Mar 05, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Mempengaruhi Sistem Duniawi
5 Maret 2017

Ketika Adam berdosa, masalahnya ada dua, bukan saja Adam dan seluruh umat manusia jatuh dalam dosa dan terkutuk, namun dunia itu sendiri juga terkutuk. Jadi ketika orang terkutuk ditempatkan di dalam sistem terkutuk, ya tentu saja ia dapat menyesuaikan diri dalam sistem itu cukup baik. Hanya pada saat kebenaran di applikasikan maka ada gangguan. Karena itu sepanjang sejarah kebenaran Allah selalu akan menjungkirbalikkan dunia manusia.

Nah, sepanjang sejarah penebusan Allah, Allah telah mengirim orang-orang ke sistem duniawi itu. Dan mereka diutus untuk langsung menabrak sistem manusia itu dan menunjukkan bahwa itu salah. Dari sudut pandang manusia sistemnya benar, tetapi dari sudut pandang Allah itu malah terbalik. Dari sudut pandang manusia, orang Kristen menjungkirbalikkan sistem itu. Dari sudut pandang Allah, orang Kristen itu malah membenarkan sistem itu.

Allah telah memakai pria dan wanita, individu, kelompok kecil dan kelompok-kelompok besar. Orang-orang adalah sarana yang menyebabkan sistem duniawi dikacaukan. Orang-orang benar yang masuk ke dalam sistem yang tidak benar selalu menyebabkan ada masalah. Nah di KPR 17 kita bertemu dengan beberapa orang seperti itu. KPR 17:6 menunjukkan karakter Paulus, Silas dan Timotius dengan kata-kata ini, “Orang-orang ini mengacaukan seluruh dunia.”

Orang-orang ini menjungkirbalikkan dunia karena lima hal yang di ilustrasikan di teks ini. Nomor satu adalah keberanian, kedua adalah isi berita, ketiga adalah orang-orang yang bertobat, keempat adalah konflik yang terjadi setelah ketiga hal pertama terjadi, dan kelima adalah keprihatian, dan itulah motivasi yang menyebabkan semua itu terjadi. Marilah kita meninjau kembali dua hal yang pertama. Definisi Alkitabiah dari keberanian adalah keyakinan pada Allah.

Jika Anda segan untuk bersaksi atau melakukan sesuatu, Anda tidak memiliki perspektif Allah yang tepat. Marilah kita melihat sekarang betapa besar keyakinan Paulus itu. Dia sedang menjalankan perjalanan misi kedua dan dia mengikuti rencana yang telah diutus Allah, yaitu untuk pergi ke Tesalonika di ayat 1, “Di situ ada sebuah rumah ibadat orang Yahudi.” Ayat 2, “Seperti biasa Paulus masuk ke rumah ibadat itu.” Pertama, ini menunjukkan keberanian besar karena di hampir setiap sinagog dia diserang.

Dia yakin akan Allah, jika memang Allah memerintah hal itu, Dia tidak akan meninggalkannya di tengah-tengah. Dia harus pergi ke sinagog orang Yahudi karena dia harus menentang sistem agama yang ada, untuk membawa orang-orang Yahudi itu kepada pengenalan akan Kristus. Kami melompat bolak-balik antara Tesalonika dan Berea karena keadaan mereka paralel. Dan kita belajar bahwa keberanian itu berdasarkan kepada kepercayaan akan Allah, pengakuan dosa-dosa kita dan bersyukur kepada-Nya sebelumnya.

Nah hal kedua yang kami lihat dalam seseorang yang mempengaruhi dunia adalah isi atau kadar. Jadi bukan saja Paulus berani sekali, yang penting adalah apa yang dia katakan. Banyak orang Kristen mengatakan bahwa kehidupan mereka adalah kesaksian di tempat kerja. Tidak ada orang satupun yang masuk surga dengan hanya melihat seseorang. Anda perlu berbicara dan mengabarkan injil. Anda harus membuka mulut dan kata-katamu harus berhubungan dengan kebenaran Allah yang bisa diproklamirkan dan dipertahankan.

Sebagai orang Kristen kita harus tahu Friman Allah supaya kami dapat menjawab pertanyaan orang. Perhatikanlah Paulus di ayat 2, selama tiga hari Sabat berturut-turut dia berdebat dengan orang Tesalonika dari Firman Tuhan. Berdebat sebenarnya berarti menjawab pertanyaan mereka. Ayat 3, “Ia menerangkannya kepada mereka dan menunjukkan, bahwa Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati.”

Yesaya 53 bersama Mazmur 22 menunjukkan hal itu. Jadi Paulus pada akhir ayat 3 mengatakan, “Inilah Mesias, yaitu Yesus, yang kuberitakan kepadamu.” Jadi dia mengajar dari Perjanjian Lama dan kemudian berkata, “Kristus memenuhi semua itu,” dan dia melakukan itu tiga kali pada hari Sabat. Kemampuan penalaran itu menyiratkan bahwa pemikiran ikut serta. Ini bukanlah reaksi emosional. Injil itu harus diterangkan dengan jelas kepada mereka.

Dia melakukan hal yang sama di Berea namun orang Yahudi disana reaksinya berbeda sekali. Mengapa? KPR 17:11 mengatakan, “Orang-orang Yahudi di kota itu lebih baik hatinya dari pada orang-orang Yahudi di Tesalonika, karena mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui, apakah semuanya itu benar demikian.” Mereka ingin tahu dimana informasi yang diberikan Paulus itu ada di dalam Perjanjian Lama.

1 Petrus 3:15 mengatakan, “Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu.” Paulus tahu Firman Allah dan tidak ada jalan pintas. Namun tidak ada seorangpun yang benar-benar bisa menguasai seluruh Alkitab. Bisa saja Anda belajar prinsip-prinsip itu, namun pelajaran itu tidak pernah akan selesai. Mungkin saja orang dapat menyelamatkan orang yang tenggelam di kelas menyelamatkan nyawa. Namun apakah Anda siap menyelamatkan orang ketika kapal itu tenggelam dan Anda berada di lautan?

Bagaimana caranya kita tahu Firman Allah? Nomor satu, akuilah dosamu, sebab jika ada dosa yang belum diakui dalam hidupmu, itu akan menghalang pengetahuan Firman, 1 Petrus 2:1. Nomor dua, pelajarilah Firman selalu, tidak ada jalan pintas. 2 Timotius 2:15 mengatakan, “Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah.” Ketiga, lakukanlah Firman itu dalam hidupmu sendiri, menerapkannya ke apapun yang Anda lakukan, Bukan di dalam pikiranmu saja, namun juga dalam perbuatanmu. Pengalaman adalah guru terbaik. Dan keempat, bagikanlah itu. Cara terbaik untuk mempelajari Firman itu adalah jika Firman itu diberitakan kepada orang lain.

Nah hal ketiga yang membangun orang yang benar-benar mempengaruhi dunia adalah dengan adanya orang yang dikonversi. Ketika Anda melihat orang lain datang kepada Kristus, disitulah kita tahu bahwa Anda dipakai Allah. Mengapa? Karena Anda menyebabkan pengaruh itu dilipatgandakan, benar? Setiap orang Kristen harus melihat orang-orang bertobat. Iya, mungkin Anda menanam, mungkin Anda menyiram, namun Allah mengatur semuanya dan Dia menyebabkan ada pertumbuhan.

Yesus berjanji bahwa setiap orang Kristen akan ada hasilnya. Dengarkanlah Yohanes 15:16, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.” Yohanes 15:5-6, “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering.” Jadi orang yang bertobat adalah bagian dari buah itu.

Nah, tidak mungkin Anda dapat melakukan itu sendirian. Anda perlu mereproduksi diri, itulah artinya ada orang bertobat. Paulus sangat efektif karena waktu dia masuk kota, orang-orang percaya dia. Anda mempengaruhi dunia pada saat Anda mempengaruhi orang lain. Ayat 4, “Beberapa orang dari mereka menjadi yakin.” Paulus memberi presentasi luar biasa tentang Kristus yang dipakai Roh Kudus untuk membawa mereka kepada keselamatan. Jadi Paulus mendorong mereka, seolah-olah melawan keinginan mereka, sampai menjadi percaya.

Nah di Berea sikap orang Yahudi disitu sangat berbeda, mereka hanya menunggu menjadi percaya. Yang mereka inginkan adalah untuk mencari di dalam Perjanjian Lama mereka apakah itu benar atau tidak. Ayat 11, “setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci,” jadi di ayat 12, “Banyak di antara mereka yang menjadi percaya; juga tidak sedikit di antara perempuan-perempuan terkemuka dan laki-laki Yunani.” Orang-orang Berea langsung percaya namun orang-orang Tessalonika harus dibujuk untuk percaya.

Jadi mereka ada panen disitu dan gereja di Berea dilahirkan. Yang rada aneh adalah bahwa sejak itu tidak terdengar lagi di Alkitab berita tentang Berea, namun ada banyak berita tentang Tesalonika. Dan Tesalonika menjadi gereja yang paling dikasihi Paulus. Dan dari semua gereja yang dikirim surat di Perjanjian Baru, mereka itu adalah gereja yang paling sesuai dengan keinginan Kristus.

Ini terjadi untuk membuktikan bahwa keselamatan itu menyamakan semua. Tidak masalah Anda itu seperti apa sebelum Anda diselamatkan. Pada saat Anda diselamatkan, yang menjadi masalah hanya apa yang Anda lakukan dengan sumber rohani yang telah menjadi milikmu. Orang mengatakan, “oh si Anu, sebelum dia diselamatkan dia itu terpengaruh obat-obatan dan Iblis, jadi kita tidak bisa berharap banyak dari dia.” Namun kebenaran adalah kami bisa berharap dari dia kualitas yang sama dibanding orang terbaikpun yang diselamatkan. Karena sumber rohani dari Allah itu sama, benar?

Alasan yang paling umum bagi orang yang tidak percaya adalah bahwa mereka tidak menyelidiki Firman. Alkitab itu mencakup ratusan tahu sejarah. Ini mencakup semua wahyu Allah yang menciptakan alam semesta. Ini mencakup realitas spiritual. Bagaimana Anda bisa mengambil kesimpulan seperti itu? Iya, saya membacanya beberapa kali. Saya pernah ada di kelas di universitas dimana ada orang yang mengatakan itu semua omong kosong. Mereka tidak pernah membacanya sendiri.

Orang yang merubahkan dunia adalah orang yang melipatgandakan kekudusan di dunia dengan menuntun seseorang kepada Yesus Kristus. Bagaimana caranya? Disini ada pola. Satu, sadarilah kewajiban Anda. Di Matius 28:19, Yesus mengatakan, “pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku.” KPR 1:8, “kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku.” Di Yohenes 15:26-27, Yesus mengatakan bahwa Allah Bapa ingin supaya ada kesaksian Roh melalui Anda kepada dunia.

Kalau kita memiliki kebenaran dan tidak mau membagikan itu, itu terasa seperti kejahatan terhadap manusia dan terhadap Allah. Jadi sadarilah kewajibanmu. Kedua, terimalah hasilnya. Mungkin saja hasilnya tidak positif. Jangan mengatakan, “saya sudah bersaksi dan tidak ada hasilnya. Ah, saya tidak mau meneruskan hal itu.” Semakin banyak kita bersaksi semakin banyak Iblis menentang hal itu. Dan semakin dekat kedatangan Kristus, semakin keras hati orang.

Ketiga, ketahuilah sumber kuasamu, dan sebesar apapaun reaksi negatif itu, kuasamu akan mengatasi itu. Roh Kudus akan meyakinkan mereka bersalah, Roh Kudus akan memberi kekuatan itu, dan Anda tidak perlu kuatir tentang hal negatif. Sadarilah kewajibanmu, terimalah bahwa hasil itu tidak selalu positif dan ketahuilah Anda diberi kuasa dan keempat, ingatlah Janji-Nya. Yohanes 15:16 mengatakan, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.”

Jadi keberanian, isi berita dan orang-orang yang bertobat semua mempengaruhi dunia. dan dari ketiga itu akan timbul nomor empat, konflik. Jika usahamu penuh keberanian dan disertai berita yang tepat dan orang-orang diselamatkan karena kesetiaanmu, pasti akan ada konflik. Mengapa? Karena Anda menyebabkan ada kekudusan di lingkungan berdosa. Dan karena itu Anda menyebabkan ada masalah, namun justru itulah kehendak Allah.

Bahkan Paulus tahu kesusahan itu akan datang karena pada waktu mereka datang dia sudah pergi. Ayat 5, “Tetapi orang-orang Yahudi menjadi iri hati dan dengan dibantu oleh beberapa penjahat dari antara petualang-petualang di pasar, mereka mengadakan keributan dan mengacau kota itu. Mereka menyerbu rumah Yason dengan maksud untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat.” Hal yang mereka iri adalah bangsa lain itu, yang ditawarkan Mesias atas dasar keseteraan dengan orang Yahudi.

Mereka tahu Paulus bersama yang lain tinggal di rumah Jason, jadi datanglah orang-orang itu ke rumah Jason, “untuk menghadapkan Paulus dan Silas kepada sidang rakyat.” Namun Allah sudah tahu maksud mereka. Paulus, Silas dan Timotius sudah pergi. Hanya Jason masih ada. Ayat 6, “Tetapi ketika mereka tidak menemukan keduanya, mereka menyeret Yason dan beberapa saudara ke hadapan pembesar-pembesar kota, sambil berteriak, katanya: "Orang-orang yang mengacaukan seluruh dunia telah datang juga ke mari.”

Tuduhan pertama adalah revolusi umum. Hal kedua yang mereka tuduh adalah, “pengkhianatan terhadap Roma.” Ayat 7, “dan Yason menerima mereka menumpang di rumahnya. Mereka semua bertindak melawan ketetapan-ketetapan Kaisar dengan mengatakan, bahwa ada seorang raja lain, yaitu Yesus.” Karena Yesus mengklaim Dia adalah Raja, Dia disalibkan. Masih ingat pertanyaan Pilatus, “Apakah Anda raja?” Jawab imam-imam kepala di Yohanes 19:15, “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”

Orang-orang tidak senang mendengar Yesus adalah Raja. Ayat 8-9, “Ketika orang banyak dan pembesar-pembesar kota mendengar semuanya itu, mereka menjadi gelisah. 9 Tetapi setelah mereka mendapat jaminan dari Yason dan dari saudara-saudara lain, merekapun dilepaskan.” Pembesar kota itu bertindak bijaksana. Mungkin saja keadaan bisa meledak jika mereka melepaskan Paulus. Namun mereka takut seandainya Paulus di hukum, ada cukup banyak orang yang sudah bertobat yang mungkin akan memulai kerusuhan

Jadi mereka memaksa Jason untuk memberi uang jaminan untuk memastikan bahwa Paulus, Silas dan Timotius tidak akan memberi kesulitan lagi. Jadi mereka memiliki jaminan untuk kelakuan baik dan supaya Paulus, Silas dan Timotius cepat pergi. Ayat 10, “Pada malam itu juga segera saudara-saudara di situ menyuruh Paulus dan Silas berangkat ke Berea. Setibanya di situ pergilah mereka ke rumah ibadat orang Yahudi.”

Paulus menggambarkan hal itu di 1 Tesalonika 2:17, “Tetapi kami, saudara-saudara, yang seketika terpisah dari kamu, jauh di mata, tetapi tidak jauh di hati, sungguh-sungguh, dengan rindu yang besar, telah berusaha untuk datang menjenguk kamu.” Namun Paulus mengatakan di ayat 18, “Iblis telah mencegah kami.” Keadaan itu dengan jaminan keamanan yang dibayar oleh Jason berarti bahwa dia tidak dapat masuk lagi kesana selama pembesar-pembesar kota itu masih ada disitu.

Jadi konflik datang dan itulah hal baik. Gereja Tesalonika menjadi gereja terbaik. Namun Paulus tidak dapat mengunjungi mereka lagi. Mereka pergi ke Berea dan apa terjadi disitu? Ayat 13, “Tetapi ketika orang-orang Yahudi dari Tesalonika tahu, bahwa juga di Berea telah diberitakan firman Allah oleh Paulus, datang jugalah mereka ke sana menghasut dan menggelisahkan hati orang banyak.”

Jadi Paulus harus meninggalkan mereka lagi. Ayat 14, “Tetapi saudara-saudara menyuruh Paulus segera berangkat menuju ke pantai laut, tetapi Silas dan Timotius masih tinggal di Berea.” Mengapa? Kepedulian besar Paulus bagi orang-orang yang baru percaya adalah pemuridan. Ayat 15, “Orang-orang yang mengiringi Paulus menemaninya sampai di Atena, lalu kembali dengan pesan kepada Silas dan Timotius, supaya mereka selekas mungkin datang kepadanya.”

Orang-orang yang merubah dunia itu memiliki suatu keprihatian. Itu bukan tentang orang terhilang, meskipun semua orang harus memiliki itu. Namun mereka ada keprihatian yang lain. Lihatlah ayat 16, “Sementara Paulus menantikan mereka di Atena, sangat sedih hatinya karena ia melihat, bahwa kota itu penuh dengan patung-patung berhala.” Paulus kuatir melihat semua penyembahan berhala.

Paulus melihat bahwa Allah tidak di muliakan. Motivasi terbesar bagi orang Kristen adalah untuk memuliakan Allah. Mazmur 23:3, “Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.” Paulus tidak melihat kemuliaan duniawi di Atena, yang dia lihat adalah bahwa Allah tidak dimuliakan. Bagaimana dengan Anda? Apakah reaksi Anda terhadap sekularisme, yang tidak memedulikan otoritas Allah, dimana-mana? Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu