Jan 08, 2017 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2017
Keselamatan oleh Anugerah
8 Januari 2017

Kita terus mempelajari Kisah Para Rasul 15 pada waktu kita melihat apa yang terjadi di sidang Yerusalem. Gereja menghadapi krisis pertama mengenai doktrin keselamatan. Ada beberapa orang yang mengajarkan bahwa orang diselamatkan oleh anugerah ditambah pekerjaan. Ada orang lain yang percaya bahwa manusia diselamatkan oleh anugerah saja. Jadi konflik ini diselesaikan di dewan Yerusalem.

Nah pada saat kita mempelajari KPR 15, kita belajar tentang konsep anugerah ini. Nah kata anugerah itu esensiil di dalam Kekristenan. Semua sistem agama lain di dunia mendekati Allah, siapapun Allah itu dalam sistem mereka sendiri, berdasarkan perbuatan atau karya manusia. Ada hal-hal tertentu yang dilakukan orang dan karena dia berbuat itu Allah berkenan kepadanya dan dia diperbolehkan untuk mendekati Allah itu.

Hanya Kekristenan menawarkan keselamatan yang sama sekali tidak ada hubungan dengan apa yang Anda lakukan atau apa yang telah Anda lakukan atau apa yang Anda akan lakukan. Keselamatan dalam Kekristenan berdiri sendiri terpisah dari semua aliran agama lain, dan itu dinamakan keselamatan berdasarkan anugerah. Dan anugerah itu adalah keselamatan bebas dari Allah yang ditawarkan kepada manusia berdasarkan apa yang dilakukan Kristus, terpisah dari apa yang dilakukan manusia.

Saya diselamatkan bukan karena saya patut diselamatkan, bukan karena sesuatu yang saya lakukan, bukan karena saya orangnya baik, tetapi karena semua yang ada di Kristus, semua yang Dia lakukan, yang saya percaya saja dan Allah memperhitungkan kepadaku keselamatan-Nya. Jadi anugerah itu adalah pekerjaaan Allah yang cuma-cuma untuk menyelamatkan manusia. Allah bukan saja menawarkan anugerah untuk menyelamatkan Anda, akan tetapi Allah ingin supaya Anda menjadi seperti Anak-Nya. Dia ingin Anda berubah menjadi seperti Yesus Kristus.

Nah ketika Anda mengalami anugerah keselamatan itu, itu hanya pada mulanya, kemudian kedua, kita bergerak kepada apa yang dibicarakan di Roma 5 yaitu anugerah dimana kita bertahan. Setelah aku diselamatkan oleh anugerah, aku mulai hidup dalam anugerah dan anugerah itu dikembangkan supaya aku menjadi seperti Yesus. Akhirnya keselamatanku adalah bahwa saya akan menjadi seperti Yesus. Dan saya tidak melakukan apapun untuk patut diselamatkan, sebelumnya, pada waktu itu terjadi dan sesudahnya.

Namun tahukah Anda bahwa bahkan di dalam Kekristenan pun orang-orang tidak mengerti anugerah. Mereka salah-artikan anugerah dan malah melawan anugerah. Manusia selalu ingin menambahkan pekerjaan kepada anugerah. Dan itulah yang terjadi di gereja mula-mula. Allah menawarkan keselamatan bebas kepada bangsa lain dan orang Yahudi mengatakan tidak, Anda harus disunat dan mengikuti hukum Taurat dan semua upacara. Jadi masalah dasar adalah, bagaimana orang itu diselamatkan?

Nah KPR 15 itu dibagi dalam empat bagian. Kita melihat minggu yang lalu bagian pertama yang adalah pertikaian. Orang-orang Yahudi dan bangsa lain bertengkar mengenai apakah orang harus disnuat. Nah, pertikaian itu keluar di ayat 5, bahkan mereka datang ke Yerusalem dan orang-orang Farisi yang menjadi Kristen berdiri dan mengatakan, bangsa lain harus disunat dulu dan mereka harus mengikuti Hukum Taurat.

Nah pertikaian ini menyebabkan kedua ada diskusi. Disini terdapat tiga orang yang mendominasikan diskusi itu, yaitu Petrus, Paulus dan Yakobus. Lihatlah ayat 11, “Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” Pernyataan ini datang dari para Rasul, karena mereka telah bertemu sendiri, dan mereka semua sudah setuju. Mereka hanya menyatakan iman mereka, yaitu hanya anugerah tanpa tambahan apa-apa diperlukan untuk keselamatan.

Petrus mendukung hal itu dengan empat poin, dia mengatakan bahwa keselamatan oleh anugerah sudah terbukti oleh wahyu masa lalu. Di ayat 7 dia mengatakan bahwa itu telah terjadi seperti itu sepuluh tahun yang lalu, Allah menyelamatkan bangsa lain berdasarkan iman saja. Kedua, hadiah pemberian Roh Kudus. Ayat 8, “Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita.” Dengan kata lain, hanya orang-orang yang diselamatkan diberi Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan mereka Roh itu, itu berarti mereka benar-benar selamat, tanpa sunatan.

Hal ketiga, Allah mengampuni dan menyucikan mereka. Ayat 9, “dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.” Allah menyucikan mereka dari segala dosa-dosa mereka. Kemudian Petrus menambahkan kepada itu ketidakmampuan Hukum Taurat untuk menyelamatkan siapapun juga. Ayat 10 mengatakan, “Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?”Lihatlah dia mengatakan, mengapa memaksakan legalisme kepada mereka, kalau itu tidak bekerja untuk kita?

Kemudian Paulus menyatakan betapa banyak mujizat Allah memberi kepada bangsa-bangsa lain itu. Ketika Paulus memberitakan injil anugerah, Allah menegaskan itu dengan mujizat-mujizat. Allah telah membuktikan dengan mujizat bahwa keselamatan oleh anugerah adalah benar. Kemudian ayat 12 mengatakan, “Maka diamlah seluruh umat itu.”

Sekarang kita melihat Yakobus, yang menambahkan bukti keenam dari keselamatan oleh anugerah. Itu dinamakan janji nubuatan yang mulai dari ayat 13 sampai ke ayat 18. Ayat 13-14, “Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon (Petrus) telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.”

Yakobus mengatakan, Petrus baru mengatakan bahwa Allah pada mulanya mengunjungi bangsa-bangsa lain. Sekarang dia mengatakan di ayat 15, “Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis.” Allah akan menyelamatkan bangsa-bangsa lain dulu melalui gereja, tanpa mereka harus menjadi orang Yahudi dulu. Yakobus mengulangi hal itu, di akhir ayat 15, “seperti yang tertulis.” Kemudian dia mengutip Amos 9:11-12, dari versi Yunani, yaitu Septuaginta di ayat berikutnya.

Ayat 16-18, “Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, 17 supaya semua orang lain mencari Tuhan bahkan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, 18 yang telah diketahui dari sejak semula.”

Ini berarti ketika keselmatan itu datang, itu akan datang dari semua bangsa-bangsa lain. Dan ini berarti bahwa orang bukan Yahudi akan diselamatkan sebagai orang bukan Yahudi. Mereka tidak perlu menjadi orang Yahudi dulu. Allah mengatakan, Saya akan memanggil mereka kepada-Ku langsung. Tidak ada persyaratan sunatan atau mengikuti Hukum Taurat dan menjadi orang Yahudi dulu.

Ayat 16 mengatakan bahwa Israel akan dibangun kembali, ayat 17 bangsa-bangsa lain juga akan diselamatkan sebagai bangsa. Ini adalah nubuatan kerajaan seribu tahun. Kerajaan milenial itu akan terdiri dari dua bagian, Israel akan dipulihkan di ayat 16 namun bangsa-bangsa lain juga akan diselamatkan sebagai bangsa lain langsung oleh Allah di ayat 17.

Jadi bagaimana orang-orang bukan Yahudi akan diselamatkan di kerajaan seribu tahun itu? Masih ingat penghakiman dimana Yesus akan memisahkan domba-domba dari kambing-kambing di Matius 25? Pada saat Kristus kembali Dia akan menghakimi orang-orang non-Yahudi. Dan bangsa lain yang menjadi kambing yang telah menganiaya Israel dan membuktikan mereka tidak percaya Kristus akan dibuang ke dalam lautan api. Namun bangsa lain yang menjadi domba, yang percaya Mesias akan mewarisi kerajaan itu.

Nah, orang-orang bukan Yahudi akan memiliki keturunan banyak generasi anak-anak di dalam kerajaan itu, dan keturunan mereka yang terdiri dari jutaan orang-orang yang bukan Yahudi akan diselamatkan sama seperti semua orang lain, yaitu dengan kepercayaan kepada Yesus Kristus. Namun tidak semua akan diselamatkan, dan akan ada pemberontakan di seluruh dunia pada akhir seribu tahun itu, yang dipimpin Iblis ketika dia dilepaskan dari penjara. Namun intinya Amos adalah bahwa mereka akan diselamatkan sebagai orang non-Yahudi.

Segala sesuatu yang akan terjadi di Kerajaan masa depan akan digenapkan secara terbatas dalam zaman gereja ini. Misalnya, di kerajaan seribu tahun Kristus akan memerintah, namun sekarang Dia memerintah di dalam hati orang percaya. Di kerajaan akan ada damai, namun sekarang ada damai di dalam hati kita. Di dalam kerajaan Dia akan mencurahkan Roh Kudus-Nya kepada semua orang, di dalam zaman gereja ini Roh Kudus berdiam di dalam hati orang percaya. Karakter sepenuhnya dari kerajaan itu akan terlihat secara terbatas di dalam gereja sekarang.

Ayat 16 ada disitu karena orang-orang Yahudi perlu tahu bahwa mereka tidak digantikan oleh orang-orang non-Yahudi. Itulah janji Allah di tengah-tengah keselamatan orang-orang non-Yahudi. Ditengah-tengah sejarah gereja, Allah tidak melupakan Israel. Petrus berkata dalam khotbahnya di KPR 3:15, “Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh,” namun ia langsung berbalik dan berkata di KPR 3:25, “Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati.”

Allah belum selesai dengan Israel. Anda dapat mempelajari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dan Anda akan menemukan bahwa janji-janji keselamatan orang-orang bukan Yahudi selalu berhubungan dengan restorasi Israel. Yakobus mengutip ayat-ayat itu supaya mereka tahu bahwa Allah tidak merubahkan rencana-Nya dan Allah tidak akan melupakan atau merubahkan janji-janji-Nya.

Nah sekarang ada juga alasan kedua. Orang-orang Yahudi percaya bahwa ada alasan kuat di Zakharia 8, mengapa bangsa-bangsa lain harus menjadi orang Yahudi dulu sebelum bisa diselamatkan. Zakharia 8:20-22 mengatakan, “Beginilah firman Tuhan semesta alam: "Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota. 21 Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk berdoa kepada Tuhan dan mencari Tuhan semesta alam! Kamipun akan pergi! 22 Jadi banyak bangsa dan suku-suku bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan semesta alam di Yerusalem dan berdoa kepada Tuhan.” Ini membicarakan semua bangsa-bangsa lain.

Kemudian Zakharia 8:23 mengatakan, “Beginilah firman Tuhan semesta alam: "Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!” Pada akhirnya akan ada sepuluh orang bangsa lain yang bergantung kepada lengan setiap orang Yahudi.

Nah orang-orang Yahudisasi menterjemahkan ayat-ayat itu bahwa untuk bertemu dengan Allah Anda harus menjadi orang Yahudi dulu. Tetapi bukan itu artinya ayat itu. Artinya ayat itu adalah bahwa orang Yahudi hanya menjadi pengabar atau pesuruh saja. Di zaman tribulasi Allah akan memeteraikan seratus empat puluh ribu orang Yahudi dari Israel untuk menjadi saksi-saksi-Nya, Di gereja mula-mula siapakah yang mengabarkan injil kepada Israel? Orang Yahudi. Siapakah yang memberitakan Injil kepada orang Samaria? Orang Yahudi. Siapakah yang memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi? Paulus dan Barnabas, orang Yahudi. Allah selalu memilih hamba-hamba Yahudi yang terpilih.

Disini juga terdapat kronologi sejarah Allah. Ayat 14, Allah akan mengunjungi bangsa-bangsa dan mengabil dari mereka orang-orang yang percaya nama-Nya, itulah panggilan gereja, benar? Apa yang terjadi sesudah gereja itu dipanggil? Kristus kembali. Apakah terjadi sesudah Kristus kembali? Restorasi Israel, “Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh.” Dan apa yang akan terjadi sesudah itu? Keselamatan dunia bangsa lain, di ayat 17.

Disitulah terdapat eskatologi, yaitu urutan peristiwa di masa depan. Perhatikanlah bahwa Kristus akan kembali setelah gereja dipanggil. Itulah kepercayaan kita. Jadi ada pertikaian yang diikuti diskusi dan betapa kuat bukti-bukti itu. Nah sekarang kita akan melihat keputusannya. Di ayat 19 Yakobus mengatakan, “Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah.”

Namun Yakobus itu bijaksana, dia tahu bahwa bangsa-bangsa lain yang hidup tanpa aturan dapat memandang prinsip anugerah tanpa ditambahakan apa-apa dan kemudian hidup liar. Karena itu Yakobus kembali dengan beberapa prinsip yang berhubungan dengan persekutuan. Ada beberapa hal yang saya boleh melakukan dalam anugerah, namun saya tidak mau melakukannya, karena mungkin saya dapat menyakiti hati beberapa orang dan karena itu pelayanan kepadamu terhambat.

Nah disinilah kita melihat mengapa persekutuan itu penting, jadi langsung dan untuk memperkenalkan konsep ini, di ayat 20-21 Yakobus mengatakan, “tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”

Nah kita tahu keselamatan itu karena ada anugerah namun persekutuan memiliki beberapa ciri yang perlu dipertimbangkan. Jauhkanlah dirimu dari empat hal: pencemaran berhala, percabulan, binatang yang dicekik dan darah. Mengapa? Karena masih ada banyak orang Yahudi di setiap kota yang mengikuti Hukum Taurat. Dan kalau kamu orang Kristen hidup bertentangan dengan itu secara terang-terangan, kalian akan menyinggung perasaan orang Yahudi Kristen yang masih belum tahu kebebasan mereka.

Paulus mengatakan di 1 Korintus 8:9, “Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.” Baiklah, jika makan daging menyebabkan saudaraku merasa tersinggung, saya tidak akan makan daging. Itu adalah kedewasaan rohani. Orang kadang mengatakan Stan apakah anda minum minuman keras? Saya menjawab, tidak, karena pada dasarnya saya merasa mungkin ada orang percaya yang merasa tersinggung dengan hal itu, dan saya ingin melakukan sesuatu yang membangun orang percaya itu dan tidak menyebabkan dia jatuh.

Hal kedua yang Yakobus memberikan mereka sebagai prinsip-prinsip, bukan saja dari pencemaran berhala, namun juga dari percabulan. Tahukah bahwa dalam penyembahan orang Yunani selalu ada hubungan seksual. Ada pendeta wanita yang adalah pelacur, seluruhnya adalah pesta seksual besar. Dan dia mengatakan, itu tidak boleh semua, tahukah bahwa kamu orang Kristen bangsa lain harus melawan segala sesuatu yang berhubungan dengan penyembahan berhala seksual yang kalian dulu pernah lakukan.

Persekutuan sejati datang dengan kasih yang mengorbankan diri dan yang mengatakan, apa yang saya lakukan, saya lakukan sambil memikirkan Anda. Kita semua diselamatkan untuk berbuat baik. Dengarkanlah saudara-saudari, perbuatan kita tidak ada hubungan dengan keselamatan, namun dalam keselamatan itu segala sesuatu berkaitan dengan pekerjaan persekutuan. Marilah kita mempelajari hal itu lebih lagi di minggu depan. Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu