May 14, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Allah yang tidak Dikenal
14 Mei 2017

Kita selalu membicarakan Firman Allah karena kami percaya bahwa itu berwibawa. Kami percaya bahwa itu ditulis Allah sendiri. Dan itu menyatakan kebenaran. Paulus sedang dalam perjalanan misinya yang kedua. Dia telah mendirikan gereja di Filipi, Tesalonika dan Berea, yang adalah kota-kota di Yunani. Dia telah diusir dari setiap kota itu. Dia meninggalkan Lukas, Silas dan Timotius untuk memelihara gereja-gereja itu dan dia sendirian di kota Atena.

Dan Paulus berkhotbah tentang “caranya mengenal Allah yang tidak dikenal.” Entah bagaimana kekristenan itu telah melayang jauh dari pemahaman mendalam tentang Allah. Ada “Gerakan Yesus,” namun akhirnya itu humanisme sentimental saja. Ada “Gerakan Roh Kudus” namun akhirnya itu emosi saja. Yesus datang untuk memperkenalkan kami dengan Allah. Dan Gereja sekarang sangat membutuhkan perspektif yang benar tentang Allah.

Pengetahuan tentang Allah adalah kunci segala sesuatu. Untuk apa Anda diciptakan? Anda diciptakan untuk mengenal Allah. Allah ingin supaya mahluk itu mengakui Dia. Dan dengan demikian Dia membuat Anda mengenal Dia untuk memberi Dia kemuliaan. Jika Anda tidak mengenal-Nya malah Anda adalah cela pada kemuliaan-Nya. Namun kita melihat banyak orang yang menolak untuk memuliakan Dia.

Apakah Anda mengerti artinya hidup kekal itu? Hidup kekal itu bukan panjangnya kehidupan. Ada kalanya kita memikirkan hidup kekal itu adalah konsep hidup yang berlangsung selamanya. Tidak. Hidup kekal itu bukan hidup selamanya. Hidup kekal itu adalah jenis hidup yang berbeda. Yohanes 17:3, “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.” Jadi hidup kekal adalah jenis kehidupan yang mengenal Allah.

Alasannya Yesus mati adalah untuk memberikan Anda pengetahuan tentang Allah yang telah terhilang dalam dosa. Masih ingat ketika Adam diciptakan, dia tahu Allah, benar? Dia berjalan-jalan di taman dan berbicara dengan Allah pada waktu hari sejuk. Namun langsung ketika Adam berdosa dia dibutakan kepada Allah dan terpisah dari hadirat Allah. Dan hadirat itu hanya dapat dipulihkan kembali dalam Kristus yang mengatakan, “Akulah jalan dan kebenaran.” Dia maksud kebenaran tentang Allah.

Jika aku menanyakan pertanyaan berikut: Apakah hal terbaik dalam kehidupan? Apakah yang memberikan aku sukacita terbesar? Apakah yang menyebabkan hatiku paling senang? Dan apakah yang sanggup memuaskan aku sepenuhnya? Jawabannya adalah: mengenal Allah. Dan lebih dari itu, tahu bahwa Dia tidak pernah akan meninggalkan aku. Karena itu keadaan asal manusia dipulihkan kembali di dalam Kristus. Dan itulah hidup kekal.

Dengarkanlah Yeremia 9:23-24, “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, 24 tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah Tuhan yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai.”

KPR 17:23 menunjukkan kepada kita karakter manusia modern. Apakah yang dimuliakan mereka yang memanggil dirinya pintar? Mereka memuliakan kecerdasan mereka sendiri. Dan apakah dimulaikan orang-orang kuat? Kekuatan mereka sendiri. Dan apakah dimuliakan orang-orang kaya? Uang mereka. Namun Allah berkata, jangan memuliakan hal-hal seperti itu, karena semua itu fana. Ayat 24 mengatakan, yang Anda harus memuliakan adalah memahami dan mengetahui Aku. Allah adalah sumber segalanya yang kita perlukan.

Apakah yang paling menyenangkan Allah? Dengarkanlah Hosea 6:6, “Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.” Allah mengatakan agamamu tidak berarti bagi-Ku. Aku ingin supaya Anda mengenal Aku. Allah ingin supaya ada hubungan pribadi dengan Anda. Allah menciptakan manusia pada mulanya untuk mengenal-Nya, tetapi dosa masuk dan itu memadamkan terang.

Roma 1:18 menjelaskannya, “Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.” Setiap orang di dunia ini memiliki kebenaran tentang Allah yang ada padanya. Roma 1:19 mengatakan, “Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.” Ini adalah naluriah bagi manusia. Anak-anak tidak ada masalah percaya kepada Allah. Konsep itu tertanam didalam hati mereka dari semula. Hanya kemudian manusia mulai memberontak melawan Allah.

Roma 1:20, “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.” Lihatlah dunia ini dan perhatikanlah penciptaan, Anda dapat melihat macrocosm yang menakjubkan, dunia raksasa bintang-bintang, dan microcosm, yaitu dunia yang kecil sekali yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop, dan Anda mengatakan, “haruslah ada Allah yang menciptakan semua ini.”

Jadi Allah dapat diketahui, perbuatan-Nya ada didalam aku dan disekitar aku. Jadi jika kita gagal untuk mengakui hal itu, ayat 20 mengatakan, “kita tidak dapat berdalih.” Ayat 21, “Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.” Daripada mengakui Allah, mereka melawan Allah dan menjadi sombong dalam pikiran mereka dan dengan demikian menjadi bodoh.

Mereka pikir mereka pintar, ayat 22, tetapi sebenarnya mereka bodoh. Mereka merubahkan kemuliaan Allah yang tidak dapat dikorupsi, menjadi suatu gambaran yang dibikin manusia. Mereka mulai menyembah patung-patung dan binatang dan idaman-idaman. Kemudian ayat 24, “Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka.” Allah melepaskan mereka. Jika itulah keinginan hati mereka, Allah akan membiarkan mereka. Nah itulah keadaan yang mengerikan bagi semua manusia, dan setiap orang ada didalam keadaan yang sama.

Nah pada saat Paulus tiba di Atena di KPR 17, dia berhadapan dengan orang-orang kafir yang tidak mengenal Allah. Dan orang-orang Atena memang orang kafir terpelajar sama seperti orang-orang pada zaman ini. Dia melihat kota yang penuh berhala, kita juga sekarang melihat internet penuh dengan keinginan duniawi. Dan itu menyebabkan Paulus sedih sekali melihat kemuliaan Allah yang tidak disampaikan kepada Allah. Ayat 17, karena itu dia berkhotbah dan bertukar pikiran.

Tidak peduli berapa banyak ilah-ilah seseorang memiliki, tidak peduli berapa banyak agamanya, jika dia tidak pernah berhubungan dengan Allah yang benar, dia tidak pernah akan merasa puas. Di Atena mereka memiliki ribuan ilah-ilah dan ditengah semua itu mereka masih ada patung untuk Allah yang tidak dikenal. Itu menunjukkan penderitaan besar dari penyembahan berhala. Tidak peduli apa yang mengisi hati orang, tidak ada yang cocok, kecuali dia mengenal Allah yang benar.

Nah supaya dapat mengenal Allah yang belum diketahui, Anda perlu tahu tiga hal. Nomor satu, Anda harus menyadari bahwa Allah itu benar-benar ada. Nomor dua, Anda harus tahu siapakah Allah itu. Dan nomor tiga, Anda perlu tahu apa yang difirmankan Allah itu. Pada akhirnya, mengenal Allah itu berarti percaya bahwa Dia ada dan mengerti siapakah Dia dan mengerti apa yang Dia mengharuskan.

Ibrani 11:6 mengatakan, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.” Saya tidak dapat membuktikan Allah itu nyata bagimu. Saya dapat memberi banyak bukti, namun Allah tidak dapat dibuktikan secara empiris. Karena itu dikatakan, “tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Ini masalah iman. Yohanes 1:18 mengatakan, “Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah.” Tetapi perbuatan-Nya ada dimana-mana.

Alkitab menjelaskan mengapa ada orang ateis. Mazmur 14:1, “Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.” Ayat 3-4, “Mereka semua telah menyeleweng, semuanya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 4 Tidak sadarkah semua orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada Tuhan?”

Mengapa orang-orang menerima filsafat ateistik? Karena mereka ingin menghilangkan penghakiman akhir atas keberdosaan mereka, karena itu mereka menghilangkan Allah. Mazmur 10:11,13 mengatakan, “Ia berkata dalam hatinya: "Allah melupakannya; Ia menyembunyikan wajah-Nya, dan tidak akan melihatnya untuk seterusnya." 13 Mengapa orang fasik menista Allah, sambil berkata dalam hatinya: "Engkau tidak menuntut?”

Dan bayangkan ada orang yang percaya tidak ada Allah. Itu berarti mereka percaya bahwa segala sesuatu di alam semesta ini datang kebetulan dari kehampaan. Orang berkata, “Ah kalian orang Kristen, kalian hidup oleh iman.” Nah, jika Anda tidak percaya Allah, Anda percaya apa? Marilah saya memberikan Anda dua alasan dari Alkitab. Satu, hukum sebab akibat. Saya percaya ada Allah karena saya melihat hal-hal di dunia ini dan saya ingin tahu dari mana datangnya itu? Tidak mungkin terjadi efek tanpa ada penyebab.

Dan ketika Anda berbicara dengan orang evolusionis dia akan mengatakan, nah pada suatu ketika ada genangan air. Dan didalam genangan air itu ada sesuatu yang terdiri dari satu sel. Dan kemudian sel itu memutuskan menjadi dua, kemudian kedua sel itu memutuskan untuk menjadi empat. Terus jadilah kita. Kemudian Anda berkata, genangan air itu datang dari mana? Bagaimana mungkin ada genangan air dari kehampaan? Itu tidak masuk akal.

Ibrani 3:4 mengatakan, “setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah.” Bayangkan Anda melihat rumah baru dan ada orang yang mengatakan, “Pada suatu hari kami minta orang untuk membawa setumpuk besar kayu utuh dan kami memasang sebatang dinamit dan meledakannya dan semuanya mendarat menjadi rumah ini. Anda pasti mengatakan orang ini orang idiot. Jadi bagaimana orang evolusionis dapat mengatakan bahwa seluruh alam semesta terjadi seperti itu. Penyebab pertama adalah Allah. Bagaimana mungkin ada sesuatu tanpa ada penyebab?

Ada alasan lain menurut Alkitab yang mengatakan itu logis untuk percaya ada Allah. Dan itulah hukum rancangan cerdas. Dunia ini benar-benar rumit dan desainnya begitu mencengangkan. Argumen besar yang kita hadapi dalam evolusi adalah bagaimana kita bisa mendapatkan mahluk yang begitu kompleks seperti manusia dari genangan air itu? Bagaimana Anda bisa mendapatkan kecerdasan dari ketidakcerdasan? Bagaimana Anda bisa mendapatkan penilaian moral dari sesuatu yang non-moral?

Apa bedanya diantara kuda dan manusia? Atau diantara monyet dan manusia? Itu adalah penilaian moral dan etis. Kebijaksanaan. Proses berpikir. Bagaimana kita mendapatkan hal-hal seperti itu? Dengarkanlah Mazmur 94:9-10, “Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar? Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang? 10 Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum? Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia?”

Dengan kata lain, kecerdasan datang dari kecerdasan. Yang menciptakan pendengaran sanggup mendengar sendiri. Yang menciptakan penglihatan harus bisa lihat sendiri. Yang memberi penilaian moral harus menjadi mahluk moral. Ada orang skeptis yang tidak percaya Allah. Kemudian dia menemukan desain dan ciptaan di dunia ini dan itu menghancurkan kepercyaannya. Pada dasarnya dia menulis bahwa Allah menciptakan secara geometrik. Kuncinya alam semesta terbuka pada saat dia melihat desain bunga yang rumit, ada ketertiban di alam semesta dan itu menunjukkan ada Allah.

Dan Atena itu penuh dengan orang-orang yang secara praktis adalah orang ateis. Orang Epikuria, yang percaya bahwa kesenangan adalah yang terbaik, tidak percaya Allah. Jadi disini Paulus sedang menyampaikan kepada mereka Allah yang benar. Ayat 23 mengatakan, “ketika aku berjalan-jalan di kotamu dan melihat-lihat barang-barang pujaanmu, aku menjumpai juga sebuah mezbah dengan tulisan: Kepada Allah yang tidak dikenal. Apa yang kamu sembah tanpa mengenalnya, itulah yang kuberitakan kepada kamu.”

Galatia 4:8 mengatakan, “Dahulu, ketika kamu tidak mengenal Allah, kamu memperhambakan diri kepada allah-allah yang pada hakekatnya bukan Allah.” Namun Paulus disini mengatakan, Anda dulu tidak mengenal Allah namun sekarang Anda dapat mengenal Allah yang benar. 1 Tawarikh 28:9 mengatakan, “Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.”

Kedua, Dia harus percaya atau mengakui siapakah Allah itu. Pertama-tama Paulus mengatakan bahwa Allah adalah Sang Pencipta. Ayat 24 mengatakan, saya ingin Anda bertemu dengan Allah yang tidak dikenal itu. Dia adalah Allah yang menciptakan dunia dan segala hal lain. Jadi Paulus menjatuhkan filsafat-filsafat orang Epikuria dan Stoik dengan pernyataan pertama tentang siapakah Allah itu.

Allah menciptakan seluruhnya yang ada, dan Alkitab membela hal itu. Dengarkanlah Mazmur 146:5-6, “Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada Tuhan, Allahnya: 6 Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya.” Yesaya 40:12 mengatakan, “Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca?”

Ayat 28, “Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? Tuhan ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.” Siapakah menciptakan semua itu? Allah menciptakan semua itu. Yesaya 45:18 mengatakan, “Sebab beginilah firman Tuhan, yang menciptakan langit, Yang adalah Allah, yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami, “Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain.”

Ini adalah kepercayaan seorang evolusionis. Satu: Tidak ada kekuatan supra-natural yang menciptakan. Dua: semua ciptaan terjadi kebetulan. Tiga: Materi hidup bukan datang dari materi. Empat: kecerdasan dan penilaian moral datang dengan sendirinya. Kalau semua itu ditambahkan ada persamaan yang mengatakan: kehampaan dikalikan kehampaan menjadi segala sesuatu. Kemudian ada hukum termodinamika yang membuktikan bahwa malah kebalikan dari evolusi adalah benar. Semuanya menjadi lebih lemah dan buruk dan tidak menjadi lebih baik.

Jadi Paulus mengatakan untuk bertemu dengan Allah, sang Pencipta. Ayat 24, “dari langit dan bumi.” Kejadian 14:19 mengatakan, “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,” Bukan saja Allah menciptakan dunia, Dia juga memilikinya dan memerintah diatasnya, Dia Tuhan. Dengarkanlah Mazmur 24:1, “Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.”

Bertemulah dengan Allah, sang Pencipta dan Raja. Jika Anda menerima Firman Allah malam ini sebagai kebenaran, Allah akan memberikan Anda istirahat tulen. Yesus mengatakan di Yohanes 6:44, “Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku.” Anda harus tahu siapakah Allah itu, namun Anda hanya dapat mengenal-Nya secara pribadi melalui Kristus. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu