Feb 05, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Seorang Wanita yang Dimerdekakan
5 Februari 2017

Pesan ini seluruhnya adalah sebenarnya tentang dua wanita, yang satu wanita yang dimerdekakan dan yang lain yang diperbudak. Jadi kedua wanita yang kita akan diskusikan adalah dalam keadaan berlawanan. Yang satu mengikuti Allah dan yang lain mengikuti Iblis. Dan malam ini kita akan membicarakan seorang wanita bernama Lidia, yang adalah wanita merdeka. Dan minggu depan kami akan membicarakan wanita kedua.

Dan sebenarnya mereka mencerminkan setiap wanita. Karena setiap wanita termasuk baik dalam kategori Lidia atau kategori hamba perempuan yang kerasukan itu. Hanya ada dua macam orang di dunia ini, mereka yang telah dimerdekakan dan mereka yang masih diperbudak. Dan itu sama bagi lelaki, hanya ada dua macam pria di dunia ini, lelaki yang merdeka dan lelaki yang diperbudak.

Selama beberapa waktu terakhir bagi Paulus dan Silas pada perjalanan misi kedua ini, rasanya Roh Allah itu terus mengatakan ‘tidak’. Karena kearah manapun mereka ingin pergi, mereka dilarang oleh Roh Kudus. Paulus dan Silas mulai di Yerusalem dan pergi kearah utara dalam perjalanan misi kedua. Mereka pergi ke Galatia dimana Paulus dan Barnabas pergi pada perjalanan pertama mereka.

Pada perjalanan pertama Paulus dan Barnabas datang melalui Papos di pulau Siprus, namun pada perjalanan ini mereka mulai dari belakang dan datang kepada gereja-gereja di Derbe, Listra, Ikonium dan Antiokhia dan daerah yang dikenal sebagai Pisidia. Mereka menguatkan orang-orang percaya, karena yang diutamakan dalam penginjilan adalah untuk mengembangkan orang-orang Kristen yang kuat yang dapat melipatgandakan diri.

Nah tampaknya sangat natural untuk maju ke arah barat ke daerah yang dikenal sebagai Asia Kecil. Ada beberapa kota besar disana seperti Filadelfia, Sardis, Tiatira, Smirna dan Efesus yang sebenarnya menjadi seperti benteng bagi Injil. Namun dikatakan di KPR 16:6, “Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.” Nah kami tidak tahu bagaimana caranya itu dilakukan, namun itulah yang terjadi. Nah itu menyebabkan hanya ada satu jalan yang mereka bisa tempuh.

Paulus sanggup berjalan di perjalanan sempit diantara Bitinia dan Asia dan terus menempuh seperti itu. Ini adalah pelajaran baik bagi kita, ketika semua pintu kelihatannya tertutup, bergeraklah terus. Mungkin itu ujian dari Allah bagi kesetiaanmu dan dari ujian itu bisa bertumbuh kapasitas Anda untuk melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan. Jadi jika Anda belajar bertekun, sama seperti mereka, Allah akan membuka pintu-pintu untuk hal-hal yang luar biasa.

Jadi mereka sampai kepada kota kecil bernama Troas. Nah kota ini dinamakan Alexander Troas untuk menurut Alexander Agung. Kota itu enambelas kilometer dari kota Troy dari mana istilah ‘kuda Troy’ itu berasal. Itu kota Yunani yang merdeka sampai pada saatnya Kaisar Agustus menjadikannya jajahan Romawi. Seluruh daerah itu terkenal sekali. Helen dari Troy, pahlawan-pahlawan dari peperangan Trojan, Homer dan Hipocrates, semua datang dari daerah itu.

Kemudian Allah memberi petunjuk di ayat 9, “Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Nah itu langkah pertama injil masuk ke Eropa. Itu dibawah kuasa Filip dari Makedon, ayah Alexander Agung. Sekarang Makedonia itu adalah negara Yunani. Namun pada waktu itu, itu hanya propinsi Romawi dengan kota-kota besar seperti Filipi, Tesalonika, Athena dan Korintus.

Di ayat 10 setelah visi itu mereka langsung pergi. Ayat 11-12, “Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; 12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.” Dan Allah menyediakan perahu. Apakah Anda mengerti bahwa Allah tidak pernah mengutus orang untuk berbuat sesuatu tanpa ada sarana untuk melakukannya?

Samotrake itu adalah pulau kecil di pertengahan Troas dan Neapolis. Dan Neapolis itu adalah pelabuhan Filipi, yang letaknya enambelas kilometer masuk ke dalam. Pulau itu seperti gunung yang keluar dari lautan, “dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis,”kemudian mereka berjalan ke Filipi. Itu hanya makan waktu dua hari namun pada waktu mereka kembali dibutuhkan lima hari. Jadi pada saat Allah membuka pintu, perahu sudah tersedia dan anginnya menguntungkan.

Dan pada saat mereka berjalan ke Filipi, mereka bertemu dengan dua perempuan. Nah, dua perempuan ini mewakili dua kategori yang berbeda, yang satu dimerdekakan dan yang lain diperbudak. Saya heran mendengar perempuan berbicara tentang kemerdekaan, padahal mereka sama sekali tidak mengerti arti kemerdekaan itu. Ide untuk melakukan aborsi seenaknya sendiri, kebebasan untuk main seks dengan siapapun juga, untuk melakukan lesbianisme terang-terangan dan untuk melanggar pola kasih dan penyerahan, itu adalah edan.

Itu bukan kemerdekaan. Apa yang mereka lakukan adalah menggantikan satu macam perbudakan manusia dan suatu macam lain yang lebih buruk. Namun di hati nurani mereka lansung ditemukan bahwa apa yang mereka sebenarnya inginkan adalah supaya jiwa mereka melayang. Mereka ingin jiwa mereka ada kebebasan untuk melampaui perbudakan yang tidak mungkin dapat diatasi. Kebebasan seperti itu adalah cermin dari fakta bahwa mereka masih menjadi tawanan, cuman mereka berada di sel penjara yang berbeda.

Namun disini kita akan bertemu dengan wanita merdeka bernama Lidia. Kemerdekaan dia adalah kepuasan dengan bagaimana Allah telah menciptakan-nya. Pada saat itulah Anda benar-benar bebas, Yesus mendefinisikan hal itu demikian di Yohanes 8:32, “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Orang itu dapat benar-benar dimerdekakan melalui Yesus Kristus, ketika dia dibebaskan dari dosa, maut, Iblis dan neraka, Amin?

Nah marilah kita memperhatikan wanita ini. Ayat 12 meneruskan, “Di kota itu kami tinggal beberapa hari.” Nah kota Filipi itu kota penting di Makedonia. Salah satu alasan mengapa kota itu penting adalah lokasinya di Jalan Raya Egnatia, jalan itu panjangnya 788 kilomater dan itu salah satu pencapaian Romawi yang sangat besar. Itu dibangun di 146 SM dan daerah itu ada banyak gerakan lalu lintas, perdagangan dan gerakan militer.

Jadi Injil tiba disana. Ayat 12 mengatakan bahwa mereka menunggu beberapa hari disana sampai hari Sabtu karena itu hari Sabat. Paulus selalu pergi ke sinagog orang Yahudi karena mereka selalu bersedia untuk mendengar dan ada tempat untuk berbicara, karena dia orang Yahudi dan orang Farisi. Dia juga pergi ke orang Yahudi untuk memenangkan beberapa untuk Kristus supaya mereka bisa menolongnya untuk menginjili bangsa lain.

Namun di Filipi tidak ada sinagog. Hanya sepuluh orang diperlukan untuk membangun sinagog, namun bahkan sepuluh orang Yahudipun tidak ada. Jadi penginjilan di Eropa akan mulai dengan beberapa wanita. Di dalam Kristus tidak ada perbedaan diantara laki atau perempuan di mata Allah. Ayat 13, “Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.”

Tampaknya pria Yahudi itu tidak cukup untuk membangun sinagog. Dan disini ada beberapa wanita tanpa pria untuk membimbing mereka dan untuk mengajarkan mereka. Namun mereka tetap setia bertemu dan mereka ada tempat untuk berdoa. Mungkin itu hanya suatu kelompok pohon atau tembok kecil, kami tidak tahu, namun mereka sudah biasa berkumpul di tepi sungai. Salah satu hal yang orang Yahudi lakukan pada saat beribadah, adalah upacara pembersihan.

Ini salah satu kisah yang sangat indah dalam memerdekakan wanita oleh Yesus Kristus. Perempuan pada saat itu di dunia, biar mereka wanita Yunani, wanita Romawi atau semua wanita yang tidak beragama, semua dianggap sebagai budak. Misalnya, jika ada suami yang tidak senang masakan pagi, dai berhak untuk membunuh isterinya tanpa ada hukuman. Perempuan itu tidak berhak untuk berubah agama selain itu datang dari suami.

Salah satu masalah terbesar dari Kekristenan adalah bahwa di dalam Kristus tidak ada perbedaan diantara lelaki dan perempuan. Wanita itu dapat datang kepada Yesus Kristus dan dimerdekakan secara total tanpa izin atau keinginan suami. Di 1 Petrus 3, Petrus mengajarkan perempuan-perempuan itu untuk memenangkan suami mereka yang belum selamat dengan hidup ilahi yang begitu baik sehingga mereka tidak bisa menolaknya.

Paulus membicarakan masalah ini di 1 Korintus 7 ketika dia membicarakan seseorang yang belum percaya yang tidak dapat menerima Kekristenan dan pergi begitu saja. Dan ini semua gara-gara kemerdekaan wanita. Paulus dibesarkan sebagai orang Farisi, dan tahukah doa apa yang harus mereka uraikan? “Ya Allah, kami bersyukur kepada-Mu bahwa kami bukan bangsa lain, bukan budak atau perempuan.” Bayangkan, untuk pertama kalinya ada agama dimana perempuan itu dapat memilih tanpa pengaruh keinginan suami.

Ayat 14-15, “Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. 15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.”

Nah, namanya adalah Lidia. Lidia juga adalah nama daerah dari mana dia berasal. Jadi dia adalah Lidia dari Lidia, suatu daerah di Asia Kecil dimana letaknya kota Tiatira. Kota itu penting sekali secara Alkitabiah karena menurut Wahyu ada gereja ditempatkan disitu. Dan disini ada wanita bangsa lain yang telah menjadi takut akan Allah, yang berpaling kepada Allah Israel dan yang menyembah Dia. Kebetulan juga, Tiatira itu terkenal karena pewarna ungu.

Allah mengasihi wanita yang berani berusaha. Lihatlah Amsal 31. Allah ingin supaya wanita itu kreatif dan pintar berusaha, selama itu tidak mengganggu kewajibannya terhadap suami dan rumah tangga. Ayat 14 mengatakan bahwa wanita ini pertama beribadah kepada Tuhan. Ini adalah permulaan dari kemerdekaannya. Dia dulu diperbudak dosa, Iblis, neraka dan maut, kemudian dia berpaling kepada Allah yang benar. Dia menjadi takut akan Allah, wanita bangsa lain yang berpaling kepada Allah.

Namun dia tidak melakukan itu terpisah dari Allah. Roma 3:11 mengatakan, “Tidak ada seorangpun yang mencari Allah.” Allah telah menarik dia dan dia sudah mulai mencari Allah. Nah Yesus sudah hidup, mati, dibangkitkan dan naik ke surga, injil telah diberitakan dan dia sebagai bangsa lain tidak tahu injil itu namun dia ingin mengenal Allah. Jika ada orang bangsa lain yang di dalam hatinya sungguh-sungguh mencari Allah karena dia dipilih, Allah akan menyatakan diri-Nya di injil kepada individu itu.

Dengarkanlah Yohanes 7:17, Yesus berkata, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri.” Ini mengatakan jika ada hati yang mencari, Allah tidak akan menutup diri-Nya dari hati itu. Disini ada wanita yang mencari. Dan Paulus, Silas, Lukas dan Timotius berkeliling kemana-mana mengikuti Roh Kudus untuk bertemu dengan wanita ini. Itulah sikap Allah terhadap hati yang mencari.

Dan itulah juga sikap Allah di dalam kehidupan Kristen Anda. Jika Anda benar-benar tergerak untuk memahami kehendak-Nya, itu tersedia. Seperti Allah mengatakan kepada Israel melalui Musa di Ulangan 4:29, “Engkau akan menemukan Tuhan, Allahmu, asal engkau mencarikan Dia dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.” Mazmur 119:2 mengatakan, “Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya, yang mencari Dia dengan segenap hati.” Bacalah Hosea 6:3 yang mengatakan, “Marilah kita berusaha sungguh-sungguh untuk mengenal Tuhan.”

Hal kedua, dia bukan saja mencari namun juga mendengar, dan dia mendengar Paulus. Semua orang ada telinga namun banyak tidak mendengar. Yesus bertemu dengan banyak orang munafik yang tidak mendengar apapun juga. Mereka tidak melihat kebenaran ketika Dia berada bersama mereka. Matius 13:12 mengatakan, “Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”

Dan implikasinya adalah bahwa tanpa iman orang-orang munafik itu tidak sanggup mengerti kebenaran, namun wanita ini mendengar dengan iman. Kepercayaan datang melalui pendengaran. Dan versi Yunani dari ayat ini di Roma 10:17 adalah, “Iman timbul dari pendengaran warta berita tentang Yesus.” Kita menterjemah-kannya: Iman timbul dari pendengaran, pendengaran oleh firman Allah.” Dan itu sebenarnya kurang tepat. Iman timbul dari pendengaran tentang Yesus, Amin?

Hal ketiga tentang dia, wanita ini bukan saja mencari dan bukan saja mendengar namun Allah membuka hatinya. Lihatlah ayat 14, “Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.” Dia percaya Kristus. Alkitab mengatakan keselamatan itu datang dari Tuhan. Ada orang yang mengatakan kepadaku, apakah Anda kecewa jika orang tidak merespon? Ah tidak, karena semua ini bergantung kepada Allah. Dialah yang membuka hati orang.

Di dalam penginjilan yang penting itu bukan pendekatan yang cerdas. Salah satu yang penting sekali adalah menyampaikan injil dengan kadar yang jelas. Kita sering membicarakan penginjilan seperti itu suatu keputusan emosional, ah bukan itu. Ini mengenai pekerjaan Allah di dalam hati seorang individu. Sewaktu kita mempelajari buku Kisah Para Rasul mereka itu hanya berbicara tentang Yesus, tentang kebangkitan-Nya, tentang fakta-fakta sejarah tentang Kristus dan injil.

Jadi pada saat kita mulai menginjili kita harus ada pengertian penuh. Dan ketika waktunya tiba orang itu mengerti makna isi itu, Allah ada kemampuan untuk membuka hatinya. Dan hal itu bisa saja secara tidak dramatis dan mungkin itu tidak emosionil namun hal itu tetap terjadi. Dan kejadian ini bisa saja menarik dan senang dan boleh saja Anda emosional sebanyak mungkin, namun jangan lupa memberikan makna yang jelas bersama itu.

Ayat 15, “Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya.” Ini terjadi karena mereka bisa melihat bahwa Allah telah membukan hatinya. Dan bukan saja dia dibaptis, namun mereka membaptis seluruh rumah tangganya. KPR 16 adalah bab rumah tangga. Orang berikutnya yang diselamatkan adalah kepala penjara dan dia diselamatkan juga bersama rumah tangganya. Allah sedang membangun gereja di Filipi dengan beberapa rumah tangga saja.

Rumah Lidia menjadi tempat dimana gereja itu bertemu. Lihatlah ayat 40, “Lalu mereka meninggalkan penjara itu dan pergi ke rumah Lidia; dan setelah bertemu dengan saudara-saudara di situ dan menghiburkan mereka, berangkatlah kedua rasul itu.” Perempuan itu penting di dalam gereja namun kepemimpinan dan aturan gereja harus dipegang oleh pria. Nah kemana semua lelaki itu? Mereka terlihat di ayat 40.

Ayat 15 meneruskan, “ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.” Jika menurut kalian keselamatanku itu tulen, “marilah menumpang di rumahku.” Itu benar-benar keramahtamahan tulen. Marilah kita puas dengan apa yang Dia telah merancangkan bagi kita. Hanya Yesus Kristus dapat membebaskan kami dari penjara. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda benar-benar merdekaatau masih diperbudak dunia? Anda sekarang juga dapat dimerdekakan! Serahkanlah hidupmu kepada Yesus. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu