Nov 20, 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Anak Yang Adalah Allah
20 November 2016

Rasul Paulus ingin menolong kita untuk mengerti siapakah Yesus dengan mempelajari Kolose 1 yang agung sekali. Kolose 1:15-20 mengatakan, “Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”

“17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. 18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. 19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, 20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”

Semua pernyataan ini benar-benar eksklusif. Tidak ada seorang pun adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Tidak ada orang lain yang adalah Anak sulung semua ciptaan. Tidak ada orang yang adalah pencipta langit dan bumi, yang terlihat dan tidak lerlihat. Tidak ada orang lain yang duduk diatas takhta, kekuasaan, penguasa dan otoritas. Tidak ada orang lain yang ada sebelum segala sesuatu dan memelihara semua hal. Tidak ada orang lain yang adalah kepala tubuh, gereja, awal dan anak sulung.

Malaikat berkata pada waktu Dia lahir, “inilah Yesus yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka dan namanya adalah Imanuel yang berarti ‘Tuhan bersama kita’”. Waktu kelahiran Kristus kita mendapatkan Juruselamat yang adalah Allah dalam bentuk manusia. Allah masuk ke dalam dunia penuh dosa tanpa dipengaruhi dosa itu, Dia menanggung kesalahan kami, Dia menanggung duka cita kami, Dia menanggung kesedihan kami, Dia unik, tidak ada yang seperti Dia. Dan tidak pernah akan ada mahluk seperti Dia.

Di Wahyu 5, Yohanes ada visi kedalam ruang takhta surga dan hadirat Allah. Dia melihat di dalam tangan Tuhan suatu gulungan yang adalah akta judul alam semesta. Pada saat ini itu berada di dalam tangan Iblis, pembinasa jiwa-jiwa. Dan Iblis sekarang adalah ilah dunia ini. Namun Allah berkata sekarang, siapakah layak untuk mengambil akta judul ini dan membuka meterai-meterainya dan yang sanggup mengambil balik dunia dan alam semesta ini.

Dan pada waktu Yohanes melihat di seluruh langit dan bumi tidak ada seorangpun yang layak. Tidak ada yang kecerdasannya besar, tidak ada pemimpin militer besar, tidak ada raja besar atau kaisar, tidak ada orang beragama besar. Dan Yohanes mulai menangis karena tidak ada orang yang mampu mengambil balik alam semesta itu dari Iblis. Dan ditengah tangisannya dia dapat melihat mahluk yang maju ke takhta yang merupakan sebuah domba dan singa, yakni Kristus sendiri dan Dia mengambil gulungan itu.

Namun untuk benar-benar memahami kebesaran orang-Nya, kita perlu mempelajari apa yang dituliskan Paulus disini dibawah pimpinan Roh Kudus yang mengungkapkan Yesus Kristus. Disini kita pada mulanya melihat hubungan-Nya kepada Allah, dan kemudian hubungan-Nya dengan alam semesta yang diciptakan-Nya, kemudian hubungan-Nya dengan dunia gaib, kemudian dengan gereja dan terakhir dengan semua wahyu lain.

Jadi marilah kita mulai dengan hubungan Yesus dengan Allah. Ayat 15, “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Nah gereja Kolose itu terpengaruh ajaran agama yang salah. Di waktu itu ada guru-guru palsu sama seperti diwaktu sekarang. Guru agama itu memikir bahwa pengetahuan mereka lebih unggul. Mereka mengajarkan bahwa Kekristenan itu agama rendah dan mereka telah meninggikan diri mereka menjadi agama yang lebih tinggi.

Mereka percaya bahwa mahluk yang jahat menciptakan alam semesta dan karena itu semua zat adalah jahat. Mereka percaya bahwa hanya roh itu baik. Semua hal yang tidak kelihatan dan yang tidak berwujud adalah baik, jadi Allah tidak mungkin memiliki tubuh. Yesus tidak mungkin bisa menjadi Allah dalam daging manusia karena Allah yang benar adalah baik dan Dia tidak akan menyentuh daging. Jadi menurut guru-guru palsu ini, Yesus bukanlah Allah Pencipta.

Jadi Paulus menulis kepada mereka untuk mengkoreksi mereka dan dia mengatakan kepada mereka, “Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan.” Dan di ayat 16 dia katakan, “di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu.” Hanya ada satu Allah dan Dia menciptakan segala sesuatu yang ada dan satu-satunya Allah itu datang ke dunia dalam bentuk Yesus dalam daging manusia. Jadi dalam hubungan-Nya dengan Allah, Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Dia adalah replika Allah, reproduksi yang lengkap.

Ibrani 1:3 mengatakan, “Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah.” Dia adalah esensi, substansi Allah. Yohanes 1:14 mengatakan, “kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” Filipi 2:6 mengatakan bahwa Kristus sebelumnya ada di “dalam rupa Allah.” Namun Dia menanggal-kan itu dan datang dalam bentuk manusia. Karena itu Dia dapat mengatakan di Yohanes 14:9, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”

Kolose 2:9 mengatakan, “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.” Dan di Kolose 1:19 dikatakan, “seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia.” Di 2 Korintus 4:4 Paulus mengatakan, “Kristus, yang adalah gambaran Allah.” Dia adalah manifestasi penuh dan wahyu Allah. Paulus ingin untuk menjelaskan hal ini sejelas mungkin bahwa Yesus Kristus adalah Allah dalam daging manusia.

Jadi sifat-sifat seperti apa harus dimiliki Allah seandainya Dia menjadi manusia? Dia harus tanpa dosa. Yesus memang seperti itu. Ibrani 4:15, “Ia telah dicobai dalam segala hal seperti kita, hanya tidak berbuat dosa.” Bahkan Pilatus yang menjadi hakimnya setelah semua tuduhan palsu itu, memutuskan yang sama dan begitupun si pencuri di kayu salib. Didalam sidang-sidang di hadapan Hanas, di hadapan Kayafas, di hadapan Herodias dan kembali lagi di hadapan Pilatus, tidak seorangpun dapat menyalahkan-Nya.

Jika Allah menjadi manusia, kita mengharapkan Dia berbicara kata-kata paling mendalam dan terbesar yang pernah diucapkan. Memang Yesus melakukan itu. Kami tidak pernah mendengar orang berbicara seperti Dia dan setiap kali Dia berkhotbah mereka benar-benar takjub. Jika Allah menjadi manusia, kita juga mengharapkan Dia sangat mempengaruhi kepribadian manusia. Dan memang Dia melakukan itu. Tidak ada bandingan besarnya pengaruh Yesus Kristus terhadap kemanusiaan.

Bahkan, lihatlah murid-murid yang pada dasarnya orang biasa yang sulit memahami soal-soal dasar teologia dan kebenaran, namun kuasa kehidupan Yesus mentransformasikan mereka menjadi orang-orang yang merubahkan dunia. Dan sekarang juga Dia masih mentransformasikan orang-orang seperti itu.

Nah seandainya Allah itu manusia, kita juga mengharapkan Dia melakukan mujizat. Dan memang Yesus melakukan itu berkali-kali, secara umum, yang tak terbantahkan dan secara dramatis. Dia bahkan membangkitkan orang-orang yang sudah mati. Jika Allah menjadi manusia, kami harapkan Dia tahu masa depan. Dan Yesus memang tahu hal itu. Dia bernubuat hal-hal tentang diri-Nya sendiri, hal-hal tentang bangsa Israel, rincian tentang masa depan dan akhir dunia. Dan yang telah dinubuatkan tentang Dia semua digenapkan.

Jika Allah menjadi manusia, kami mengharapkan Dia menunjukkan kepada kami Allah itu seperti apa. Memang Yesus melakukan itu. Kami menyaksikan Dia mengasihi, dan menunjukkan belas kasihan dan anugerah yang melampaui apa yang dapat dialami manusia. Dan kami melihat di dalam Dia suatu tingkat kebajikan, keadilan, kebijaksanaan yang dunia belum pernah melihat. Jika Allah datang ke dunia seperti manusia, Dia akan datang seperti Yesus Kristus dan memang itu terjadi. Yesus Kristus adalah reproduksi yang tepat dari Allah yang tidak kelihatan, Dia memperlihatkan Allah.

Ayat 15 mengidentifikasikan Yesus sebagai “Yang pertama lahir dari seluruh penciptaan.” Ini bukan mengacu kepada waktu. Dia bukan orang yang pertama lahir dalam penciptaan. Adam diciptakan kemudian Hawa dibentuk dari tulang rusuk dan kemudian mereka melahirkan bayi-bayi. Artinya adalah bahwa dari seluruh ciptaan Dia adalah ‘prototokos’ yang berarti pewaris, yang tertinggi, yang memiliki hak-hak istimewa, martabat dan kehormatan.

Di Mazmur 89:27, Allah mengatakan, “Akupun juga akan mengangkat Dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.” Anak sulung itu diartikan sebagai raja diatas segala raja, yang tertinggi. Ibrani 1:2 juga membicarakan ini, “Yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada.” Karena itu di ayat 3 Dia “duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi.” Dia duduk di takhta Allah sendiri.

Mungkin ada beberapa orang sekarang yang bingung apakah Yesus benar-benar mengklaim hal ini. Tetapi orang-orang Yahudi di zaman itu malah yakin karena mereka mau membunuh-Nya dengan batu karena penghujatan itu. Yohanes 10:33, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau membunuh Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.” Iya memang Dia adalah Allah. Tomas menyatakan yang benar saat ia mengatakan di Yoh 20:28, “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Lihatlah hubungan kedua, bukan saja kita melihat hubungan Yesus dengan Allah, namun juga hubungan-Nya dengan penciptaan. Di ayat 16-17 dikatakan, “karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. 17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.”

Kita disini berhadapan dengan Pencipta dan Pemelihara seluruh alam semesta. Apa yang ada di langit dan di bumi, apa pun yang terlihat atau tidak terlihat, itu semua diciptakan oleh-Nya. Dia adalah sebelum semua itu dan di dalam Dia semua itu tergantung bersama. Dan sekali lagi itu tepat yang kita baca di Ibrani 1:2, “Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta,” yaitu seluruh kosmos.

Betapa luas adalah cosmos? Coba pikirkan, sinar cahaya berjalan 299.000 kilometer per detik, sehingga itu sinar tiba di bulan dalam 1.5 detik. Nah seandainya kita bisa pergi secepat itu, kita dapat tiba di planet Merkurius dalam 4.5 menit, karena jaraknya hanya sejauh 80 juta kilometer. Bahkan kita bisa sampai di planet Venus dalam dua menit karena itu hanya 42 juta kilometer dari sini dan planet Mars hanya dalam 4 menit dan 21 detik.

Dan kalau kita ingin berjalan lebih jauh lagi kita dapat pergi ke planet Jupiter. Itu hanya sejauh 590 juta kilometer dan dengan kecepatan cahaya itu makan waktu 35 menit. Dan jika kita ingin pergi ke Saturnus, iya itu makan waktu satu jam, karena jauhnya 1270 juta kilometer. Dan jika kita ingin pergi lebih lanjut kita dapat pergi ke Uranus yang jauhnya 2590 juta kilometer dan Neptunus yang jauhnya 4.8 milyar kilometer dan Pluto lebih jauh lagi.

Dan ketika Anda pergi sejauh Pluto, seolah-olah Anda masih belum meningglakan teras depan rumah. Ada bintang yang luar biasa bernama Beetlejuice yang jauhnya 880 quadrillion mile dan diameternya lebih besar dari orbit dunia ini. Itu bintang yang sangat besar. Siapakah yang menciptakan semua zat itu? Yesus. Dia menciptakan alam semesta dan Dia menciptakannya baik sekali. Namun manusia menodainya dengan dosa dan Yesus pada suatu hari akan kembali untuk menciptakannya kembali dan membawanya kepada kemuliaan yang awalnya ditujukan.

Semua hal telah diciptakan untuk Dia dan bagi Dia untuk kebaikan-Nya sendiri dan kesenagan-Nya sendiri dan tujuan-Nya sendiri. Yesus berada sebelum ada sesuatu pun, yang berarti bahwa Yesus kekal. Dia berada sebelum ada penciptaan karena Dia menciptakan semuanya. Dia yang memelihara semuanya. Kita tidak percaya pandangan orang deis bahwa Allah menciptakan dunia kemudian membiarkannya begitu saja. Ibrani 1:3 mengatakan, “Yesus menopang segala yang ada dengan kuasa firman-Nya.” Dia membuat segala sesuatu bergerak, Dia memelihara segalanya dalam orbit masing-masing.

Lihatlah ketiga, hubungan-Nya dengan dunia yang tidak kelihatan. Ayat 16, “Dia menciptakan segalanya “baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa.” Nah istilah-istilah itu ada di dalam Perjanjian Baru karena itu menjelaskan pangkat malaikat-malaikat, Kita dapat menemukan istilah itu dalam tulisan Paulus, beberapa kali di Efesus dan itu mengatakan bahwa Yesus adalah pencipta semua malaikat. Mahluk malaikat tertinggi pun tunduk kepada Yesus Kristus, entah mereka Serafim atau Kerub atau mereka setan-setan atau Iblis sendiri.

Di Ibrani 1:6-8 dikatakan, “Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia." 7 Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: "Yang membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api." 8 Tetapi tentang Anak Ia berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.” Para malaikat menyembah Dia karena Dia adalah Pencipta yang berdaulat.

Nah, lihatlah sekarang kepada Yesus dan hubungan-Nya dengan gereja. Ayat 18, “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” Yesus adalah kepala gereja. Secara Alkitabiah metafora tubuh itu sering digunakan. Semua fungsi tubuh manusia di kontrol otak di kepala, baik secara sukarela dan tidak sukarela, dan itu memberi arahan kepada semua yang kita katakan, pikirkan dan lakukan.

Kristus adalah sumber segala kebenaranm segala pengetahuan, segala kebijaksanaan, semua pertumbuhan dan semua bimbingan di dalam gereja-Nya. Kedua, Dia adalah awal gereja. Di Matius 16 Yesus mengatakan, “Aku akan mendirikan jemaat-Ku.” Gereja itu adalah ciptaan Kristus. Dia adalah sumber keberadaannya. Dan Dia juga Anak sulung dari antara orang mati. Dia bukan orang pertama yang pernah dibangkitkan. Dan ada orang yang dibangkitkan Yesus sebelumnya Dia sendiri dibangkitkan.

Kami tidak membicarakan siapa yang pertama kali dibangkitkan. Namun Paulus mengatakan bahwa dari semua yang pernah dibangkitkan, Yesus adalah “prototokos,” yaitu Dia yang tertinggi. Kebangkitan-Nya adalah jaminan bahwa pada akhirnya ada kebangkitan kepada hidup kekal bagi semua orang percaya. Yesus melahirkan gereja dengan kebangkitan-Nya sendiri. Ayat 18 mengatakan, “Ia lebih utama dalam segala sesuatu. Dia benar-benar unggul.

Ayat 19, “Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia.” Disini Paulus menambahkan sedikit tentang hubungan Yesus dengan semua wahyu lain. Yesus adalah kepenuhan esensi Allah, didalam Dialah saja karena Allah berkenan dengan itu. Mengapa? Jawabannya ada di ayat 20, “Ia memperdamai-kan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.”

Mengapa Kristus datang ke dunia ini? Untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, untuk menumpahkan darah-Nya melalui kematian dan menebus dosa-dosa itu supaya Dia dapat membawa kami kepada Allah, kudus dan tanpa dosa. Dia datang untuk menghilangkan kutukan alam semesta dan untuk memulihkannya ke tujuan aslinya, Amin? Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu