Sep 18, 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Jangan Meninggalkan Allah
18 September 2016

Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa sebelum Allah memanggilnya menjadi nabi kepada Israel. Dan meskipun Tekoa itu lokasinya di Yehuda, kerajaan selatan (16 kilomater disebelah selatan Yerusalem), Amos menyampaikan pesannya kepada Israel, kerajaan utara. Pelayanannya dibawah pemerintah Yeroboam II, dan itu berarti bahwa Amos bernubuat kira-kira 40 sampai 60 tahun sebelum kerajaan utara itu ditangkap dan dibuang oleh orang Asyur di tahun 722 S.M.

Mengapa kita harus memberitakan Firman Allah?

Kalau ditinjau kembali kita dapat melihat bahwa peringatan Amos tentang penghakiman Samaria yang akan datang itu, di ibu kota kerajaan utara, tidak menyebabkan ada pertobatan dan itu tidak menyelamatkan orang-orang itu. Jadi kita belajar bahwa Firman Allah mungkin tidak selalu menghasilkan efek yang kita inginkan. Namun kita harus tetap setia, sama seperti Amos, dan memberitakan apa yang kita terima dari Tuhan, dan percaya bahwa Dia memiliki tujuan rahasia di dalam segala hal yang dilakukan-Nya, dan bahwa itu semua baik.

Jadi jangan memikir itu aneh bahwa kadang-kadang kesaksian kita sendiri tidak dihiraukan. Kita harus terus memberitakan Firman Allah bukan untuk menjamin ada konversi namun untuk menjamin bahwa Allah terus memanggil kita untuk bertobat. Dengan perkataan Amos 7:15, “Tetapi Tuhan mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan Tuhan berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.” Jadi sebaiknya kita mengukur sukses sebenarnya bukan dalam efeknya di Samaria, namun efeknya terhadap kita, orang-orang berdosa yang mendengar ini sekarang disini.

Jadi pesan utama nubuatan Amos itu adalah penghakiman. Alasannya adalah bahwa dosa-dosa orang itu menyebabkan murka Allah semakin besar. Dan anugerah Allah kelihatan dari nabi-nabi itu yang diutus Allah supaya mereka bertobat. Apa yang memberikan Amos kekuatan khusus dan pengaruh sekarang ini juga adalah caranya di membukakan akar dosa-dosa Israel itu kepada terang hari. Jadi disitulah kita ingin membandingkannya dengan dosa-dosa kita sekarang dan menerima apa yang Allah ingin mengatakan kepada kita di masa kini.

Bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu!

Pesan utama Amos adalah nubuatan bahwa kerajaan utara Israel akan dihukum. Amos 5:18-20 mengatakan, “Celakalah mereka yang menginginkan hari Tuhan! Apakah gunanya hari Tuhan itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! 19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! 20 Bukankah hari Tuhan itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?”

Kata-kata yang menetapkan nada bagi seluruh buku adalah Amos 1:2, “Tuhan mengaum dari Sion.” Itulah garis pokoknya. Dan di Amos 4:12 terdengar peringatan ini, “Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!” Nubuatan ini adalah; Hari Tuhan yang mengerikan itu akan datang. Jika Anda memberontak melawan Dia, Anda akan bertemu dengan singa yang lapar yang mengaum dari Sion. Jika Anda melarikan diri Anda akan bertemu dengan seekor beruang yang kehilangan anak-anaknya. Jika Anda menyembunyikan diri di rumah Anda akan digigit ular beracun di jendela. Pada hari Tuhan bagi mereka yang tidak percaya tidak ada jalan keluar.

Apa yang memberikan pesan penghakiman ini begitu banyak kekuatan dan pengaruh di buku Amos adalah gambaran yang dia berikan kita tentang Allah. Tiga kali dia berhenti sebentar hanya untuk menjelaskan siapakah Tuhan penghakiman itu sebenarnya. Di Amos 4:13 dia mengatakan kepada kita siapakah yang kita akan bertemu, “Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi--Tuhan, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

Dia tahu setiap pikiran Anda sebelum Anda mengucapkannya. Dia mengatur semua pekerjaan sistem surya dan berlangkah dari gunung Apalakia sampai ke Rockies dalam satu langkah. Apakah Anda mau bertemu dengan dia selagi dia mengaum dari Sion, atau selagi Dia bersukacita atas kami dengan senang hati? Amos berhenti sebentar sekali lagi di 5:8 hanya untuk merenungkan siapakah Tuhan itu, “Dia yang telah membuat konstelasi Pleiades dan perbintangan Orion, yang mengubah bayangan kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam, Dia yang memanggil air laut dan mencurahkan-nya ke atas permukaan bumi, dan Tuhan adalah nama-Nya.”

Dengan kata lain, bersiaplah untuk bertemu dengan Allah yang membangun konstelasi seperti mainan anak-anak, dan memutar dunia seperti memutar bola, dan yang mengundang gelombang pasang seperti orang bersiul untuk anjing. Dan di Amos 9:5-6, “Tuhan Allah semesta alamlah yang menyentuh bumi, sehingga bergoyang, dan semua penduduknya berkabung, dan seluruhnya naik seperti sungai, dan surut seperti sungai Nil di Mesir; 6 yang mendirikan anjung-Nya di langit dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi--Tuhan itulah nama-Nya.”

Ingatlah Israel, ketika Amos mengatakan hari Tuhan akan datang, maksudnya adalah bahwa sang Pencipta datang! Apakah maksudnya ketika sang Pencipta mengatakan di Amos 9:4, “Aku akan mengarahkan mata-Ku kepada mereka untuk kecelakaan dan bukan untuk keberuntungan mereka?” Jadi pesan kuat dari nubuatan ini adalah bahwa penghakiman dahsyat Allah akan datang atas kerajaan utara Israel. Sang Pencipta dan Penguasa segala sesuatu akan mengaum dari Sion melawan semua musuh-musuh-Nya. Jadi bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, O Israel.

Meninggalkan Allah

Mengapa Allah telah menentukan untuk menghakimi umat-Nya begitu berat? Seperti apa dosa-dosa mereka sampai ada berita seperti itu? Kita melihat satu dosa utama yang menyebabkan ada paling sedikit tiga dosa lain dan bersama-sama keempat dosa ini menyebabkan murka Allah semakin bertumbuh melawan Israel. Dosa utama adalah bahwa orang-orang telah meninggalkan Allah. Dan tiga dosa yang bercabang dari penolakan Allah itu adalah kecanduan kemewahan, ketidakpedulian terhadap kejujuran dan kekejaman terhadap orang miskin.

Marilah kita menyelidiki mereka. Pertama dosa utama, Israel telah meningggalkan Allah. Amos 4:6-11 menggambarkan lima tindakan hukuman yang dilakukan Allah, dan setiap tindakan itu tujuannya adalah untuk memenangkan hati Israel untuk berbalik kepada Allah. Namun hasilnya sama setiap kali. Ayat 6, 8, 9, 10 dan 11 semua mengatakan hal yang sama, “namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman Tuhan.” Nabi tiu tidak dapat menjelaskannya lebih baik bahwa dosa utama Israel adalah bahwa dia jauh dari Allah dan perlu berbalik.

Bagi banyak orang ini menjadi penyembahan berhala terang-terangan, contoh di Amos 5:26-27, “Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu, 27 dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik," firman Tuhan, yang nama-Nya Allah semesta alam.” Dan mereka menolak Allah, misalnya, di dalam kelakuan seksual mereka di Amos 2:7 dimana dikatakan, “anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku.” Akar segala dosa seksual adalah ketidak-pedulian atas nama Allah yang kudus.

Ada banyak orang sekarang yang di dalam gereja berbicara seolah-olah Allah itu nyata, namun di dalam kehidupan seksual mereka mereka tidak menanyakan: Apakah Allah yang kudus itu menyetujui perilaku saya dan senang melihat kebiasaan seksual saya? Salah satu cara halus dalam menolak Allah dinyatakan dengan pergi ke gereja, memberi persembahan dan nyanyi lagu-lagu rohani namun dengan hati yang jauh dari Allah.

Dengarkanlah dengan hati-hati, Betel dan Gilgal adalah tempat-tempat beribadah pusat di Israel, namun di Amos 4:4-5 Tuhan menyalahkan kemunafikan orang-orang, “Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga! 5 Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?" demikianlah firman Tuhan Allah.”

Kemudian Amos 5:21-24 mengatakan, “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22 Sungguh, apabila kamu mempersembah-kan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”

Amos adalah Firman Allah yang menghancurkan bagi orang-orang yang hanya pura-pura memberi perhatian kepada Allah melalui kebaktian dan lagu-lagu, namun hati mereka jauh lebih terlibat dalam keuangan, olah raga, bisnis, keluarga atau hobi-hobi. Jika tindakan luar dari ibadahmu hanya suatu kedok untuk memberikan Anda kehormatan, sementara hati Anda sebenarnya sangat terikat dunia dan kenyamanan diri, maka Allah benci ibadah Anda dan benci persembahan dan lagu-lagu Anda.

Jadi ketika Amos memanggil supaya ada pertobatan di 5:4-6 hal pertama yang dia mengatakan adalah, “Sebab beginilah firman Tuhan kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap." 6 Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup.” Dengan kata lain, nyata-kanlah dirimu kepada Allah. Janganlah menyamakan Dia dengan tempat-tempat ibadah atau perbuatan-perbuatan rohani. Dia adalah pribadi. Carilah Dia, kenallah Dia dan kembangkanlah hubungan pribadi dengan Dia.

Kecanduan kemewahan

Namun Israel tidak berbalik kepada Tuhan, jadi dari dosa utama yaitu pemberontakan terhadap Allah bertumbuh tiga dosa buruk yang lain yang meneybabkan murka Allah itu bertambah besar. Israel itu mulai kecanduan kemewahan, mereka tidak peduli kejujuran dan mereka tidak memelihara orang miskin.

Mereka lupa peringatan Allah di Ulangan 8:17-19, “Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. 18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini. 19 Tetapi jika engkau sama sekali melupakan Tuhan, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu pasti binasa.”

Amos 6:13 mengatakan kepada Israel, “kamu, yang bersukacita karena Lodabar, dan yang berkata: "Bukankah kita dengan kekuatan kita merebut Karnaim bagi kita?” Allah mengizinkan Israel itu untuk menjadi makmur, dan dia jatuh cinta dengan kemewahan dan membanggakan diri dalam kekuatannya dan kekayaannya. Amos menunjukkan tanggapan Allah di 6:8, “Demikianlah firman Tuhan, Allah semesta alam, “Aku ini keji kepada kecongkakan Yakub, dan benci kepada istananya.” Ketika Allah tidak lagi menjadi harta karun hatimu, Anda akan mementingkan kenikmatan dan kenyamanan hidup ini saja.

Dengarkanlah bagaimana Amos menyerang orang-orang yang cinta kenyamanan di 6:4, “Hai kamu yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang.” Ayat 6, “yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf!” Mereka adalah orang-orang yang hidup nyaman dan tidak berduka cita atas orang terhilang; mereka sangat egois dan mereka sama sekali tidak mengerti artinya mengasihi sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Ada peringatan di Amos 3:15 yang tertuju kepada orang-orang kelas menengah dimana-mana sampai saya agak segan membacanya. Namun Tuhan mengatakan disitu, “Aku akan merobohkan rumah musim dingin beserta rumah musim panas; hancurlah rumah-rumah gading, dan habislah rumah-rumah besar,” demikianlah firman Tuhan. Berhati-hatilah dan rajinlah jaga hatimu, sebab kalau tidak Anda akan diperbudak kenyamanan dan kecanduan kemewahan.

Ketidakjujuran dan ketidakpedulian terhadap orang yang Butuh.

Cinta kenyamanan itu menyebabkan ada ketidakjujuran dan ketidakpedulian terhadap orang yang butuh pertolongan. Amos menyerang kejahatan di Israel ini lebih dari pada yang lain. Amos 2:6-7 mengatakan, “Beginilah firman Tuhan: “Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut; 7 mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara.”

Di 4:1 Amos memberikan kami suatu gambaran wanita-wanita kaya di Samaria, “Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum!” Kemudian di 5:12 dia menunjukkan bagaimana korupsi dan ketidakpedulain itu bercampur, “Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang.”

Dan akhirnya di Amos 8:4-6 kita melihat bagaimana kemunafikan dan cinta kemwahan, ketidakjujuran dan ketidakpedulian itu semua bercampur aduk, “Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan timbangan palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"

Dosa-dosa inilah yang menambahkan murka Allah di zaman Amos, dan dosa-dosa yang sama menambahkan kepada murka Allah di waktu kini disini juga. Dosa-dosa kita dinyatakan dalam pemberontakan kita terhadap Allah (bahkan juga ketika ditutup dengan kehadiran di gereja), dan dalam kecamduan kepada kemewahan dan kenyamanan, dan dengan ketidakpedulian terhadap kejujuran, dan dengan mengabaikan orang-orang miskin.

Panggilan untuk Bertobat

Nah hanya ada beberapa panggilan untuk bertobat yang muncul dari pesan murka Allah. Yang pertama kita melihat di Amos 5:6, “Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup.” Jadi ada harapan bagi mereka yang telah di konversi. Namun Amos menjelaskan bahwa konversi itu lebih dari pada berubah pikiran tentang Allah. Itu berarti menukarkan cinta kenyamanan itu dengan cinta kebaikan dan keadilan.

Amos 5:14-15 mengatakan, “Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian Tuhan, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. 15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin Tuhan, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.”

Apakah artinya “tegakkanlah keadilan di pintu gerbang?” Itu berarti tidak ada lagi pemerasan; tidak ada lagi ketidakpedulian untuk orang miskin, dan tidak ada lagi peraturan yang mencuri dari orang kaya. Tidak ada lagi panitia-panitia sosialis yang menentukan apa yang harus terjadi, dan tidak ada lagi orang-orang kaya yang tidak peduli orang miskin. Tidak ada lagi iklan palsu. Ketika upah itu adil, perjanjian diikuti dan semua orang mengasihi sesama manusia untuk kemuliaan Allah, baru keadilan di pintu gerbang akan dibentuk.

Dan bagaimana caranya kita melakukan itu? Dengan memohon Roh Kudus untuk menghasilkan orang yang hatinya terbakar dengan kebenaran Allah. Itu bukan karena orang Kristen mendapatkan subsidi pemerintah yang lebih besar untuk perumahan, kesehatan dan pekerjaan. Itu adalah karena Roh Kudus telah mempengaruhi orang sehingga ada efek rohani yang luar biasa di hati dan jiwa orang sehingga mereka merasa kepedihan hati nurani ketika janji-janji tidak ditepati dan bayi-bayi digugurkan.

Jika pelanggaran kasih tidak dirawat pada sumber rohani hati manusia, maka sungai kejahatan yang mengalir keluar itu akan merubuhkan setiap bendungan legal dan menyapu dunia dengan ketidakadilan. Jika kita, sebagai orang Kristen, tidak dengan sepenuh hati melakukan pekerjaan rohani ini, tidak ada orang lain yang akan melakukan itu, karena tidak ada orang lain yang memiliki Roh Kudus dan berita penebusan dosa. Jadi kalau demikian siapakah dapat bertahan saat Tuhan mengaum dari Sion? Semoga Roh Kudus membimbing kami dalam penginjilan dan berbuat baik kepada semua orang, Amin? Marilah kita berdoa!
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu