Nov 27, 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Anugerah dan Syukur
27 November 2016

“Sebab semuanya itu terjadi untuk kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.” Disini Paulus menulis bahwa dalam pelayanan kepada Allah, bahkan orang yang baru bertobat dan bersyukur pun tidak bisa menjadi akhir pelayanan kami. Pelayanan kami mencapai tujuannya hanya pada saat kemuliaan Allah ditinggi-kan. Dan bersyukur adalah hal penting dalam keseluruhan pelayanan kami.

Dalam bahasa Yunani ada hubungan diantara anugerah dan bersyukur karena keduanya berasal dari akar kata asli yang sama. Dan kita perlu tahu hubungan itu supaya kita dapat mengerti artinya bersyukur nyata. Bersyukur itu lebih dari mengatakan, “terimakasih.” Kami perlu ada perasaan bersyukur di dalam hati supaya itu menjadi syukur nyata.

Namun bersyukur itu lebih daripada kesenangan saat diberi hadiah. Jika Anda memberi anak berumur sepuluh tahun, suatu permainan elektronik baru, dia mungkin hanya membual bahwa permainannya lebih baik dari tetangganya. Dia tetap tidak bersyukur karena kegembiraannya tidak diarahkan kepada si pemberi hadiah itu. Bersyukur itu adalah perasaan tentang si pemberi itu karena dia telah memberikan Anda suatu hadiah yang baik atau dia telah melakukan sesuatu yang baik bagi Anda.

Namun disini juga terdapat sesuatu hal lain. Perasaan bersyukur itu juga meningkat dalam proporsi langsung sebagaimana hadiah itu tidak layak kita terima. Dengan kata lain, rasa bersyukur itu berkembang dalam lingkungan anugerah. Rasa bersyukur adalah perasaan kebahagiaan yang Anda rasakan terhadap seseorang yang telah menunjukkan beberapa kebaikan tidak layak, yaitu seseorang yang memberikan anugerah kepadamu. Namun ada sesuatu yang lain yang terjadi.

Ungkapan rasa syukur juga menunjukkan seseorang yang memiliki kerendahan hati dan yang ingin memberi semangat kepada kita. Perasaan bersyukur menyatakan kerendahan hati karena itu menunjukkan bahwa Anda tidak perlu melayani aku, Saya senang menerima anugerahmu, saya merasa dihormati karena Anda rela memenuhi kebutuhan saya. Saya hanya penerima anugerahmu dan semangatmu, karena Anda adalah orang bajik yang saya butuhkan dan yang menolong saya.

Kami semua harus sangat bersyukur kepada Yesus Kristus dan Allah Bapa di ayat 15 diatas. Mengapa? 2 Korintus 8:9 mengatakan, “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.” Anugerah itu terjadi ketika kehampaan seseorang dipenuhi kepenuhan orang lain.

Kemiskinan kami digantikan oleh kekayaan Dia. Dan semua itu terjadi bukan karena kami layak, namun karena Yesus penuh anugerah. Kekayaan-Nya bebas. Karena itu kami bersyukur di hati kami karena apa yang kami terima di Roma 5:17, “kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran.” Rasa bersyukur itu lebih dari pembebasan dari penghukuman, ini perasaan bersyukur kepada Yesus karena kekayaan keselamatan yang Dia telah berikan kepada kami.

Ada dua observasi lain dari ayat itu. Pertama Paulus mengatakan bahwa pelayanannya ‘semua terjadi untuk kamu’. Kedua, Paulus mengatakan bahwa tujuan pelayanannya adalah bagi kemuliaan Allah. Jadi Paulus mulai dengan mengatakan bahwa semuanya yang dia alami dalam pelayanan adalah demi kita di gereja. 2 Timotius 2:10 mengatakan, “Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.”

Paulus hidup demi orang lain, dia hidup untuk berbuat baik dan tujuannya adalah supaya mereka bersyukur di dalam hati mereka kepada Yesus. Dan karena perasaan bersyukur itu disebabkan anugerah, pelayanannya adalah injil anugerah. Namun tujuan pelayanan itu janganlah berhenti dengan manusia, bagi Paulus dan bagi kita semua pada akhirnya semuanya harus selalu bagi kemuliaan Allah. Kita belajar dari Kolose 1:16 bahwa, “segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”

Paulus juga mengatakan itu di Roma 11:36, “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” Bersyukur itu memuliakan Yang memberi, itu mengakui bahwa kita berhutang tanpa akhir kepada Allah. Mazmur 50:23 mengatakan, “Siapa yang mempersembahkan syukur, ia memuliakan Aku.” Dan ketika kita menanggung penderitaan dalam pelayanan dan ketika Anda bersyukur atas anugerha Allah yang menopang pada saat yang sama, itu seolah-olah terasa bukan seperti pengorbanan lagi, Amin? Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu