Jul 24, 2016 - rif

rif
Persekutuan Riverside Indonesia
join
us
Go to content

Main menu:

Khotbah > 2016
Pentingnya Doa
24 Juli 2016

Apakah yang kita lakukan pada pertama kalinya kita menjadi orang Kristen? Itulah belajar berdoa, benar? Itu memang benar karena Allah ingin bersekutu dengan kami mulai dari permulaan. Masih ingat apa yang terjadi kepada Paulus di perjalanan ke Damsyik pada saat ia bertemu dengan Yesus, dia menjadi buta dan tidak makan atau minum selama tiga hari, namun dia belajar berdoa. Dan itu tetap bagian yang sangat penting dalam hidup orang Kristen tidak peduli kami sudah lansia.

Yesus sendiri menunjukkan kepentingan berdoa pada waktu Dia berusaha untuk memisahkan diri dari orang banyak itu supaya Dia dapat berdoa sendirian. Apakah Anda bisa menunjukkan kepentingan berdoa dalam hidupmu itu sama seperti Yesus? Apakah Anda mengutamakan berdoa itu, atau itu hanya teringat kadang-kadang, kebiasaan atau suatu tongkat untuk waktu sulit? Marilah kita belajar bersama kepentingan berdoa dari buu pertama Alkitab, yaitu Kejadian.

Kejadian 18:20-32, “Sesudah itu berfirmanlah Tuhan: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya." 22 Lalu berpalinglah orang-orang itu dari situ dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan Tuhan. 23 Abraham datang mendekat dan berkata: "Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? 24 Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?”

“25 Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" 26 TUHAN berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka." 27 Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. 28 Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya: "Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.”

“29 Lagi Abraham melanjutkan perkataannya kepada-Nya: "Sekiranya empat puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian karena yang empat puluh itu." 30 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata sekali lagi. Sekiranya tiga puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan berbuat demikian, jika Kudapati tiga puluh di sana." 31 Katanya: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu." 32 Katanya: "Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.”

Melalui teks pagi ini Roh Kudus itu akan mengajarkan kami bahwa doa itu sangat diperlukan, melainkan juga mengingatkan kami caranya kami harus ber-doa. Marilah kami pikirkan hal-hal ini sebagai tema kami: 1 Berdoalah dengan segala keerndahan hati; 2. Berdoalah bagi orang lain; dan 3. Berdoalah dengan keberanian. Teks khotbah ini menggambarkan apa yang terjadi saat Tuhan turun dari surga bersama dua malaikat-Nya yang menyamar sebagai wisatawan dan mengunjungi Abraham dan Sara. Allah berhenti untuk menguatkan iman Sara dengan janji bahwa meskipun dia sudah tua dia akan dapat anak.

Seringkali sulit bagi kami untuk percaya Allah dalam segalanya yang Dia telah lekukan dan berjanji untuk melakukan. Banyak sekali implikasi dari apa yang telah dikatakan di Kejadian sehingga sulit bagi manusia untuk memahami besarnya karya Allah dalam penciptaan seluruh alam semesta dari ketiadaan. Bagi manusia sulit untuk percaya bahwa Allah yang menciptakan hukum-hukum alam, dapat mengatasi hukum-hukum itu setiap kali Dia inginkan. Jadi ketika Allah bahwa Sara yang sudah lansia akan mendapat anak lelaki, dia ketawa karena dia tidak percaya itu mungkin.

Lihatlah apa yang dinyatakan Allah mengenai dirinya sendiri di Kejadian 18:14, “Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk Tuhan? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Benar-benar tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, bukan saja Alkitab itu menujukkan dan membuktikan bahwa segala sesuatu yang pernah dinubuatkan telah dan akan digenapkan, Alkitab itu sendiri hidup dan berkuasa.

Ibrani 4:12, “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” Jadi Allah melihat tujuan hatimu dan Dia tahu dengan tepat keperluan Anda dan bagaimana Anda dapat melayani-Nya. Dan jika ada respon dari Anda, Dia akan memperlengkapkan Anda dengan segala kebutuhan Anda untuk mengabarkan Injil dan untuk memuliakan Dia.

Marilah kita kembali kepada kisah Kejadian itu. Setelah pertemuan dengan Allah dan kedua malaikat itu selesai, mereka mulai menuju ke kota-kota Sodom dan Gomora. Lihatlah ada maksud lain Tuhan itu datang ke dunia. Allah mengatakan kepada Abraham di Kejadian 18:20-21, “Sesudah itu berfirmanlah Tuhan: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. 21 Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”

Tentu saja Allah tidak perlu datang ke kota-kota itu untuk memeriksa apa yang sedang terjadi. Karena Allah itu berada dimana-mana dan Dia tahu segala hal dan dapat melihat semua hal, Dia sudah tahu apakah ada di dalam hati orang-orang Sodom dan Gomora itu. Namun dengan menceritakan Abraham datang untuk menyelidiki, Allah mengingatkan kami bahwa meskipun Dia tahu semua hal, Dia tetap ingin supaya kita lebih banyak belajar tentang Dia. Allah itu menyatakan diri-Nya secara progresif pertama melalui Hukum Taurat di Perjanjian Lama namun kemudian melalui Anak-Nya di Perjanjian Baru.

Jadi apakah terjadi di Sodom dan Gomora yang menyebabkan Allah datang untuk menghakimi? Jawabannya adalah dosa besar. Orang-orang di kota-kota inibertindak dengan cara yang sama sekali bertentangan dengan firman Allah. Apakah yang mereka lakukan? Meskipun kami dapat menunjukkan dosa-dosa homoseksual tertentu yang telah dilakukan orang Sodom dan Gomora, kami harus menekankan bahwa selain dari dosa itu, yang penting adalah sikap mereka terhadap dosa itu. Mereka semua selalu terus menerus berdosa.

Penduduk Sodom dan Gomora tidak peduli perbuatan mereka itu salah. Sikap seperti itu dinamakan ketidaksesalan dan ada kalanya itu terdapat di dalam hidup kita juga. Tahukah Anda bahwa tidak peduli Anda membunuh sepuluh orang atau Anda hanya mengejek orang tuamu, kedua dosa itu di mata Allah menjijikan dan kalau kita tidak bertobat dari kedua dosa itu kita layak dihukum dengan cara yang sama orang Sodom dan Gomora dihukum.

Bukankah luar biasa bahwa Allah membagikan rencana-Nya dengan Abraham? Itu mengingatkan kami bahwa kita sebagai orang Kristen diberkati begitu banyak karena kami diberi Alkitab, dimana Allah membagikan diri-Nya dan rencana-Nya bagi kita. Dari Alkitab itu kita lebih mengerti apa yang sedang terjadi di dunia ini sekarang dan pada akhir zaman dan apa yang kita dapat harapkan setelah kita mati. Namun yang terpenting adalah bahwa Allah mengasihi kami dan ingin menyelamatkan kami. Allah tidak ingin supaya kami beragama, namun Dia ingin ada hubungan pribadi dengan Dia. Inilah topik-topik yang tidak akan diketahui jika orang tidak membaca Alkitab.

Setelah diketahui bahwa Allah akan menghancurkan Sodom dan Gomora, Abraham mulai bersyafaat atas nama penduduk kota-kota itu. Disini kita belajar bahwa Abraham benar mengasihi orang-orang itu dan dia menunjukkan hal itu dengan memohon belas kasihan Allah bagi mereka yang percaya. Dan kami juga menunjukkan kasih pada saat kami berdoa syafaat. Abraham tahu bahwa Lot, keponakannya tinggal di Sodom dan dia ingin supaya mereka tidak ikut di musnahkan bersama orang fasik itu. Marilah kita belajar kasih Abraham dari permohonannya kepada Allah.

Hal pertama yang kita belajar adalah meskipun Allah baru memberi tahu Abraham tentang rencana-Nya untuk Sodom dan Gomora, Abraham tidak sombong. Sebaliknya ia mendekati Allah penuh kerendahan hati. Abraham mengatakan di Kejadian 18:27, “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu.” Permintaan Abraham itu didasarkan belas kasihan, bukan prestasi. Dia tahu bahwa hati yang berdosa yang sama yang berdenyut di dalam orang-orang Sodom dan Gomora juga berdenyut di dalam hatinya sendiri.

Dia menyadari bahwa hanya karena anugerah dan kesabaran Allah dia sendiri tidak dimusnahkan waktu dia berkali-kali gagal menaati Allah dan tidak percaya janji-jani-Nya. Kita layak menerima hukuman yang sama dengan Sodom dan Gomora. Namun penebusan Yesus membuka pintu supaya kita menerima pengampunan dan kita sekarang boleh berdoa langsung kepada Allah Bapa dengan berani. Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”

Doa Abraham bukan saja luar biasa karena dia rendah hati, itu juga tidak egois, tidak mementingkan diri. Daripada memikir bagaimana orang-orang itu patut dihukum, Abraham kuatir akan keponakannya dan keluarganya dan orang lain yang percaya yang ada di dalam kota-kota itu. Karena itu dia berdoa supaya Allah mengampuni kedua kota itu jiak ada 50 orang percaya. Abraham ingin supaya orang-orang dikota-kota itu mengalami anugerah yang sama yang dia alami dari Allah.

Dan dengan cara yang sama doa-doa kami juga harus mementingkan orang lain yang adalah cara lain untuk menjelaskan apa artinya kasih itu. Kasih itu memisahkan diri kita dari orang yang belum mengenal Allah. Sebelumnya Allah merubahkan kami, kami semua egois dan hanya mementingkan diri. Namun karena Yesus membayar upah dosa kami, kita belajar mengasihi. Dan itu diwujudkan di Galatia 5:22-23, “buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan dan penguasaan diri.”

Rasul Paulus mengatakan di 1 Timotius 2:1-4, “Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, 2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. 3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.”

“Berdoalah untuk semua orang” kata Paulus. Mulailah dengan keluargamu sendiri, jemaat di gereja, rekan kerja Anda, teman-teman, dan berdoalah bagi musuhmu jga. Alkitab mengatakan jika Anda berdoa bagi orang lain, itu akan bermanfaat bagi Anda juga. Matius 6:19-20 mengatakan, “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.”

Meskipun Abraham mendekati Allah dengan kerendahan hati dan tidak egois, dia juga berani. Meskipun Allah telah mengatakan bahwa Dia akan menghancurkan Sodom dan Gomora, Abraham dengan berani memohon kepada Allah untuk mempertimbangkan hal itu kembali. Abraham tahu bahwa sementara Allah itu adil dan harus menghukum dosa, Dia juga penuh kasih dan sabar dengan pendosa-pendosa. Karena itu dia mengimbau kepada belas kasihan dan kesabaran Allah supaya orang benar dapat diselamatkan.

Hal yang luar biasa tentang kisah ini adalah bahwa Allah mendengarkan doa Abraham dan setuju untuk tidak memusnahkan kota-kota itu jika ada 50 orang yang percaya disitu. Allah sudah tahu percis siapakah ada di dalam kota-kota tersebut, dan Dia tahu akhir dari permulaan namun Dia mengundang kami untuk berdoa karena Dia ingin menguji kita untuk melihat sampai dimana kita benar-benar peduli dan mengasihi sesamamu manusia.

Abraham juga bukan saja berani dalam permintaannya; dia juga berani dalam berapa banyak dia datang kepada Allah dengan permintaannya. Enam kali mulia dengan 50 orang benar sampai dikurangi menjadi 10 orang, Abraham memohon Allah supaya kota Sodom dan Gomora tidak dihancurkan. Yesus juga mendorong murid-murid-Nya dan juga kita semua supaya kita juga bertekun dalam berdoa. Ingatlah bahwa waktu Allah tidak sama dengan waktu, kita namun Dia tidak pernah telat.

Dan ini memang tidak berarti bahwa Allah selalu akan melakukan apa yang kita inginkan jika kita bertekun. Kita perlu menyadari bahwa kita tidak selalu tahu apa yang terbaik bagi kita, namu Allah tahu. Apakah Allah menjawab doa-doa Abraham? Tidak. Akhirnya Dia menghancurkan Sodom dan Gomora karena didalam kota-kota itu tidak ada 10 orang benar, namun Dia menjawab doa Abraham dengan menyelamatkan orang-orang percaya itu, yaitu Lot dan anak-anaknya perempuan.

Allah memberikan Abraham lebih dari apa yang dia minta. Bukan saja Dia mengizinkan Lot dan anak-anak perempuan itu diselamatkan, Dia mengizinkan mereka melarikan diri bersama iman mereka. Seandainya Lot bersama keluarganya terus hidup di Sodom, kemungkinan besar pada akhirnya mereka dapat mengikuti cara-hidup yang berdosa dari orang-orang disekitar mereka dan kehilangan kasih mereka terhadap Allah. Dalam seberapa tingkat sikap berdosa itu telah mempengaruhi keluarga Lot.

Pada waktu mereka melarikan diri, isteri Lot berbalik untuk melihat apa yang telah ditinggalkannya meskipun para malaikat telah memperingatkan mereka untuk tidak melakukan itu. Karena ketidaktaatannya dan karena kasihnya terhadap hal-hal duniawi, Allah menjadikannya suatu tiang garam. Banyak orang diantara kami tidak menyadari bahwa hal-hal duniawi yang Anda kasihi hanya sementara saja dan cepat rusak dan tidak memberikan kebahagiaan dan malah menghancurkan kita.

Apakah Lot juga mungkin kehilangan imannya jika dia tinggal di Sodom? Alkitab mengatakan bahwa pengaruh orang itu besar sekali. Faktanya adalah bahwa meskipun Lot itu tinggal disana cukup lama, dia tidak mempengaruhi banyak orang untuk datang kepada Allah. Dan kalau kita terpisah dari tubuh orang-orang percaya itu selalu berbahaya. Karena 1 Korintus 12:21 mengatakan, “Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: "Aku tidak membutuhkan engkau." Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: "Aku tidak membutuhkan engkau." Kita sebagai orang percaya perlu selalu berhubungan satu sama lain.

Karena Allah bukan saja memberikan Abraham lebih dari apa yang dia minta, Dia menunjukkan Dia lebih tahu apa yang terbaik bagi orang-orang percaya tersebut. Hai orang-orang Kristen, berdoalah tanpa berhenti. Bukan saja karena itu telah diperintahkan Allah kepadamu tetapi karena ada berkat yang luar biasa yang berhubungan dengan doa.

Bukan agama dengan semua peraturannya adalah yang diinginkan Allah. Lihatlah contohnya orang-orang Farisi dalan Yudaisme. Bersekutu dengan Allah dan memiliki hubungan pribadi dengan Dia adalah keinginan Allah. Bawalah permohonan Anda kepada Allah dengan rendah hati dengan pengetahuan bahwa hanya melalui anugerah-Nya kami dapat datang ke hadirat-Nya, namun beranilah karena Allah telah berjanji untuk mendengar dan untuk menjawab doa-doa kami.

Berdoalah dengan penuh kasih bagi orang-orang lain dengan keyakinan bahwa Allah akan menjawab doa-doa itu dengan cara yang terbaik bagi orang lain dan terbaik bagi kami. Janganlah menyepelekan doa-doa itu karena itu dilakukan selalu dan itu sudah menjadi kebiasaan. Perlihatkanlah bahwa hal itu penting sekali di dalam hidupmu sewaktu Anda belajar untuk berdoa selalu, Amin? Marilah kita berdoa.
 
© 2016 Riverside Indonesian Fellowship | Hak cipta terjamin.
Back to content | Back to main menu