Jan 29, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Penginjilan Dasar
29 Januari 2017

Sejak Tuhan Yesus Kristus memerintahkan kita untuk pergi ke seluruh dunia dan mengabarkan Injil kepada setiap orang, kita sibuk mengejar pelayanan penginjilan. Gereja telah melakukan itu sejak pernyataan dari Kristus itu, dan ada banyak metode untuk menginjili orang. Semuanya ada mulai dari suatu presentasi pribadi yang sederhana sampai ke presentasi media yang canggih tentang Kristus untuk banyak orang sekaligus.

Dibawah semua metode ini ada beberapa fitur dasar penginjilan yang sangat penting dan yang sama untuk semua. Apa yang Allah ingin menyampaikan bukan saja datang secara langsung namun seringkali itu datang secara tidak langsung. Kuncinya untuk pemahaman Alkitab adalah kemampuan untuk membaca Firman dan untuk mendapatkan prinsip-prinsip yang ada disitu secara langsung atau dengan implikasi. Itulah artinya pemahaman Alkitab.

Jadi apakah tujuan Roh Kudus? Prinsip-prinsip apa adalah implikasi dari apa yang sedang terjadi disini? Ingatlah pada waktu Roh Kudus mengilhamkan buku Kisah Para Rasul, hal-hal ini terdapat di dalam teksnya berkali-kali. Nah sekarang waktu kita mulai KPR 15:36 kita tahu bahwa gereja itu telah mulai berkembang. Yang keluar dari Dewan Yerusalem adalah kesatuan besar dan proses penginjilan itu maju.

Dewan Yerusalem sudah selesai dan hasilnya sudah dikabarkan kepada orang-orang di Antiokhia. Ada sukacita besar karena keselamatan adalah melalui anugerah saja. Dan sekarang tibalah waktunya untuk mengabarkan berita itu dan gereja mulai bergerak keluar. Dan pada saat kita melihat permulaan perjalanan misi kedua, kami dapat melihat dengan implikasi dalam cerita ini prinsip-prinsip dasar penginjilan.

Penginjilan efektif membutuhkan hasrat yang tepat, prioritas yang tepat, personil yang tepat, pencegahan yang tepat, presentasi yang tepat dan tempat yang tepat. Kita akan membicarakan itu satu per satu. Penginjilan efektif adalah hasrat yang tepat yang diarahkan kepada prioritas yang tepat oleh orang-orang yang tepat yang menggunakan tindakan pencegahan yang tepat untuk menyampaikan presentasi yang tepat di tempat yang tepat yang dibimbing Roh Kudus.

Jadi penginjilan efektif mulai pertama dengan hasrat yang benar. Ayat 36, “Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.” Di dalam bahasa Yunani “beberapa waktu kemudian” adalah waktu yang tidak tentu, tetapi tidak begitu lama. Sulit untuk menahan Paulus tinggal lama di satu tempat.

Paulus memiliki hasrat untuk mengunjungi dunia bangsa lain di sebelah barat dari tempat dia berada di Antiokhia, dia selalu memikirkan bagaimana caranya menjangkau orang. Dia adalah pria yang terdorong keinginan untuk mengkomunikasikan Kristus. Anda bisa baca 2 Korintus 4 dan 2 Korintus 5 untuk melihat kekuatan motivasinya yang luar biasa.

Di 2 Korintus 4 dia ada motivasi karena belas kasihan Allah yang diberikan kepadanya. Dia sangat bersyukur atas keselamatan dan kasih Kristus yang tertanam dalam dirinya sehingga dia merasa berhutang kepada semua orang lain dan kepada Allah. Dan dia tahu bahwa setiap orang di dalam Kristus adalah ciptaan baru dan itu menggerakkannya.

Roma 15:24 mengatakan, “Aku harap dalam perjalananku ke Spanyol aku dapat singgah di tempatmu dan bertemu dengan kamu.” Jadi Paulus melihat Roma hanya sebagai persinggahan dalam perjalanan ke Spanyol. Dia mengatakan hal yang sama di ayat 28, “Apabila aku sudah menunaikan tugas itu dan sudah menyerahkan hasil usaha bangsa-bangsa lain itu kepada mereka, aku akan berangkat ke Spanyol melalui kota kamu.” Hanya ada satu cara untuk memiliki hasrat seperti itu, dan itulah secara supranatural.

Bagaimana caranya untuk mendapatkan hasrat itu? Dengan mempelajari Firman Allah seperti dikatakan di 2 Korintus 3:18, “maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya.” Itulah satu-satunya jalan untuk “mencerminkan kemuliaan Tuhan,” benar? Itu menuntut untuk menjadi satu dengan Yesus Kristus sehingga Dia mengasihi orang melalui kita dan kita menjadi ekstensi-Nya.

Hal kedua, penginjilan bukan saja memerlukan hasrat yang benar, itu juga menuntut prioritas yang tepat. Ayat 36, “Tetapi beberapa waktu kemudian berkatalah Paulus kepada Barnabas: "Baiklah kita kembali kepada saudara-saudara kita di setiap kota, di mana kita telah memberitakan firman Tuhan, untuk melihat, bagaimana keadaan mereka.” Disini Paulus lebih dari penginjil misionaris biasa yang pergi dan menyelamatkan orang kemudian meninggalkan mereka untuk dibimbing orang Kristen lain.

Paulus adalah penginjil Alkitabiah yang melihat kewajibannya bukan saja untuk memenangkan orang untuk Kristus namun juga untuk mendewasakan mereka. Perhatikanlah ketika dia pergi untuk perjalanan misi kedua di ayat 36 dia merencanakan bersama Barnabas untuk pergi kembali kepada tempat yang sama dimana mereka baru saja menyelesaikan penginjilan itu di Galatia. Prioritas penginjilan itu adalah pemuridan. Dia sayang sekali dengan persekutuan mereka dan dia ingin memastikan mereka bertumbuh.

1 Korintus 4:14-15 mengatakan, “Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi. 15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa.” Dengan kata lain, kalian memiliki banyak orang yang dapat mendisiplin kalian. Namun Anda tidak memiliki orang yang mengasihi Anda seperti saya yang mengasihi Anda sebagai ayah penuh kasih. Jadi Paulus menganggap dirinya seorang ayah yang bertanggung jawab atas pemeliharaan rohani anak-anaknya.

Cara terbaik untuk menginjili adalah untuk menghasilkan murid-murid yang dapat mereproduksi diri. Paulus tahu bahwa meninggalkan banyak bayi rohani bukan caranya untuk penginjilan karena mereka masih belum cukup dewasa untuk mereproduksi. Lebih baik untuk memusatkan diri kepada beberapa individu yang mungkin menjadi dewasa dan menjadi seperti Paulus. Yesus meluangkan waktunya terutama dengan keduabelas murid-murid-Nya, benar? Inti penginjilan terletak dalam mendewasakan orang percaya.

Tahukan kemana Paulus pergi waktiu dalam perjalanan misi pertama? Galatia, benar? Kemana dia pergi pada perjalanan misi kedua? Galatia. Coba tebak kemana dia pergi pada perjalanan misi ketiga? KPR 18:23, “Setelah beberapa hari lamanya ia tinggal di situ, ia berangkat pula, lalu menjelajahi seluruh tanah Galatia dan Frigia untuk meneguhkan hati semua murid.” Dalam jangka panjang mereproduksi orang percaya yang dapat mereproduksi diri adalah cara yang benar-benar melipatgandakan penginjilan Injil.

Hal ketiga dalam penginjilan yang penting adalah pekerja-pekerja yang tepat. Lihatlah ayat 37, “Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus.” Barnabas mendesak untuk membawa Yohanes yang nama akhirnya adalah Markus.” Ingatlah waktu Yohanes Markus naik gunung sampai tiba di Perga di Pamfilia dan melihat pegunungan Taurus dan mendengar semua berita-berita buruk, dia langsung meninggalkan mereka dan kembali ke Yerusalem di KPR 13:13.

Sebenarnya Yohanes Markus itu orangnya baik. Dia adalah anak dari wanita yang mengadakan pertemuan doa di dalam rumahnya di malam hari waktu Petrus keluar dari penjara. Dia juga penulis Injil Markus. Namun Paulus tidak yakin akan kemampuan Yohanes Markus itu. Ayat 38, “Tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.”

Paulus itu orangnya berani dan bagi orang berani sulit untuk menerima seorang penakut. Ayat 39, “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.” Mereka tidak setuju dan mereka berangkat kedua arah yang berbeda: Barnabas mengambil Markus dan berlayar ke Siprus. Itu tempat asalnya Barnabas. Dan mereka terus memuridkan orang-orang percaya di Siprus dan mengutus mereka untuk bersaksi.

Ayat 40-41, “Tetapi Paulus memilih Silas, dan sesudah diserahkan oleh saudara-saudara itu kepada kasih karunia Tuhan 41 berangkatlah ia mengelilingi Siria dan Kilikia sambil meneguhkan jemaat-jemaat di situ.” Siapakah yang benar? Firman Allah tidak mengatakan, namun kita tahu bahwa Allah merencanakan supaya Paulus mengambil Silas dan untuk Barnabas menjadi satu tim dengan Markus. Jadi sekarang dari pada satu tim, sekarang ada dua tim. Pada akhirnya Paulus memuji Barnabas di 1 Korintus 9:6. Dan Paulus juga mengasihi Markus di 2 Timotius 4:11, “Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.”

Allah memilih orang yang tepat bagi tugas yang tepat. Jika Anda berjalan-jalan di kekaisaran Romawi lebih baik menjadi penduduk Romawi. Silas adalah warga negara Roma. Jika Anda mengunjungi sinagog-sinagog, ada baiknya menjadi orang Yahudi. Silas juga orang Yahudi. Dan jika Anda ingin memberitakan bahwa gereja Yerusalem telah menentukan bahwa keselamatan itu oleh anugerah saja, ada baiknya jika Anda menjadi anggota gereja Yerusalem. Dan Silas memang anggota.

Injil yang mulai di Yerusalem berkembang ke utara sampai ke daerah Siria dan Kilikia. Di ayat 41 dikatakan mereka disana meneguhkan jemaat-jemaat. Sekali lagi mereka tahu prioritas itu, orang percaya yang kuat akan melipatgandakan diri. Nah kemana mereka harus pergi? KPR 16:1, “Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.”

Sekarang nama wanita itu diberikan oleh rasul Paulus. Nama ibu Timotius itu adalah Eunike dan neneknya bernama Lois, dan dia adalah orang percaya namun bapaknya orang Yunani, jadi disini terdapat orang yang setengah Yahudi dan setengah bangsa lain. Wah itu pilihan yang sempurna. Disini ada orang dari kekaisaran Romawi dan dia bisa bergaul dengan orang-orang Yunani dan juga dengan orang-orang Yahudi.

Ayat 2, “Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium.” Ini faktor lain yang penting untuk mendapatkan personil yang tepat. Ingatlah persyaratan bagi penatua dan diaken di Perjanjian Baru supaya dalam hal reputasi mereka baik dan tanpa salah. Ayat 3, “dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.”

Terakhir kali Eunike dan Lois melihat Paulus adalah waktu dia terendam darah dan berbaring di tempat sampah kota. Dia baru dilempari batu. Nah sekarang dia mengatakan, “saya ingin mengundang anakmu untuk ikut usaha misionaris kami. Bagaimana, ibu setuju?” Di 1 Timotius 4:14 Paulus mengatakan kepada Timotius, “Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.”

Dengan kata lain mereka telah mengadakan komisi kecil dan mereka menumpangkan tangan kepadanya dan Paulus mengingatkan Timotius bahwa mereka telah mentahbiskan dia. Jadi Allah melengkapkan timnya yang sekarang terdiri dari Paulus, Silas dan Timotius. Paul memiliki hubungan spesial dengan Timotius. Paulus memanggil Timotius, “anakku yang sah dalam iman,” di 1 Timotius 1:2 dan di 1 Korintus 4:17 dia dipanggil “anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan.”

Di 2 Timotius 1:5 Paulus mengatakan, “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” Tahukah siapa yang membawa Timotius kepada Kristus? Lois dan Eunike. Jadi sebenarnya Timotius itu adalah orang percaya generasi kedua dan itu sangat menegaskan prioritas penginjilan. Menangkanlah orang lain yang akan memenangkan orang lain lagi.

Keempat, ini bersangkut paut dengan tindakan pencegahan yang tepat. KPR 16:3, “Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.” Ada orang yang mengatakan, Paulus itu bertindak disini sebagai orang Yahudisasi. Itu tidak perlu untuk penyelamatan, namun bukan itu tujuannya. Dikatakan bahwa Paulus ingin dia disunat karena orang-orang Yahudi ditempat itu.

Paulus menyadari bahwa itulah kuncinya untuk menjangkau orang Yahudi dan tempat pertama yang mereka kunjungi di setiap kota baru adalah sinagog. Dia telah dibesarkan dalam lingkungan sinagog. Yang hanya diperlukan adalah sunatan itu dan dia langsung bisa masuk dan diterima sama orang Yahudi dan itu tidak akan mempengaruhi pelayanannya diantara bangsa lain. Jadi itu hanya menyebabkan pelayanan itu berfungsi lebih lancar.

Nah ketika Titus datang, Paulus melarang dia disunat. Nah ada beberapa orang yang bingung mengapa dia minta Timotius disunat dan bukan Titus. Jawabannya adalah karena Titus bukan orang Yahudi. Kalau bangsa lain disunat itu memaksakan legalisme namun orang Yahudi yang disunat hanya menyebabkan dia lebih efektif.

Ditambah semua fitur itu, penginjilan di dasarkan presentasi yang tepat. Ayat 4, “Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.” Keselamatan oleh anugerah melalui iman. Dan kami ingin menambahkan “jauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan.” Mengapa? Supaya orang lain tidak tersinggung.

Jadi apakah pesan Kekristenan? Ada dua, 1. Keselamatan oleh anugerah. 2 Hidup penuh kasih. Anda diselamatkan oleh anugerah dan sekarang Anda hidup hukum raja kemerdekaan dan itulah hukum kasih. Itulah yang mereka khotbahkan. Dan akibatnya apa? Ayat 5, “Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.”

Kita memerlukan hasrat yang tepat, prioritas yang tepat, orang yang tepat, tandakan pencegahan yang tepat, presentasi yang tepat dan terakhir di tempat yang tepat. Lihatlah apa yang terjadi ketika Allah memberhentikan mereka di ayat 6, “Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.” Allah memimpin umat-Nya di setiap langkah prejalanan.

Lihatlah ayat 7-8, “Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. 8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.” Mereka tidak bisa pergi kr arah timur, mereka sudah pergi kesitu, dan disebelah selatan ada laut. Jadi kearah utara ke Bitinia, namun Roh tidak mengizinkan mereka kesitu. Namun Paulus masih ada koridor disitu, jadi dia terus saja antara Bitinia dan Asia dan dia terus berjalan sampai akhirnya dia sampai ke Troas.

Dia berhenti karena dia berada di Laut Egean. Ayat 9, “Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Tahukah kota-kota apa ada disitu? Filipi, Korintus dan Athena. Injil itu mulai mencapai Eropa. Ayat 10, “Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang disana.”

Wah Allah memakai mereka yang memiliki hasrat yang tepat untuk prioritas yang tepat dengan orang-orang yang tepat yang mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk menyampaikan presentasi yang tepat dan mereka dengan rendah hati mengikuti pimpinan-Nya. Apakah Anda murid yang melipatgandakan diri? Itulah pesan Allah bagi Anda malam ini. Anda bisa saja melakukan itu dengan pertolongan Roh Kudus! Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu