Jan 15, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Persekutuan Anugerah
15 Januari 2017

Gereja mula-mula bertemu bersama-sama untuk membahas pertanyaan penting tentang bagaimana orang diselamatkan dan kami telah mempelajari hal itu selama beberapa minggu. Dan kami belajar bagaimana para Rasul membela doktrin keselamatan oleh anugerah tanpa tambahan apapun. Dan setelah membela ajaran itu mereka masuk ke dalam bidang persekutuan. Ada peraturan tingkah laku seorang Kristen berhubungan dengan orang Kristen lain, dan itulah pokoknya malam ini.

Manusia terpisah dari Allah oleh dosa, namun Allah pada saat yang sama ingin menarik manusia itu kembali kepada-Nya. Jadi Allah merencanakan untuk memulihkan manusia, untuk menghilangkan kegelapan dan untuk menyalakan terang, untuk mengampuni dosa-dosanya, untuk menebusnya, Jadi bagaimana kedua pihak dapat bertemu? Jawabnya adalah di Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, 9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Bagaimana manusia diselamatkan? Nah itu harus diselesaikan di Dewan Yerusalem. Orang Yahudi selalu merasakan bahwa jika seseorang ingin datang kepada Allah dia harus menjadi orang Yahudi dulu. Di dalam Perjanjian Baru, Kekristenan diperkenalkan dan keselamatan diajarkan melalui Kristus oleh iman, namun orang-orang Yahudisasi tidak setuju. Jadi mereka mengikuti Paulus dan Barnabas ke semua tempat dan memberitakan kepada bangsa lain yang baru diselamatkan bahwa mereka harus disunat dulu dan mengikuti Hukum Taurat.

Masalah itu harus diselesaikan karena jika kita tidak memiliki doktrin yang benar untuk diselamatkan, tidak ada orang yang bisa diselamatkan. KPR 15 mulai dengan pertikaian. Mereka semua bertemu di Yerusalem karena semua mulai disitu, dan para Rasul dan penatua gereja semua mempertimbangkan soal ini. Jadi Paulus dan Barnabas mulia memberikan pandangan mereka dulu, kemudian partai sunat berdiri di ayat 5 dan mengatakan bahwa semua orang harus disunat dulu dan mengikuti Hukum Taurat.

Setelah pertikaian itu kita melihat ada diskusi di ayat 6 -18, dan ada tiga pidato utama, yang pertama dari Petrus, terus Paulus dan akhirnya Yakobus. Petrus membela keselamatan oleh anugerah saja, dan dia memakai sebagai contoh Kornelius. Kornelius diselamatkan hanya oleh anugerah melalui iman. Allah memberikannya Roh Kudus dan Allah menyucikannya oleh iman di ayat 9. Kemudian di ayat 10-11 dia mengatakan, janganlah memberi orang non-Yahudi persyaratan hukum ini, karena memang tidak ada orang yang diselamatkan oleh Hukum.

Orang-orang bengong dan diam saja. Dan itu diikuti perkataan dari Paulus di ayat 12 dan mereka memberi alasan lain mengapa keselamatan itu oleh anugerah saja, karena Allah menyetujui pesan anugerah itu. Paulus dan Barnabas melakukan mujizat dan juga tanda-tanda dan keajaiban. Allah menegaskan pesan mereka yang adalah anugerah saja, sementara Allah tidak menegaskan pekerjaan orang Yahudisasi itu.

Bukti terakhir adalah pernyataan Yakobus di KPR 15:13-18. Dan Yakobus mengatakan bahwa keselamatan terdapat oleh anugerah karena Perjanjian Lama telah menubuatkan bahwa bangsa lain akan diselamatkan sebagai bangsa lain. Perjanjian Lama mengatakan di Amos bahwa ada sisa orang-orang yang akan mencari Allah, dan semua bangsa yang akan memanggil nama-Nya akan diselamatkan.

Di ayat 19 Yakobus mengatakan, “Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah.” Janganlah kita mempersulit mereka dengan mengharuskan legalisme. Nah itulah kesimpulannya, dan itulah disetujui semua Rasul. Di Roma 1:16 rasul Paulus mengatakan, “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.”

Namun masalah doktrin tidak selalu akan menyelesaikan sikap hati orang. Jadi doktrin keselamatan itu adalah anugerah, namun persekutuan dengan bangsa lain perlu di rencanakan dengan seksama dan mereka perlu belajar beberapa hal. Ayat 20, “tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.”

Tahukah Anda bahwa hal yang paling menjijikkan bagi orang Yahudi adalah penyembahan berhala? Allah selalu menghakimi Israel tentang penyembahan berhala. Nah, kadang ada orang Yahudi yang makan di rumah bangsa lain dan dia ditawarkan daging yang telah dipakai untuk menyembah berhala. Bagi orang Yahudi ini menjijikkan karena dia tidak mengerti bahwa tidak ada penyembahan berhala disitu. Jadi meskipun kami bebas dibawah anugerah, kami perlu peka akan perasaan orang Yahudi supaya kami tetap dapat melayani mereka.

Jadi Yakobus mengatakan, jauhkanlah dirimu dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala. Di 1 Korintus 8:9, Paulus mengatakan, “Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.” Itulah prinsip untuk memelihara hubungan dengan saudara yang lemah. Kemudian di KPR 15:21 Yakobus mengatakan, “Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”

Ingatlah bahwa Musa masih dipelajari dan banyak orang Yahudi masih dibawah ajaran Musa. Kemudian Yakobus mengatakan, jauhkanlah dirimu dari percabulan di ayat 20. Penyembahan berhala bangsa lain selalu bersangkut paut dengan hal–hal seksual dan para nabiah dan pendeta-pendeta perempuan semua pelacur dan kebaktian di kuil-kuil seperti Diana hanya merupakan pesta pora liar. Jadi Yakobus mengatakan, hindarilah segala bentuk aktivitas seksual atau implikasi ada hubungan dengan percabulan.

Nah ini juga masalah moral, dan 1 Korintus 6 berhubungan dengan hal ini berdasarkan moralitas. Itu salah jika Anda berhubungan seksual dengan seseorang diluar pernikahan, karena Anda menghubungkan Kristus dengan pelacur. Itu salah secara moralitas, namun itu salah juga secara persekutuan. Akibatnya mendalam dan bertahan lama sepanjang beberapa generasi. Kemudian hal ketiga dan keempat yang dibicarakan Yakobus adalah, “dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.” Itu adalah hukum-hukum diet.

Tidak ada salahnya makan daging dengan darahnya, di dalam Perjanjian Lama peraturan itu diberikan untuk memisahkan Israel sebagai bangsa khusus sehingga mereka tidak bisa makan makanan yang sama, dan jadwal mereka berbeda karena kalender mereka berbeda semua, dengan hari Sabat dsb. Allah melakukan banyak hal untuk memisahkan mereka supaya mereka menjadi saksi murni. Namun di Perjanjian Baru, Dia ingin menyatukan orang Yahudi dan bangsa lain, jadi Allah menghilangkan semua itu.

Masih ingat ada kain yang turun dari langit di KPR 10:12-16, “Di dalamnya terdapat pelbagai jenis binatang berkaki empat, binatang menjalar dan burung. 13 Kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata: "Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!" 14 Tetapi Petrus menjawab: "Tidak, Tuhan, tidak, sebab aku belum pernah makan sesuatu yang haram dan yang tidak tahir." 15 Kedengaran pula untuk kedua kalinya suara yang berkata kepadanya: "Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram." 16 Hal ini terjadi sampai tiga kali dan segera sesudah itu terangkatlah benda itu ke langit.”

Petrus, itu semua sudah hilang, orang Yahudi dan orang bukan Yahudi sekarang menjadi satu di dalam gereja. Itulah rencana Allah, tidak ada lagi yang halal atau yang haram. Bangunlah Petrus, sembelihlah dan makanlah semuanya. Jadi upacara itu sudah ditiadakan namun beberapa orang Yahudi tidak bebas. Orang Yahudi telah dilarang untuk makan binatang yang dicekik karena darahnya belum dikeluarkan, dan mereka juga dilarang minum darah. Jadi dia mengatakan kepada mereka, janganlah lakukan hal-hal seperti itu.

Jadi mengapa Yakobus mengatakan kepada mereka jangan meakukan itu? Apakah mereka akan diselamatkan jika mereka tidak melakukan hal-hal itu? Tidak, kita diselamatkan oleh anugerah melalui iman saja, namun ini berhubungan dengan persekutuan. Jika tubuh harus menjadi satu dan jika orang Yahudi dan bangsa lain harus bergaul dengan baik, maka orang-orang non-Yahudi harus membatasi kemerdekaan mereka demi hati nurani orang Yahudi.

Ada orang yang memikir, saya sudah selamat jadi saya bisa berbuat apa saja. Pada suatu ketika saya diselamatkan dan sesudah itu semuanya anugerah. Namun bukan seperti itu caranya orang hidup. Tahukah Anda bahwa selalu ada hukum? Sebelum orang jatuh ke dalam dosa, Adam dan Hawa di taman indah dan semuanya murni tetapi Allah tetap ada hukum. Disitu ada pohon namun janganlah makan buahnya. Setiap orang di dunia ini hidup dibawah hukum Allah.

Dan sekarang semua orang yang diselamatkan berada dibawah hukum juga. Hukum apa itu? Nah itu dinamakan Hukum Kristus atau hukum raja, yang berarti di Yakobus 2:8, itu berasal dari Raja. Nah Hukum Taurat juga dinamakan kuk perhambaan. Namun hukum Perjanjian Baru berbeda sekali, itu dinamakan hukum kemerdekaan sempurna.

Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya, setelah Ia mencuci kaki mereka dan menujukkan kasih-Nya di Yohanes 13:34-35, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Di Perjanjian Lama hukum itu berbeda, “Lakukanlah ini kalau tidak kau akan mati.” Hukum itu dibangun atas ketakutan.

Alkitab mengatakan di 1 Yohanes 4:18, “kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan.” Kami memiliki hukum yang baru, Saya tidak menyembah Allah karena saya takut Dia, saya melayani karena saya mengasihi Dia. Inilah hukum kasih, namun itu satu sisi saja. Ada sisi lain di Galatia 6:2, “Bertolong-tolonganlah menanggung beban sesamamu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” Ketika ada orang yang tidak sanggup memikul bebannya, tolonglah orang itu.

Roma 13:8-10, “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. 9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! 10 Kasih ini tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena kasih itu adalah kegenapan hukum Taurat.”

Kami tidak perlu ada daftar peraturan karena kasih terhadap orang lain menyebabkan kami tidak perlu memiliki sesuatu spesifik. Itulah hukum kasih. Yakobus 2:8 mengatakan, “Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.” Pada dasarnya hidup Kristen memerlukan satu hal saja, yaitu mengasihi orang lain, itu saja. Tidak perlu ada sunatan, tidak perlu ada upacara, hanya kasih.

Ketika Anda mengasihi seseorang, itu mengubah perilaku Anda terhadap orang itu. Saya memikirkan keluargaku sendiri, saya memelihara mereka, namun saya juga harus memperlakukan semua orang lain seperti mereka keluarga kandung saya. Jika mereka ada kebutuhan, saya mencoba memenuhi kebutuhan mereka. Jika mereka sakit, aku menghibur mereka, jika mereka perlu di disiplin, aku mendisiplin mereka. Jika mereka perlu kasih, saya memberikan waktu kepada mereka, dan itu semua karena saya mencoba mengasihi orang lain seperti saya mengasihi diriku sendiri.

Kekuatan terbesar di dunia adalah kasih. Apa yang telah dilakukan pria untuk cinta seorang wanita dan apakah yang dilakukan wanita untuk cinta seorang pria, apa yang dilakukan orang karena mengasihi sesuatu atau negara, sesuatu yang mereka percaya, benar-benar mengagumkan. Cinta adalah kuasa terbesar dalam hal motivasi. Bagaimana caranya memiliki kasih seperti itu terhadap Allah dan orang lain?

Galatia 5:13-14 mengatakan, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Lihatlah ayat 16, “Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”

Jadi prinsip pertama dalam mengasihi seseorang adalah hiduplah oleh Roh. Ketika Anda mengasihi orang dan itu tidak bisa dikendalikan, pasti itulah Kristus di dalam Anda. Di Efesus 3:16-19 Paulus mengatakan, “supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, 17 sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. 18 supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, 19 dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan.”

Anda tidak akan mengenal kasih Kristus, kecuali Ia menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu. Hidup oleh Roh itu perlu sebelumnya Anda sanggup mengasihi. Mengapa? Karena Anda dalam kedangingan tidak sanggup mengasihi. Mengasihi secara Kristus hanya mungkin melalui Roh Kudus. Dan hidup oleh Roh terjadi pada saat kita menyerahkan diri setiap hari kepada Roh Kudus.

Prinsip kedua kembali kepada hukum kemerdekaan sempurna di Yakobus 1:18, “Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi hasil pertama di antara semua ciptaan-Nya.” Ayat 21-22, “Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. 22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”

Di ayat 25, Anda akan melihat bagaimana hukum kebebasan sempurna itu bekerja, “Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.” Kasih duniawi hanya emosi saja, namun kasih dari Allah bukan suatu perasaan, namun suatu prinsip yang mengatakan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri dan tanggunglah beban orang lain.

Mungkin saja Anda tidak akan merasa penuh kasih, namun Anda bisa mengasihi dengan tindakan dan perbuatan. Jadi hukum bagi orang percaya adalah hukum kasih. Bangsa lain yang telah dikonversi meskipun sekarang mereka merdeka, tidak boleh bertindak antagonis. Janganlah mereka menghakimi, haruslah mereka mengasihi. Dan jika mereka membatasi perilaku mereka supaya tidak menyebabkan orang lain tersinggung, itulah hal yang baik. Ini adalah hasil dari melakukan prinsip kasih.

Nah prinsip ini sulit dipelajari gereja mula-mula. Lihatlah Roma 14:1-2, “Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya. 2 Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.” Ini bukan hal moral, jika Anda suka makan sayur-sayuran, baguslah, Saya tetap mengasihi Anda. Kemudian Paulus mengatakan di ayat 12, “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.” Jangalah hal-hal yang netral dan tidak penting menyalahkan Anda.

Jadi Yakobus mengatakan kepada orang-orang di Dewan Yerusalem, kalian dibawah anugerah dan kalian merdeka, namun ada juga hukum raja, hukum kemerdekaan dan itu mengatakan, janganlah berbuat hal-hal yang akan menyinggung saudaramu yang lemah. Tolonglah dia dalam menanggung bebannya dan tolonglah supaya Roh Allah mendewasakannya. Paulus mengatakan, jika saya berada diantara orang Yahudi, saya menjadi orang Yahudi, jika saya berada diantara bangsa lain, saya bertindak sebagai bangsa lain itu, supaya dengan cara apapun juga saya dapat memenangkan mereka bagi Tuhan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu