Jan 22, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Keputusan Yerusalem
22 Januari 2017

Jadi keputusannya jelas, doktrin telah ditentukan dan kami mendiskusikan persekutuan minggu yang lalu. Dan semua orang percaya memiliki hukum kasih, hukum kemerdekaan sempurna, yang juga dinamakan hukum raja oleh Yakobus. Dan kami membicarakan itu secara seksama minggu lalu. Jadi keputusannya adalah bahwa kita tidak akan menyusahkan mereka, mereka sudah selamat, kita menerima mereka namun kita harus hati-hati dalam bidang persekutuan, supaya tidak menyinggung mereka. Dan itu menunjukkan kasih dalam perbuatan.

Ayat 22, “Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.” Apakah Anda menyadari bahwa ada sesuatu yang jarang ada di dalam pertemuan gereja? Seluruh gereja setuju. Karena Roh selalu setuju dengan diri-Nya, dan jika semua dipenuhi Roh dan Roh itu berkuasa, maka semua orang akan setuju.

Jadi gereja mula-mula itu memiliki Roh yang menyatukan. Ya tentu saja ada kelopmpok orang yang harus memutuskan hal-hal, atau ada hal-hal yang harus ditentukan di kelas, namun jika itu berhubungan dengan soal-soal rohani, itu harus diselesaikan berdasarkan persetujuan semua orang. Itu baru menunjukkan semua orang memiliki batin Roh. Jika ada orang yang bandel, kami harus berurusan secara pribadi dengan dia dan dengan kasih ia harus dituntun kembali kepada Kristus.

Mereka memilih dua orang untuk mendampingi Paulus dan Barnabas. Gereja Yerusalem ingin supaya semua orang tahu bahwa ajaran ini benar, jadi mereka mengirim dua orang dari jemaat mereka untuk ikut. Mereka mengirim Yudas dan Silas. Kami tidak tahu apa-apa tentang Yudas, namun tentang Silas ada banyak berita. Silas dipanggil Sivanus oleh Paulus dan Petrus dan dialah yang mendampingi Paulus di perjalanan misi kedua. Dia juga yang membawa Surat pertama dari Petrus.

Perhatikanlah bahwa dikatakan bahwa mereka terpandang di dalam jemaat disitu. Yerusalem mengirim pemimpin mereka yang terbaik, untuk memberikan laporan yang kuat mengenai keputusan itu. Keselamatan adalah melalui anugerah oleh iman, tanpa tambahan! Kita melihat disini bahwa otoritas di gereja Yerusalem diberikan Allah kepada gembala-gembala Kristus. Gereja tanpa otoritas, tanpa kepemimpinan pusat, semuanya itu kacau.

Ayat 23 mengatakan, “Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain.” Jadi saudara-saudara Yahudi menulis kepada saudara-saudara bangsa lain, bayangkan betapa besarnya akibat positif dari sambutan itu. Siprus dan Galatia tidak disebut karena mereka adalah cabang-cabang Antiokhia.

Jadi mereka menulis kepada semua gereja bangsa lain itu. Ayat 24, “Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka.” Orang-orang Yahudisasi itu tidak diberi otoritas oleh gereja Yerusalem untuk mengatakan hal-hal itu. Mereka pura-pura mewakili para Rasul. Jadi orang-orang yang baru percaya itu bukan saya kesusahan, mereka benar-benar gelisah dan ngeri.

Dan kata kesusahan itu disini, dalam bahasa Yunani dipakai untuk membicarakan legalisme. Roh Allah telah menunjukkan betapa besar kesusahan itu ketika legalisme dikenakan kepada anugerah. Itu mengacaukan orang. Ajaran salah menyusahkan banyak orang. Legalisme adalah kesulitan besar karena pada saat kita merubahkan doktrin keselamatan, kita menghancurkan anugerah. Dan ketika Anda menghancurkan keselamatan, Anda mencelakakan orang.

Perjanjian Lama tidak mengajarkan legalisme. Allah mengasihi Hukum Taurat, namun Allah benci legalisme. Allah selalu ingin ketaatan. Ketaatan adalah melakukan sesuatu untuk kemuliaan Allah. Legalisme adalah melakukan sesuatu untuk memuliakan diri sendiri. Legalisme adalah melakukan sesuatu supaya orang memikir Anda saleh. Ada perbedaan besar diantara hukum Perjanjian Lama dan hukum Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama mengatakan, jika Anda melakukan ini, kemudian Aku, Allah akan melakukan itu. Keluaran 19:5-6 mengatkaan, “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. 6 Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus.” Ini juga diilustrasikan dengan hari Sabat, Anda bekerja enam hari dan sesudah itu Aku akan memberi kebebasan kepada Anda pada hari ketujuh.

Namun hukum Perjanjian Baru mengatakan di Efesus 1:3, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Inilah kebalikannya, karena kita telah dikaruniakan segala berkat rohani itu kita ingin hidup sesuai berkat itu. Tetapi ada juga orang Kristen di Perjanjian Baru yang hidup secara Perjanjian Lama. Saya akan melakukan ini dan itu supaya Allah lebih senang dengan aku. Tidak, Anda sudah dikaruniakan segala berkat rohani yang ada jika Anda percaya.

Karena itu legalisme adalah sikap yang salah. Anda bukan saja menaati Perjanjian Lama namun kedua Anda melakukan itu untuk kemuliaan diri. Itulah hasil natural ketika Anda mulai melakukan hal-hal sebagai orang Kristen untuk menyenangkan Allah. Karena Anda akan mengatakan saya sudah berbuat ini dan itu, jadi pasti Allah senang, dan itu berarti Anda memuliakan diri. Allah tidak mengizinkan kita pura-pura saleh. Pembenaran diri adalah hal yang buruk.

Allah mengatakan, buanglah semua hal yang dangkal dan bertobatlah dan Saya akan membersihkan Anda dari dalam. Legalisme bukan ketaatan, legalisme adalah berbuatl hal-hal untuk mendapatkan berkat-berkat. dan kedua untuk memuliakan diri. Orang-orang Yahudi itu mementingkan legalisme. Kita tidak dapat mengandalkan apapun juga kecuali pekerjaan Yesus Kristus yang telah dilakukan, dan itu ditawarkan kepada Anda sebagai hadiah gratis. Dan akibat itu datanglah ketaatan.

Di KPR 15:25-29 keputusan dewan itu diberikan, “Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, 26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. 27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. 28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: 29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat.”

Paulus dan Barnabas diberikan pujian yang terbesar yang dapat diberikan kepada seseorang. Disitu dikatakan bahwa mereka adalah pria yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk Yesus. KPR 14:19 mengatakan bahwa Paulus dilempari batu sampai orang memikirkan dia sudah mati. Dan pola kehidupan mereka selalu adalah mereka rela menderita demi Kristus. Seluruh kehidupan Paulus adalah suatu petualangan yang berbahaya. Dan memang itu benar juga bagi Petrus, Yohanes dan Stefanus.

Apakah Anda pernah dengar orang kehilangan nyawanya demi persekutuan dengan orang percaya lain? Ada orang yang memberikan nyawa mereka demi pelayanan kepada orang-orang yang tidak percaya dan orang percaya. Iya, pada akhir hidupnya Paulus mulai sakit sekali ditambah keadaan dia sebagai seorang kriminal yang dihukum mati juga tidak baik. Mengapa Paulus melakukan itu? Dia melakukan itu demi keuntungan orang lain dan dia tidak takut mati.

Roma 14:7-9 mengatakan, “Sebab tidak ada seorangpun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorangpun yang mati untuk dirinya sendiri. 8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan. 9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.”

Ketika Anda mengerti kelangsungan hidup kekal Anda tidak akan takut mati, jika Anda tidak takut mati Anda berani melakukan banyak hal yang berbahaya. Jika Anda memikir kematian itu suatu raksasa besar di perjalanan hidup yang akan menelan Anda dengan cara mengerikan, tentu saja Anda takut. Namun jika Anda melihat kematian sebagai pembebasan dari semua hal yang menakutkan Anda dan yang membebaskan Anda untuk mengalami semua berkat Allah yang ada, itu sikap yang berbeda sekali.

Bagaimana perasaan Anda terhadap nama Kristus? Mazmur 115:1 mengatakan, “Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan.” Keluaran 34:14 memberitakan kepada kami bahwa Allah itu Allah yang cemburu. Bagaimana Allah itu cemburu, bukankah itu dosa? Tidak, cemburu itu netral. Itu memang dosa jika Anda cemburu atas isteri tetangga, pekerjaannya, uangnya, mobilnya dan rumahnya. Cemburu seperti itu memang dosa.

Namun jika Anda cemburu atas nama suci Allah dan kehormatan Yesus Kristus, itu baik. Kita harus mengesampingkan ego kita demi Kristus. Tahukah apa yang dikatakan Yesus? Lihatlah Matius 10:39, “Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” Jika Anda mati berperang untuk kehormatan nama Allah, Anda tidak akan mati, Anda akan hidup kekal bersama Allah.

Ayat 27-28 mengatakan bahwa mereka mengirim Yudas dan Silas untuk mengkonfirmasi kesaksian itu dan “Sebab itu adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami,” nah itulah kunci sukses mereka. Itu indah sekali, ada kesatuan karena mereka semua dipenuhi Roh Kudus. Jadi mereka setuju semua karena mereka semua dikuasai Roh.

Biasanya saya dengar, Ya saya akan melakukan ini, namun saya tidak tahu apa yang Roh Kudus ingin saya lakukan. Atau, saya tahu keinginan Roh Kudus saya melakukan sesuatu namun saya tidak mau mengaku hal itu dan menaati hal itu. Karena itu kita semua harus dipenuhi Roh untuk melayani Allah dengan segenap hati dan dengan segenap kekuatan dan dengan bersatu.

Jadi mereka memberi keputusan mereka di ayat 28, “supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu.” Kami tidak memaksakan hukum atas anugerah. Hanya beberapa hal yang diperlukan di ayat 29, “kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan,” karena itu menyakiti hati orang Yahudi. Kemudian dia mengatakan, “Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik.” Jika Anda melakukan semua ini, itu menguntungkan Anda.

Jadi kita telah melihat pertikaian, diskusi dan keputusan. Marilah kita meneruskan dengan perkembangan. Ayat 30, “Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka.” Itu berarti semua orang ada disitu. Ayat 31, “Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.” Anugerah itu benar-benar menghiburkan, benar?

Bagaimana seandainya Anda harus memelihara keselamatanmu dengan perbuatan? Apakah Anda terhibur oleh karena itu? Saya rasa tidak. Anugerah itu menghibur, di dalam legalisme hanya ada rasa bersalah dan ketakutan. Ada berkat yang diberi Paulus di 2 Tesalonika 2:16-17, “Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita, 17 kiranya menghibur dan menguatkan hatimu dalam pekerjaan dan perkataan yang baik.”

Pertama ada penghiburan, kemudian ada sukacita, jadi hal kedua adalah perayaan. Di ayat 31 dikatakan, “Setelah membacanya mereka bersukacita.” Lihatlah gunung Sinai, apakah keluar Sinai sebelum ada hukum? Guntur, asap, api dan gempa bumi. Nah bandingkanlah ini dengan apa yang datang sebelum keselamatan. Lukas 2:10, “Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa-bangsa.”

Ayat 32, “Yudas dan Silas, yang adalah juga nabi, lama menasihati saudara-saudara itu dan menguatkan hati mereka.” Kedudukan mereka dalam hal kepentingan adalah disamping para Rasul, mereka berbicara langsung dari Allah. Ayat 33, “Dan sesudah beberapa waktu keduanya tinggal di situ, saudara-saudara itu melepas mereka dalam damai untuk kembali kepada mereka yang mengutusnya.” Jadi kedua orang ini berdiam disana cukup lama untuk mengajar orang-orang bukan Yahudi itu, bukankah kesatuan gereja ini indah sekali?

Dan tangan orang-orang non-Yahudi itu terbuka lebar. Mereka menerima dua guru Yahudi dari gereja Yerusalem untuk mengajar mereka. Jadi mereka terhibur dan penuh sukacita. KPR 20:32 mengatakan, “Firman kasih karunia itu berkuasa membangun Anda.” Hanya anugerah sanggup melakukan itu. Jadi anugerah itu menyebabkan ada penghiburan dan perayaan. Apakah dikatakan Petrus? “Bertumbuhlah dalam anugerah.”

Nah pada akhirnya ada lanjutan. Ayat 34 tidak ada dalam naskah asli. Jadi marilah kita melihat ayat 35, “Paulus dan Barnabas juga tinggal beberapa lama di Antiokhia. Mereka bersama-sama dengan banyak orang lain mengajar dan memberitakan firman Tuhan.” Jadi mereka meneruskan dimana mereka berhanti sebelumnya. Dan setelah pesan anugerah itu dimengerti sepenuhnya dan digunakan, mereka pergi dan mengikuti kemana Roh Kudus itu membimbing mereka berikutnya.

Iblis pasti capai karena semua rencananya diputarbalikan. Iblis mengatakan, saya akan masuk ke dalam gereja dengan ajaran keselamatan yang palsu. Apa yang terjadi? Akibat hal itu malah gereja menjelaskan doktrin itu dengan seksama. Iblis mengatakan saya akan memisahkan orang Yahudi dari bangsa lain, namun karena usaha ini orang Yahudi dan bukan Yahudi malah dicampur menjadi satu.

Iblis mengatakan saya akan memberhentikan kemajuan pengabaran Injil. penjelasan doktrin keselamatan, kesatuan orang Yahudi dengan bangsa lain, tetapi hasilnya hanya kemajuan pengabaran injil malah menjadi lebih cepat. Iblis memberi keadaan sempurna bagi Allah untuk mencapai apa yang Dia inginkan. Marilah kita bersyukur kepada Allah yang memutarbalikan semua usaha Iblis untuk hasil positif.

Jadi mereka meneruskan dua hal, mengajar dan berkhotbah, mengabarkan injil dan kemajuam rohaniah. Keputusan itu kembali dan apa yang terjadi sesudahnya? Gereja itu mendirikan ajaran keselamatan, meneruskan dimana mereka berhenti dan berkembang dengan cara yang lebih besar lagi. Tidak ada keselamatan lain, kecuali di dalam nama Yesus Kristus, dan itu saja.

Dan Allah tidak berubah, Dia tahu apa yang akan terjadi di Amerika dengan segala kerusuhan dan rencana-rencana orang fasik untuk menyebabkan ada kekacauan dan ketakutan. Allah tahu akhir dari permulaan dan tujuan-Nya adalah untuk memanggil Anda kepada diri-Nya. Matius 10:26 mengatakan, “Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.”

Kuatkanlah dirimu di zaman ini yang penuh ketidakpastian, teruskanlah pelayanan Anda kepada Allah dalam kapasitas apapun yang Dia telah tentukan bagi Anda, dan tetaplah dan setialah kepada Allah Alkitab, yang tahu masalah-masalahmu dan yang penuh anugerah dan belas kasihan. Dan menetaplah dekat dengan Dia dalam keadaan apapun, karena Dia berjanji bahwa Dia tidak pernah akan membiarkan engkau tergeletak dan tertinggal. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu