Oct 23, 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Allah menampilkan Yesus
22 Oktober 2016

Allah disini menampilkan Yesus dari Nazaret sebagai Mesias, Juruselamat dunia, melalui kata-kata Paulus. Dan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru berdua sama-sama peduli dengan menampilkan Yesus Kristus. Perjanjian Lama menyampaikan Kristus yang akan datang. Dan Perjanjian Baru menyampaikan Kristus yang telah datang. Namun mereka semua berfokus kepada Yesus Kristus.

Di Perjanjian Lama, Allah terus berjanji akan ada Pembebas, Penyelamat, Raja dan Mesias; dan di Perjanjian Baru, Yesus dari Nazaret menggenapi setiap nubuatan Allah yang pernah diucapkan tentang Mesias. Masih ada beberapa yang belum digenapi oleh-Nya yang akan dipenuhi pada kedatangan kedua-Nya, yang akan kita lihat nanti. Di Kejadian 3:14 Allah mengatakan, “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara benihmu dan benih-Nya.”

Nah kita semua tahu bahwa perempuan itu tidak memiliki benih. Disini terdapat nubuatan tentang pria yang lahir dari perawan, dan Dia akan meremukkan kepala Iblis. Pria yang lahir dari perawan ini akan memberi pukulan yang membunuh Setan. Ini adalah nubuatan Mesianik pertama yang digenapi dengan indah di Yesus Kristus yang lahir dari perawan. Yesaya 7:14 mengatakan, “Sesungguhnya, seorang perawan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki,” dan ia adalah Imanuel, Allah menyertai kami.

Yesus memenuhi nubuatan lahir dari perawan, dan Dia juga memenuhi nubuatan kemenangan atas Iblis sewaktu Dia menang di kayu salib; dan penulis Ibrani mengatakan, “Dia menghancurkan kuasa Iblis dengan kematian-Nya sendiri.” Yesaya 9:6 mengatakan, “Mesias yang akan datang itu adalah Allah.” Di Mazmur 2:7 Allah mengatakan, “Engkau adalah Anak-Ku tercinta.” Dan Yesus mengklaim bahwa Dia adalah Allah dan juga Anak Allah dan Dia membuktikan kedua klaim itu.

Nabi Mikha mengatakan, “Ketika Dia datang, Dia akan lahir di Betlehem.” Dan Yesus lahir di Betlehem. Musa mengatakan kepada kita di Pentatuk bahwa Mesias adalah anak Abraham. Dan Matius mengatakan, “Yesus adalah anak Abraham.” Di Bilangan 24:17 dikatakan, “Bintang terbit dari Yakub.” Di Lukas 3: 34, kita melihat bahwa Yesus datang dari Yakub.

Di Kejadian 49:10 Alkitab mengatakan bahwa, “Yesus akan datang melalui Yehuda.” Wahyu 5:5 memanggil-Nya, “Singa dari suku Yehuda.” Di Yesaya 11:1 dan di Lukas 23:23, 32, kita melihat bahwa Yesus datang dari Isai. Di Yeremia 23:5 dikatakan, “Sesungguhnya, Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja,” dan Perjanjian Baru berkali-kali mengatakan bahwa Yesus adalah anak Daud.” Di Matius 2:16, Dia memenuhi nubuatan itu.

Di Ulangan 18:18, Firman Allah datang kepada Musa, “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya,” dan Yesus datang dan orang-orang Galilea melihat Dia di Yohanes 6:14 dan mengatakan, “Dia ini adalah benar-benar Nabi,” seperti Musa. Di Mazmur 110, Allah mengatakan, “Siapapun Mesias itu, Dia adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek.”

Itulah hanya beberapa bukti saja, dan semua detail kehidupan Yesus terus menggenapkan nubuatan setelah nubuatan setelah nubuatan. Tidak mungkin ini dapat diproduksikan, itu adalah kemustahilan matematis. Argumen kuat nubuatan itu menyapu semua keraguan bahwa Yesus dari Nazaret bukanlah Mesias, Penyelamat Israel.

Nah, marilah kita melihat lagi Paulus yang pada dasarnya digunakan Allah untuk menampilkan Yesus kepada orang-orang Yahudi. Nah khotbahnya memiliki tiga bagian. Yesus Kristus pada permulaannya disampaikan sebagai puncak sejarah; kedua sebagai penggenapan nubuatan, dan ketiga sebagai Yang membenarkan orang berdosa. Nah di masa lalu kami telah melihat poin pertama bahwa Yesus adalah penggenapan sejarah.

Jadi di dalam ayat-ayat 17-22 itu, Paulus menggambarkan sejarah mereka. Allah memimpin kalian keluar dari Mesir, memelihara kalian di padang gurun, membawa kalian ke Tanah Perjanjian, memisahkan negara itu bagi kalian dan memberikan Anda bagian yang Anda seharusnya memiliki. Bahkan saat kalian ingin ada raja, Dia memberikan Anda raja. Kemudian Dia membangkitkan raja-Nya Daud dan Daud memerintah.

Kemudian kita tiba di ayat 23, “Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus.” Kemudian dia memberikan kata terakhir dari ayat 23, Yesus. Tidak ada satu orangpun dari mereka yang mengharapkan hal itu. Paulus membacakan sejarah mereka: “Iya Allah mengendalikan nasib mereka. Allah mengontrol sejarah mereka. Dan sejarahmu akan menuju kepada Penyelamat, keturunan Daud.” Kemudian, langsung. Yesus….

Sejarah akan mencapai puncaknya dalam Penyelamat ini yang memungkinkan manusia dapat dibawa kepada Allah; dan Penyelamat itu adalah Yesus. Ayat 23 adalah jembatan ke poin kedua: Yesus adalah benih Daud. Melalui keturunan Maria, Dia memiliki darah Daud. Melalui keturunan Yusuf, Dia memiliki hak untuk takhta Daud. Jadi melalui kedua orang tua Dia memiliki benih Daud.

Sekarang Paulus memberikan pernyataan besar yang lain. Kedua, dia mengatakan, “Sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya.” Yesus disampaikan sebagai Mesias karena Dia memenuhi semua nubuatan Mesias. Di Perjanjian Lama Allah menubuatkan apa yang akan terjadi, dan itu semua terjadi dengan Yesus, Dia adalah penggenapan nubuatan Allah. Itulah alasannya mengapa ada begitu banyak nubuatan tentang Mesias, Yesus datang dan memenuhi setiap nubuatan itu.

Nah Paulus tidak mengharapkan orang-orang Yahudi itu langsung percaya karena dia mengatakan hal itu kepada mereka, jadi dia mulai menyebut nubuatan-nubuatan itu satu per satu. Dan mulai ayat 23 sampai 37, Paulus menguraikan pemenuhan nubuatan-nubuatan itu di dalam kehidupan Yesus dari Nazaret yang memenuhi persyaratan Dia menjadi Mesias.

Marilah mulai dengan ayat 23, perhatikanlah kata janji. Allah mengatakan di 2 Samuel 7:12, “Aku akan membangkitkan Penyelamat dari benih Daud.” Allah selalu menepati janji-janji-Nya. Bilangan 23:19 dan Yesaya 46:10 mengatakan, “Allah tidak dapat berdusta.” Yeremia 33:17, “Sebab beginilah firman Tuhan: Keturunan Daud tidak akan terputus duduk di atas takhta kerajaan kaum Israel!” Dengan kata lain, keturunan Daud tidak pernah mati berhenti sehingga tidak ada keturunan.

Nah, itulah janji pertama, dan Yesus menggenapkan itu. Di ayat 24, Paulus kemudian mengatakan, “Menjelang kedatangan-Nya Yohanes telah menyerukan kepada seluruh bangsa Israel supaya mereka bertobat dan memberi diri dibaptis.” Nubuatan pertama yang besar mengenai kedatangan Mesias adalah nubuatan tentang adanya perintis sebelum kedatangan Mesias itu untuk mempersiapkan jalan. Paulus membicarakan Yohanes Pembaptis dan ia dinamakan demikian karena dia membaptis banyak orang.

Ayat 25, “Dan ketika Yohanes hampir selesai menggenapkan tugasnya.” Lihatlah kata ‘menggenapkan,’ itu berarti ada nubuatan yang digenapkan. Mesias akan datang, namun sebelum kematian-Nya dan kebangkitan-Nya ada pembaptisan pertobatan. Ini bagi orang-orang Yahudi merupakan suatu upacara pembersihan. Mengapa? Karena mereka mempersiapkan diri bagi Mesias supaya hati mereka siap untuk menerima-Nya.

Namun sebelum orang di zaman ini dapat mengenal Yesus Kristus, harus ada pertobatan. Anda harus berbalik dari dosa di hati dan berpaling kepada Kristus. Alasannya ada begitu banyak konversi dangkal adalah karena sebenarnya orang-orang itu tidak mengenal Yesus Kristus. Konsep pertobatan itu malah diremehkan atau dihilangkan.

Ayat 25 meneruskan, “Yohanes berkata: Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Ia akan datang kemudian dari padaku, membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.” Tugas yang paling rendah bagi budak adalah untuk membuka sepatu dari kaki kotor majikannya. Dan hanya orang yang paling rendah dapat melakukan itu, dan Yohanes mengatakan, “membuka kasut dari kaki-Nyapun aku tidak layak.” Itu benar-benar kerendahan hati, benar?

Ayat 26, “Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.” Disini dia membuat dua perbedaan, keturunan Abraham adalah orang-orang Yahudi dan ‘yang takut akan Allah’ adalah orang-orang percaya yang bukan Yahudi. Dan Paulus berkata, “keselamatan yang datang di dalam Yesus yang diberitakan Yohanes itu adalah bagi kita.”

Jadi pada saat ini ada dua pertanyaan. Seandainya saya orang Yahudi, pertanyaanku adalah, “Jika memang Yesus adalah Mesias, seperti yang Anda katakan, mengapa pemimpin-pemimpin kita tidak mengenali-Nya? Dan pertanyaan kedua, jika oleh suatu keadaan luar biasa, Dia benar-benar adalah Mesias dan mereka membunuh-Nya, apakah itu meniadakan rencana Allah? Paulus langsung menjawabnya dengan memberi alasan-alasan nubuatan.

Ayat 27, “Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.” Dengarkanlah pernyataan yang kuat itu. Karena mereka dibutakan dosa mereka sendiri, mereka membunuh-Nya karena mereka tidak mau tahu siapakah Dia.

Bagaimana pemimpin-pemimpin kita tidak bisa mengenali-Nya? Mereka tidak dapat mengenali-Nya karena mereka tidak mengerti apa yang mereka baca. Terlalu banyak dosa dan terlalu banyak kemunafikan. Pertanyaan kedua adalah, “Jika mereka membunuh-Nya apakah itu meniadakan rencana Allah? Jawabannya terdapat di ayat 27, “Mereka telah menggenapi perkataan nabi-nabi dengan menjatuhkan hukuman mati atas-Nya.”

Lihatlah ayat 28, “Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.” Dengarkanlah nubuatan Mazmur 69:4, “Orang-orang yang membenci Aku tanpa alasan lebih banyak dari pada rambut di kepala-Ku.” Tidak ada tuduhan sah yang dapat dipertahankan, dan Pilatus berkali-kali mengatakan, “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada orang ini.”

Allah tahu mereka akan melakukan itu. Yesus memenuhi setiap nubuatan. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa Yesus di kayu salib itu ingin memenuhi semua nubuatan itu, namun bagaimana caranya membujuk seluruh bangsa Israel untuk menghakimi Dia tanpa alasan? Lihatlah ayat 29, “Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.”

Mazmur 22:18, “Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.” Di Yohanes 19:24, prajurit-prajurit itu mengatakan, “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi.” Ini memenuhi nubuatan dengan tepat. Prajurit Romawi memenuhinya tanpa pengetahuan mereka. Mazmur 69:21, “Dan pada waktu aku haus, mereka memberi aku minum anggur asam.” Di Matius 27:34, “Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu.”

Di Mazmur 31:5 dikatakan, “Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku,” itu pernyataan Mesias. Di Lukas 23:16, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku,” kata Yesus. Mazmur 34:20 mengatakan, “Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.” Yohanes 19:33 mengatakan, “tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya.”

Di Zakharia 12:10, nabi mengatakan, “mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam.” Di Yohanes 19:34, “Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan dengan cara itu memenuhi perjanjian. Orang Romawi ikut menggenapi. Kerumunan itu ikut dalam penggenapan. Semua orang ikut dalam penggenapan, karena Allah mengatur semuanya. Dari sudut manapun juga Yesus adalah Mesias.

Perhatikanlah di ayat 29, “mereka membaringkan-Nya di dalam kubur.” Tahukah Anda bahwa itu menggenapkan nubuatan? Yesaya 53:9 mengatakan, “Orang menempatkan kubur-Nya di antara orang-orang fasik.” Memang Dia harus dikuburkan disitu, “tetapi dalam mati-Nya bersama orang kaya.” (bukan “diantara penjahat-penjahat”) Yesus tidak dikuburkan bersama orang-orang jahat, namun Ia dimakamkan di kuburan orang kaya, Yusuf, orang Arimatea, dan itu menggenapkan nubuatan Yesaya.

Lihatlah ayat 30, “Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.” Allah dan manusia melihat kematian Yesus berbeda, dan Allah membalikkan keputusan Israel, benar? Allah memberikan persetujuan-Nya dan membangkit-kan-Nya dari kuburan. Kemudian Dia memberi buktinya di ayat 31, “Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.”

Kemudian di ayat 32-33 dia mengatakan, “Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, 33 telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam Mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini.” Allah menubuatkan hal ini dan ini bersangkutan bukan saja dengan inkarnasi-Nya tetapi juga dengan kebangkitan-Nya.

Kemudian Paulus memberikan janji kedua, ayat 34, “Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan Ia tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan. Hal itu dinyatakan oleh Tuhan dalam firman ini: Aku akan menggenapi kepadamu janji-janji yang kudus yang dapat dipercayai, yang telah Kuberikan kepada Daud.” Itulah Yesaya 55:3, Allah telah memberikan semua janji-janji yang akan datang kepada Mesias. Jadi dia mengatakan, “Aku telah membangkitkan-Nya supaya semua janji-janji kudus diberikan kepada kalian melalui Dia.

Kemudian janji terakhir di ayat 35, “Sebab itu Ia mengatakan dalam Mazmur 16:8-10, “Engkau tidak akan membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.” Ada beberapa orang yang mengatakan itu mengacu kepada Daud. Jadi Paulus menjawab di ayat 36, “Sebab Daud melakukan kehendak Allah pada zamannya, lalu ia mangkat dan dibaringkan di samping nenek moyangnya, dan ia memang diserahkan kepada kebinasaan.”

Ayat 37, “Tetapi Yesus, yang dibangkitkan Allah, tidak demikian.” Dia mengatakan, “Hai orang Yahudi, kalian harus percaya bahwa Yesus adalah Mesias.” Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Yesus adalah Mesias, karena apa yang telah terjadi sebelum Dia datang, apa yang terjadi ketika Dia datang dan apa yang terjadi setelah Dia pergi. Allah membangkitkan-Nya kepada Hidup lagi.

Yesus adalah Mesias. Dia bukan saja puncak sejarah, Dia adalah penggenapan nubuatan. Allah selalu menepati semua janji-janji-Nya. Menggenapi adalah kata kunci diseluruhnya disini. Dan Allah telah menentukan hari penghakiman di masa depan. Alkitab mengatakan, “Bagi setiap orang yang menolak Yesus Kristus akan ada hukuman neraka kekal.” Jadi bagi mereka yang menolak Yesus Kristus, Ibrani 10:31 mengatakan, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.”
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu