tiga tokoh dalam Ketuhanan yang semua setara.

Tidak ada ilustrasi yang dapat menolong kami untuk menerangkan hal ini. Tetapi saya tidak perlu mengerti semua hal yang saya percaya. Ada banyak hal yang otak dan pikiran saya tidak dapat memahami. Paulus mengatakan, anugerah Tuhan Yesus Kristus itulah yang menyelamatkan aku dan Dia datang karena kasih Allah Bapa. Dan karena itu aku masih ke dalam persekutuan dengan Roh Kudus. Rencana penyelamatan itu menjelaskan Trinitas dengan baik. Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus semua ikut dalam penyelamatan. Sebagai pendeta saya ingin Anda memahami semua ini dan mengalami ini juga. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu